TAKDIR CINTA MAYANG

TAKDIR CINTA MAYANG
#TAKDIR CINTA MAYANG# PART 29


__ADS_3

...πŸƒSEMERUπŸƒ...


Sesampainya mas Gilang, rasa khawatir itu semakin menghantuiku.


Aku takut kalau mas Gilang akan melarangku untuk mendaki bersama team SAR dan relawan esok hari.


Apalagi kedatangannya tadi bersama mas Radhif dan juga beberapa personel.


Mas Gilang dan kak Radhif mengambil beberapa personil anggota TNI dari batalyon Armed yang bertempat di Singosari, untuk membantu mencari keberadaan kak Radhit.


Semoga saja ini semua tidak sia-sia.


Ya Allah jika memang Engkau masih memberi kak Radhit kesempatan untuk berkumpul bersama kami, mudahkanlah kami menemukannya.


Jika memang ini takdir untuknya berpisah dengan kami, biarlah kau buka jalan untuk kami menemukannya, agar Dia dapat beristirahat dengan tenang.


Malam ini aku bersujud dan berdoa memohon tuntunanmu.


Semoga Engkau mengabulkan doaku dan doa orang-orang yang menyayangi kak Radhit, pintaku di sela-sela sholat malamku.


"May, kamu baru selesai sholat to?" tanya mas Gilang sesaat setelah aku menyelesaikan dzikirku.


Sambil melipat sajadah dan mukena yang tadi aku gunakan aku berkata," Iya udah Mas, oiya mas Gilang tadi bersama kak Radhif bukan? Kemana kak Radhif? Aku belum pernah melihat langsung sosok kembaran kak Radhit."


"Radhif sedang bertemu dengan pimpinan tim SAR dan juga Davin teman Radhit," ucap mas Gilang.


Dalam hatiku bertanya-tanya apa gerangan yang mereka perbincangkan, apakah tentang pendakian esok?


Apa aku diajak untuk mendaki dan mencari kak Radhit?


Aku hanya bisa membatin, berharap jika esok hari mas Gilang dan Kak Radhif mengajakku dan Niar untuk membantu mereka dalam pencarian.


"Kamu jangan sering ngelamun Dek!" tutur mas Gilang.


Sesaat aku hanyut dalam fikiranku, menerka-nerka apa yang akan terjadi esok hari.


"Iya Mas, Mayang gak ngelamun kok. Hanya kefikiran tentang pendakian esok hari,"ujarku.


"Kamu jangan mendaki, cukup kamu disini saja dengan Niar temanmu itu. Biar aku dan Radhif juga anggotaku serta team SAR yang akan melakukan pencarian.


Aku khawatir akan kesehatanmu," ucapnya padaku.


Benar apa yang aku fikirkan tadi, mas Gilang tidak membolehkanku untuk melakukan pendakian bersama mereka.


Ini yang aku khawatirkan sejak awal.


Seharusnya aku tadi mendaki bersama Niar dan mas Davin.


Membuat kemah di pos 2 atau di daerah Danau Ranu.


Sayangnya aku dan Niar sampai di tempat ini sudah sore.


Post pendaftaran untuk naik sudah ditutup untuk pendaki.


"Mas, ijinkan Mayang ikut serta dalam pencarian!" ucapku memohon kepada mas Gilang.


"Mayang ingin mencari kak Radhit dengan sekuat tenaga yang Mayang miliki. Hanya ini yang bisa Mayang lakukan untuk menemukan orang yang Mayang cintai Mas," pintaku pada mas Gilang.


Kali ini aku bersujud, memohon dan menangis.


Berharap mas Gilang berubah fikiran.

__ADS_1


Tak lama kemudian terdengar derap langkah di sekitar tenda, nampak sosok yang mirip dengan kak Radhit, sangat mirip hingga tak sadar aku tersihir oleh rupanya.


Kak Radhif benar-benar bagaikan pinang dibelah dua dengan kak Radhit.


Hnya saja karena kegiatannya sebagai TNI AD membuat kulitnya sedikit terlihat eksotis bila dibandingkan dengan kak Radhit.


Baru hari ini aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, wajah dan rupa kak Radhif.


Kak Radhif memiliki postur tubuh yang kekar dan perawakan lebih tinggi.


Kalo kak Radhit tingginya 170cm, sedangkan kak Radhif sekitar 175cm, berbeda 5cm.


"Ada apa Lang?" tanya kak Radhif.


Suaranya terdengar sedikit serak, berbeda dengan kak Radhit yang memiliki suara yang merdu.


"Gak apa-apa kok Dhif, hanya saja Mayang meminta untuk melakukan pencarian esok hari," ucap kakakku padanya.


"Biarkan Dia ikut Lang, dengan begitu dia akan merasa tenang," tambah kak Radhif.


"Tapi Dhif, aku khawatir akan kondisinya, dia baru saja pulih. Apa bisa dia melakukan pendakian?" ujar mas Gilang.


Sambil memapahku berdiri, kak Radhif berkata pada mas Gilang," Tak usah khawatir akan kondisi Mayang Lang, insya'allah aku akan menjaganya selama pendakian, yakinlah padaku kawan. Aku akan bersamanya, sekalipun nyawaku taruhannya."


Seakan tak percaya dengan apa yang aku dengar tadi, aku mengira kak Radhif akan melarangku sama seperti mas Gilang.


Sungguh mengejutkan bagiku, namun aku bersyukur kak Radhif mengerti isi hatiku dan membantuku meyakinkan mas Gilang, agar aku bisa ikut serta dalam pendakian esok hari bersama mereka.


"Trimakasih kak Radhif," ucapku sembari berjalan meninggalkan mereka berdua.


Aku berjalan menuju tenda mas Davin, karena Niar berada disana, aku hendak menceritakan padanya apa yang terjadi tadi.


Saat aku berjalan menuju tenda. Dari kejauhan aku melihat sosok seperti mas Radhit.


Aku sangat mengenali jaket itu karena aku yang memberinya saat ulang tahun kak Radhit.


Jaket berwarna biru, warna kesukaan kak Radhit.


Namun saat aku mengejarnya, sosok itu hilang dalam kegelapan malam.


Tiba-tiba saja aku merasakan sekujur tubuhku terasa dingin.


Tak mampu bergerak, kepalaku terasa berat seperti habis meminum obat tidur dan kemudian aku tak sadarkan diri, seperti terbuai dalam alam mimpi.


Saat itu aku merasa tubuhku begitu ringan, berjalan menuju puncak Mahameru.


Namun anehnya, suasana saat ini bukan malam hari.


Seperti saat matahari akan terbit.


Di balik kaki mega-mega terlihat secercah warna keemasan, menandakan akan tiba fajar pagi hari.


Nampak sosok pria berjaket biru yang aku lihat tadi berdiri menghadap ke arah cahaya keemasan tersebut.


Dengan ragu aku memanggilnya,"Ka....Kak Radhit!"


"Kaukah itu kak?" tanyaku sekali lagi.


Sosok itu tak bergeming, tetap berdiri menatap kearah cahaya keemasan itu.


"Kak...jawab aku, kaukah itu kak Radhit?" ucapku dengan penuh rasa cemas.

__ADS_1


Tanganku berusaha meraihnya, akan tetapi aku tak dapat menyentuhnya.


Hingga nampak cahaya keemasan itu berubah dan menjadi cahaya yang cukup terang.


Cahaya itu menariknya, sosok tubuh yang nampak bagaikan sosok tubuh kak Radhit.


"Kak...Kak...kak Radhit!" panggilku.


"Jangan pergi Kak, jangan tinggalkan Mayang seperti ini, Mayang belum siap Kak," ujarku sambil menangis dan meronta-ronta.


Aku terus saja memanggil nama kak Radhit, hingga terasa seseorang memegang tanganku dan menarikku.


Nampak sosok kak Radhif dengan seragam lorengnya, menarikku dan memelukku.


"Jangan kesana Dek, kamu bisa jatuh, hampir saja kamu terjatuh ke jurang," ucapnya sambil terus memelukku.


Sesaat aku tersadar, sudah jauh aku meninggalkan pos tempat kami berkemah.


Entah bagaimana aku bisa melangkah ke tempat itu.


"Bagaimana aku bisa sampai kesini Kak?" tanyaku dengan wajah bingung.


"Tadi aku mengikutimu setelah keluar dari tenda.


Aku melihatmu berlari meninggalkan tenda.


Aku heran kenapa langkahmu semakin cepat, padahal kau tidak membawa senter.


Karena khawatir aku terus mengikutimu.


Hingga sampai ditempat ini," ucap kak Radhif.


"Tadi aku melihat kak Radhit, aku memanggilnya dan mengejarnya, akan tetapi kak Radhit hilang begitu saja di telan cahaya putih ," ujarku pada kak Radhif.


"Ayo kita kembali, sepertinya kau harus istirahat, aku mohon ikutlah denganku pulang," pintanya padaku sembari menggandengku berjalan menuju kemah.


Sesampainya di kemah, kak Radhif memberiku minum dan menyuruh Niar menggosokkan minyak kayu putih pada bagian tubuhku.


Dan kemudian memintaku untuk istirahat.


"Tidurlah Dek, aku akan menjagamu bersama Niar dan juga Gilang. Semoga kondisimu membaik agar esok hari kita bisa melakukan pendakian", ucap kak Radhif lagi.


Dia mencoba menenangkanku.


Nampak diwajahnya, semburat kekhawatiran dan kecemasan akan apa yang menimpaku tadi.


Ya Allah benarkah apa yang aku lihat tadi adalah kak Radhit?


Apa Arti semua ini?


Semoga hal buruk tidak terjadi pada kak Radhit.


Sebelum tidur, aku memohon pada Sang Khalik agar memberikan petunjuk dan membantu kami menemukan kak Radhit.


Semoga Allah selalu menyertaimu Kak, doaku dalam hati.


*******


*Apa sebenarnya yang terjadi pada Mayang?


*Apakah itu sebuah pertanda bagi Mayang bahwa Radhit akan segera ditemukan?

__ADS_1


*Dengan kondisi seperti itu apakah Mayang dibolehkan untuk ikut serta dalam pendakian?


Nantikan kisah selanjutnya dalam "TAKDIR CINTA MAYANG" Part ke 30. Trimakasih πŸ™πŸ€—


__ADS_2