TAKDIR CINTA MAYANG

TAKDIR CINTA MAYANG
TAKDIR CINTA MAYANG PART 109


__ADS_3

...----TAKDIR CINTA MAYANG----...


...PART 109...


...----PERPISAHAN----...


...(bagian ketiga)...


Sepenggal part sebelumnya,


...-------Rumah sakit--------...


'Surat apa ini?' batin Mayang. Matanya terus memandang benda hijau yang terbuat dari kertas tebal, diatasnya bertuliskan nama rumah sakit lain.


'Sepertinya ini berkas rumah sakit, apa ini milikku?' batinnya lagi sembari tangannya mulai membuka map itu.


Namun, betapa terkejutnya Mayang saat membuka lembaran kedua. Disana tertulis jelas pendonor darah yang memberikan darahnya untuk menyelamatkan hidupnya. Nama itu tidak lain adalah nama Setyo Dwi Ardiansyah. Pria yang begitu mencintainya hingga rela melakukan apa saja untuknya. Mayang tak menyangka Setyo melakukan ini semua untuk dirinya. Walau terkadang akal sehatnya mencoba mengingatkan dirinya bahwa mereka lebih pantas sebagai sahabat, akan tetapi sikap konyol Setyo yang membuat hati Mayang menjadi tak menentu.


'Setyo, apa yang kamu lakukan. Seharusnya kamu tidak melakukan ini semua. Aku tak ingin kita terjadi kesalahpahaman antara dirimu dan Radhif. Seharusnya kau tak masuk kembali dalam kehidupanku,' jerit batin Mayang. Tak terasa airmatanya menetes. Tangannya memeluk erat Map hijau itu dalam dekapannya.


'Aku berterimakasih kepada Allah memiliki sahabat sepertimu, aku berharap kau menemukan jodoh yang terbaik dan lebih dari diriku. Semoga kau bisa secepatnya menemukan penggantiku, agar hari-harimu lebih bahagia, Yo,' batin Mayang sembari mengusap air matanya.


...--------------******-------------...


...---Home Stay tempat ibunya Radhif--...

__ADS_1


Derek dan juga montir yang akan memperbaiki mobil sang bunda telah pergi. Itu berarti tugas Radhif kelar. Dengan cepat Radhif menyambar jaket kulit miliknya dan juga kunci mobil miliknya atau lebih tepat milik ayahnya.


"Mam, mobilnya udah aku minta montir buat benerin. Aku harus segera kembali ke rumah sakit, sudah cukup lama Mayang aku tinggalkan," ucap Radhif merasa khawatir karena sudah meninggalkan Mayang sendirian di rumah sakit.


"Eh, mobil Mami kan masih di bengkel, masa kamu mau ninggalin Mami sendirian, mana gak ada yang Mami suruh-suruh kalo ada keperluan. Mami mau beli sesuatu untuk dibawa pulang ke Surabaya, kamu temenin Mami dulu. Masa sih, kamu tega biarin Mami naik taksi, Dhif. Tega banget kamu sama ibu sendiri," ujar Bu Dian merajuk.


Entah mengapa ada perasaan tak enak bila menolak permintaan sang bunda, ditambah lagi kondisi papinya yang kurang fit membuat Radhif harus mengalah dan menemani maminya itu untuk belanja oleh-oleh.


"Tapi Radhif telepon adik asuh aku dulu, biar mereka ke rumah sakit bawain Mayang makanan sekaligus menjaganya di sana. Aku khawtir bila Mayang harus sendirian tanpa ada yang menjaga dan menemaninya," ujar Radhif. Wajahnya nampak dirundung kecemasan.


"Yawudah, kalo gitu kamu telepon teman kamu, minta bantuin jagain Mayang. Mami mau ngasih obat buat papimu, trus siap-siap. Awas ya kamu kalo pergi ninggalin Mami. Mami pecat kamu jadi anak Mami," ucap Bu Dian dengan wajah jutek sembari berlalu meninggalkan Radhif yang sibuk dengan ponselnya.


Tak mengarahkan pandangan ke maminya, Radhif terus saja fokus menghubungi Heru dan Dwi. Radhif berharap keduanya tidak sedang dinas, agar bisa membantu menjaga Mayang. Paling tidak jika mereka sibuk, ada anggotanya yang bisa di minta tolong untuk mengirimkan makanan atau menjaga dan menemani Mayang untuk beberapa saat hingga Radhif kembali ke rumah sakit.


'Assalamualaikum, siap Bang. Ada yang bisa saya bantu?' suara Heru terdengar jelas.


'Aku mohon bantuannya, Her. Tolong kirim seseorang untuk membawakan bubur ayam dan air mineral serta buah-buahan kerumah sakit, sekaligus jagain Mayang untuk sementara waktu. Aku sedang ada keperluan di luar,' ucap Radhif kepada adik asuhnya tersebut.


'Siap, Bang. Akan saya utus anggota saya sesuai perintah Bang Radhif. Jangan khawtir, Bang. Nanti anggota saya yang akan menjaga dan mengurus segala keperluan Mbak Mayang. Abang bisa menyelesaikan urusan Bang Radhif tanpa harus khawatir dengan keadaan Mbak Mayang,' balas Heru dengan bijak.


'Terima kasih, Her. Kamu memang selalu bisa diandalkan,' seru Radhif dengan girang.


'Siap, Bang Radhif. Sama-sama, saya juga senang bisa membantu Bang Radhif,' ucap Heru lagi.


'Ok, Her. Udah dulu ya. Info ke aku kalo anggotamu sudah sampai rumah sakit ya. Sampai jumpa, kawan,' ujar Radhif menyudahi pembicaraan di telepon. Kemudian Radhif memasukan benda pipih tersebut ke saku celananya.

__ADS_1


Kini dirinya menuju ke arah kursi kayu yang berada di teras rumah tersebut. Radhif duduk di kursi kayu yang terlihat unik dan antik tersebut, mencoba menghempaskan segala kepenatannya sambil menyeruput secangkir kopi hitam dan roti bakar buatan maminya, sembari menanti sang bunda yang tengah bersiap-siap.


...-----------******---------...


...-------Rumah Sakit---------...


Tepat pukul sembilan pagi hari, sebentar lagi waktunya dokter untuk 'visit', Mayang sudah mengganti baju rumah sakit dengan baju bisa miliknya yang ada di tas ransel loreng milik suaminya Radhif.


Mayang masih kefikiran tentang Setyo, bagaimana mungkin golongan darahnya sama dengan pria yang sangat mencintainya tersebut.


Belum lagi tersadar dari lamunannya, Mayang kemudian di kejutkan oleh suara salam dan ketukan di pintu kamarnya.


'Suara itu, sepertinya aku kenal,' batin Mayang menerka-nerka apa yang didengarnya barusan.


"Masuk saja, pintunya gak di kunci! teriak Mayang dari dalam.


Alangkah terkejutnya Mayang ketika melihat siapa yang berdiri di depan pintu kamarnya. Ingin rasanya Mayang berlari mendekap erat sosok tersebut, namun apa daya bekas operasi yang masih belum sembuh membuat dirinya hanya bisa terpaku memandang dan menangis melihat pemandangan yang ada di hadapannya.


...-----------Bersambung-------------...


Nantikan kisah selanjutnya dalam "TAKDIR CINTA MAYANG" part 110. Terima kasih banyak Author ucapkan untuk pembaca setia "TCM". Semoga isi goresan pena kali ini tidak mengecewakan pembaca setia kisah Mayang 🙏😊


Terima kasih sekali lagi sudah membaca cerita "TAKDIR CINTA MAYANG". Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan.


Dukungan berupa komen, like, vote dan tips dari para readers akan selalu author nantikan.

__ADS_1


__ADS_2