TAKDIR CINTA MAYANG

TAKDIR CINTA MAYANG
#TAKDIR CINTA MAYANG# Part 53


__ADS_3

...****"""****...


...Rumah keluarga Pratama...


...&...


...Kampus U, Ketintang...


Rasa sesak di dalam dadaku membuatku ingin keluar sebentar saja, mencari udara segar dan teman ngobrol.


Sepertinya menemui ketiga sahabatku di kampus adalah hal yang menyenangkan.


['Assalamualaikum, ketemuan yuk teman-teman, aku bosan hanya di rumah.


Temui aku di kantin tempat bakso biasanya kita nongkrong ya!'


demikian isi pesan yang di kirim Mayang untuk Restu, Ika dan Niar.]


['Wa'alaikumsalam, baiklah. Kami juga kangen banget sama kamu, May. Kami bertiga akan menunggumu, tepat pukul sepuluh pagi ini, ada sesuatu yang sangat penting yang ingin kami bertiga sampaikan kepadamu, May,' balas Restu mewakili ketiga sahabatnya itu.]


["Asslamu'alaikum, Kak Radhif. Aku merasa jenuh bila berada di rumah terus.


Hari ini aku izin keluar rumah untuk bertemu ketiga sahabatku.' Demikian isi pesan yang Mayang kirim untuk Radhif]


Tanpa menunggu balasan dari Radhif, Mayang memutuskan untuk segera berangkat.


Sebelumnya, Mayang berpamitan kepada Bi Inah.


"Bi, Mayang mau ke kampus dulu ya. Ada yang perlu Mayang selesaikan.


Kalo ada telepon dari Kak Radhif atau pun kedua orang tuanya, bilang aja Mayang ke kampus ya," jelasku pada Bi Inah.


"Tapi... Non Mayang kan masih gak enak badan. Kenapa malah keluar?" tanya Bi Inah.


"Kalo di rumah aja, Mayang makin sakit, Bi," balasku sambil berjalan menuju terasa depan.


"Non...!"


"Non Mayang ke kampus naek apa?"


"Ajak Pak Ujang aja, Non," sela Bi Inah.


"Gak usah, Bi!"


"Mayang naik taksi aja ya, tadi udah Mayang pesan," bantahku sembari berjalan menuju luar rumah karena taksi biru berlogo burung itu telah sampai tepat di depan rumah.


Taksi yang mengantarku pun melaju menuju jalan ketintang.


Sebelum aku ke kampus, aku sempatkan diri menuju kost lamaku, karena saat berada di rumah sakit, barang-barangku belum sempat aku ambil.


Hanya beberapa yang penting saja telah di ambilkan oleh Mas Gilang untukku.


Masih banyak yang harus di kemas untuk di bawa pulang, karena cuti kuliah tentunya aku tidak lagi membutuhkan tempat kost.


Saat berjalan menuju kost tak sengaja aku bertemu Dion, sahabat Setyo.


Rupanya hari itu Dion mendapat tugas dari dosen untuk mencopy tugas yang akan dibagikan kepada mahasiswa yang lain.


"Dion!" panggilku.

__ADS_1


"Ngapaen kamu di sini? Bukannya ada jam kuliah kalo hari sabtu gini?" tanyaku penuh selidik.


"Eh, May...Mayang," ucapnya terbata, sepertinya kaget melihat kedatanganku.


"Ada tugas dari dosen, May," balasnya lagi.


"La, kamu ngapaen di sini?" Dion balik bertanya.


"Aku mau lihat barang-barangku di kost, sekalian mau ketemu sama trio up date (yang ku maksud adalah Ika, Restu dan Niar)," balasku.


"May, kebetulan aku bertemu denganmu. Ada hal penting yang mau aku sampaikan," ucap Dion dengan mimik wajah serius.


"Hal penting?"


"Apa hal penting itu, Dion?" tanyaku penasaran.


"Ada sesuatu yang ingin aku berikan kepadamu," ucapnya lagi.


Dan akhirnya Dion menceritakan semua yang dilakukan Setyo untuk menemuiku.


Bahkan Dion menceritakan tentang gelang kaki yang telah lama Setyo sembunyikan dariku.


Sedih rasa hatiku mendengar semua yang di katakan oleh Dion.


'Sedalam itu kah cinta Setyo untukku?


Masih adakah cintanya untukku, setelah apa yang aku lakukan kepadanya, meninggalkannya dan memilih Kak Radhit kala itu,' gumamku dalam hati.


"Ini kotak yang di titipkan Setyo kepadaku, sepertinya dia tak ingin mengingatmu lagi, karena Dokter Rian telah menceritakan semua kebenaran tentangmu pada Setyo," jelas Dion kepadaku.


Penjelasan itu bak belati yang menohok jantungku, sakitnya tak tertahankan.


Aku baru tahu kalau Dokter Rian yang merawatku selama sakit di Malang adalah saudara sepupu dari Setyo.


Pandanganku gelap.


Dia yang telah aku sia-siakan, ternyata begitu peduli dan begitu mencintaiku.


Namun semua sudah terlambat.


Aku pun menyadari, aku tak pantas lagi untuk mendapatkan cinta tulus dari Setyo.


*****"""""*****


Rumah keluarga Pratama


"Kriiing....kriing...kriiing!" suara telepon rumah berdering.


"Assalamualaikum!"


"Keluarga Pratama di sini, ada yang bisa di bantu?" jawab Bi Inah sang asisten rumah tangga.


"Non Mayang ke kampus, De,"


"Baik, Den. Akan Bibi sampaikan kepada Pak Ujang," jawab Bi Inah sembari nutup telepon rumah tersebut.


Ternyata tanpa sepengetahuan Mayang, Radhit telah menyadap ponselnya.


Agar setiap gerak-gerik Mayang dapat di ketahuinya.

__ADS_1


Entah mengapa hati Radhif seperti terbakar cemburu, ketika terakhir kali ngobrol dengan Gilang.


Saat itu Gilang memberitahukan kepada Radhif bahwa ketiga sahabat Mayang telah memberinya informasi bahwa pria yang dulunya sekampus dan sekelas denyan Mayang sedang berusaha mencari dan menemukan adiknya itu.


Akan tetapi informasi itu, tidak di sampaikan kepada sang adik.


Gilang khawatir kalau Mayang bertemu dengan pria yang bernama Setyo maka rencana pertunangan dan pernikahan Radhif dan Mayang terancam gagal.


Hal ini yang membuat Radhif nekat memasang alat penyadap pada ponsel Mayang.


Dan hari ini ketakutan Rahif akan hali tersebut memang benar-benar terjadi.


Apa yang tak seharusnya Mayang ketahui, akhirnya ketahuan juga.


...****"""""******...


...Kampus U, Ketintang...


Dion membantu Mayang untuk duduk di sebuah dipan bambu yang digunakan sebagai tempat duduk di depan sebuah rental pengetikan.


Membelikannya air mineral agar Mayang dapat meminumnya.


"Kau baik-baik saja?" tanya Dion penuh rasa khawatir.


"I...iya, aku baik-baik saja," balas Mayang singkat.


"Kamu ada nomor ponsel Setyo?" tanya Mayang pada Dion.


"Ada, tapi untuk apa? Bukannya kamu sudah menikah?" sanggah Dion.


"Aku ingin minta maaf pada Setyo, Ion. Aku ingin berpamitan pada dia.


Aku ingin dia menjalani hidup lebih baik lagi dan melupakan aku untuk selamanya," ujarku sambil menangis terisak.


"Ini!"


"Catatlah di ponselmu," ucap Dion sambil menyodorkan ponselnya kepada Mayang.


"Terimakasih!"


"Sepertinya aku harus pulang,"


"Sampaikan salamku kepada Ika, Niar dan Restu, jika mendapat izin dari orang tuaku aku akan menemui mereka lagi," tutur Mayang pada Dion.


Ketika akan pulang, Mayang mendapat telepon dari supir keluarga Pratama yang telah menunggunya di depan gerbang masuk menuju tempat kost yang menjadi tujuan awal Mayang tadi.


"Baik, Pak Ujang. Saya menuju ke depan. Pak Ujang tunggu sebentar ya," ucap Mayang sambil berjalan meninggalkan Dion.


...******""******...


*Apa yang terjadi setelah Mayang mendengar semua cerita Dion tentang pengorbanan Setyo untuk menemukan Mayang?


*Apa sikap Radhif saat mngetahui Mayang menghubungi Setyo, pria yang mencintai Mayang?


Nantikan kisah selanjutnya hanya ada di Part 54, terimakasih 🙏🤗😍


Note : Maaf teman-teman, sepertinya "Takdir Cinta Mayang" belum tamat nie,🙏😁


Masih banyak yang perlu di selesaikan antara Mayang dan Setyo 🤭😅

__ADS_1




__ADS_2