
...--Hilangnya Mayang dari rumah sakit--...
...(bagian kesatu)...
...Sepenggal part sebelumnya,...
Radhif kemudian berjalan menuju kamar mandi. Mayang ternyata tidak berada di sana. Berarti Mayang tengah pergi menggunakan kursi roda.
'Tapi kemana dia pergi malam-malam begini? Apa mungkin ke taman di saat gerimis seperti ini?' batin Radhif lagi. Kali ini hati dan fikirannya tak tenang memikirkan Mayang.
Di gapainya telepon rumah sakit dan menghubungi petugas. Nada panik terdengar dari mulut Radhif. Dirinya begitu khawatir akan kondisi Mayang yang belum pulih benar dari operasi.
'Apa yang ada dalam fikiranmu, May. Kenapa kamu berbuat nekat seperti ini. Kemana aku mencarimu,' seru Radhif dalam hati. Emosi memenuhi ruang hatinya. Tangannya terkepal dan kemudian diluapkannya semua kemarahan dan kekesalannya dengan memukul dinding rumah sakit hingga tangannya berdarah.
..._______***""""***_______...
Selama sejam petugas medis yang berjaga dan beberapa petugas keamanan rumah sakit berkeliling mencari keberadaan Mayang. Begitu pula dengan Radhif. Dirinya telah mengelilingi beberap lokasi untuk menemukan Mayang. Akan tetapi tak ada hasilnya.
Ketika Radhif tengah duduk di sebuah bangku yang berada di loby depan rumah sakit, seseorang menyapanya.
Permisi, Pak Radhif maaf sebelumnya. Kami masih belum menemukan keberadaan istri Bapak. Akan tetapi, kami menemukan sebuah kursi roda yang kata perawat kursi roda itu memang milik pasien di kamar VVIP yang bernama Mayang," ujar sang petugas keamanan itu sembari menunjuk ke arah kursi roda yang telah di temukan tadi.
Setelah melihat dengan seksama, Radhif pun mengiyakan bahwa itu kursi roda yang digunakan oleh Mayang selama ini dia sakit.
"Benar, Pak. Ini kursi yang digunakan istri saya. Dimana Bapak menemukannya?" tanya Radhif kepada petugas keamanan itu dengan nada cemas.
Sambil membuka topi 'security' miliknya kemudian petugas itu berkata, "Saya dan dua rekan saya tadi menemukannya di dekat parkiran sebelah utara rumah sakit. Sepertinya, istri Anda telah pergi dari sini menggunakan mobil. Petugas itu pun kemudian mengisyaratkan salah seorang temannya untuk membawa kembali kursi roda tadi ke ruangan tempat Mayang dirawat.
"Kami akan membantu Bapak untuk menemukan istri Anda. Sebentar lagi kami akan mengecek jejaknya melalui 'cctv', siapa tahu ada titik terang setelah melihat hasil rekaman 'cctv di depan ruang kama, koridor dan juga tempat parkir,' ucap salah seorang petugas keamanan tersebut.
"Baik, Pak. Terima kasih banyak atas bantuannya. Saya juga akan menghubungi beberapa adek dan anggota mereka untuk membantu melacak keberadaan istri saya," balas Radhif lagi. Lalu berdiri dari posisinya, tangannya merogoh saku celana tuk mengambil benda pipih di dalamnya kemudian menelpon Heru dan Dwi adik letengnya.
__ADS_1
Heru : "Assalamualaikum, Bang Radhif," ucap Heru ketika mengangkat telepon dari Radhif.
Radhif: "Heru, apa kau sibuk?" tanya Radhif.
Heru : "Siap, Bang. Hari ini saya turun dinas," balas Heru.
Radhif: Heru bisa ke rumah sakit sekarang? Mayang hilang entah kemana? sudah hampir dua jam aku mencarinya, namun belum juga menemui titik temu," ujar Radhif tak kala jaringan seluler tersambung.
Heru: "Baik, Bang. Aku dan Dwi segera ke TKP. Aku akan menghubungi anggotaku yang sedang berada dari tempat Abang Radhif untuk membantu," balas Heru dari sana.
Radhif: "Terima kasih, Her. Aku tak tahu harus berkata apa. Kau telah banyak membantuku," tambah Radhif.
Heru: "Jangan sungkan, Bang. Aku dan Dwi siap membantu Abang," ucap Heru.
Radhif: "Sampai ketemu di TKP, ya, Her. Assalamualaikum," balas Radhif kemudian mematikan sambungan teleponnya.
Sebelum kembali ke kamar tempat Mayang berada sebelumnya, Radhif menghampiri petugas keamanan yang turut serta mencari keberadaan Mayang. Dia hendak menyampaikan sesuatu.
"Bahkan saya sempat menitipkan istri saya kepadanya, agar menemani istri saya hingga saya kembali. Akan tetapi, saat saya kembali keduanya sudah tidak ada di kamar.
Setelah mendengar keterangan dari Radhif, sang petugas kemudian menuju loby depan dan menyampaikannya kepada petugas medis yang berdinas. Terlihat keduanya kemudian mengecek data di sebuah layar komputer.
Tak berapa lama sang petugas keamanan tersebut kemudian menghampiri Radhif dan berkata, "Maaf, Pak Radhif. Suster Niken sedang tidak bertugas. Kemudian ada laporan bahwa seragam dinas Suster Niken hilang sehari sebelum istri Anda hilang," ujar pria di hadapan Radhif.
"Apa bisa kita mengecek rekaman CCTV? Mungkin dari sana kita bisa mengetahui kejadian sebenarnya yang telah terjadi. Saya khawatir dengan kondisi istri saya," ucap Radhif.
"Baik, Pak. Sebentar saya tanyakan hal ini kepada kepala keamanan dan juga bagian humas rumah sakit. Secepatnya akan saya informasikan kepada Anda," balas sang petugas keamanan.
"Terima kasih, Pak. Saya akan kembali ke kamar. Jika di perbolehkan, Bapak bisa menghubungi saya melalu telepon yang tersambung ke kamar inap tempat saya berada," ujar Radhif berterimakasih.
"Sama-sama, Pak. Saya akan menghubungi Anda, jika sudah mendapat izin," balas petugas keamanan tersebut.
__ADS_1
"Baik, Pak. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih," ujar Radhif kemudian bersamalam dengan pria tadi lalu berjalan menuju kamar inap tempat Mayang dirawat sebelum dirinya hilang.
..._______****""""****_______...
Sesampainya Radhif di kamar, dirinya kemudian menelusuri setiap jengkal ruang tersebut. Radhif berharap dia dapat menemukan petunjuk kemana hilangnya Mayang.
'Apa yang sebenarnya terjadi padamu, May? Semoga kau baik-baik saja. Ya, Allah aku mohon jaga Mayang di sana. Radhit aku mohon maaf tak bisa menjalankan amanatmu dengan baik. Semua ini karena kecerobohanku. Jika terjadi apa-apa sama Mayang, aku orang pertama yang akan merasa bersalah dan kehilangan. Semua ini salahku," batin Radhif menyesali semua yang telah terjadi.
Beberpa menit menelusuri sudut ruang di kamar tersebut. Akhirnya, Radhif terduduk di atas ranjang pasien tempat Mayang sebelumnya terbaring sebelum dirinya hilang entah kemana. Tiba-tiba tangannya menemukan sesuatu.
Benda yang ditemukan oleh Radhif adalah sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati yang terletak di atas selimut milik Mayang.
'Milik siapa ini? Mengapa bisa berada di sini?' ujar Radhif membolak-balikkan benda tersebut.
Radhif memperhatikan dengan seksama kalung berliontin hati tersebut. Mencoba memecahkan teka-teki hilangnya Mayang.
'Sepertinya liontin ini bisa di buka, apa isi dalam liontin ini?' ujar Radhif dalam hati.
"Klik!" liontin pun terbuka. Ternyata liontin itu terdiri dari dua bagian. Dan di dalamnya terdapat dua buah foto.
'Foto siapa ini?' tanya Radhif dalam hatinya.
Nampak Radhif memicingkan kedua matanya saat melihat kedua foto tadi. Mencoba menebak siapa pemilik kalung tersebut.
'Bukankah wanita di dalam foto ini yang tadi menggunakan seragam perawat? Siapa dia sebenarnya? Apa dia pelakunya? Mengapa dan apa tujuannya melakukan semua ini?' batin Radhif.
...-----------Bersambung-------------...
Nantikan kisah selanjutnya dalam "TAKDIR CINTA MAYANG" part 118. Terima kasih banyak Author ucapkan untuk pembaca setia "TCM". Semoga isi goresan pena kali ini tidak mengecewakan pembaca setia kisah Mayang 🙏😊
Terima kasih sekali lagi sudah membaca cerita "TAKDIR CINTA MAYANG". Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan.
__ADS_1
Dukungan berupa komen, like, vote dan tips dari para readers akan selalu author nantikan.