TAKDIR CINTA MAYANG

TAKDIR CINTA MAYANG
#TAKDIR CINTA MAYANG# PART 64


__ADS_3

...*****""""""*****...


...Kediaman keluarga Pratama...


"Tok...tok...tok....!"


"Assalamualaikum, Den!" terdengar suara khas Bi Inah dari balik pintu.


Radhif yang sedari tadi sibuk dengan aktivitasnya terlihat membereskan berkas dan labtopnya kemudian berjalan menuju pintu.


Saat membuka pintu nampak Bi Inah bediri di depan pintu kamar.


"Ada apa, Bi?" tanya Radhif.


"Den Radhif di panggil sama Non Mayang untuk sarapan.


"Kok bukan Mayang yang naik ke sini memanggilku, Bi?" ucap Radhif sedikit kecewa dan cemberut.


"Non Mayang lagi siapin sarapan. Katanya habis ini mau mandi, Den," balas Bibi.


"Yasudah, Bi. Nanti Radhit ke bawah. Trus Mayang di mana sekarang?"


"Apa masih di dapur?" tanya Radhif lagi.


"Iya di bawah, Den. Sebentar lagi naik ke atas untuk mandi," jawab Bi Inah segera berlalu.


Fikiran jahil Radhif pun muncul.


Entah mengapa sejak pulang dari rumah sakit, perasaan rindu yang terpendam kian menggebu, membuatnya ingin terus berada di dekat istrinya itu.


Apalagi setelah kejadian pagi tadi membuatnya semakin menginginkan Mayang.


"Semoga saja dia tidak memberiku tendangan 'mawasigery' yang di pelajarinya sewaktu masih duduk di bangku SMP.


Secara, Mayang kan gadis tomboi dengan peringkat sabuk hitam.


Tapi sejak kejadian di Gunung Semeru yang menimpa Radhit membuatnya syok dan trauma, dan saat hamil ini kondisinya terkadang jadi sangat mudah 'down'. Apa wanita hamil memang kayak gitu ya?' batin Radhif.


Radhif masuk kembali ke dalam kamar, membereskan semua berkas- berkas yang tercecer kemudian menutup labtopnya.


'Oiya, bukan kah tadi Bibi berkata Mayang akan ke atas untuk mandi?


Aku jadi ingin menggodanya lagi,' sambil tersenyum jahil Radhif berjalan menuju kamarnya dan Mayang.


Tak berselang lama ketika Radhif membereskan semua kekacauan di meja kerjanya tadi, Mayang sudah menuju kamarnya untuk mandi pagi dan sholat dhuha, jika sempat dan tidak kesiangan dia pasti akan melakukannya.


Seperti saat ini, karena kerjaan pagi ini telah selesai tepat waktu, Mayang jadi punya kesempatan untuk beribadah.


Berhubung kedua orang tua Kak Radhif masih di Solo, sesempatnya Mayang akan bangun pada pagi hari dan membantu Bibi memasak sarapan pagi di dapur.


Apalagi dengan kepulangan Radhif di rumah, secara tidak langsung Mayang harus turun tangan mempersiapkan segala sesuatu untuk Radhif.


'Ah... gerah banget rasanya habis masak dan beres-beres dapur. Sebaiknya aku langsung mandi saja, lagi pula masih pukul 07.30 Wib.


Sebaiknya aku membersihkan diri dan sholat,' gumamnya dalam hati.


Akhirnya Mayang pun mandi. Tanpa di sadarinya, Radhif telah masuk tanpa permisi ke dalam kamar tersebut.


Dengan cepat Radhif naik ke atas ranjang dan menutup dirinya dengan selimut biru cerah yang senada dengan warna seprei yang terpasang rapih pada ranjang itu.


Terdengar percikan air yang menandakan Mayang masih melakukan aktivitas mandi paginya. Dan di dalam sana tanpa di sadari Mayang kini Radhif telah berada di kamar mereka.


"Kkkkrrreeeeekkk!" pintu kamar mandi pun terbuka.


Mayang pun keluar dengan hanya menggunakan handuk menutupi tubuhnya, di kepalanya pun terlilit handuk yang membungkus rambutnya yang basah. Melihat penampilannya sangat jelas bahwa tadi Mayang mandi dan mencuci rambutnya.


Saat mengambil baju dan perlengkapan untuk sholat dari dalam lemari, Mayang menatap aneh ke arah ranjangnya, dia merasa heran melihat tirai yang menutupi ranjang itu nampak tertutup. Seingatnya tadi posisi tirai ranjang tidak seperti itu, namun sekarang telah berubah tidak seperti ketika Mayang meninggalkan ruang kamar untuk mandi.


"Ada yang aneh, kok tirai di rajangku tertutup.


Apa iya tadi aku menutupnya?


Yasudahlah, mungkin aku yang pikun. Sepertinya hari ini aku butuh udara segar biar isi kepalaku sedikit 'fresh'," ucapnya setengah berbisik.


Mayang akhirnya mengganti baju dengan sebuah daster berbahan crayon bergambar Winnie The Pooh yang panjangnya sebetis.

__ADS_1


Mengeringkan rambutnya yang hanya sebahu.


Setelah itu menggunakan mukena dan melaksanakan sholat.


Dari kejauhan Radhif melihat setiap gerak-gerik Mayang.


Ingin rasanya dia menggoda istrinya itu.


Sayangnya Mayang mulai melakukan aktivitas untuk beribadah.


'Aku akan menunggumu, takkan kubiarkan kau lolos kali ini Nyonya Pratama,' ujar Radhif dalam hati.


Ucapan itu terkesan menggelikan, tapi itu yang dirasakannya.


Begitu rindunya dia pada sang istri yang telah dinikahinya sebulan yang lalu.


Meninggalkan Mayang ketempat tugas sehari setelah menikah.


Ingin rasanya Radhif mengajak Mayang ketika akan kembali ke tempat tugas, akan tetapi perselisihan di antara mereka saat awal menikah membuat jarak di antara keduanya.


Awalnya pernikahan ini bagi mereka berdua hanyalah sebuah kesepakatan, namun kenyataannya keduanya menyimpan benih-benih cinta dalam hati mereka masing-masing.


Dan kini, lambat laun Mayang mulai membuka hatinya, bahkan menolak cinta pria lain yang mencoba mendekatinya.


Pria itu tidak lain adalah Setyo.


Asumsi itu yang membuat Radhif semakin yakin untuk memiliki Mayang.


Berharap Mayang akan menjadi istri yang seutuhnya untuk dirinya.


Hingga takkan ada lagi jarak di antara mereka.


Mengapa Radhif ingin Mayang menjadi istri yang sesungguhnya dan seutuhnya untuk Radhif?


Karena Radhif takut Mayang akan kembali bersama Setyo.


Pria yang mencintai Mayang sejak mereka kuliah dulu.


****""""****


Melipatnya dengan rapih dan menyimpannya dalam lemari pakaian.


Hingga sebuah pelukan hangat mengejutkannya.


'Wangi ini, aroma tubuh Kak Radhif. Tapi kapan dia masuk ke kamar ini?


Apa saat aku sholat tadi?Tamatlah riwayatku, apa yang harus aku lakukan untuk menolaknya?,' gumam Mayang dalam hati.


"Kaa...kak Ra..Radhif!" ucap Mayang terbata karena terkejut.


"Apa yang kau lakukan?" ucap Mayang dengan suara bergetar.


"Memeluk istriku, memangnya salah?" balas Radhif sekenanya, sambil tersenyum jahil.


"Lepaskan tanganmu!" ucap Mayang memerintah, sembari mencoba melepaskan diri dari pelukan itu.


"Kenapa harus aku lepaskan? Aku sudah berada disini sejak tadi.


Tapi kau mengabaikannku.


Ini hukuman untukmu," ujar Radhif tak mau mengalah.


"Lepasakan, Kak. Atau anakku takkan bisa bernafas, dia akan merasa sesak di dalam sana," protes Mayang sambil berusaha melepaskan pelukan Radhif.


"Hhhhmmmmm, baiklah. Rahdif pun melepaskan pelukkannya dengan wajah kecewa dan cemberut.


Radhif pria polos seperti pria pada umumnya yang belum berpengalaman menghadapi ibu hamil.


Segala sesuatunya tidak di mengerti olehnya.


Sehingga pagi itu Mayang membohonginya dengan berkata seperti tadi.


Karena percaya pada ucapan Mayang bahwa anak yang di kandunganya merasa sesak, dengan cepat Radhif melepaskannya.


"Ayolah Mayang, Mama sayang. Apakah kau tidak merindukanku?

__ADS_1


Peluklah aku sebentar saja," rengek Radhif dengan nada manja layaknya balita berusia 3 tahun yang menangis ingin di peluk sang ibu.


"Idih, ada yang genit. Habis kesambet jin apa tadi, Kak?" ejek Mayang dengan wajah memerah bak tomat matang.


"Jin cinta,"


"Emang salah ya pengen berduaan sama istri sendiri?" tanya Radhif dengan memasang wajah polos tanpa dosa, membuat Mayang makin kiku.


"Gak sekarang, Kak. Aku belum siap. Bersabarlah jika sudah tiba saatnya aku akan-," ucap Mayang terhenti saat Radhif memeluknya.


"Aku akan menantikannya, sampai kau benar-benar siap menerima cintaku, sebab aku mencintaimu bukan karena fisik semata melainkan niatku suci dan tulus karena ibadah," ujar Radhif seraya mencium mesra kening Mayang.


"Jujurlah padaku, apa kau melihat semuanya tadi, Kak?" tanya Mayang penuh selidik.


"Hhhhmmmm... iya, aku melihat semua. Apa kau mau mendengar detail ceritanya?" goda Radhif lagi.


Perkataanya tadi semakin membuat Mayang salah tingkah, wajahnya makin bersemu merah bagai kepiting rebus yang siap di santap.


Mayang yang merasa malu mendorong tubuh Radhif hingga menjauh darinya, kemudian Mayang berlari meninggalkan Radhif seorang diri di kamar.


Dia khawatir bila masih berada di dalam kamar, Radhif akan terus-terusan menggoda dan merayunya.


Jujur saja Mayang masih belum siap, perlu pendekatan dan membiasakan diri satu sama lain, sungguh malu rasanya bila secepat itu harus terjadi kontak fisik antara mereka berdua.


Mangga aja butuh proses menjadi manisan mangga ya kan, apalagi Mayang hubungan Mayang dan Radhif. Butuh proses dan kesiapan lahir dan batin agar bisa menjadi milik Radhif yang seutuhnya.


"Kak Radhif ayo sarapan, aku sudah masak nasi goreng babat kesukaanmu," teriak Mayang dari balik pintu kamar.


"Yah, gagal lagi deh," ucap Radhif sambil tersenyum kecut.


Sebelum berjalan keluar kamar Radhif mendengar ponsel Mayang berdering.


Hal itu membuat dia mengurungkan niatnya berjalan keluar kamar mengikuti Mayang yang sudah duluan berjalan menuju ruang makan.


"Siapa pagi-pagi gini udah menelpon?


Apa Gilang atau ibunya?" ucap Radhif penasaran.


Seketika itu wajahnya yang datar menampakkan kemarahan yang berapi-api.


Tangannya menggenggam benda pipih itu dengan kuat, andai saja ponsel itu sebuah kertas sudah pasti akan di remasnya menjadi bulatan kecil.


Nampak tangan Radhif yang sebelah mengepal keras.


Sepertinya ada sesuatu yang membuat hatinya terbakar.


Radhif melempar ponsel Mayang ke lantai hingga pecah dan berserakan di lantai kamar itu.


Kemudian berjalan meninggalkan kamar.


Tapi langkahnya tidak tertuju ke lantai bawah.


Melainkan ke kamar tamu yang di tempatinya sejak kedatangannya kembali.


Amarahnya memuncak saat melihat pesan yang masuk ke ponsel Mayang.


Rashif tak menyangka Mayang masih saja menghubungi Setyo.


Itu yang terlintas di benak Rashif, sehingga saat itu juga ponsel Mayang yang menjadi sasaran kemarahan Radhif.


Di lain pihak, Mayang yang tak tahu apa-apa pastinya akan mendapat imbas atas kesalahfahaman ini.


Kali ini Setyo tak pernah tau bahwa pesan yang di kirimkannya itu membawa malapetaka baru bagi Mayang yang seharusnya menikmati indahnya kisah kasih setelah menikah dan masa-masa pengantin baru bersama Radhif.


🍁🍁🍁🍁


*Apakah perjalanan Radhif dan Mayang terwujud?


*Dengan cara apa Mayang menghapus kesalahfahaman diantara dirinya dan Radhif?


Nantikan kisahnha hanya di "TAKDIR CINTA MAYANG" part 65. TerimakasihπŸ™πŸ€—πŸ˜



__ADS_1


__ADS_2