
...--Terkuaknya tabir cinta masa lalu--...
...(bagian ketiga)...
...Sepenggal part sebelumnya,...
"Kau akan tahu siapa wanita yang sudah kau buat seperti layaknya mayat hidup. Beberapa kali dirinya mencoba menghilangkan nyawanya sendiri. Hidupnya suram karena cahaya yang menyinarinya telah kau renggut darinya. Seperti itu pula yang akan aku lakukan kepadamu. Akan aku renggut cahaya kehidupan dan masa depan dari dirimu," ujar wanita yang masih belum jelas identitasnya itu sembari tersenyum sinis.
Mobil yang melaju kencang kini perlahan-lahan mulai berjalan perlahan. Sesekali wanita itu memperhatikan kaca spion. Dia ingin memastikan mobil Toyota hitam dibelakangnya tadi tidak mengikutinya.
"Sepertinya mobil hitam tadi tertinggal sangat jauh. Tak ada lagi yang bisa menyelamatkanmu," ujar wanita sembari tertawa dan menghentikan mobilnya tepat di sebuah rumah yang mirip seperti villa.
Nampak seorang pria tua paruh baya sedang membersihkan taman yang terlihat cukup luas. Pria itu berperawakan tinggi besar. Wajahnya terlihat sangar.
"Bawa dia kedalam, 'Lek' (panggilan untuk paman dalam bahasa jawa). Jangan biarkan dia lepas. Dia harus diberi pelajaran," ujar wanita itu sembari menutup mobil dengan kasar.
..._______***"""***_______...
Pria paruh baya tersebut membawa Mayang ke dalam rumah. Keduanya lalu menyekap Mayang dalam sebuah kamar. Sepertinya kamar tersebut sudah di desain khusus untuk Mayang. Jendela disana telah terpasang tirai besi yang secara logikan takkan mungkin bisa dibobol.
"Ruangan ini terlalu mewah untuk tawanan sepertiku. Bukankah kau ingin aku segera mati?" ucap Mayang tanpa takut sedikit pun.
Tiba-tiba...
"Plak!" suara tamparan terdengar sangat kuat.
__ADS_1
Mayang tersungkur ke lantai dengan posisi menyamping.
"Gadis tak tahu diri. Sudah untung aku tidak menaruhmu di gudang bawah tanah. Sebenarnya aku tak ingin membiarkanmu hidup. Tapi rasanya sayang bila membiarkanmu mati begitu saja. Sepertinya menyiksamu perlahan-lahan akan jauh lebih menarik, bila aku membunuhmu sekarang," seru wanita yang menculik Mayang.
Darah segar mengalir dari sudut bibir Mayang. Dengan wajah pucat Mayang memandang ke arah wanita yang memukulnya tadi sembari berkata,"Aku takkan mati sia-sia. Kau tak pantas mengambil nyawaku. Kalau pun aku harus mati, lebih baik aku mati ditangan orang lain!" balas Mayang dengan penuh keberanian.
"Dasar ... Kau ini ...! Aku akan mewujudkan ucapanmu tadi. Sebentar lagi akan aku bawakan pria-pria hidung belang yang akan membuatmu berfikir seribukali untuk hidup. Setelah melewatkan malam bersama mereka, apa kekasihnmu yang rela berkorban untukmu akan sudi menerimamu kembali. Akan aku buat masa depanmu lebih suram dibandingkan hari-hari saudaraku yang telah kau hancurkan!" ancam wanita tadi dengan bengisnya.
"Kau, jangan coba-coba melakukan itu kepadaku, atau----" belum sempat Mayang menyelesaikan kata-katanya, sebuah pukulan membuatnya jatuh tersungkur untuk kedua kalinya. Untuk beberapa saat dirinya kehilangan kesadaran karena pukulan tersebut mengenai bagian belakang kepalanya.
...--------****""""****--------...
Di sebuah kamar yang sangat luas dan bernuansa pink, terlihat seorang wanita muda duduk di pojok kamar tersebut. Rambutnya panjang dan acak-acakan. Dirinya nampak mendekap sebuah bingkai foto sembari menangis.
"Klik!" suara pintu kamar dibuka dari luar.
Wanita muda itu hanya terdiam sembari memeluk dan mencium bingka foto miliknya tanpa memperdulikan keberadaan wanita tadi yang menculik Mayang.
"Ayo, Dek. Kita balaskan dendammu. Aku akan membantumu membuat gadis murahan itu merasakan penderitaanmu selama ini!" seru wanita tadi dengan begitu ambisiusnya ingin mencelakai Mayang.
"Sebelum menemui gadis itu, aku akan membersihkanmu dan mendandanimu, agar terlihat cantik. Setelah itu kita akan bermain-main dengan gadis murahan tersebut. Kau pasti tak sabar ingin memberinya pelajaran kepada gadis itu, agar dia bisa mengingatnya seumur hidup," ujar wanita tadi kepada saudaranya itu.
Dua puluh menit berlalu, akhirnya wanita tadi usai membersihkan dan mendandani wanita muda saudaranya itu. Kini keduanya berjalan menuju ke arah kamar tempat dimana Mayang di sekap.
Namun, sebelum memasuki kamar tersebut, wanita tadi memanggil seorang wanita paruh baya yang merupakan istri dari pria yang membersihkan halaman rumah wanita jahat tadi.
__ADS_1
'Bulek' (panggilan Bibi/Tante untuk wanita dalam bahasa jawa), bantu aku mengurus gadis yang baru aku bawa tadi. Dandani dia agar aku bisa menjualnya kepada pria-pria hidung belang yang haus akan syurga dunia. Aku ingin masa depan gadis itu hancur," ujar wanita jahat yang menculik Mayang.
"Tapi, Non. Kasian gadis itu, sepertinya dia sedang sakit. Badannya panas dan pucat," balas wanita paruh baya yang dipanggil 'Bulek' olehnya tadi.
"Diam! Jangan ikut campur urusanku. Lihatlah saudaraku ini, dia harus merasakan hal serupa agar bisa terbalaskan dendam keluarga kami untuknya" ucap wanita itu dengan garang.
"Ampun, Non. Tapi 'Bulek' kasian sama gadis itu. Apa 'Bulek' bawakan makan saja dulu sama minum juga obat penurun panas," sela wanita paruh baya tersebut.
"Kalau 'Bulek' berani melakukannya. Aku gak akan segan-segan mengusir 'Bulek' sekeluarga dari villa ini. Aku gak butuh saudara atau orang yang tak bisa mematuhi perintahku," balasnya lagi.
Karena mendengar Mayang masih tak sadarkan diri, wanita itu membawa kembali saudara perempuannya itu kembali ke kamar.
"Tunggulah di kamarmu. Jika sudah siap aku akan membawamu menemui gadis itu sebelum aku menyingkirkannya untuk selamanya," ucap wanita jahat yang menculik Mayang.
...______****""""****_______...
Mobil Toyota putih yang tertinggal tadi ternyata mogok di tengah jalan. Untung saja ada sebuah truk kecil yang lewat dari arah kota Malang ke arah Desa Wirotaman. Truk itu mengangkut hewan untuk di jual di kota. Besok mereka akan ke kota Malang pagi-pagi buta. Pria yang mengemudikan mobil Toyota putih itu pun bermaksud menitipkan pesan kepada pemilik truk tersebut. Dirinya memutuskan untuk tetap berjuang di Desa Wirotaman sendirian demi menyelamatkan Mayang. Dengan bermodalkan kecerdikkannya, pria itu berhasil menitipkan pesan melalui pemilik truk tadi. Jika keesokan harinya mereka kembali ke kota Malang, mereka akan singgah ke polsek atau ke rumah sakit tempat Mayang dirawat sebelumnya untuk meminta bantuan.
'Semoga pesanku bisa sampai kepada pihak berwajib atau orang yang tepat. Dengan begitu bala bantuan akan datang dan Mayang dapat di selamatkan,' ucap pria itu dalam hati.
'Aku harus bergegas sebab hari sudah mulai gelap. Semoga aku bisa nememukan rumah kepala desa di daerah sini. Dan meminta bantuan untuk membantu mencari keberadaan Mayang,' batin pria tersebut.
...-----------Bersambung-------------...
Nantikan kisah selanjutnya dalam "TAKDIR CINTA MAYANG" part 123. Terima kasih banyak Author ucapkan untuk pembaca setia "TCM". Semoga isi goresan pena kali ini tidak mengecewakan pembaca setia kisah Mayang 🙏😊
__ADS_1
Terima kasih sekali lagi sudah membaca cerita "TAKDIR CINTA MAYANG". Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan.
Dukungan berupa komen, like, vote dan tips dari para readers akan selalu author nantikan.