TAKDIR CINTA MAYANG

TAKDIR CINTA MAYANG
Bab 136 Kepergian Mayang dan Dokter Bima


__ADS_3

"Mayang! Buka matamu. Lekas katakan kepadaku, apa yang tengah kamu rasakan saat ini?" ujar Dokter Bima seraya memegang kedua pipi Mayang dan menatap intens wajah gadis itu. Embusan napas terasa hangat menyentuh kulit wajah Mayang. Sejenak Mayang terbuai dengan aroma tubuh Dokter Bima. Namun, dirinya berusaha kuat dan sadar akan status dirinya yang tidak pantas lagi untuk di miliki siapapun. Mana ada pria sukses dan mapan yang mau dengan gadis yang sudah tidak ada masa depannya, meskipun dia adalah cinta pertamanya. Apalagi, Mayang kini berstatus isteri Kak Radhif. Mayang punya batasan terhadap pria mana pun, termasuk Dokter Bima.


"Aa-aku, ee-enggak apa-apa, Mas!" ucap Mayang terbata-bata. Mayang dengan cepat melepaskan tangan Dokter Bima yang memegang wajahnya. Memalingkan wajah dan tubuhnya lebih jauh dari Dokter tampan tersebut. Mayang hanya ingin menjaga jarak, ia tidak ingin warga yang mengemudi mobil milik Dokter Dimas salah faham akan kedekatan mereka.


"Aku ingin istirahat, Mas. Tolong jangan ganggu aku! Bila kita sudah sampai di Kota Malang tolong hubungi pihak rumah sakit agar mengantarkan aku hari ini juga ke Surabaya. Aku ingin pulang!" ucap Mayang lirih. Ada beban berat yang selama ini tidak diketahui Bima. Hanya saja, dokter tampan itu masih belum tahu cerita kelam yang dialami Mayang secara detail.


***


Bima memahami apa yang Mayang rasakan. Akhirnya ia memutuskan untuk membawa Mayang ke rumah ibunya yang terletak di sebuah kawasan perkebunan teh di pinggiran kota Malang. Mungkin menginap beberapa lama di sana bisa membuat trauma berkurang. Udara dan pemandangan di sana sangat asri.


Bima menatap wajah Mayang yang kini tertidur pulas. Wajah polos Mayang terlihat sayu. Banyak beban pikiran membuat gadis cantik itu tidak bersemangat. Sungguh berbeda dengan Mayang yang pernah dikenal oleh Bima.


'Kasihan kamu, May. Sudah kehilangan suami dan juga calon anakmu. Pasti trauma dan depresi membekas dalam dirimu. Aku ingin kamu tetap kuat agar bisa melepaskan semua itu. Seandainya aku bisa memberikan perhatian dan juga kasih sayang kepadamu. Hanya saja ada pria lain yang berdiri di tengah-tengah kita, membuat jarak diantara kita,' gumam Bima dalam hati.


Bima sebenarnya tahu apa yang dilakukannya salah. Ia telah membawa Mayang pergi tanpa persetujuan Radhif. Padahal Bima tahu bahwa Radhif adalah suami Mayang yang sah secara agama dan juga legalitas kemiliteran.


'Maafkan aku, May. Aku sudah membawamu sejauh ini. Aku bingung apakah aku harus melihatmu pergi dengan pria lain, meskipun aku tahu ia adalah suamimu. Rasanya hati ini belum rela,' runtuk Bima dalam hati.


Dokter Bima menyetir mobil, namum pikirannya penuh dipenuhi dengan berbagai spekulasi, membuat konsentrasinya terganggu. Hampir saja ia menabrak kambing dan penggembalanya yang hendak menyebrang.

__ADS_1


"Astagfirullah. Hampir saja!" seru Bima ketika menginjak pedal rem.


Mayang yang tertidur pulas pun terkejut. Ia lalu mengusap


kedua matanya dengan tangan sambil menatap lekat ke arah depan kaca mobil. Berusaha mencari tahu apa yang tengah terjadi.


"Mas Bima kenapa? Apa ada sesuatu yang mengganggu? Apa semua baik-baik saja?" tanya Mayang yang baru saja terbangun.


"Semua baik-baik saja. Tadi aku mengerem secara mendadak karena ada hewan penduduk yang lewat. Tapi bisa aku atasi. Kembalilah tidur. Masih setengah perjalanan lagi barulah kita sampai," ucap Dokter Bima pada Mayang.


Mayang yang masih dalam pengaruh obat menurut saja dengan apa yang diucapkan dokter Bima. Ia menyangka mereka tengah menempuh perjalanan ke arah rumah sakit yang sebelumnya merawat Mayang.


***


"Jadi Pak Tugimin sengaja membawa saya pergi jauh ke sini agar Mayang dan Bima bisa melarikan diri? Mengapa Bapak tega melakukan hal tercela seperti itu? Bapak tahu kan saya adalah suami sah Mayang, sedangkan pria yang bersamanya bukan siapa-siapanya. Apa Bapak bisa menjamin ia tidak akan berbuat hal jahat kepada Mayang?" Radhif terus saja mecerca Pak Tugimin. Ia mengeluarkan semua kekesalan dan kemarahannya. Hanya saja Radhif masih bisa mengontrol dirinya agar tidak melakukan hal lebih dari pada itu.


"Maafkan saya, Nak. Saya berpikir dokter Bima itu orang yang baik dan tulus menjaga serta merawat Mayang. Saya hanya tahu kalau non Mayang menikah dengan Nak Radhif karena paksaan atau tanpa cinta," jelas Pak Tugimin pada Radhif.


Radhif hanya diam. Dalam hatinya ia membenarkan bahwa pernikahannya dengan Mayang awalnya hanya legalitas. Namun kini dirinya benar-benar telah jatuh cinta pada Mayang yang awalnya adalah anak dari mendiang adiknya.

__ADS_1


"Saya maafkan, Pak. Tapi ingat, jika mereka kembali ke sini, tolong hubungi saya!" ucap Radhif. Ia lalu pergi meninggalkan desa Wirotaman mencari jejak Mayang dan Dokter Bima.


'Kemana lagi aku harus mencarimu. Apakah aku harus melepaskanmu? Tapi semudah itukah kau melupakan aku, May? Apakah aku tidak berarti bagimu?' gumam Radhif dalam hati.


Bagi Radhif Mayang kini wanita yang sangat dicintainya, ia tidak ingin berpisah dengannya. Walaupun ia tahu bahwa perjanjian awal mereka menikah hanya agar anak dari mendiang Radhit mendapat status, selepas itu Mayang dan dirinya dapat bercerai.


Sepanjang perjalanan Radhif teringat setiap kejadian yang membuatnya dekat dengan Mayang. Dia memang awalnya hanya ingin mengambil alih tanggung jawab besar terhadap diri Mayang. Apalagi gadis itu adalah adik dari sahabatnya Gilang. Dan anak yang dikandung Mayang adalah anak dari adik kembarnya Radhit yang meninggal setelah mengalami insiden di Gunung Semeru saat mendaki.


Mohon maaf author hanya bisa menulis sepenggal lanjutan kisah RAMA dalam TCM karena ada kerjaan di dumay yang harus author prioritaskan. Insyaallah, bila kerjaan di dumay sudah selesai, maka author akan lebih rajin lagi megupload cerita RAMA dalam TCM ya, teman-teman pembaca setia TAKDIR CINTA MAYA. Terima kasiha atas pengertiannya 🙏🙏🙏💙


...-----------Bersambung-------------...


*Apakah perseteruan akan terjadi antar Radhif dan Dokter Bima?


*Bagaimana reaksi Radhif bila mengetahui bahwa Dokter Bima menyembunyikan Mayang di suatu tempat?


Nantikan kisah selanjutnya dalam "TAKDIR CINTA MAYANG" part 137. Terima kasih banyak Author ucapkan untuk pembaca setia "TCM". Semoga isi goresan pena kali ini tidak mengecewakan pembaca setia kisah Mayang 🙏😊


Terima kasih sekali lagi sudah membaca cerita "TAKDIR CINTA MAYANG". Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan.

__ADS_1


Dukungan berupa komen, like, vote dan tips dari para readers akan selalu author nantikan.


__ADS_2