TAKDIR CINTA MAYANG

TAKDIR CINTA MAYANG
#TAKDIR CINTA MAYANG# PART 62


__ADS_3

*****"""""*****


Kediaman keluarga Pratama


"Satu suap lagi," ucap Kak Radhif memaksa.


"Ayo buka mulutmu!" perintah pemilik suara itu.


"Kalo seperti ini aku bakal balik ke tempat tugasku tanpa membawamu serta, biarlah dirimu sendiri di sini bersama Bi Ina dan Pak Ujang," ucap Radhif kesal karena Mayang hanya memakan beberapa suap bubur.


Bahkan sop iga yang di masak oleh Radhif special untuk Mayang tak di sentuh olehnya.


Hanya dua sendok kuah sop yang di seruput oleh Mayang.


Mayang hanya terdiam saat Radhif mengatakan hal itu.


Ingin rasanya dia membalas gurauan dari Radhif, akan tetapi lidahnya kelu, karena rasa malu yang menggerogoti dirinya.


Sambil duduk di samping ranjang Radhif berkata, "Diam berarti kau memang tak ingin pergi bersamaku? Dirimu lebih memilih tenggelam dalam kesepian dan bayang-bayang masa lalumu. Apa itu lebih mengasyikan di banding hidup bersamaku?" Baiklah kalau itu memang maumu, kemudian Radhif pun sambil berlalu.

__ADS_1


Malam itu Radhif tidak kembali ke kamar itu, dia membiarkan Mayang sendiri dalam keheningan malam.


Merenungkan setiap kata yang di ucapkannya tadi.


Di ingin keputusan yang di ambil Mayang bukan karena paksaan, melainkan keinginan yang memang muncul dari dalam hatinya.


Dan malam itu pula Radhif memutuskan untuk menemui adik asuhnya di batalion X, di Kota Malang, dia ingin mengucapkan terimakasih telah membantunya saat mencari keberadaan mendiang adiknya Radhit yang mengalami musibah di Gunung Semeru.


Sekalian mampir ke rumah sakit tempat Dokter Rian bertugas, karena ada beberapa berkas terkait musibah yang menimpa Radhit kemarin harus di selesaikan.


Akhirnya karena lelah selepas sholat isya Radhif pun tertidur.


Namun Malam ini Radhif telah kembali kerumah, Mayang pun baik-baik saja, hatinya jadi tenang tak lagi resah mengkhawatirkan Mayang.


Itu artinya hatinya sekarang lebih damai dan bahagia sudah seatap lagi dengan Mayang, meskipun mereka masih berada di ruang dan ranjang yang berbeda.


Akan tetapi keyakinan Radhif bahwa Mayang adalah miliknya kian nampak.


Karena Mayang telah sah menjadi PERSIT-nya yang akan selalu ada untuknya, menemani dan juga mendampinginya dalam mengemban tugas sebagai abdi negara.

__ADS_1


Di ruang terpisah, Mayang masih terjaga, setelah sholat isya tadi dia sempat tidur, dan malam ini setelah terjaga dari tidurnya Mayang menyempatkan diri untuk sholat malam, memohon petunjuk, penyertaan dan ridho dari Allah, agar kelak kehidupannya dan Kak Radhif terhindar dari marabahaya, sekaligus mendoakn mendiang Kak Radhit agar damai di alam sana.


Dalam sujudnya Mayang memanjatkan doa untuk dua orang yang dia cintai, "Ya, Allah.... apapun takdir dan ujian yang kau berikan kepadaku akan hamba terima dengan ikhlas dan tabah. Meskipun kau telah mengambil milikku yang paling berharga hamba tetap patuh dan taat kepada-Mu.


Akan tetapi, kali ini hamba mohon kepada-Mu, biarkanlah hamba merasakan kebahagiaan yang tak pernah hamba rasakan sebelumnya.


Biarlah kebahagiaan ini tetap utuh untukku, jika suatu saat kami harus berpisah, ambillah aku lebih dahulu, karena hamba tak ingin merasakan sakit itu untuk ketiga kalinya.


Jagalah dia untukku, sertailah setiap langkahnya, karena dirinya begitu berarti untukku.


Dan satu lagi pintaku kepada-Mu, lapangkanlah kubur orang yang aku cintai, yang telah pergi jauh mendahuluiku.


Doaku dan cintaku akan selalu ada untuknya meski kami berbeda alam dan dimensi."


*****Bersambung*****


๐Ÿ‚Rahasia perjalanan Radhif dan Mayang saat di Kota Malang๐Ÿ‚


Nantikan kisah selanjutnya di "TAKDIR CINTA MAYANG"

__ADS_1


PART 63. Terimakasih ๐Ÿ™๐Ÿค—๐Ÿ˜


__ADS_2