TAKDIR CINTA MAYANG

TAKDIR CINTA MAYANG
#TAKDIR CINTA MAYANG# PART 84


__ADS_3

...Sepenggal harapan Setyo untuk Mayang...


...----Rumah sakit M, Kota Malang----...


Malam semakin larut, udara kota Malang terasa dingin menusuk sendi-sendi dan tulang dalam tubuh. Senandung para serangga malam kini mendominasi memecahkan kesunyian malam itu. Suasana malam kali ini semakin menambah galau rasa hatinya. Dalam diam Radhif melangkahkan kakinya menuju tempat di mana Mayang terbaring lemah. Terlintas dalam benaknya wajah cantik Mayang dengan pipi merah merona dan seulas senyum manis serta lesung pipi. Wajah cantik yang selama seminggu ini selalu menemaninya melewati hari-hari penuh makna. Namun kini semua itu sirna dalam hitungan jam. Tinggallah wajah pucat pasi dengan rintihan kesakitan yang nampak dari wajah cantik Mayang. Sangat menyedihkan. Semua ini karena ulahnya, kesalahannya yang tak bisa mengontrol emosi. Terlambat, sungguh terlambat untuk disesalinya kini semua perbuatan tersebut hanya menyisakan luka yang mendalam.


Ketika berjalan menyusuri lorong sepi menuju tempat Mayang, Radhif membayangkan jika saat dirinya kembali ke ruangan tempat Mayang di rawat. Istrinya itu telah sadar dari pengaruh obat bius yang membuatnya terlelap untuk sementara waktu. Sakit yang teramat sangat membuat para medis harus melakukan hal tersebut. Menurut keterangan dari dokter dan suster yang menangani Mayang. Rasa sakit yang dirasakan Mayang membuatnya beberapa kali pingsan karena tak sanggup menahan rasa sakit yang mendera tubuhnya. Sehingga mereka memutuskan untuk memberikannya obat penenang dengan dosis tinggi. Hal itu di lakukan sudah beberapa jam yang lalu. Namun hingga saat ini juga ketika hari sudah semakin larut Mayang belum juga sadar. Bahkan sejam sebelum Mayang akan dibawa ke ruang operasi dirinya belum juga siuman. Melihat hal ini rasa takut dan juga khawatir yang dirasakan Radhif semakin menguasai dirinya.


'Sudah sadarkah Mayang? Apa dia mencariku?,' tanyanya dalam hati.


Dia berfikir keras mencari alasan apa yang akan diberikan kepada Mayang jika nanti wanita yang dicintainya itu menanyakan apa yang telah terjadi pada dirinya. Alasan apa yang harus disampaikannya bila Mayang menanyakan perihal kandungannya? Tak cukup rasanya bila hanya mengucapkan "ikhlaskanlah" kepada sang istrinya itu. Sebab ia tahu benar Mayang sangat menginginkan benih Radhit dalam kandunganya atau calon anaknya itu akan baik-baik saja. Akan tetapi takdir Ilahi berkata lain. Yang terlintas dalam benak Radhif sanggupkan dirinya melihat Mayang terpuruk lagi. Terpuruk dalam trauma yang berkepanjangan karena kehilangan mendiang Radhit dan kini harus kehilangan buah cintanya dengan Radhit.


"Srreeekkkk....!" suara tirai abu-abu yang menjadi penutup di sibakkan oleh Radhif ketika memasuki ruang IGD.


Sejenak Radhif tertegun melihat pemandangan dihadapannya itu. Di sana Mayang terbaring lemah dengan selang infus yang menancap ditangannya serta selang oksigen yang terpasang dihidung. Begitu juga layar monitor yang menunjukkan detak jantung Mayang. Nafas Mayang nampak teratur namun hal itu tak menunjukkan bahwa dirinya sedang dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan tak ada tanda-tanda Mayang akan segera sadar atau siuman.


Radhif mendekati pembaringan, menyentuh jari jemari Mayang. Di dekapnya tangan Mayang yang terkulai lemah dan menciumnya dengan penuh cinta. Tanpa sadar bulir bening mengalir dari sudut mata pria gagah itu. Pria tangguh sepertinya kini hanya bisa menangis meratapi nasib sang istri yang terbujur lemah tak berdaya. Pemandangan dalam ruangan itu bak sihir dahsyat sebab hati Radhif yang awalnya sekuat baja kini hancur bagaikan cermin yang pecah. Hancur berkeping-keping tak bersisa.


"Maafkan aku, sayang. Keegoisanku membuatmu harus menderita. Seharusnya aku yang harus dihukum karena menyebabkanmu seperti ini. Aku tak sanggup melihatmu menanggung semuanya sendiri," ucap Radhif dengan suara yang tertahan.


Air mata membasahi pelupuk matanya. Di genggamnya jari jemari Mayang. Tatapan Matanya tak lepas dari wajah cantik Mayang yang kini berubah pucat pasi dengan bibir terkatup rapat.


"Bangunlah, sayang! Kuatkanlah dirimu! Aku akan selalu menemanimu tak peduli apapun yang terjadi. Bahkan bila aku harus kehilangan pekerjaanku demi dirimu aku rela. Semua itu aku lakukan untuk menebus kesalahanku," ucap Radhif setengah berbisik.


Dikecupnya kening Mayang dan membelai ujung kepala sang istri. Menatap wajah wanita yang sangat dicintainya itu dengan penuh harapan.


"Aku hanya bisa berdoa, semoga Allah akan membangunkanmu dari tidur panjangmu agar kita bisa bersama kembali merengkuh kebahagiaan dalam mahligai cinta yang sudah kita bangun. Aku membutuhkanmu, bangunlah sayang. Jangan biarkan diriku tersiksa dalam perasaan bersalah dan rasa cinta yang kini mulai merenggut akal sehatku karena takut kehilangan dirimu," bisik Radhif.


Radhif terus saja mendekap erat tangan Mayang sambil sesekali mencium punggung tangan milik wanita yang kini telah membuatnya kehabisan kata-kata untuk menyatakan rasa dalam hatinya itu. Dia terus saja berdoa dan memohon Allah memberikannya sebuah kesempatan lagi agar bisa bersama Mayang.


'Aku bersumpah jika terjadi sesuatu padamu aku takkan memaafkan diriku. Aku pun takkan membiarkan Setyo lolos dari tanganku. Aku takkan membiarkan hidupnya tenang setelah apa yang menimpamu,' gumam Radhif penuh amarah dan kebencian. Meskipun dia tahu tak seharusnya berfikir seperti itu. Akan tetapi sisi lain dalam dirinya seolah menolak untuk memaafkan Setyo.


Jauh di sana......

__ADS_1


... 🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...


...Batalyon X, tempat Setyo berdinas...


...****""""****...


"Izin, danru. Apa Anda baik-baik saja? Anda yakin tidak ingin meminum susu ini untuk memulihkan kondisi danru setelah mendonorkan darah?" tanya pratu Dani.


Setyo hanya menggeleng. Dihempaskannya dirinya di atas kasur berukuran satu badan itu sambil menaruh tangannya yang satu pada kepalanya.


"Kembalilah ke rumah sakit. Aku akan baik-baik saja setelah beristirahat!" balas Setyo singkat.


"Apa danru yakin baik-baik saja?" Dani mengulang pertanyaannya karena merasa khawtir terhadap kondisi danru muda itu.


"Iya, aku akan baik-baik saja. Kau kira aku lemah seperti anak SD yang habis nyumbang darah. Ini bukan pertama kalinya aku mendonorkan darahku. Pergilah!" hardik Setyo pada Dani.


"Baik danru. Ini susu dan obat penambah darah yang tadi Danton Heru berikan. Saya taruh di laci meja milik danru. Semoga Danru Setyo lekas pulih kembali," ucapnya kemudian beranjak pergi meninggalkan Setyo seorang diri.


Ternyata Bang Togar yang tempat tidurnya tak jauh darinya melihat gelagat dirinya dan Pratu Dani tadi. Karena rasa penasaran apa yang telah terjadi maka dirinya berjalan mendekat ke arah tempat tidur milik Setyo.


Setyo hanya menatap wajah abang lettengnya itu tanpa bergeming untuk menjawab pertanyaan yang terlontar dari mulut bang Togar. Di pejamkannya kedua mata mencoba untuk mengumpulkan kembali sisa-sisa kekuatan dalam tubuhnya. Dalam hatinya selalu berdoa dan memohon Mayang segera pulih setelah menerima darah miliknya.


'Hamba mohon kepada-Mu. Sembuhkanlah Mayang. Hamba tak ingin terjadi sesuatu padanya, ya, Allah. Hanya kepada-Mu aku berserah diri. Cabutlah nyawaku jika itu bisa membuatya tersadar dari masa kritisnya. Hamba rela menggantikannya untuk menebus semua kesalahan yang telah hamba lakukan,' doa Setyo dalam hati.


Melihat Setyo memejamkan mata akhirnya Togar memutuskan untuk pergi meninggalkan pria itu. Karena tugasnya menanti untuk dikerjakan. Ya, malam itu Togar harus menjaga gudang senjata. Tadinya dia pulang untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan dan tanpa sengaja melihat Dani yang membopong Setyo serta membaringkannya. Hal itu membuatnya sedikit kepo akan apa yang terjadi pada adik lettengnya itu. Namun sepertinya Setyo lebih memilih bungkam ketimbang menceritakan semua kepada Bang Togar.


"Yasudah, kalo kau tak mau bercerita. Beristirahatlah, aku akan kembali ke gudang senjata! Ini ada sebungkus nasi goreng, tadinya aku mau membawanya ke gudang senjata Jamil. Tapi kurasa kau lebih membutuhkannya. Makanlah agar kondisi tubuhmu pulih kembali. Besok sore kau harus menggantikanku menjaga gudang senjata!" seru Togar seraya menaruh sebungkus nasi goreng di meja Setyo sebelum pergi.


Setyo mendengar ucapan Bang Togar, ingin rasanya berterimakasih. Akan tetapi lidahnya kelu dan matanya berat tak bisa terbuka. Kekuatan dalam tubuhnya seperti terkuras habis tak bersisa.


'Dalam hatinya berkata, mungkin setelah beberapa saat beristirahat semuanya akan kembali normal.'


Meski hatinya teriris dan kecewa tak bisa menemui Mayang secara langsung. Akan tetapi Setyo masih bersyukur bahwa dirinya dapat menolong Mayang meski hanya lewat darah yang di donorkannya untuk Mayang.

__ADS_1


'Apa aku sudah gila mencintai wanita yang kini telah menjadi milik orang lain. Tapi sungguh di dalam lubuk hatiku tempat Mayang takkan bisa tergantikan. Sudah terlampau dalam aku mencintainya. Akal sehatku bertolak belakang dengan hati nuraniku. Ya, Allah, apa yang harus aku lakukan. Apa benar yang di katakan oleh pria yang menjadi suami Mayang. Aku harus pergi jauh agar bisa melupakan Mayang dalam kehidupanku. Sampai kapan pun aku tak bisa memilikinya kembali. Hanya Allah saja yang tahu rahasia cinta kami berdua,' gumam Setyo dalam kebungkamannya.


...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...


...Rumah sakit X, Kota Malang...


...****""""*****...


Di saat Setyo mencoba melupakan sejenak apa yang menimpa Mayang agar dirinya bisa beristirahat memulihkan kondisinya yang lemah setelah mendonorkan darah.


Jauh di sana di rumah sakit swasta yang berada di kota Malang. Sebentar lagi Mayang wanita yang membuatnya tak pernah bisa "move on" akan segera melakukan operasi untuk mengangkat usus buntu dan juga keempat embrio yang selama ini di kandungnya. Namun kehamilan tersebut tak dapat lagi di pertahankan karena berasa di luar kandungannya. Operasi ini bertujuan agar embrio yang berada di luar kandungan tersebut tidak mempengaruhi kesehatan rahim sang ibu. Sebab jika tidak di angkat atau bersihkan bisa menyebabkan penyakit dan mengganggu kesehatan "reproduksi" ibu yang mengandung.


Tangan Radhif terus saja menggenggam erat jari jemari Mayang hingga menuju pintu ruang operasi.


"Maaf, Pak Radhif. Anda tidak di perbolehkan masuk. Silahkan Anda menunggu di sini hingga kami selesai melakukan operasi. Doakan semoga operasi ini berjalan dengan sukses agar istri Anda segera pulih kembali," tegas Dokter Vivian pada Radhif.


Dengan tatapan nanar Radhif menatap wajah dokter wanita berusia paruh baya yang menangani Mayang istrinya. Dalam tatapan itu Radhif menaruh berjuta harapan agar operasi Mayang bisa lekas selesai dan berhasil. Dokter Vivian tahu bahwa Radhif sangat menginginkan Mayang bisa segera pulih dan kembali bersama pria yang ada di hadapannya saat ini.


"Bersabarlah. Doakan yang terbaik untuk istri Anda dan tentunya kami para tim medis agar dapat melakukan operasi seoptimal mungkin demi kesembuhan Ibu Mayang," kata Dokter Vivian lagi seraya berjalan meninggalkan Radhif yang masih terpaku menatap hampa ruang operasi.


...🍂🍂🍂🍂🍂🍂...


*Apakah operasi Mayang berjalan sukses?


*Bagaimana keadaan Mayang setelah melakukan operasi?


*Apa reaksi Mayang setelah mengetahui bahwa bayi dalam kandungannya telah di angkat?


*Sanggupkan Radhif menceritakan semua itu?


*Dan apa yang akan terjadi bila Radhif mengetahui darah yang di donorkan itu salah satunya adalah milik Setyo pria yang masih saja mengharapkan Mayang?


Nantikan kisah selanjutnya hanya di "TAKDIR CINTA MAYANG" Part ke 85. Terima kasih 🙏😊

__ADS_1




__ADS_2