
POV Dokter Bima
...____ARTI SEBUAH PERSAHABATAN____...
Pertemuan yang tak sengaja sempat membuatku sedikit canggung. Namun, karena lembut dan tutur kata yang santun darimu membuatku merasa nyaman bila berada di dekatmu. Entah mengapa kharismatik dalam dirimu membuatku semakin tertarik tuk mengenalmu lebih dalam. Kecerdasan yang kau miliki membuat diri ini menjadi kagum. Pesonamu benar-benar telah memikat hatiku.
Ketegasan, kegigihan dan keuletanmu dalam menekuni sesuatu hal pantas untuk di contoh. Betapa bahagianya saat bisa bersua langsung denganmu meskipun hanya lewat udara di sela-sela pelajaran yang ada.
Bagimu, lebih mulia seseorang yang membagi ilmunya kepada sesamanya, ketimbang hanya menyimpan dan memendamnya seorang diri. Karena ilmu itu takkan bisa berguna dan membawa berkah jika hanya untuk diri sendiri.
Aku berdoa dan berharap Allah SWT meridhoi, agar suatu saat nanti bisa berjumpa kembali dan bertatap muka denganmu secara langsung. Ingin aku mengungkapkan bahagianya rasa hati ini telah mengenalmu. Namun, semua kata-kata indah takkan mampu melukiskan warna-warni indah yang telah aku lalui semenjak mengenalmu.
Semoga kenangan kita tetap abadi dan persahabatan yang pernah jalin akan selalu utuh hingga jannah, walaupun kau bukan lagi untukku.
POV Dokter Bima off
...----Villa tempat Mayang di sekap----...
Di kamar itu Mayang terbaring lemah. Suhu tubuhnya kini mulai berangsur normal. Namun, beberapa kali Mayang berteriak memanggil nama Radhit. Demam membuat Mayang merasakan sesuatu di bawah alam sadarnya. Hungga kemudian Mayang mengerang kesakitan sembari memegangi bekas operasinya.
"Non, bangun!" ujar wanita yang menjaganya. Wanita tadi menggoyang-goyangkan tubuh Mayang sembari menepuk pipi kiri-kanan gadis yang ada di hadapannya itu.
Mayang kemudian terbangun. Dirinya seperti orang yang kebingungan.
"Saya dimana ini, Bu?" ucap Mayang bertanya pada wanita paruh baya tersebut.
"Jangan takut, Non. Saya yang menjaga, Non, disini. Ini masih di rumah dan kamar yang sama saat Non Mayang di bawa kemari oleh Non Karla."
"Tidurlah kembali, Non," ujar wanita paruh baya itu berusaha menenangkan Mayang.
__ADS_1
Mayang berusaha turun dari tempat tidur, akan tetapi wanita itu melarangnya dan berkata, "Kalo perlu sesuatu, bilang saja. biar saya bantu, Non. Jangan sungkan, Non," ucap wanita paruh baya yang duduk di sampingnya.
Mayang kemudian memegang tenggorokannya lalu berkata,"Saya haus, Bu. Bisa tolong ambilkan minum." Sesaat Mayang berusaha bangkit dari posisi tidurnya. Duduk bersandar pada 'headboard' atau kepala atas tempat tidur. Kedua manik coklat muda menelisik segala penjuru kamar.
'Ternyata aku hanya berhalusinasi kalau aku telah kembali kerumah. Nyatanya aku masih berada di ruangan ini. Entah aku bisa selamat dan pergi dari tempat ini atau tidak,' ucap Mayang dalam hati.
Ketika Mayang tertidur, di dalam mimpinya tadi Mayang juga melihat jelas sosok mendiang Kak Radhit. Entah itu nyata atau hanya sebuah mimpi. Namun, dirinya benar-benar merasakan kehadiran Kak Radhit. Dalam penglihatannya nampak jelas Kak Radhit duduk di samping ranjang, menatapnya dan membelai lembut rambut Mayang. Akan tetapi, wajah Kak Radhit nampak begitu sedih. Seolah ada sesuatu yang hendak di sampaikan kepada Mayang.
..._____***"""Rumah Pak Rt"""***_____...
Setelah pembicaraan yang lumayan panjang, akhirnya Pak Kades teringat sesuatu.
"Disini ada sebuah rumah yang letaknya di dekat perkebunan teh, di sana ada rumah yang lebih mirip villa. Pemiliknya memiliki dua orang dua orang anak. Mereka jarang menempati rumah itu semenjak kedua orang tua mereka meninggal dalam insiden kecelakaan," ucap Pak Kades.
Ibarat berada dalam kegelapan, kini mulai terlihat secercah cahaya. Dokter Bima berharap ada titik terang, agar bisa menemukan keberadaan Mayang.
"Apa Bapak yakin dengan hal tersebut?" tanya Dokter Bima ragu.
Dokter Bima nampak serius mendengarkan cerita Pak kades. Dia mulai memutar otaknya, mencoba memahami apa yang terjadi.
"Malang benar nasib gadis itu, orangtuanya meninggal di susul lagi kepergian kekasihnya. Benar-benar mengguncang mentalnya. Bisa jadi dia mengalami depresi yang cukup berat," uhar Dokter Bima.
"Benar, Nak. Makanya kejiwaannya menjadi terganggu," balas Pak kades.
Dengan bantuan Pak kades dan beberapa warga. Esok hari Dokter Bima akan menyelidiki villa tersebut. Dokter Bima berharap villa itu adalah rumah wanita yang telah menculik Mayang.
"Istirahatlah, Nak Bima. Besok pagi-pagi saya akan mengutus beberapa warga yang bisa membantumu menyelidik dan mengintai rumah tersebut. Bapak berharap gadis yang Nak Bima cari segera ditemukan," ucap Pak kades.
Akhirnya Pak kades undur diri untuk kembali kerumahnya, karena mereka telah membahas segala sesuatunya untuk esok hari.
__ADS_1
"Terima kasih atas bantuannya, Pak kades. Semoga pasien saya bisa segera ditemukan," ucap Dokter Bima sembari menyalami Pak kades.
"Sama-sama, Nak Bima. Bapak berharap pasien Nak Bima ditemukan dalam keadaan selamat nantinya," balas Pak kades.
"Amin, Pak. Terima kasih banyak," balas Dokter Bima lagi. Rasanya Dokter Bima tak sabar menunggu esok hari. Dia ingin segera menemukan Mayang.
POV Radhif
'Kemana saja dirimu, Mayang. Tahukah dirimu betapa aku sangat mengkhawatirkanmu. Resah dan gelisah rasa hati memikirkan keadaanmu. Seandainya waktu bisa berputar kembali, ingin rasanya aku menjadi yang pertama hadir dalam hidupmu, tak ingin ada orang lain yang pertama mengisi relung hatimu.'
'Haruskah aku menghapus semua kenangan yang ada dan menggantikannya dengan kenangan baru bersamaku, apakah dengan begitu cintamu akan tumbuh dan bersemi hanya untukku? Betapa egoisnya aku hingga tak bisa melihat kegelisahan yang membuatmu semakin jauh dariku. Jarak yang bisa saja membuat cinta itu semakin pudar,'
'Tetaplah bersamaku, berdua kita lewati segala aral yang melintang, menerjang kerikil-kerikil kecil yang membentang, hingga ujian cinta ini berakhir indah pada waktunya.' Angan dan bayangan Kak Radhif semakin jauh, melayang menembus cakrawala, mencoba menemukan Mayang meskipun hanya dalam angan untuk sesaat, berusaha membuat ikatan batin di antara seribu rasa yang ada, agar cinta yang tercerai berai kembali utuh untuknya seorang.
POV Radhif off
...-----------Bersambung-------------...
*Apakah Dokter Bima berhasil menemukan Mayang?
*Apa sebenarnya motif di balik penculikan Mayang?
*Siapakah sebenarnya Karla dan adiknya, hingga teganya menculik Mayang yang sedang sakit?
*Apakah Radhif menemukan jejak Dokter Bima dan Mayang?
Nantikan kisah selanjutnya dalam "TAKDIR CINTA MAYANG" part 126. Terima kasih banyak Author ucapkan untuk pembaca setia "TCM". Semoga isi goresan pena kali ini tidak mengecewakan pembaca setia kisah Mayang 🙏😊
Terima kasih sekali lagi sudah membaca cerita "TAKDIR CINTA MAYANG". Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan.
__ADS_1
Dukungan berupa komen, like, vote dan tips dari para readers akan selalu author nantikan.