TAKDIR CINTA MAYANG

TAKDIR CINTA MAYANG
TAKDIR CINTA MAYANG Part 98


__ADS_3

...Munculnya jurang pemisah cinta Mayang dan Radhif (Bagian kedua)...


...----Rumah sakit M, pusat kota Malang---...


Percakapan terkahir saat Heru dan Dwi tiba di rumah sakit tempat Radhif berada bersama Mayang yang tengah di rawat.


"Assalamualaikum, Bang Radhif. Bagaimana keadaan Mbak Mayang dan Abang? Maaf ada sedikit kendala, sehingga kami terlambat," ucap Heru pada Radhif sembari memberikan hormat kepada seniornya itu.


"Alhamdulillah, baik. Cuma badanku agak kecut dah lama gak mandi nih. Baju ganti dan semua perlengkapan ada di mobil," balas Radhif.


"Siap, Bang. Izin salah! ujar Heru kembali memberi hormat kepada seniornya.


"Tidak apa-apa, Her. Aku malah bersyukur kamu masih bisa ke sini," kata Radhif sembari menepuk pundak Heru.


"Kalian mau ngopi? Biar aku belikan kopi untuk kalian berdua," ucap Radhif lagi.


"Izin, Bang. Tidak usah, biar nanti saya sama Dwi langsung ke kantin. Sekalian nyari makan. Malam ini kami akan menemani Bang Radhif di sini," ucap Heru lagi.


"Yasudah, terima kasih ya, Her. Aku masuk dulu. Kalian nanti langsung ke ruang VVIP kamar nomor 86 ya. Aku duluan. Kalian silahkan ke kantin. Siapa tahu dapat jodoh dokter cantik di kantin," gurau Radhif pada keduanya.


"Siap, Bang. Semoga saja," balas keduanya kompak sambil tersenyum dan menggaruk kepala bagian belakang yang tidak gatal.


...-------Kantin rumah sakit-------...


Setelah menemui Radhif sang senior. Heru dan Dwi berjalan menuju kantin. Sebenarnya sebelum berangkat ke rumah sakit mereka berdua sempat makan terlebih dahulu di rumah Heru. Jatah rantangan yang di pesannya dari catring sudah mereka berdua habiskan hingga tandas. Akan tetapi, malam itu mereka berdua kembali merasa lapar. Sehingga memutuskan untuk membeli makan malam di kantin rumah sakit sebelum kembali ke kamar VVIP tempat istri seniornya tersebut di rawat. Karena tujuan mereka selain mengantarkan mobil Radhif, mereka berdua akan menemani senior mereka menjaga istrinya Mayang yang sedang di rawat inap.


Ketika berjalan masuk, tanpa sengaja Heru menabrak seseorang karena keasyikan ngobrol dengan Dwi.


"Bruk...!!!" suara tubuh Heru menabrak seseorang.


secepat kilat Heru mengarahkan pandangannya kedepan. Dan betul saja, nampak seorang gadis cantik yang menggunakan jas putih dengan dalam kemeja pink tadi terlihat sempoyonyan setelah menabrak tubuh Heru yang tinggi dan lumayan berisi alias gagah.


Sigap dan cekatan, tangan Heru menahan tangan gadis itu dan kemudian membantunya agar tidak terjatuh.

__ADS_1


Netra keduanya saling bertautan, seolah saling berkenalan melalu pandangan.


Rona mereka berubah ketika netra mereka saling bertautan. Nampak ada semburat malu di wajah keduanya.


"Duh...sial, ini sudah kedua kalinya aku mengalami insiden di hari ini. Apa dewi keberuntungan tidak berpihak padaku saat ini!" gerutu dokter cantik itu dalam hati.


Heru melepas tangan gadis yang ada di depannya. Mencoba menata hatinya yang porak-poranda ketika tatapan tajam dokter cantik itu menghujam jantungnya. Ritme dalam dadanya mulai tak beraturan. Sepertinya tajamnya sorot mata sang gadis telah menorehkan sebuah goresan dalam lubuk hatinya yang paling dalam.


'Sepertinya ucapan bang Radhif tadi mampu merubah nasibku yang selama ini menjadi jomblo akut. Apa benar bidadari ini sudah di mantrai oleh bang Radhif untukku," gumam Heru dalam hati.


Melihat sahabatnya juga lettengnya itu masih tersepona, eh maaf author salah. Terpesona ibarat lagu yang lagi beken itu, biasanya ramai di nyanyikan sama bocah-bocah, "terpesona, aku terpesona."


Maka Dwi dengan suara lantang dan tepukan kencang membuyarkan angan dan impian Heru yang mulai mabuk kepayang terhipnotis oleh kecantikan sang dokter yang belum dia ketahui siapa namanya.


"Woi, sadar....!!!" ucap Dwi sembari menepuk pundak Heru dengan kuat. Suaranya yang lantang terdengar memekakkan gendang telinga siapapun yang mendengarnya. Mirip suara auman beruang kelaparan. Tapi author gak tahu gimana suara geraman beruang kalo lagi laper ( oke kita lanjut ya, takut dimarahin sama bang Heru gaes).


"Buset... Pelanin dikit suaramu donk, Dwi. Malu sama...." ucap Heru sambil menunjuk ke depan. Niatnya menunjuk ke arah gadis canti berjas putih. Akan tetapi, gadis itu sudah tidak berada di posisinya tadi.


"Eh, bocah tengil. Kamu suruh kemana cewek tadi? Kok udah gak ada?" tanya Heru penuh selidik.


"Enak saja kalo ngomong. Makanya jangan mikirnya ketinggian. Ntar kalo jatoh sakit loh," ledek Dwi kepada Heru.


"Serius aku nanya, kemana tu cewek. Cepet banget raibnya. Apa itu makhluk jadi-jadian, Wi?" ucap Heru dengan wajah bingung bercampur penasaran.


Dwi, hanya tertawa tanpa menanggapi serius ucapan sahabatnya itu. Dirinya lebih fokus menuju sebuah warung makan yang menjual menu masakan padang. Nampaknya Dwi, lebih tertarik mengisi perutnya ketimbang menjawab pertanyaan sang sahabat yang rupanya penasaran kemana perginya gadisn yang di tabraknya tadi.


"Aku lapar banget, Her. Ntar aja aku nampak tilas kejadian tadi," balas Dwi singkat.


"Apa? Nampak tilas kau kata habis pendakian atau apa, wi?" gerutu Heru sembari menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal itu. Sedikit merinding dirinya. Dia khawatir bila gadis tadi bukanlah gadis beneran atau semacam makhluk astral yang kasat mata.


"Udahlah, lupakan saja dulu. Lapar nih, bro," seru Dwi yang sudah memasuki stand yang menjual menu masakan padang tersebut.


Akhirnya, mau tidak mau Heru pun mengikuti jejak sahabatnya itu, meskipun hatinya diliputi rasa penasaran.

__ADS_1


-----Di sebuah ruangan yang nampak khusus untuk anak-anak-----


"Bajunya kotor, Dok. Apa mau saya ambilkan tisu basah untuk dibersihkan?" ucap seorang perawat pada wanita cantik yang ada di hadapannya itu.


"Gak usah, Sus. Biar nanti saya bersihkan sendiri pake kain basah. Saya tadi buru-buru balik setelah menemui kenalan orang tua saya di kantin rumah sakit. Alhasil saya nabrak orang saat keluar dari kantin," ucap dokter cantik itu.


"Cowok apa cewek yang nabrak, Dok?" ucap sang suster mulai kepo.


"Cowok," balas dokter Inggrit singkat.


"Masih muda apa udah tua, Dok? tanya asistennya itu semakin penasaran.


"Masih muda kok," balas dokter Inggrit lagi. Meskipun nadanya terdengar mulai kesal karena asistennya itu semakin ingin tahu.


"Cakep gak, Dok?" tanya sang asisten semakin penasaran.


"Bodo ah, mau tahu aja deh!" seru sang dokter sedikit menggeram.


" Ich, dokter gitu deh. Kan aku bahagia kalo dokter segera melepas masa lajang. Reni siap kok bantuin dokter Inggrit, biar cepet menemukan jodoh sejati," ujar sang asisten dengan ekspresi wajah serius.


"Ah, kamu ini. Udah ah, kita harus memeriksa data pasien yang harus di visit ntar malam loh, Ren. Fokus ama kerjaan, jangan mikir jodoh dulu. Pasti dapet kok, meskipun tersembunyi lubang semut. Yakin deh!" ucap dokter Inggrit sembari menyetil dahi suster Reni.


"Auh, sakit, Dok. Tapi bener juga ya, Dok. Kayaknya aku harus belajar jurus dari dokter Inggrit biar makin sukses," ucap suster Reni dengan sumringah.


Suster Reni adalah asisten dokter Inggrit yang sudah lama bekerja dengan sang dokter. Karena keduanya belum memiliki kekasih, acapkali keduanya sering mengabiskan waktu bersama dengan jalan-jalan atau menonton film di saat libur kerja. Sudah seperti sahabat. Dan hari dokter Inggrit yang merupakan atasannya itu menceritakan bahwa, dirinya telah menemui seseorang yang merupakan sahabat ibu dari dokter Inggrit. Menurut cerita dokter Inggrit orang yang ditemuinya tersebut adalah orang tua dari pria yang dulunya hendak di jodohkan dengannya. Akan tetapi, dokter Inggrit belum mengetahui rupa dari pria yang awalnya hendak di jodohkan dengannya itu. Kedua orang tua pria tersebut secara kebetulan bertemu dengannya tadi di kantin rumah sakit.


...-----------Bersambung-------------...


Nantikan kisah selanjutnya dalam "TAKDIR CINTA MAYANG" part 99. Terima kasih banyak Author ucapkan untuk pembaca setia "TCM". Semoga isi goresan pena kali ini tidak mengecewakan pembaca setia kisah Mayang 🙏😊


Terima kasih sekali lagi sudah membaca cerita "TAKDIR CINTA MAYANG". Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan.


Dukungan berupa komen, like, vote dan tips dari para readers akan selalu author nantikan.

__ADS_1


__ADS_2