
...***""""****...
...Batalion X, Kota Malang....
"Bang Togar lihat ponselku yang aku taruh di atas kasurku?" tanya Setyo yang sejak tadi bolak-balik setiap sudut barak itu.
"Memangnya, ponsel kau itu ada kakinya? Kenapa bisa tidak ada lagi di tempatnya?" ucap Bang Togar sekenanya.
Setyo lupa menaruh ponselnya, karena terburu-buru dan banyak beban fikiran sehingga membuatnya 'bleng'.
Akibatnya ponsel 'BB Tourch android' berwarna hitam miliknya lenyap tanpa jejak.
"Yang aku risaukan bukanlah ponsel mahal itu, namun, nomor kontak dan data penting dalam ponselku itu," gumamnya sesaat. Sambil terus berusaha mengingat dan mencari di setiap jengkal lemari miliknya.
"Tak usah kau cari lagi, Yo. Ikhlaskanlah, beli saja ponsel yang baru," ucap Bang Togar memberi saran.
"Tapi keluarga dan sahabatku serta kenalanku pasti banyak yang menghubungi di nomor tersebut," ujar Setyo panik.
"Kau uruslah itu di Gerai Hallo Telkomsel', pasti kembali aktif nomormu.
Tentunya dengan membuat baru tetapi dengan nomor yang sama. Macam mana kau ini, begitu pun tak tau,"
"Pacar di ambil orang, hilang pula ponselmu. Sial kali nasibmu, Setyo," timpal Bang Togar.
Setyo hanya tertunduk lesu memikirkan nasibnya.
Begitu banyak ujian untuknya.
'Mungkin aku kurang bersedekah dan melaksanakan perintah Allah. Makanya Allah memberiku sedikit pelajaran hidup,' tangis Setyo dalam hati.
*****"""""*****
Rumah sakit X, Kota Surabaya.
Pagi ini Mayang sudah bisa pulang.
Setelah menyelesaikan segala administrasi Radhif mengajak Mayang pulang, Radhif dengan sabar mendorong kursi roda yang yang digunakan Mayang karena kondisi tubuhnya yang masih lemah untuk berjalan jauh. Radhif kemudian menghubungi
Pak Ujang untuk menjemputnya mereka di depan pintu masuk utama.
Tidak berselang lama, mobil Avanza hitam itu pun melaju membelah jalanan menuju jalan pulang ke rumah milik keluarga Pratama.
Sepanjang jalan Mayang dan Radhit hanya diam membisu.
Terutama Mayang, sejak awal tadi dirinya hanya diam tanpa membalas ucapan Radhif.
Akan tetapi Radhif terlihat datar, meskipun Mayang mengacuhkan dan mengabaikannya, sikap Radhif tetap lembut dan penuh perhatian.
Sesampainya di rumah, Radhif membantunya untuk turun.
__ADS_1
Kali ini Mayang menerima bantuan Radhif, biasanya bila Radhif mencoba mendekatinya atau menyentuhnya dia akan berusaha untuk menghindar.
'Sepertinya Mayang sudah memaafkanku mulai membuka hatinya untukku,' gumam Radhif dalam hati.
Nampak di wajah Radhif seulas senyum tipis.
Membuat pesonannya makin terpancar.
Mayang yang melihat sekilas senyum itu merasa kan desiran aneh dalam hatinya.
Ternyata wajah tampan Kak Radhif semakin mempesona bila tersenyum.
"Kau bisa berjalan menuju kamar kita?" tanya Radhif.
"Kamar kita?"
"Itu kamarku, kamar tamu itu kamarmu," ucap Mayang sambil melotot.
"Bukan kah selama ini kamar itu adalah kamar pengantin kita? Mulai malam ini kita kau akan tidur sekamar denganku?" ucap Radhif dengan mantap.
Hal itu membuat Mayang sedikit merinding disko mendengarnya.
Dia khawatir bila Radhif melakukan hal-hal yang konyol atau menjahilinya hingga akhirnya Mayang memutuskan tidur di kamar mandi lagi seperti waktu pertama kali Mayang masuk kerumah ini.
"Baiklah tuan, Anda menang. Tapi ingat jangan berbuat aneh, atau aku akan- belum lagi selesai Mayang berbicara Radhif telah menggendongnya berjalan menuju kamar yang di sebut Radhif 'kamar mereka.'
"Hei...apa yang kau lakukan, Kak?!"
"Diamlah atau aku akan-," ucap Radhif dengan mata melotot dan mimik wajah marah yang sengaja dibuat-buat agar Mayang diam.
Radhif membaringkan Mayang kemudian duduk di tepian ranjang.
Menatap wajah Mayang yang bersemu merah, akibat ulahnya tadi.
Sepertinya Mayang merasa malu karena di bopong oleh Radhif menuju kamar mereka yang berada di lantai atas tersebut.
Kemudia Radhif membelai rambut Mayang dan mencium keningnya sambil berkata, "Istirahatlah, aku akan membuatkan bubur dan sop iga untukmu. Tadi aku sudah menyuruh Bibi merebuskan iga sapi untukmu.
Sekarang aku akan membuatkan menu sop iga special ala chef Radhif pake cinta dan kasih sayang," sambil menarik hidung mancung milik istrinya itu.
Mayang hanya terdiam melihat perubahan suaminya itu.
Tak terasa airmatanya menetes, airmata bahagia melihat sikap Kak Radhif yang begitu lembut dan perhatian.
Bahkan kali ini perhatiannya sangat berlebihan.
Membuat Mayang menjadi salah tingkah dan malu.
Hal itu nampak dari wajahnya yang bersemu merah muda.
__ADS_1
Perlahan tapi pasti,
Kisah cinta Mayang dan Radhif pun dimulai, benih-benih cinta kini mulai ditaburkan oleh Radhif di dalam taman hati Mayang.
Radhif berharap benih-benih cinta itu bersemi bila di pupuk dengan perhatian dan kasih sayang yang tulus darinya.
Akan tetapi satu hal yang masih mengganjal di hati Radhif perihal Setyo.
Dia masih berniat untuk menemui pria tersebut.
Paling tidak Radhif akan memperingatkan Setyo, bahwa kini Mayang adalah miliknya yang tak akan mungkin dapat di miliki orang lain.
Kini Mayang adalah istrinya yang sah, baik dalam agama mau pun negara.
Apalagi secara diam-diam tanpa sepengatahuan Mayang, Radhif telah mengurus berkas nikah dinas, segala sesuatunya telah dirampungkannya.
Dan kini Mayang telah sah menjadi PERSIT-nya.
Dan itu berarti harapan Setyo untuk mendapatkan cinta Mayang telah sirna.
"Sepertinya bocah itu tidak merespon pesanku. Jika suatu saat dia menghubungi Mayang, lihat saja apa yang akan aku lakukannya padanya. Akan aku beri pelajaran karena mencoba merebut Mayang dariku," omel Radhif sambil memegang ponselnya.
Pagi itu Radhif membantu Bi Inah menyiapkan makan siang untuk Mayang.
Semangkuk bubur dan sop iga special hasil racikan chef Radhif.
Dengan sebuah nampan besar Radhif membawanya ke kamar atas.
Berharap dengan memakan masakannya, Mayang akan pulih dan menerima permintaan maafnya.
Terlebih lagi Mayang akan membuka hatinya untuk menerima cinta tulus yang selama ini terpendam.
Cinta pada pandangan pertama ketika melihat foto Mayang di ponsel Gilang.
Cinta yang tertunda karena mendiang Radhit yang lebih dahulu masuk dalam kehidupan Mayang.
Namun semua itu tetap di syukuri karena Allah telah menggariskan hal yang tak pernah terbayangkan oleh Radhif.
Kini dirinya telah menikah dengan Mayang, gadis yang dicintainya itu, bukan lagi sebagai pengagum rahasia, tetapi nyata di hidupnya Mayang di takdirkan untuk Radhif.
Meskipun bukan yang pertama di hati Mayang, Radhif bersyukur kini Mayang telah menjadi pelabuhan terakhirnya.
Begitu pula dengan Mayang.
🍁🍁🍁🍁
*Apakah Mayang akan menerima Radhif dan menjadi istri yang seutuhnya untuk Radhif?
*Apakah pesan Radhif untuk Setyo berhasil terkirim setelah Setyo mengaktifkan nomor lamanya? Dan bagaimana reaksi Setyo saat menerima pesan tersebut?
__ADS_1
Nantikan kisah selanjutnya hanya di "TAKDIR CINTA MAYANG" Part 62. Terimakasih 🙏🤗😍