
πPenginapanπ
"Bu....!" panggil Gilang sesaat setelah sampai di depan rumah penginapan.
Sementara dia dan ibunya mengina disini, agar dapat menjaga Mayang yang berada di rumah sakit.
"Enek opo to Le?" tanya sang ibu.
["Ada apa to Nak?" tanya sang Ibu.]
"Ada yang ingin Gilang sampaikan kepada Ibu. Ini tentang Mayang," ucapnya sambil membantu ibunya membawa barang bawaan ke dalam rumah itu.
Setelah menaruh semua barang yg dibawa dari rumah sakit kemudian Gilang dan ibunya pun duduk di ruang tamu kecil yang ada disana.
Gilang tak membuang waktu.
Akhirnya dengan detail Gilang menceritakan semua percakapannya semalam dengan Radhif.
Tujuan Radhif yang ingin melamar Mayang, keputusan Radhif untuk memberi kesempatan Mayang tetap berkuliah.
Walaupun masih berat, Bu Endangpun setuju dengan keputusan Gilang.
Karena Gilang adalah sosok pengganti sang ayah yang menjadi tulang punggung dalam keluarga mereka.
"Jika Radhif pria yang baik dan bertanggungjawab terhadap Mayang seperti perkataanmu, Ibu akan merestui Lang," ucap sang Bu Endang dengan mata berkaca-kaca, seolah berat melepas anak gadisnya menikah.
"Aku yakin Mayang akan bahagia Bu. Dan Radhif adalah saudara dari Radhit, semoga dengan begitu Mayang bisa mengobati luka dan kekecewaan yang dalam dengan kehadiran Radhif dihidupnya," tambah Gilang lagi.
Setelah mengobrol panjang dengan ibunya, Gilang masuk ke kamar dan beristirahat sejenak.
Sang ibu pun membereskan baju Mayang yang kotor, karena sebentar lagi akan diambil oleh tukang cuci.
Untunglah ada layanan loundry di penginapan tersebut, sehingga memudahkan para penghuni yang menyewa tempat itu.
"Sepertinya esok hari Mayang sudah bisa pulang Bu," ucap Gilang yang melangkah ke bagian dapur.
Dia mencium aroma mie goreng dan telor goreng yang wangi.
Ternyata Bu Endang sedang memasak.
Untungnya tersedia kompor listrik kecil di dapur penginapan, sehingga jika lapar mereka dapat memasak menu ala kadarnya tanpa harus membeli.
Dengan lahap Gilang memakan apa yang sudah disediakan sang ibu tercinta.
__ADS_1
"Kamu gak balik lagi ke rumah sakit Lang?" tanya sang ibu sambil menyantap hidangan miliknya.
"Iya nanti Gilang balik Bu. Tapi nanti habis isya aja.
Biarin Radhif dan Mayang berduaan dulu.
Dengan begitu mereka bisa dekat satu sama lain," ucap Gilang sambil terus memakan mie goreng buatan sang ibu.
\*\*\*\*\*""""\*\*\*\*\*\*\*
... Ketintang, Surabaya ...
... ...
"Restu, Ika, Niar....!" teriak Setyo menyebut nama ketiga gadis yang dikejarnya.
"Kalian jangan lari! "Berhenti!" teriak Setyo.
Setelah beberapa menit mengejar ketiganya pun menyerah. Setyo akhirnya dapa menyusul mereka bertiga.
"Kenapa kalian lari saat aku panggil? Apa aku menakutkan sehingga kalian menghindariku?" tanya Setyo penuh selidik.
Ketiganya hanya terdiam, nafas mereka memburu tak beraturan akibat berlari tadi.
Mata mereka bertiga saling bertatapan, seolah mengisyaratakan sesuatu dibalik pandangan itu.
"Aku sudah tahu kabar Mayang dan Radhit. Tapi aku ingin tahu lebih jelas dan lebih detail dari kalian. Bukankah kalian bertiga adalah sahabat, jadi tolonglah ceritakan semuanya kepadaku!" ucap Setyo penuh harap.
Mendengar perkataan Setyo tadi akhirnya Niar yang mengambil inisiatif dan memulai perbincangan.
Niar kemudian menceritakan semuanya, sedetail-detailnya kejadian yang menimpa Mayang dan Kak Radhif.
Sejak Setyo pergi dari kampus ternyata banyak hal yang telah terjadi.
Dan dengan hati yang terluka Setyo harus menerima kenyataan bahwa pada akhirnya Mayang dan Kak Radhit telah menikah siri dengan pujaan hatinya.
Namun, takdir telah mengambil kebahagiaan Mayang dengan mengambil Radhit dari dunia ini.
Hingga akhirnya Mayang terbaring lemah tak bersaya di rumah sakit, akibat kondisinya yang tidak stabil akibat syok dan depresi.
"Trus sekarang dimana Mayang Niar?" tanya Setyo sambil menatapnya dalam-dalam, berharap Niar dan kedua sahabatnya itu memberitahu keberadaan Mayang.
"Kalian bertiga jangan di saja," ucap Setyo setengah berteriak, membuat terkejut ketiga orang yang berada didepannya itu.
__ADS_1
"Ma...Ma...Mayang berada di rumah sakit X, di Kota Malang Yo," jawab Restu.
"Apa? Di Malang? Rumah sakit X? Janganlah berbohong Tu,!" ucap Setyo dengan mimik wajah sangat serius.
Sejenak Setyo terdiam, 'bukankah itu rumah tempat kerja Rian? Sungguh tololnya seharusnya aku sudah bertemu Mayang sejak lama,' batin Setyo dalam hati.
Kemudian suara Niar membuyarkan lamunan Setyo.
"Iya benar kata Restu Yo, Ika pernah kesana sewaktu awal Mayang dirawat. Karena rumah ika di Malang makanya saat libur kuliah Ika menyempatkan diri menjenguk kondisi Mayang," tambah Niar.
"Trus sekarang apa Mayang Masih berada disana? Apa dia baik-baik saja?" tanya Setyo lagi.
Dia hanya ingin memastikan kalo Mayang benar masih disana, maka dia akan menghubungi Rian untuk mengorek kabar tentang Mayang dari saudaranya itu.
'Sepertinya malam ini aku harus balik ke Malang, aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu Mayang,' batin Setyo.
"Baiklah jika kalian tidak mau mengatakan lebih jauh keadaan Mayang saat ini, aku akan mencari tahu sendiri. Malam ini juga aku akan kembali ke Malang," ucap Setyo.
"Terimakasih atas informasi yang sudah kalian sampaikan tadi, semoga kita dapat bertemu kembali, salam untuk teman-teman yang lain," pamit Setyo sambil menyalami ketiga gadis yang berada didepannya tersebut.
Tak terasa hampir satu jam lamanya Setyo berbincang dengan ketiga sahabat Mayang tersebut.
Lumayan lelah juga kalo sejam hanya berdiri.
Untunglah ada sebuah pos jaga yang kosong, jadilah mereka berempat bisa duduk dan bercakap-cakap disana.
Setyo pun kembali kerumah Dion.
Sesampainya disana Setyo langsung menemui Dion.
Tanpa basa-basi Setyo kemudian mengambil tas Ranselnya kemudian berpamitan kepada sang pemilik rumah.
"Mandi dan makanlah dulu Yo, barulah kau kembali ke Malang," Dion memberi saran.
'Betul juga kata Dion, aku dari tadi belum sempat makan, tapi kalo tidak segera kembali aku khawatir tidak sempat bertemu dengan Mayang,' batinnya bergejolak, tak henti-hentinya dia memikirkan gadis itu.
"Baiklah Ion, aku numpang mandi dan sholat dulu. Setelah itu aku akan berangkat kembali ke Malang malam ini juga," ujar Setyo dengan mantap.
πππππ
*Mampukah Mayang melupakan Radhit dan menerima Radhif dalam kehidupannya?
*Dan apakah Mayang dan Setyo dapat bertemu?
__ADS_1
Nantikan kisah selanjutnya hanya di "TAKDIR CINTA MAYANG" Part 44. Terimakasih ππ€π