
...--Terkuaknya tabir cinta masa lalu--...
...(bagian keempat)...
...Sepenggal part sebelumnya,...
Mobil Toyota putih yang tertinggal tadi ternyata mogok di tengah jalan. Untung saja ada sebuah truk kecil yang lewat dari arah kota Malang ke arah Desa Wirotaman. Truk itu mengangkut hewan untuk di jual di kota. Besok mereka akan ke kota Malang pagi-pagi buta. Pria yang mengemudikan mobil Toyota putih itu pun bermaksud menitipkan pesan kepada pemilik truk tersebut. Dirinya memutuskan untuk tetap berjuang di Desa Wirotaman sendirian demi menyelamatkan Mayang. Dengan bermodalkan kecerdikkannya, pria itu berhasil menitipkan pesan melalui pemilik truk tadi. Jika keesokan harinya mereka kembali ke kota Malang, mereka akan singgah ke polsek atau ke rumah sakit tempat Mayang dirawat sebelumnya untuk meminta bantuan.
'Semoga pesanku bisa sampai kepada pihak berwajib atau orang yang tepat. Dengan begitu bala bantuan akan datang dan Mayang dapat di selamatkan,' ucap pria itu dalam hati.
'Aku harus bergegas sebab hari sudah mulai gelap. Semoga aku bisa nememukan rumah kepala desa di daerah sini. Dan meminta bantuan untuk membantu mencari keberadaan Mayang,' batin pria tersebut.
..._______***""""***______...
Suasana pedesaan begitu kental terasa, apalagi bila waktu telah memasuki maghrib. Hanya suara hewan malam seperti jangkrik, kodok dan burung hantu yang mulai berdendang merdu di saat sang surya mulai kembali ke peraduannya. Berganti sang dewi malam yang menemani kaum hawa dan adam melewati sepertiga malam.
Mayang tubuhnya mengigil, keringat dingin membasahi tubuhnya. Beberapa kali dirinya mengigau tak jelas.
"Bulek, gimana keadaan wanita ini? Apa panasnya akan turun?" ucap wanita yang menculik Mayang terlihat mulai khawatir.
"Sudah saya berikan obat tadi, Ndok (panggilan anak perempuan dalam bahasa jawa), tapi panasnya gak turun-turun, apa kita panggilkan mantri aja ya,Ndok? " tanya wanita paruh baya tersebut.
__ADS_1
"Bulek takut wanita yang kamu bawa ini kenapa-kenapa," ucapnya mulai menampakan ketakutannya.
"Biarin aja dia mati disini, Bulek. Lebih bagus lagi jika dia mati karena penyakit yg bersarang di dalam tubuhnya. Dengan begitu aku tak perlu mengotori tanganku dengan darahnya," balasnya lagi.
Malam pun berlalu. Udara dingin terasa sangat menusuk tulang. Mayang terlihat menggigil. Beberapa kali dirinya memanggil nama seseorang, namun tak begitu jelas terdengar. Wanita paruh baya yang dipanggil "Bulek" tadi terbangun dari tidurnya di sisi Mayang, kemudian mengompreskan kain basah di dahi gadis malang itu. Suhu tubuhnya tak kunjung turun. Entah mengapa tiba-tiba saja Mayang bisa jatuh sakit.
'Kasian sekali gadis ini, mengapa Nona sampe tega menculiknya. Apa sebenarnya kesalahan yang telah dibuatnya, sehingga dirinya harus menanggung kemarahan Nona Muda,' batin wanita paruh baya itu. Hatinya iba melihat kondisi Mayang yang sedang demam.
Kemudian wanita tadi memberikan minyak kayu putih ke bagian perut Mayang. Terkejut dirinya ketika melihat bekas operasi Mayang yang masih terdapat perban transparan (anti air).
'Ternyata wanita ini usai menjalani operasi. Kasihan benar nasib gadis ini. Aku harus menolongnya dari rencana jahat Nona muda. Ini juga demi kebaikan Nona Muda. Aku tak ingin Nona Muda masuk penjara. Nanti siapa yang akan mengurus adiknya yang sedang sakit,' batin wanita paruh baya itu dalam hati.
Karena Mayang kembali demam, akhirnya wanita tua itu membuatkan Mayang bubur yang diberi rempah-rempah, agar Mayang bisa makan dan minum obat agar demamnya segera turun. Setelah mengganti baju Mayang yang basah oleh keringat, sang wanita tua itu kemudian meninggalkan Mayang untuk beristirahat.
"Apa dia sudah tidur, Lek?" tanya wanita muda yang menculik Mayang.
"Iya, Non. Gadis itu sudah tidur setelah saya memberinya makan bubur dan juga obat. Saya menggantikan bajunya yang basah dengan baju bekas milik anak saya yang sudah lama merantau ke Jakarta. Untungnya baju itu cukup dibadannya," jelas wanita paruh baya tersebut.
"Bulek Sri, terlalu baik. Kenapa tdk biarkan saja dia mati kedinginan dan juga kelaparan. Sudah takdirnya bila dia harus mati di sini untuk menebus kesalahannya," seru wanita yang menyamar menjadi suster Niken dan menculik Mayang.
"Tapi, Non. 'Bulek' kasihan. Sebab sepertinya gadis itu telah melakukan operasi. Masih nampak bekas lukanya belum benar-benar pulih. Jika tidak dirawat lukanya bisa infeksi, Non. Bulek, gak mau nantinya Nona akan kena masalah karena hal ini," ujar sang Bibi sembari meneteskan air mata.
__ADS_1
"Jangan belain dia 'Bulek', apa 'Bulek' tidak kasihan melihat Nayla yang kini berubah menjadi mayat hidup? Semua itu karena ulah gadis yang ada di kamar itu. Dia telah merampas kebahagiaan Nayla, makanya sekarang adikku itu jadi seperti sekarang ini!" tegas wanita yang berdiri di depannya itu dengan geram.
"Maaf, Non. 'Bulek', hanya kasihan melihat gadis itu. 'Bulek' juga gak mau, Kamu di penjara karena membunuh gadis itu. Difikir baik-baik dulu, 'Ndok'!" seru wanita paruh baya itu.
"Kalau 'Bulek' terlampau baik kepada gadis itu, mulai besok aku cari orang lain untuk mengurusnya. Sudah sepantasnya dia mendapatkan pembalasan atas perbuatannya," ujar wanita muda itu lagi dengan wajah penuh kemarahan.
"Baik, Non. Bulek ngerti. Maafkan ya, Bulek hanya kasihan sama gadis itu. Bulek janji akan bersikap sewajarnya, Non,!" Bulek Sri pun tertunduk di hadapan wanita muda itu.
"Yasudah, Bulek istirahat di kamar tadi sambil menjaga gadis yang bernama Mayang itu. Jangan sampai dia melarikan diri. Aku mau tidur dulu di kamarku. Nanti Nayla biar aku kasih obat sebelum tidur," ucap wanita muda itu sembari berlalu dan memapah gadis yang bernama Nayla ke kamarnya.
...-----------****""""****----------...
Di sebuah rumah sederhana, terbaring sosok pria yang tadi mengendarai mobil Toyota putih. Tubuhnya terbaring di atas dipan bambu yang di alasi oleh kasur tipis. Menerawang dalam angan-angannya beberapa tahun silam. Di saat dirinya masih duduk di bangku sekolah lanjutan tingkat atas.
Hari-hari begitu indah tanpa beban. Mempunyai seorang sahabat yang begitu baik bak saudara sedarah. Dan di saat itu pula dirinya pernah merasakan cinta yang teramat dalam kepada seseorang. Namun, takdir kemudian memisahkan dan merenggut semua kebahagiaan itu. Dan kini takdir dengan mudahnya mempertemukan cinta di masa lalunya tersebut.
...-----------Bersambung-------------...
Nantikan kisah selanjutnya dalam "TAKDIR CINTA MAYANG" part 124. Terima kasih banyak Author ucapkan untuk pembaca setia "TCM". Semoga isi goresan pena kali ini tidak mengecewakan pembaca setia kisah Mayang 🙏😊
Terima kasih sekali lagi sudah membaca cerita "TAKDIR CINTA MAYANG". Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan.
__ADS_1
Dukungan berupa komen, like, vote dan tips dari para readers akan selalu author nantikan.