
...Terkuaknya identitas sang senior...
...(bagian kedua)...
...------Kost------...
Dering ponsel memecah kesunyian malam itu, sesaat setelah aku selesai melaksanakan sholat maghrib. Suasana di kostku saat itu memang sepi, berhubung malam minggu. Sebagian besar teman-teman kostku menghabiskan waktu bersama gebetannya dan ada pula yang pulang ke daerah asal mereka sekedar melepas kangen dengan keluarga mereka. Dan kali ini aku berdua hanya dengan teman sebelah kamarku Yaniar.
Sepertinya Yaniar juga mempunyai acara sendiri, jadilah hanya aku yang tersisa di kost. Karena jarak yang jauh antara rumahku dan kampus, aku memutuskan untuk kost di daerah sekitar kampus. Alhamdulilah, Ika yang menjadi sahabat sekelasku memberitahuku bahwa kost yang dia tempati ada yang kosong. Setelah melihat lokasi dan tempatnya, akupun setuju untuk pindah ke kost tersebut.
Letaknya tak jauh dari kampus, dan ada warnet serta rental pengetikan di lantai 1 kost kami. Menurutku itu sangatlah strategis, apalagi untuk kami yang notabene mahasiswi, sangatlah terbantu. Kamar kostku berada di lantai 3.
Tempat kost kami juga cukup bersih dan rapih. Meskipun sekamar kami isinya 4 orang tapi kamar yang kami tempati cukuplah luas. Singkat cerita, aku sekarang menjadi anak kost yang berusaha untuk hidup mandiri. Jauh dari orang tua tidaklah mematahkan semangatku untuk meraih cita-citaku. Justru dengan hidup mandiri, aku merasa harus fokus dan konsisten dalam belajar demi gelar sarjana yang ingin aku raih.
HPku kembali berdering, kali ini telepon dari kakak sulungku yang berdinas di sorong, kakakku seorang TNI AD dengan pangkat Letnan Satu, dia adalah seorang yang sangat penyayang, selalu mengutamakan kepentingan keluarga.
Kakakku bernama Gilang Prawira, demi kedua adiknya kakakku rela menunda hidup berkeluarga hingga adik-adiknya benar-benar telah berhasil dan punya pegangan atau pekerjaan. Mungkin karena mas Gilang berusaha menggantikan sosok ayah yang telah wafat dalam keluarga kami. Kuangkat telpon dari mas Gilang, terdengar suara dari seberang sana.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum, dek kamu lagi apa? sudah sholat dan makan? bagaimana kabarmu di sana?" bertubi-tubi pertanyaan yang di lontarkan mas Gilang kepadaku, membuatku bingung harus mulai dari mana tuk menjawabnya.
"Wa'alaikumsalam, mas Gilang ini nanya apa interogasi tahanan ya? kok banyak banget pertanyaannya? aku bingung mau jawab yang mana duluan mas!" balasku sambil tertawa pelan.
Hampir sejam kami saling melepas kangen lewat udara, ngobrol dan bercanda. Mas Gilang memberitahu kabar tentang Ibu dan juga mas Galang kakakku yang tengah, mas Galang sedang mengikuti tes AKPOL yang Insya'allah hasilnya akan di umumkan bulan depan. Hingga akhirnya mas Gilang berpamitan karena sahabatnya mengajaknya untuk keluar mencari makan, setahuku mas Gilang pernah bilang kalo dia memiliki sahabat yang merupakan saudara kembar, dimana suadara dari sahabatnya itu sedang kuliah di Universitas Negeri di kota Surabaya.
Suasanapun kembali sunyi, tinggalah aku sendiri tanpa ada teman yang menemaniku di kost-kostan. Aku putuskan untuk nonton acara tv malam itu sambil tiduran.
Biasanya kalo nonton tv aku akan merasa ngantuk dan tertidur dengan sendirinya.
Beberapa saat kemudian handphoneku kembari berdering, kali ini bukan dering telephone tapi sms yang masuk ke handphoneku. Perlahan aku mengambil handphoneku dan membuka kotak pesan tersebut. Ada sebuah pesan singkat yang isinya menyuruhku untuk menghubungi No yang ada di dalam pesan tersebut.
Di bawah pesan tersebut bertuliskan nama dosenku pak Dwiarno. Jadi inti pesan tadi, aku harus menghubungi no itu untuk mendapatkan tugas dari beliau.
Dan aku sudah bisa menebaknya, no itu adalah no asistennya yang tak lain adalah kak Radhitya. Aku memang belum menyimpan no handphone kak Radhit sejak terakhir dia memberi materi di kelasku.
Dalam benakku terlintas tanda tanya, bukankan kemarin setelah kelas usai kak Radhit sudah memberikan materi untuk kelas kami. Mengapa malam ini pak Dwiarno menyuruhku untuk menghubungi kak Radhit lagi.
__ADS_1
Mataku yang tadinya sudah sayup-sayup ngantuk, akhirnya kembali terang setelah mendapat sms dari dosenku tersebut
Tapi ini kan malam minggu, ngapain aku harus menghubungi kak Radhit, malah ntar kesannya aku ganggu malam minggunya dia. Alhasil aku tak merespon sms dari dosenku dan memutuskan untuk kembali ke posisi awal tadi yaitu menonton acara tv sambil tiduran. Sengaja kali ini aku silent HPku. Namun, tak berselang lama HP-ku kembali bergetar. Penasaran dengan isi sms yang masuk, aku raih kembali HPku.
Kali ini bukan dari pak Dwiarno, melainkan nomor baru yang tidak aku kenal.
Saat kau cek no itu sama dengan nomor yang di kirim oleh pak Dwiarno. Ya ... No itu adalah nomor Hp kak Radhitya. Isi dari pesannya mengharuskan aku untuk mengambil tugas dari pak Dwiarno malam ini juga di kostnya yang tak jauh dari kampus. Setahuku kost itu letaknya tak jauh dari kostku. Karena minggu nanti dia akan berangkat keluar kota atau daerah karena hal penting yang sangat mendadak. Tapi dalam hanya 2 hari dia akan kembali.
***
* Apakah Mayang mengikuti perintah dosennya untuk mengambil tugas di tempat Radhit?
*Kemanakah Radhit akan pergi?
Jawabannya akan ada di part selanjutnya 😊😍
Ikuti terus cerbung ini hingga selesai, bakalan makin seru ceritanya ya teman-teman 🙏😊
__ADS_1