TAKDIR CINTA MAYANG

TAKDIR CINTA MAYANG
#TAKDIR CINTA MAYANG# PART 22


__ADS_3

****SEMERU*****


Setelah perjalanan dari pos 2 ke Pos 3 yang memakan waktu satu sengah jam lamanya, perjalanan yang sama seperti dari pos 1 ke pos 2, namun agak sedikit panjang dan memutar.


Pohon-pohon yang begitu lebat menghiasi setiap sisi kanan dan kiri jalan, terdengar sesekali bunyi suara burung dan nampak pemandangan burung-burung tersebut terbang.


Pemandangan kota Malang terlihat dari atas gunung Semeru.


Hingga menuju ke pos 4 dan beristirahat.


Sang Hantu Rimba selalu menjagaku, menemani kami menyusuri gunung, lebih waspada dan jeli dalam melangkah.


Sesekali tatapan matanya menghangatkan hatiku, memberi semangat agar tetap melangkah menuju puncak.


Langkah kami semakin jauh, hingga tak terasa kami masuk ke rute menuju pos 4.


Jalan semakin curam dan terjal, tenaga semakin terkuras.


Untunglah saat di pos 3 tadi kami sudah mengisi energi meskipun hanya ala kadarnya saja.


Air, vitamin dan bekal makanan memberi energi bagi kami.


Tak lupa ketika waktu sholat kami berhenti untuk menunaikan kewajiban, agar perjalanan kali selalu di ridhoi dan di jaga oleh Sang Khalik, Allah SWT.


Dalam perjalanan menuju ke pos 4 kami di buat takjub oleh keindahan Danau Ranu Kumbolo.


Pemandangan yg luar biasa indah, nampak jelas air danaunya yang tenang.


Membuat rasa lelah akibat memikul carrierpun sirna.


Terbayarkan oleh pemandangan indah danau Ranu Kumbolo.


Kami tiba di sana pukul 9 malam, dan memutuskan untuk membangun tenda, beristirahat sejenak mengisi tenaga.


Karena tengah malam nanti kami akan melanjutkan perjalanan, kembali memdaki untuk mencapai puncak Mahameru.


Hingga saat aku dan Niar duduk di depan tenda muncul sang Hantu Rimba, membawa segelas teh hangat dengan sebungkus camilan," Kalian berdua gak boleh nglamun ya, jangan sampai fikirannya kosong!"


"Eh...iya," jawab aku terbata, kaget tak menyangka kak Radhit akan datang ke tendaku dan Niar.

__ADS_1


"Nih...,minum teh jahe merah dan juga makan camilan ini. Teman-teman yang piket sedang memasak nasi, mie dan sarden untuk makan malam.


Usahakan kalian beristirahat dan makan agar memulihkan tenaga, pendakian ke pos 4 tadi sangat menguras energi.


Aku tak mau terjadi apa-apa dengan kalian." sembari mengulurkan teh hangat dan camilan kepadaku, tatapannya tak pernah beralih dariku membuatku jadi salah tingkah.


"Makasih kak." ucapku dan Niar berbarengan, tak berani ku menatap lama matanya yang tajam, sorot mata itu bak panah yang dapat melesat menghujam jantungku.


Untuk sesaat aku terbuai olehnya, membayangkan wajah dan senyumannya.


Bahagia rasanya bisa mendaki bersama orang yang sangat kita cintai.


"Niar, aku titip Mayang ya.


Jaga dia baik-baik selama aku tak bisa bersamanya untuk sesaat." ucapannya membuatku tersipu malu, kurasakan ada perasaan hangat dan berbunga-bunga menjalar dalam hati ini.


Wajahku bersemu merah bagaikan kepiting rebus.


Malu tapi bahagia, ucapan itu membuatku seakan terbang melayang ke angkasa, menembus langit ketujuh.


Merasa menjadi wanita yang paling sempurna di muka bumi ini.


Tetapi ada beberapa senior dan juga anggota baru HIMAPALA yang berada disana.


Mereka mendengarkan semua ucapan kak Radhit.


Tak lama berselang, kamipun berkumpul dan memakan santapan malam kami.


Meskipun masakan alakadarnya, malam itu bagi kami serasa menyantap hidangan bintang lima.


Sungguh nikmat, malam itu suasana langit nampak cerah dengan bintang dan bulan, nampak bias cahaya di danau Ranu bagai hamparan permata yang berkilau.


Tiba saatnya kami memutuskan beristirahat, karena tepat tengah malam nanti kami akan mendaki.


Butuh energi untuk sampai ke puncak Mahameru.


Semoga pendakian nanti sukses dan selalu dalam lindungan Sang Pencipta.


Sudah terbayang olehku melihat matahari terbit di atas puncak Mahameru.

__ADS_1


Betapa bersyukurnya aku bila bisa menyaksikan keindahan dan kebesaran Sang Ilahi.


Waktupun bergulir, sesaat kami terlelap dalam buaian dewi malam.


Terbuai dalam impian kami masing-masing.


Hingga alarm pun berdering.


Tepat pukul 00.00 Wib, kami bergegas membereskan semuanya.


Bersiap melanjutkan pendakian.


Kali ini kami akan melewati tanjakan cinta menuju kalimati untuk melanjutkan menuju puncak Mahameru.


Kemudia aku mendengar salah seorang kakak seniorku berucap," Mayang kalo jalan di tanjakan cinta nanti, kalo kamu berada didepan dan Radhit di belakangmu, kamu jangan noleh ke belakang ya. Ntar gak jodoh sama Radhit!"


Entah apa maksud dari ucapannya aku tak tau.


Hanya bisa menggeleng dan tersenyum sambil memutar otak tuk mencerna ucapannya tadi.


Maklumlah aku kan masi baru dalam hal ini.


Ini adalah pendakian pertamaku, dan aku masih belum tahu seluk-beluk gunung Semeru.


Aku hanya bisa mengandalkan kak Radhit, Niar dan juga senior yang lainnya.


Tapi dalam hati aku berharap ucapan itu hanya gurauan semata.


Dan aku berharap jodohku adalah kak Radhit seorang.


*******


*Sebenarnya apa cerita ato mitos sebenarnya yang menjadi legenda dari tanjakan cinta di gunung Semeru bagi pendaki?


*Dan bagaimana kisah cinta Mayang dan Radhit saat melewati tanjakan cinta tersebut?


*Sampaikah mereka di puncak Mahameru pada saat hari kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2004?


Nantikan kisah selanjutnya hanya di "AKHIR KISAH CINTA SANG PENDAKI" part ke 23. Trimakasih 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2