
...HIKMAH DI BALIK KEBOHONGAN MAYANG...
...*****""""""""******...
...Villa, Kota Malang...
Usai sholat subuh Radhif duduk bersilah di atas sajadah.
Memanjatkan doa dan dzikir.
Sehabis beribadah Radhif merapihkan sajadah dan sarung yang dikenakannya.
Berganti celana training abu-abu dan kaos oblong berwarna putih.
Wajahnya nampak bersinar sehabis sholat.
Ketampanannya semakin terpancar.
Melihat Mayang yang sedang duduk menonton tv di pojok kamar, muncul inisiatif Radhif untuk menggodanya.
Sebuah hadiah kecil yang telah dijanjikan Mayang untuknya.
Hadiah 'moorning kiss' yang di pintanya pagi tadi sebelum menjalankan sholat.
Namun niat Radhif kembali lagi batal dilakukannya karena terdengar suara Pak Deden di depan rumah memanggil Radhif.
"Assalamualaikum, Den Radhif, maaf saya mengganggu. Saya nau menyampaikan kalo sarapannya sudah selesai di masak. Apa mau saya antarkan sekarang?" tanyak si bapak kepada Radhif.
"Iya, Pak, gak apa-apa"
__ADS_1
" Iya boleh, Pak. Kalo sudah siap semuanya. Tidak usah terburu-buru, Pak," balas Radhif.
Pak Deden pun kembali kerumahnya yang tak jauh dari villa tersebut.
Muncul lagi fikiran jahil Radhif untuk mengusili Mayang.
Namun lagi-lagi gagal karena ada telepon yang masuk ke ponselnya.
Ponsel di tangan Radhif itu berdering sangat nyaring.
Pada layar ponsel muncul foto sang bunda yang bertuliskan "my mom."
["Assalamualaikum!" ucap Radhif.]
["Waalalikumsalam, Nak. Gimana kabarmu? Apa kalian sudah sampai di Malang?" tanya sang ibu dari seberang sana.]
["Iya, Mam. Ada hal yang sangat penting sampai-sampai sepagi ini mama sudah menelpon Radhif?" tanya anaknya itu penuh selidik. Sebab tak biasanya sang mama mengkhawatirkannya seperti ini.]
["Ada apa sebenarnya, Mam?" tanya Radhif cemas dan was-was.]
["Apa kamu sudah melakukan malam pertama dengan Mayang?" tanya suara itu terdengar khawatir.]
["Belum, Mam. Hampir saja semalam Radhif melakukannya. Tetapi Mayang mengatakan kalo dia sedang berhalangan. Apa benar wanita hamil masih datang bulan, Mam?" ucap Radhif sedikit bingung dan frustasi.]
["Halangan? "Maksudmu sedang datang bulan, Dhif?" sesaat sang ibu di seberang sana terdengar menertawakan ucapan Radhif barusan.]
["Wanita hamil mana ada yang datang bulan, Nak. Selama hamil 9 bulan seorang wanita tidak akan datang bulan," jelas sang mama masih dengan suara tawa yang tertahan.]
'Hhhhmmmm...ternyata Mayang menipuku, lihat saja nanti pembalasanku,' ujarnya dalam hati menahan kesal.
__ADS_1
'Tetapi mengapa Mayang melakukan itu? Pasti ada alasannya, aku ingin tahu apa yang membuat Mayang menolakku? Apa karena Setyo? Atau karena hal lain? Apakah dia masih belum bisa mencintaiku?' fikir Radhif.
["Dhif....!" panggil sang mama dari seberang sana.]
["E...ee...eh, iya, Mam. Ada apa, Mam?" tanya Radhif gelagapan tersentak dari lamunannya.]
["Ada hal penting yang harus kamu ketahui, Dhif. Mayang sedang hamil anak mendiang adikmu Rahdit, setelah mama menceritakan kepada pamanmu yang menjadi ketua di pondok pesantren di Kota Solo sini, beliau mengatakan bahwa dirimu hanya bisa bers*****h dengan istrimu setelah dia melahirkan bayi tersebut dan melewati masa nifas," jelas sang mama dengan nada serius.]
'Ternyata banyak sekali halangan dan kejanggalan yang terjadi itu semua karena Allah memberi tanda kepadanya agar terhindar dari kesalahan dan dosa,' batin Radhif dalam hati. Mencoba mencerna setiap kejadian dan peristiwa yang telah dilaluinya sepanjang kedekatanya bersama Mayang.
["Dhif, kamu masih mendengar mama, Nak?" tanya suara di seberang sana.]
["Iya, Mam. Radhif dengar. Syukurlah mama menelpon Radhif dan memberitahu Radhif. Kalu tidak pasti Radhif terjerumus dalam dosa dan kesalahan yang fatal," ucap Radhif terharu.]
["Yasudah kalo gitu, jaga istrimu. Jangan lupa aja dia 'chek up" ya, Dhif," balas sang mama. Kemudian mematikan sambunga ponsel setelah mengucapkan pesan dan salam.
Kini Radhif mengerti, kenapa Mayang berbohong padanya, dan selalu saja menolah permintaannya untuk memiliki Mayang seutuhnya.
Seharusnya aku sebagai kepala keluarga lebih faham dan memperdalam ilmu agamaku, agar kelak aku bisa mengarahkan bahtera rumah tanggaku dalam menghadapi segala ujian yang menghantam biduk rumah tanggaku.
Aku bersyukur Engkau memberiku seorang istri yang soleha.
Sehingga aku tidak terjerumus ke dalam kebodohan karena kesenangan dunia sesat yang akan berbuah dosa yang sangat fatal,' ucap Radhif dalam hati.
Sambil memandangi Mayang dari jauh.
Sangat bahagai hatinya dan sungguh merasa beruntung dirinya memiliki istri seperti Mayang.
πππCintailah aku karena ALLAH, bukan karena paras dan rupaku...
__ADS_1
Sebab CINTA karena ALLAH itu akan selalu harum mewangi bak melati putih yang takkan pernah ternoda...πππ