
...****"""****...
... Rumah keluarga Pratama...
Adzan subuh berkumandang pagi itu, Mayang yang telah memasang alarm pada ponselnya pun terbangun.lp
Bergegas membersihkan diri sengan wudhu.
Setelah mengambil wudhu Mayang kemudian keluar hendak mengambil sajadah dan mengaturnya sesuai posisi arah kiblat.
Namun anehnya sajad tersebut sudah tersusun rapih dengan wangi bunga kasturi putih kesukaannya.
"Perasaan tadi aku meletakan sajadah dan mukenaku di atas ranjang, tapi mengapa saat aku keluar sajadahku telah tersusun rapih?" ucapku heran.
"Dan aroma apakah ini?"
"Apa penciumanku tidak salah? Bukankah ini aroma kasturi putih yang aku suka. Siapakah yang memberikan wewangian ini?" ucap Mayang dengan nada curiga.
Akan tetapi perasaan itu tak di hiraukannya, dengan khusuk Mayang melaksanakan sholat subuh.
Masih dengan doa yang sama.
Namun, kali ini doa Mayang teruntuk almarhum papanya tercinta, sang ibu, dan kedua kakanya.
Tak lupa Mayang mendoakan kedua orang tua Radhif yang sedang sibuk merintis kembali usaha keluarga mereka di Kota Solo.
Usai melakasanakan sholat, Mayang kemudian berencana turun ke bawah, pagi ini dia merasa kesehatannya berangsur-angsur membaik, tubuhnya sudah segar kembali.
Maka itu, Mayang berencana membantu Bi Inah di dapur.
Namun sebelum turun ke lantai bawah, Mayang sempat melirik ke arah pintu kamar tamu.
Dia berharap akan mendapati Kak Radhif keluar dari kamar itu.
Ada perasaan aneh yang menggelitik hati Mayang pagi itu.
Entah mengapa dia ingin sekali memandang wajah Kak Radhif.
Sejak semalam hingga pagi ini Kak Radhif tak menampakkan batang hidungnya di depan Mayang.
Hal itu yang mendorongnya untuk mendekati pintu kamar tamu yang di tempati Radhif.
Sambil mengendap-endap Mayang melangkah menuju pintu kamar tamu.
'Pasti dia sangat lelah, makanya pagi ini dia tidak bangun untuk sholat subuh,' batin Mayang sesaat.
"Aku akan mencoba mendengarnya dari balik pintu," ucap Mayang setengah berbisik.
Dengan mengendap-ngendap Mayang berjalan mendekati pintu itu, menempelkan telinganya layaknya adegan film 'Maria cinta yang hilang', di mana Carlota sedang mencoba menguping pembicaraan sang majikan.
Kira-kira seperti itulah Mayang melakukannya.
Dan.....
"Bbbbrrrruuuuukkkk!"
"Aaauuucccgghhh!" suara Mayang saat jatuh.
Tapi anehnya tak dirasakannya sakit sedikit pun meskipun terjatuh.
Ternyata.....
"Hei....bangun!"
"Kau fikir aku ini kasur?"
"Buruan bangun!" ucap Radhif memerintah Mayang.
"Iya, aku bangun," ujar Mayang seraya berusaha berusaha mengangkat beban tubuhnya untuk berdiri dari atas tubuh Radhif.
Namun posisi Mayang yang tak seimbang membuatnya oleng dan hampir jatuh.
Beruntung Radhif menangkap tubuhnya sebelum jatuh menimpa Radhif lagi.
"Uuuuppppssss!"
"Maaf aku tak sengaja, kakiku tak kuat menahan berat tubuhku," ucap Mayang sekenanya, mengalihkan rasa malu dan grogi atas apa yang telah terjadi.
"Kau yakin tak sengaja?"
__ADS_1
"Atau kau memang sedang merasa rindu kepadaku?" ucapan itu terlontar begitu saja dari mulut Radhif.
Mendengar ucapan itu wajah Mayang memerah.
Antara grogi, malu dan bahagia.
Semua campur aduk mirip gado-gado makanan kesukaan sang Author yang lagi diet karbo.
"Hhhuuuhhhh.... tak usah la yau, siapa juga yang sengaja jatuh! Yang ada juga orang jatuh ya pengennya bangun, bukannya mau jatuh lagi," balas Mayang ketus mencoba menyembunyikan rasa malunya.
"Are you kidding me, Nona cantik?" ucap Radhif sok kebule-bulean, membuat Mayang menatapnya heran.
"I'm seriosly, Mister Radhif!" balas Mayang.
Saat Mayang berusaha berdiri bukannya Radhif menolongnya, malah menariknya dan memeluknya.
Mendekap hangat tubuh Mayang.
"Hei.... Mister Radhif lepaskan aku, nafasku sesak."
"Lepaskan aku!" sambil mencubit lengan kekar milik Radhif.
"Hhhhuuuuusssstttt, diamlah sebentar saja, aku ingin memelukmu. Aku ingin merasakan apakah bayi dalam kandunganmu bergerak apabila aku memelukmu dengan erat," bisik Radhif.
Bisikan itu membuat Mayang semakin salah tingkah, apalagi saat suara sexy milik Radhif berbisik di telinganya.
Ada getaran aneh dalam dirinya.
'Apa ini getaran cinta yang baru saja aku rasakan?
Benarkah ini cinta untuk Radhif?
Apakah aku mulai merasakan cinta yang Radhif berikan?,' gumam Mayang dalam hati.
"Radhif lepaskan aku, atau aku akan-," ucap Mayang terhenti saat mata elang milik Radhif menatapnya lekat, sangat dalam hingga menusuk jantungnya.
Meninggalkan nama Radhif di dalam sana.
Menorehkan nama sebagai pemilik hati Mayang saat ini.
"Atau kau akan melakukan apa?"
"Memukulku? Mencubitku? Atau menciumku?" goda Radhif.
"Baiklah kali ini aku ampuni, tapi tidak untuk yang kedua kalinya," timpal Radhif.
Mayang kembali mencoba berdiri tanpa bantuan Radhif.
Akan tetapi usahanya sia-sia karena posisi tubuhnya yang tidak memungkinkan untuknya bertumpu pada kedua tangannya.
Tubuh Radhif yang kekar dan atletis membuatnya susah untuk berdiri.
Alhasil Mayang memiringkan tubuhnya dan jatuh tepat di samping Kak Radhif.
Melihat hal itu Radhif sengaja menggoda Mayang lagi.
Sifat isengnya muncul saat melihat istrinya yang cantik itu kesusahan untuk bangun dari posisi tidurnya.
Radhif pun bangkit dari posisinya dan berdiri.
"Sini aku bantuin!" ucapnya sambil mengulurkan tangan pada Mayang.
Melihat itu Mayang pun menyambar tangan Radhif agar dapat bertumpu pada tangan suaminya Radhif.
"Hei... gak kena!"
"Sini ulurkan tanganmu lagi," goda Radhif mengalihkan tangannya.
"Bilang aja gak mau bantuin, gak usah meledekku," omel Mayang dengan wajah cemberut.
"Hahahaha....kau seperti bocah SD yang sedang merajuk," tawa Radhif.
Radhif membantu Mayang berdiri dan kini mereka saling berhadapan.
Sambil membenahi daster bergambar 'mickey' miliknya Mayang berkata, "Terimakasih untuk bantuannya, Pak Komandan." Bersiap untuk melangkah pergi.
Tapi Radhif menahan Mayang yang mencoba berjalan keluar kamar itu.
"Hanya terimakasih?"
__ADS_1
"Cuma dengan kata terimakasih sajakah kau membalas kebaikanku?" protes Radhif dengan mimik wajah sedih yang di buat-buat.
"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Mayang bingung.
"Apa tidak ada cara lain untuk berterimakasih?" goda Radhif lagi.
"Ayolah, Bibi sedang menungguku untuk memasak sarapan pagi, Kak!" seru Mayang mencoba mengalihkan perhatian Radhif.
"Masa kau gak ngerti juga istriku yang cantik?" ucap Radhif sambil mengerlingkan mata ke arah Mayang.
Hal itu membuat Mayang makin kikuk di buatnya.
Semu merah kembali terlihat di wajah gadis manis dan cantik mirip artis bollywood itu.
"Jangan mempermainkan aku kak!" omel Mayang dengan mimik wajah sangar, sengaja dibuatnya agar Radhif melepas cengkramannya pada tangan Mayang.
"Aku mau ini," ucap Radhif sambil menunjuk bibinya dengan telunjuk.
"What?"
"Apa'an sich, Kak?!"
"Gak mau!" ucap Mayang berontak.
"Sekali aja, itu sebagai ucapan terimakasih atas bantuanku!" oceh Radhif tak mau mengalah.
"Enggak sekarang!" balas Mayang mencoba kabur dengan mencubit tangan Radhif dengan tangannya yang satunya.
"Aaaauuuuccchhhh....!"
"Enggak pagi ini berarti malam ini?" goda Radhif.
"Enggak, pokoknya sekali enggak tetap enggak!" sanggah Mayang sambil berlari ke arah tangga.
"Hati-hati Mayang, Mama sayang. Jangan berlari, aku takkan mengejarmu.
Tapi aku akan menunggumu malam ini di kamar pengantin kita," pekik Radhif sambil berjalan ke arah pinggiran lantai atas melihat Mayang dari lantai atas.
"Enggak!" terdengar teriakan Mayang dari lantai bawah.
Radhif bahagia melihat perubahan sikap Mayang yang tak lagi dingin padanya.
Dan di dalam hatinya Radhif berharap malam ini dia akan menghabiskan malam bersama Mayang istrinya itu, agar tak ada lagi yang bisa merebutnya dari sisi Radhif.
...****""""****...
...Batalion X, Kota Malang...
Setyo menimbang-nimbang sebuah ponsel dan membaca dosbook yang bergambar ponsel yang mirip di tangannya itu.
Kemudian memasukan kartu yang baru saja dibuatnya di 'Gerai Hallo Telkomsel' tadi pagi bersama Bang Togar.
"Akhirnya mau tak mau aku membeli ponsel baru dan membuat kartu baru," oceh Setyo pada dirinya sendiri.
Untung saja sebagian kontak di ponsel tersebut sudah dicatatnya pada sebuah 'notebook' kecil miliknya.
Sehingga masih bisa menghubungi sahabatnya Dion dan teman-temannya yang lain, terutama Mayang.
'Untunglah nomor ponsel Mayang aku catat, sehingga aku masih bisa mengabarinya,' batin Setyo menghibur diri.
Dan benar saja, saat itu juga Setyo mengambil 'notebook' kecil miliknya dan mencari nomor Mayang.
Rasa kangen pada Mayang membuat hatinya tergerak untuk mengirimkan pesan pada Mayang.
Meskipun Mayang telah menolaknya, Setyo tetap saja masih tak bisa 'move on' dari cintanya.
Tak lama sebuah pesan pun di kirim Setyo ke nomor ponsel Mayang, yang isinya berbunyi [Assalamualaikum, maafkan aku yang tak bisa melupakanmu. Maafkan aku yang akan terus mencintaimu, aku takkan pernah bisa melupakanmu karena hanya kau yang selama ini aku cintai. Aku akan tetap menunggumu, hingga kau sadar bahwa akulah satu-satunya cinta untukmu.]
Puas rasanya hati Setyo meluapkan semua isi hatinya pada Mayang.
Namun Setyo tak sadar bahwa pesan itulah yang akan membuatnya dalam masalah besar.
🍁🍁🍁🍁
*Apa keinginan Radhif memiliki Mayang seutuhnya akan terwujud?
*Apa yang akan terjadi pada Setyo setelah mengirimkan pesan tersebut kepada Mayang?
Nantikan kisah selanjutnya hanya di "TAKDIR CINTA MAYANG" Part 64. Terimakasih 🙏🤗😍
__ADS_1