
...--Terkuaknya tabir cinta masa lalu--...
...(bagian kedua)...
...Sepenggal part sebelumnya,...
'Apa hubungan Gilang dan Dokter Bima? Apa benar Dokter Bima begitu mengenal Mayang dan keluarganya?' ucap Radhif dalam hati.
Radhif membolak-balikkan foto tersebut, disana tertulis tanggal dan juga tempat mereka berfoto. Sorong, Papua, 1998. Nampaknya foto itu diambil saat Ayah Gilang berdinas di kota Sorong tempatnya berdinas sekarang.
Di lembar berikutnya Radhif menemukan foto Mayang bersama pria tampan yang masih mengenakan seragam putih abu-abu. Di foto itu nampak gadis tomboi yang menggunakan seragam putih biru sedang duduk di sebuah motor gede berwarna merah sambil memeluk pria tadi dari belakang.
Dalam fotonya sang gadis cilik itu tertawa lepas tanpa beban. Sangat bahagia. Gadis itu terlihat begitu cantik meskipun dandanannya tidaklah 'feminim'.
'Apa dirinya adalah Mayang? Begitu polos dan sangat sederhana. Namun, kesederhanaan dan kepolosannya itu membuat mata yang memandangnya akan jatuh hati. Inikah yang membuat Dokter Bima tidak bisa melupakkannya, walaupun banyak cinta yang datang kepadanya setelah sekian lama mereka terpisah?' batin Radhif bertanya-tanya.
Dalam kegelisahan dan kegundahannya, Radhif hanya bisa pasrah. Dia berharap Mayang segera ditemukan. Jauh dilubuk hatinya, dia hanya ingin melihat Mayang kembali dengan selamat, walau sekalipun sebuah kenyataan buruk terpampang didepan mata.
..._______****""""****_______...
______Mobil Nissan hitam di jalan sempit menuju pinggiran daerah Malang____
Ketika Radhif tersudut dalam kegalauan. Jauh di sana Mayang terpojok dalam suasana yang mencekam. Ternyata wanita yang selama ini mendekatinya bukanlah suster Niken yang sesuangguhnya. Dia adalah seseorang yang berniat jahat kepada Mayang.
"Suster, apa yang sebenarnya kamu inginkan. Kenapa membawaku pergi dari rumah sakit?" teriak Mayang di kursi belakang. Tangannya diikat dengan sangat kuat menggunakan selang infus.
Sang wanita yang mengemudi terlihat dingin menanggapi teriakan Mayang. Dirinya hanya tertawa sesekali sambil melirik Mayang dari kaca yang ada di depannya.
__ADS_1
"Diam kau, karena dirimulah saudaraku sampai kehilangan orang yang dicintainya. Bahkan karena dirimulah kini saudara perempuanku harus menanggung beban hidup, membuatnya bagai mayat hidup. Ibarat kata mati segan hiduppun tak mau," balas wanita itu dengan nada tinggi dan kasar.
Mayang terdiam. Dia berfikir keras menganalisa dan mencerna setiap kata yang dilontarkan oleh wanita tersebut. Dalam benaknya Mayang mencoba menginggat siapa gerangan yang dimaksudkan wanita tadi.
'Siapa saudara wanita yang dimaksudnya? Apa hubungannya semua ini dengan diriku?' batin Mayang mencoba memikirkan alasan di balik semua kejadian yang menimpanya.
Wanita yang dikenalnya merupakan Suster yang bernama Niken tersebut mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Mayang sampai terpelanting beberapa kali dari tempat duduknya. Dengan susah payah dirinya berusaha duduk kembali.
Mobil yang membawa Mayang melaju kencang, kali ini wanita yang menculik Mayang menambah kecepatan mobil yang dikendarainya. Mayang semakin kesusahan karena tidak menggunakan 'savety belt'.
"Kau gila. Jangan buat aku mati sia-sia dalam kegilaan ini!" ucap Mayang dengan kesal.
"Diam kau. Semakin kau berulah dibelakang sana, maka akan membuat aku semakin nekat. Harusnya aku suntik saja racun ketubuhmu atau mencampurkannya ke dalam makananmu," ujar wanita itu dengan geram.
Mayang kemudian terdiam, tak sengaja dirinya menoleh ke arah belakang. Sebuah mobil Toyota putih mengikuti mobil mereka. Kali ini mobil Toyota putih itu membunyikan klakson, seolah memberi isyarat kepada pengemudi mobil yang membawa Mayang.
"Berhenti, kau memang psikopat. Kalau kau ingin mati silahkan saja. Jangan ajak aku dalam ulahmu yang sungguh kekanak-kanakkan!" ucap Mayang di sela-sela kemarahannya. Perutnya terasa nyeri akibat ulah sang perawat gadungan yang menculiknya tersebut. Masih samar dalam benak Mayang, apa motif dibalik penculikannya ini.
'Siapa gerangan pemilik mobil Toyota putih yang mengikuti kami? Apa itu Kak Radhif atau ada orang lain yang melihat kejadian saat suster ini membawaku secara paksa?' batin Mayang mencoba menerka-nerka.
"Aku tahu kau pasti sedang memikirkan siapa pengemudi mobil Toyota hitam dibelakang sana yang membuntuti kita. Sama penasarannya denganku, akan aku buat pengemudi mobil tersebut menyesal sudah mengikuti kita," suara wanita itu terdengar mengancam.
Mayang nampak terkejut, karena apa yang ada dalam fikirannya dapat ditebak oleh suster gadungan tersebut.
'Siapapun pengendara mobil dibelakang kami, aku berharap dia bisa membantuku keluar dari situasi yang membahayakan ini. Aku berdoa semoga Tuhan Yang Maha Esa, semoga semuanya berakhir dan tak ada korban jiwa diantara kami,' seru Mayang dalam hati disela-sela kepanikkannya.
Mobil Nissan hitam di depannya semakin melaju kencang. Pengendara mobil Toyota putih merasa khawatir dengan keselamatan Mayang yang berada di dalam mobil tersebut. Sehingga dirinya kemudian mengurangi laju mobil miliknya.
__ADS_1
Dia berharap dengan begitu sang pengendara mobil di depannya akan mengurangi laju kendaraannya. Itu semua hanya demi Mayang. Ia tak ingin keselamatan Mayang terancam karena kesalahannya. Apalagi kini mereka memasuki jalan yang berkelok dan banyak teping dipinggiran jalan. Bisa saja mobil yang dikejarnya itu tidak stabil dan terperosok ke jurang dan jatuh. pengejarannya akan sia-sia bila harus membuat Mayang berada dalam situasi yang membahayakan.
Mobil Toyota putih melambat, membiarkan mobil didepannya melesat meninggalkan jarak yang tidak terlalu jauh.
Saat mengendarai mobil tadi mereka melalui jalan yang cukup sepi, kiri kanan jalan hanya terdapat pohon bambu, sengon, sawah dan juga kebun kopi. Ternyata jalan yang mereka lalui adalah daerah Desa Wirotaman, Kecamatan AmpelGading, Kabupaten Malang berada di dekat lereng Gunung Semeru.
"Kamu tahu, pria yang saudaraku cintai sangat menyukai alam pedesaan seperti ini. Dia mendambakan memiliki villa di daerah pedesaan dengan pemandangan sawah yang menyejukkan. Tapi karena kamu, semua impian adikku kandas, bahkan tak pernah bisa terwujud. Oleh karena itu, kamu pantas untuk menerima balasannya!" ujar wanita yang menculik Mayang dengan kasar dan penuh emosi.
Mayang yang mendengarkan hal teesebut tak ingin tinggal diam. Dirinya merasa tidak pernah melakukan kesalahan atau melukai siapapun,"Siapa saudaramu. Apa hubungannya aku dengannya. Aku tak pernah melukai siapapun atau merebut siapapun dari saudaramu." Dengan kesal Mayang mengarahkan pandangan membalas tatapan sinis wanita yang mengemudikan mobil tersebut.
"Kau akan tahu siapa wanita yang sudah kau buat seperti layaknya mayat hidup. Beberapa kali dirinya mencoba menghilangkan nyawanya sendiri. Hidupnya suram karena cahaya yang menyinarinya telah kau renggut darinya. Seperti itu pula yang akan aku lakukan kepadamu. Akan aku renggut cahaya kehidupan dan masa depan dari dirimu," ujar wanita yang masih belum jelas identitasnya itu sembari tersenyum sinis.
Mobil yang melaju kencang kini perlahan-lahan mulai berjalan perlahan. Sesekali wanita itu memperhatikan kaca spion. Dia ingin memastikan mobil Toyota hitam dibelakangnya tadi tidak mengikutinya.
"Sepertinya mobil hitam tadi tertinggal sangat jauh. Tak ada lagi yang bisa menyelamatkanmu," ujar wanita sembari tertawa dan menghentikan mobilnya tepat di sebuah rumah yang mirip seperti villa.
Nampak seorang pria tua paruh baya sedang membersihkan taman yang terlihat cukup luas. Pria itu berperawakan tinggi besar. Wajahnya terlihat sangar.
"Bawa dia kedalam, 'Lek' (panggilan untuk paman dalam bahasa jawa). Jangan biarkan dia lepas. Dia harus diberi pelajaran," ujar wanita itu sembari menutup mobil dengan kasar.
...-----------Bersambung-------------...
Nantikan kisah selanjutnya dalam "TAKDIR CINTA MAYANG" part 122. Terima kasih banyak Author ucapkan untuk pembaca setia "TCM". Semoga isi goresan pena kali ini tidak mengecewakan pembaca setia kisah Mayang 🙏😊
Terima kasih sekali lagi sudah membaca cerita "TAKDIR CINTA MAYANG". Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan.
Dukungan berupa komen, like, vote dan tips dari para readers akan selalu author nantikan.
__ADS_1