
******
Terlihat koridor kampus mulai lengang dan sepi, pertanda jam perkuliahan telah usai. Namun masih ada beberapa siswa yang masih berada dikelas, entah mengerjakan tugas atau sekedar menanti teman juga jemputan untuk pulang.
Derap langkah kaki setyo semakin cepat, membuatku tertinggal di belakangnya.
Tanpa di komando akupun segera bergegas mengikuti Setyo sembari berlari kecil di belakangnya, berusaha untuk mengurangi jarak antara kami yang cukup jauh.
Sesampainya di ruang administrasi, ku letakkan chas dan kabel terminal penghubung infokus yang tadi aku pegang di samping alat infokus yang sudah terlebih dahulu di letakkan oleh Setyo.
"Udah taruh aja di situ, nanti biar saya aja yang rapihkan!" terdengar suara mas Dimas yang merupakan staf tata usaha di ruang itu.
"Baik Mas, trimakasih ya." balasku kepadanya.
Ternyata Setyo sudah keluar dari ruangan itu.
Dengan terburu-buru aku keluar hendak mengucapkan terimakasih atas bantuannya tadi, membantuku membawa infokus ke ruang administrasi.
Clingak-clinguk aku mencari keberadaan Setyo, namun tak kulihat batang hidungnya.
Kemana dia pergi, bagaikan kilat secepat itu dia menghilang.
"Datang tak di jemput, pulang tak di antar, kamu kayak jelangkung aja Yo," bisikku perlahan sambil tersenyum.
Akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan kampus, berjalan di koridor kampus yang mulai sunyi, hanya terlihat satu atau dua orang siswa dan siswi yang masih duduk di koridor depan.
Namun langkah kakiku tertahan ketika seseorang menarik tas ransel yang aku pakai.
__ADS_1
"Eeehhhheeemmm....,mau kemana nona.
Ini belum waktunya pulang loh. Terlalu cepat bro, ini masih jam 15.00 Wib." ucap pemilik suara yang berada di belakangku.
Aku kenal suara ini, ini suara Setyo, udah aku bilang kalo dia bagaikan jelangkung, datang tak di undang, pulang tak di antar, seperti itulah dia.
Cowok cool yang bikin setiap cewek seangkatan kami bahkan kakak tingkat mabuk kepayang di buatnya.
Namun, aku tak tau mengapa Setyo bersikap begitu,tak ada satupun dari mereka yang mengidolakannya di terima atau di liriknya.
Bahkan tersiar kabar Setyo cowok cool dan atletis ini gak suka sama cewek.
Masa iya, cowok tampan dan atletis serta macho seperti Setyo penyuka sesama jenis?
Hanya Allah dan Setyo yang tau semua itu.
Akupun meninju lengannya, berusaha mencairkan suasana dan menutupi rasa maluku.
Apakah Setyo tahu permasalahanku dengan Radhit?
Jika benar, ini pasti ulah Restu dan Ika.
Tiba-tiba saja mereka menghilang, entah kemana mereka. Tidak biasanya mereka pergi berdua meninggalkan aku, jika bukan karena mereka melakukan suatu kesalahan.
"Emang kenapa kalo aku galau? Kan galau bukan berarti hanya karena putus cinta Yo, boro-boro putus cinta, pacar aja aku belum punya." balasku sengit, sambil memasang wajah jutek ke arahnya.
"Main basket yuk!"
__ADS_1
"Mau gak? ajak Setyo padaku.
"Hhhhhmmmmm....boleh, siapa takut. Aku kan mantan anak basket dan karateka sewaktu SMA." Sambil meloncat meraih bola basket dan berlari ke arah lapangan basket.
Kulihat Setyo tersenyum sambil bertepuk tangan dan berlari ke arahku, mengikutiku ke arah lapangan bakset. Tak kusangka, ternyata letak lapangan basket yang hendak kami tuju, tepat berada di depan basecamp anak-anak pecinta alam ato HIMAPALA.
Ada debaran aneh dalam hatiku.
Akankah ini pertanda sesuatu?
Pertanda baik atau kah buruk?
Ya Allah, ujian apalagi yang harus aku terima.
Sudah cukup rasanya kejadian pagi tadi, rasanya tak sanggup bila aku harus bertemu dengan kak Radhit lagi.
Hati ini masih belum siap terluka.
******
*Apa yang akan terjadi pada Mayang?
*Apakah dia akan bertemu lagi dengan Radhit?
*Dan apakah Setyo benar-benar menyukai Mayang?
*Nantikan kelanjutannya di part selanjutnya. Trimakasih 🙏😍😘
__ADS_1