
...****""""*****...
...Kediama keluarga Pratama...
Meskipun masih kecewa karena Radhif merusak ponsel dan berbuat kasar padanya, sebagai istri Mayang mempersiapkan semua keperluan Radhif untuk perjalanan ke Malang.
Mulai dari baju hingga perlengkapan mandi, semua sudah di masukannya ke dalam koper.
Mayang memilih baju yang bisa di gunakan sekaligus di luar rumah dan bisa di pakai di rumah saat bersama Radhif.
Setelah sholat duhur, Mayang membereskan dan membawa sisa-sisa perintilan yang akan di gunakan nantinya saat mereka menginap di hotel atau villa.
"Bi, panggilkan Non Mayang di kamar ya, skalian minta tolong Pak Ujang angkatkan koper dari kamar.
Saya mau panasin mobil sama mengecek kondisi mobil," pinta Radhif pada Bibi Inah.
"Baik, Den. Akan bibi sampaikan ke Pak Ujang," balas Bi Inah.
"Makasih ya, Bi," balas Radhif sambil memeriksa mesin mobil.
Bi Inah melangkah menuju kamar Mayang, namun sebelumnya Bi Inah memanggil Pak Ujang untuk mengambilkan koper bawaan sang majikan.
"Non!" panggil Bi Inah dari luar saat melihat pintu kamar terbuka lebar.
"Masuk, Bi!" ujar Mayang yang terlihat sudah rapih.
Menggunakan jumpsuit tanpa lengan berbahan kain katun berwarna coklat dengan gradasi hitam yang di padukan cardigan panjang hitam.
Mayang menggunakan hijab lilit berwarna mocca, sengaja warnanya di pilih sedikit berbeda warna dengan bajunya.
"Cantik banget, Non Mayang. Pastinya Den Radhif makin jatuh cinta melihat Non nanti saat turun.
"Bisa aja Bi Inah memuji. Makasih ya, Bi. Dan terima kasih karena sudah membantu Mayang membereskan segala keperluan kami," tambah Mayang seraya memeluk sang bibi.
__ADS_1
"Oiya, ini Pak Ujang sudah kelar kok. Jadi lupa kalo ada Pak Ujang juga," ucap Mayang merasa sungkan karena mengabaikan supirnya itu.
Akhirnya Mayang di sertai Bi Inah dan Pak Ujang turun ke bawah.
Di depan beranda nampak Kak Radhif sedang memanaskan mobil.
Pagi ini Kak Radhif terlihat sangat tampan dengan memakai kaos putih berkerah dengan bawahan celana jeans berwarna hitam.
Penampilan yang sangat memuka mata yang memandangnya.
Mayang merasakan desiran aneh dalam hatinya, detak jantungnya seakan berdetak cukup kencang ketika mata mereka beradu pandang.
Ternyata tanpa di ketahui Mayang, Radhif pun merasakan hal yang sama.
Saat Mayang muncul di depan pintu rumah, Radhif diam-diam mencuri pandang.
Matanya tak berkedip memandangi wanita cantik yang kini telah menjadi pendamping hidupnya.
Sungguh cantik dan manis, terlebih Mayang adalah gadis yang soleha.
Jika senggang waktunya dia akan mengisinya dengan membaca buku, mulai dari buku yang berbau religi hingga kisah cinta.
Mungkin dengan begitu rasa kesepian dan bosan akan berkurang, apalagi ketika keduanya sedang tidak aku seperti saat ini.
Mayang akan lebih banyak berdiam diri di kamar, membaca buku dan juga mendekatkan diri kepada sang pencipta.
Lamunan Radhif buyar ketika Pak Ujang memanggilnya.
"Den Radhif, kopernya sudah saya taruh di bagasi. Ada lagi yang perlu mau di bawa?" tanya Pak Ujang.
"Coba tanya tu, si Mayang. Masih ada gak barang yang mau di bawa. Kan biasanya orang hamil bawaannya banyak," ucapnya keceplosan.
"Loh, Non Mayang udah isi ya, Den?" brarti obat dari saya memang manjur ya, Den?" celetuk Pak Ujang tanpa sadar.
__ADS_1
"Huuuusssstttt....Pak Ujang jangan berisik nanti ketahuan rahasianya!" seru Radhif menempelkan jari telunjuk di bibirnya memberi tanda kepada Pak Ujang.
Tapi ucapan Radhif dan Pak Ujang tadi ternyata terdengar oleh Bi Inah istri pak Ujang.
"Non Mayang lagi hamil ya, Den? Selamat ya, Den Radhif sudah mau jadi seorang ayah. Ibu dan bapak akan segera menimang cucu," ucap Bi Inah tersenyum sambil melirik ke arah Mayang.
Mayang hanya tersenyum tipis mendengar percakapan ketiga orang tersebut.
Wajahnya nampak bersemu merah.
Membuatnya semakin terlihat manis dan menggoda di mata Radhif.
"Cantik dan manis dirimu istriku, sepertinya diriku takkan bisa berlama-lama memendam amarah ini. Ingin rasanya memilikimu. Semoga malam ini kita bisa menghabiskan malam bersama. Tunggulah Mayangku, aku akan membuatmu menjadi milikku seorang,' batin Radhif.
Telah terbayang dalam benak Radhif, pemandangan indah dan asri villa milik adik asuhnya yang sengaja di sewanya untuk mereka berdua selama 5 hari di Malang.
Suasana villa itu cukup sejuk dan damai menambah suasana romantis bagi keduanya.
Hanya ada seorang tukang kebun dan keluarganya yang menjaga villa tersebut.
Rumah penjaga villa pun tak jauh dari villa milik adik asuhnya itu.
'Ya, Allah, semoga saja tak ada perselisihan lagi di antara kami berdua. Ingin rasanya aku memiliki Mayang seutuhnya. Menyudahi kesepakatan kami yang telah kami buat saat awal menikah.
Aku ingin dia bahagia, agar janjiku kepada kedua orang tuaku terpenuhi.
Terlebih agar Radhit tenang di alam sana, melihat kedua orang yang dicintainya bahagia,' doa Radhif dalam hati.
🍁🍁🍁🍁🍁
*Apakah perjalanan 'honeymoon' atau 'babymoon' Radhif dan Mayang berjalan lancar?
*Maukah Mayang menerima permintaan Radhif menjadi miliknya seutuhnya dan melupakan kesepakatan yang pernah mereka ucapkan?
__ADS_1
Nantikan kisah selanjutnya hanya di "TAKDIR CINTA MAYANG" Part 68. Terimakasih 🙏🤗😍