TAKDIR CINTA MAYANG

TAKDIR CINTA MAYANG
TAKDIR CINTA MAYANG# PART 39


__ADS_3

\*Rumah sakit\*


(Suasana di ruang VVIP, kamar mawar, nomor 5)


Mayang masih termenung, berusaha mencerna dan menimbang kembali setiap ucapan dari kedua orang tua mendiang suami sirihnya Radhit.


Berusaha memahami maksud baik yang mereka rencanakan untuk dia dan calon bayinya.


Hanya saja dalam benaknya dia tak sanggup rasanya memberi beban berat untuk Kak Radhif.


Yang harus menerimanya menjadi istrinya.


Meskipun Mayang tahu bahwa niat kak Radhif tulus, karena calon bayinya merupakan darah daging saudaranya.


'Tapi apa pernikahan ini harus terjadi?


Apakah tidak ada jalan lain?


Aku takut bila tidak bisa mencintai Kak Radhif seperti aku mencintai Kak Radhit,' terjadi pergumulan hebat dalam benak Mayang saat itu.


Mayang terus saja berfikir, hingga suara Ibu Dian memecahkan kesunyian.


"Fikirkan kembali Mayang, semua ini demi anakmu. Demi cucu kami," tuturnya penuh kekhawatiran.


Ibunda Radhif khawatir bila Mayang tetap kekeh dan keras kepala tidak mau menerima permintaam keluarga Pratama tersebut.


Padahal mereka ingin bila bayi itu lahir nama keluarga Pratama tersemat pada sang cucu.


Bila Mayang tetap menolak, alhasil mereka akan kehilangan cucu penerus dari keluarga Pratama.


"Tapi tante, Mayang__" belum sempat menyelesaikan kata-katanya sang Ibu telah kembali bersama Radhif.


Hal tersebut membuat Mayang menyelesaikan kata-katanya.


Dia hanya menatap kosong wajah Bu Dian, berusaha memberitahu bahwa terdapat keraguan dalam hatinya.


Bu Dian yang mengetahui kegundahan hati Mayang berusaha membuatnya tenang dan yakin akan keputusan mereka.


Sang calon mertua tersebut kemudian membelai lembut kepala Mayang dan mencium keningnya.


Saat mencium Mayang sang Ibu berbisik, "Terimalah Radhif Mayang, dia akan tulus mencintaimu dan juga calon bayimu," ucapnya perlahan.


Mayang hanya menatap sang Ibu dan menggeleng, menandakan dia akan mempertimbangkan semua itu.


Akhirnya keluarga Pratama pun pamit pulang, kali ini Radhif memilih untuk tinggal.


Kedua orang tuanya pulang dengan menggunakan sopir pribadi mereka.


Sengaja tadi mereka menggunakan dua mobil, karena Radhif berniat bermalam menemani Gilang menjaga Mayang.


Esok Mayang akan pulang jadinya Gilang yang bertugas menjaga sang adik.


Sedangkan sang Ibu kembali pulang ke penginapan yang sudah di sewa oleh Gilang untuk beberapa hari karena harus menunggu Mayang yang sakit.


"Mari kami antar pulang Bu Endang," ucap Pak Pratama.


"Tidak usah Pak, biar saya menunggu Gilang. Sebentar lagi dia akan datang," tolak Ibu dari Mayang.


"Tidak apa-apa kok Bu, biar Mayang Radhif yang jagain. Nanti biar dia sekalian menunggu Gilang,"


"Bukan begitu Dhif," ucap sang Ibu sambil melirikn ke arah danki tampan tersebut.

__ADS_1


Radhif yang terkejut dengan perkataan sang Ibu hanya menggangguk tanda setuju tanpa bisa berkata apa-apa.


"Mari Bu, biar kami antarkan ke penginapan. Gak usah sungkan, kita kan sudah seperti keluarga," ujar Bu Dian pada Bu Endang.


Setelah merasa yakin bahwa Mayang akan baik-baik saja dengan adanya Radhif, akhirnya sang Ibu meninggalkannya dan melangkah pergi bersama keluarga Pratama.


Kini di dalam ruangan itu hanya ada Mayang dan Radhif.


Tampak Radhif duduk di samping Mayang memainkan ponselnya, sambil sesekali melirik ke arah Mayang.


Tampak Mayang Menutupi selimut hingga di batas lehernya, matanya terpejam akan tetapi bola matanya bergerak tak beraturan.


Itu tandanya dia hanya pura-pura tidur.


Radhif masih saja sibuk memainkan ponselnya.


Hingga rasa bosan menderanya.


Ingin rasanya mengajak ngobrol Mayang, menanyakan keputusan akhir Mayang tapi sungkan rasanya.


Akhirnya Radhif memutuskan untuk keluar menghirup udara segar.


Radhif pun melangkah hendak pergi, akan tetapi Mayang meraih tangan Radhif.


"Kak jangan pergi!" ucap Mayang sambil membuka selimut hingga ke bagian bawah sebatas dada.


Mayang adalah cewek tomboi, tapi sangat suka akan dunia mistis.


Seringkali Mayang menonton film-film horor dan juga membaca novel yang berisi cerita seram.


Teringat olehnya cerita dalam novel horor yang dibacanya, kisah-kisah mistis apalagi di rumah sakit seperti ini.


Lama Mayang memegang tangan Radhif.


Hingga akhirnya dia sadar dan menarik kembali tangannya.


"Tanpa berkata-kata, Radhif pun kembali duduk tepat di samping Mayang.


Mencoba membaca koran yang tadi dibelinya dijalan.


Wajah Mayang nampak bersemu merah, baru kali ini dia memohon kepada pria lain untuk tidak meninggalkannya.


Pertama kali setelah Radhit.


"Apa kau sudah makan Dek?" tanya Radhif.


"Iya sudah Kak, tadi Mayang sudah menghabiskan segelas jus alpukat," balas Mayang.


"Kamu gak Lapar? Biar aku pesankan makanan online untukmu," ucap Radhif penuh perhatian.


"Aku mau jus alpukat lagi Kak, rasanya nyaman di perutku. Padahal aku sebenarnya tak suka sama jus alpukat, entah mengapa sejak tadi siang aku meminumnya, aku pengen lagi," tutur Mayang.


'Sejenak Radhif berfikir, ini semua pasti karena bayi dalam kandungannya, sehingga Mayang menginginkan jus buah alpukat yang sebenarnya tidak disukainya.'


"Baiklah aku akan menyampaikannya kepada Gilang, kebetulan Gilang mengirim pesan untukku, awalnya aku mau memesan secara online tetapi Gilang melarangnya," tambah Radhif.


"Eehhmmmm, satu lagi kak. Aku pengen makan manisan Mangga. Bisahkah Mas Gilang membelikannya?" tanya Mayang.


Sesaat Radhif terdiam, dan menjawab, " tapi Dek, bukankah hal tersebut akan membuat curiga Gilang?


Biar aku saja yang membelikannya untukmu saat Gilang telah sampai disini" sanggah Radhif pada Mayang.

__ADS_1


"Baik Kak, janji ya...!" balas Mayang sambil tersenyum.


Radhif membalas senyuman manis Mayang.


Dalam hatinya berkata 'Manis banget senyummu May, pantas saja Radhit sangat memujamu.


Wajahmu yang cantik dengan alis tersambung, bulu mata lentik dan juga hidung yang mancung membuatmu terlihat mempesona.


Apalagi kulitnya yang putih membuat kumis tipis di sambung bibir Mayang terlihat, membuatnya nampak semakin manis dan cantik.'


Suara Mayang terdengar lagi, "Oiya Kak bisa minta Mas Gilang membawakan gitar kesayanganku? Aku ingin Mas Gilang Menghiburku dengan bermain gitar malam ini."


"Baiklah May," ucap Radhit.


'Ternyata gadis manis ini pandai bermain gitar, aku penasaran apa yang membuat Radhit begitu tergila-gila padanya, hingga memutuskan menikah sirih dengannya,' batin Radhif.


*Batalion X, Singosari*


(Suasana di batalion tempat Setyo berdinas)


Hari ini adalah hari sabtu, hari yang di nanti-nantikan para prajurit yang masih single atau bujangan untuk ijin bermalam atau pesiar keluar batalion.


Beruntung senin adalah hari libur, karena tanggal merah.


Dan sungguh beruntung bagi Setyo karena saat libur itu dia tidak mendapatkan giliran dinas dalam atau piket.


Jadilah ada waktu tiga hari untuknya pergi ke Surabaya.


Kebetulan masih ada sahabatnya yang berkuliah. Si kutu buku teman kelasnya dulu.


Pastilah dia tahu kabar tentang Mayang.


Dengan hati senang Setyo menyiapkan segala sesuatunya.


Memberi pesan kepada junior, leteng dan seniornya tujuan kepergiannya.


Meskipun tidak menyampaikan tujuan sebenarnya secara langsung.


Masih jadi rahasia baginya kabar Mayang.


Semoga saja harapannya selama ini bisa terwujud.


Kembali mendekati Mayang dan meyakinkannya bahwa dialah pria yang pantas memiliki Mayang.


'Apapun yang terjadi aku akan mengejarmu, mencarimu ke ujung dunia,' ucap Setyo dalam hati.


🍃🍃🍃🍃🍃


*Apakah Mayang menyetujui rencana keluarga Pratama untuk menikahkannya dengan Radhif?


*Dan apakah Gilang serta Ibu juga keluarga Mayang mau menerima lamaran keluarga Radhif setelah tahu bahwa Mayang hamil anak Radhit?


*Bagaimana perjalanan Setyo hingga sampai di kota Surabaya berjalan mulus hingga membuahkan hasil?


Nantikan kisah selanjutnya hanya di "TAKDIR CINTA MAYANG" Part 40. Trimakasih 🙏🤗😍


Terimakasih sudah membaca hasil karya Cikgu Maya, mohon krisan dan juga komennya ya...semoga suka dengan cerita Cikgu Maya 🙏😍



__ADS_1


__ADS_2