
...ππTakdir Cinta Mayangππ...
...Part ke-133...
...----Desa Wirotaman, Malang-----...
"Mas Bima? Benarkah kau Mas Bima? Mas Bima yang selama ini pergi meninggalkanku begitu saja tanpa sepatah kata pun? Bahkan Mas Galang pun tak tahu kemana Mas Bima berada?" ucap Mayang lirih. Buliran bening membasahi sudut mata Mayang. Entah perasaan apa yang semestinya kini ia rasakan? Bahagia atau kah sedih karena Mayang bukan lagi dirinya yang dulu.
"Harusnya kita tidak dipertemukan lagi oleh takdir. Apa salahku Mas? Mengapa takdir selalu saja mempermainkan perasaan cintaku?" tangis Mayang semakin menjadi k
Obrolan panjang berakhir. Radhif terlihat gelisah. Hingga tanpa sengaja dirinya mendengar suara tangisan seseorang. Tangisan soerang wanita dari dalam rumah Pak Tugimin.
"Maaf, Pak. Apa Pak Tugimin mendengar suara tangis? Suara itu berasal dari dalam rumah Bapak," seru Radhif sambil mempertajam pendengarannya.
Radhif mulai curiga. Dirinya merasakan ada yang tidak beres. Kecurigaannya semakin kuat ketika Pak Tugimin mulai terlihat gusar dan cemas.
πππ
Pak Tugimin menahan gelisah karena menyembunyikan sesuatu. Pria paruh baya itu benar-benar gelisah. Keringat dingin mulai membasahi tengkuknya, padahal udara di daerah itu mulai menusuk tulang.
Suasana hening sesaat. Pak Tugumin terbatuk-batuk, lalu memegang dada dan kepalanya. Keadaan darurat itu membuat Pak Tugimin mendadak pandai berakting.
"Nak, Radhif! Maaf sebelumnya, karena keadaan saya yang kurang sehat. Sebenarnya selepas magrib ini saya harus pergi ke puskesmas yang letaknya 25 menit perjalanan dari rumah saya. Jika Pak Radhif tidak keberatan saya mohon pertolongan Anda untuk mengantarkan saya ke puskesmas!" seru Pak Tugimin dengan lirih. Wajahnya memelas memohon simpati dan bantuan dari Radhif.
Radhif yang melihat hal tersebut merasa tidak enak hati bula menolak permintaan sang tuan rumah, apalagi pria paruh baya itu hanya hidup berdua dengan isterinya--tanpa anak dan saudara. Akhrinya, Radhif pun mengabulkan permintaan Pak Tugimin untuk mengantarkan dirinya ke puskesmas. Sebenarnya puskesmas sudah tutup, hanya saja ada dokter yang bertugas di sana rumahnya tidak jauh dari puskesmas, sehingga mereka bisa datang kapan saja bila membutuhkan pertolongan medis.
"Baik, Pak. Saya akan mengantarkan bapak ke puskesmas. Tetapi dengan satu syarat!" seru Radhif kepada Pak Tugimin.
Pak Tugimin sedikit was-was mendengar Radhif mengajukan sebuah syarat kepadanya. Tetapi, Pak Tugimin berusaha tetap tenang.
__ADS_1
"Apa Syaratnya? Katakan saja, jika saya bisa akan saya penuhi!" ucap Pak Tugimin.
Radhif menatap ke arah Pak Tugimin. Sorot matanya penuh tanya tanya dan selidik. Seolah ingin mencari tahu apa yang ada di dalam hati sang pemilik rumah.
"Dengan syarat Anda harus membantu saya menemukan isteri saya Mayang!" ujar Radhif. Ucapan itu bagaikan sebuah pisau bermata dua bagi Pak Tugimin. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, kepalang tanggung. Perjalanan sudah hampir di ujung tujuan. Pantang baginya untuk menyerah.
"Baiklah, saya akan mencoba membantu Anda menemukan wanita yang dimaksud. Hanya saja saya membantu sesuai kapasitas saya sebagai ketua adat di Desa Wirotaman ini. Selebihnya saya tidak akan mencampuri urusan Anda!" ucap Pak Tugimin sembari berlalu ke dalam rumah. Ia lalu memanggil nama isterinya dan berpamitan kepadanya. Radhif sempat masuk hingga ke ruang tamu yang terletak di ruang tamu.
"Saya permisi dulu, Bu. Izinkan saya membantu suami Anda dengan membawanya ke puskesmas Desa Wirotaman. Usai mengantarkan Pak Tugimin berobat, saya akan kembali ke sini!" ucap Radhif kepada Bu Tugimin.
Keduanya pun berpamitan dan berlalu meninggalkan kediaman Pak Tugimin menuju ke puskesmas.
πΏπΏπΏ
Mayang yang tadinya memejamkan mata karena kantuk yang meyerang akibat efek obat yang baru saja ditegaknya, mendadak bangun. Suara Radhif tadi terdengar oleh gadis cantik itu. Dirinya hendak berjalan keluar kamar, tetapi tidak ada tenaga untuk bangun dari ranjang tempatnya berbaring.
'Apa aku berhalusinasi? Apa mungkin Kak Radhif datang mencariku ke desa ini? Apa dia masih peduli terhadapku? Ah, sepertinya itu hanya angan-anganku!' gumam Mayang dalam hati.
Kamar itu cukup luas. Ada ornamen-ornamen khas tanah Jawa menghiasi sudut dan dinding kamar tersebut. Membuat nuansa etnik semakin kental di ruangan tersebut.
Mayang mengernyitkan matanya, mencari sosok Dokter Bima--Mas Bima pria yang selama ini menghilang tanpa kabar.
'Kemana Mas Bima pergi? Apa ini hanya hayalanku? Bertemu kembali dengan pria yang pernah mengisi hatiku--cinta pertama dalam hidupku. Aku tahu keinginan ini adalah dosa. Akan tetapi, bila saja waktu dapat diputar kembali, ingin rasanya aku merubah semua jalan hidup ini. Agar tidak ada luka dan rasa sakit karena cinta,' gumam Mayang dalam hati. Bulir bening membasahi ujung matanya. Ada rasa sedih yang menggerogoti hati dan jiwanya. Membuka kembali lembaran usang masa lalu, hanya akan membuat dirinya merasakan lagi pedihnya luka yang masih belum mengering. Ibarat kata pepatah menabur garam di luka, rasanya sangat menyakitkan.
Jujur dirinya bahagia menemukan kembali sosok cinta pertamanya. Tidak pernah Mayang pungkiri, cinta itu begitu dalam dan membekas di hati kecilnya. Yang pertama selalu menjadi hal terindah untuk dikenang. Namun, kini semua sudah berubah. Dan mungkin akan tetap menjadi kenangan terindah yang pernah dilaluinya bersama Mas Bima.
Takdir membuat Mayang harus mengambil keputusan yanh berat dalam hidupnya. Kisah cinta dan angan yang indah terhempas begitu saja bagai butiran debu yang berterbangan ditiup angin. Tidak tersisa sedikit pun. Lenyap tanpa jejak.
Entah sampai kapan takdir terus saja mempermainkan hati Mayang. Terkadang tubuh, hati dan jiwanya lelah menghadapi semua itu. Bahkan malaikat kecil miliknya telah direnggut sebelum mereka sempat menatap wajah sang ibu. Mayang merasa dirinya sungguh tidak berguna, tidak mampu menjaga harta paling berharga yang diberikan kepada dirinya. Bukan hanya cinta tetapi orang yang dicintainya tidak mampu Mayang jaga dengan sepenuh jiwa. Semua pergi meninggalkannya seorang diri. Hanya terisisa rasa pedih dan sakit yang tidak pernah ada habisnya.
__ADS_1
πΏπΏπΏ
Suara Bu Tugimin membuyarkan lamunan Mayang. Wanita paruh baya itu hendak membangunkan Mayang. Ia dan Dokter Bima hendak membantunya untuk naik ke atas mobil yang sudah sejak tadi menunggu mereka di depan rumah.
Dokter Bima sengaja meminta Pak Tugimin agar bersandiwara, menjauhkan Radhif dari kediaman Pak Tugimin, sehingga Dokter Bima bisa membawa Mayang pergi dari Desa Wirotaman kembali ke kota Malang--ke kediaman Dokter Bima.
Flashback on
Sebelum Radhif datang ke Desa Wirotaman, Dokter Bima telah membuat sebuah rencana. Di mana dirinya akan meminta bantuan dokter muda yang berdinas di puskesmas untuk membantunya membawa Mayang kembali ke kota Malang.
Rencana itu dibuat oleh Dokter Bima lebih awal, dia berjaga-jaga jika Radhif datang ke Desa Wirotaman untuk mencari keberadaan Mayang.
"Pak Tugimin tolong dengar baik-baik rencana yang sudah saya sampaikan tadi. Saya ingin Bapak berpura-pura sedang sakit ketika waktu genting terjadi!" ucap Dokter Bima kepada Bapak dan Ibu Tugimin.
"Saya sudah menghubungi dokter setempat agar meminjamkan kendaraan yang mereka punya kepada saya. Dengan begitu saya bisa membawa Mayang kembali ke kota. Saya ucapkan banyak terima kasih atas bantuan Bapak dan Ibu Tugimin. Semua ini saya lakukan semata-mata untuk melindungi Mayang dan menjaganya dari perbuatan jahat orang yang sengaja ingin menyingkirkan Mayang!" jelas Dokter Bima lagi.
Dia khawatir kejadian serupa terulang kembali. Oleh sebab itu, Dokter Bima ingin membawa Mayang bersembunyi untuk sementara waktu.
"Flasback Off.
...-----------Bersambung-------------...
*Apa Pak Tugimin menceritakan semuanya kepada Radhif setelah kejadian tadi?
*Apakah perseteruan akan terjadi antar Radhif dan Dokter Bima?
*Siapa yang akan Mayang pilih diantara keduanya?
Nantikan kisah selanjutnya dalam "TAKDIR CINTA MAYANG" part 133. Terima kasih banyak Author ucapkan untuk pembaca setia "TCM". Semoga isi goresan pena kali ini tidak mengecewakan pembaca setia kisah Mayang ππ
__ADS_1
Terima kasih sekali lagi sudah membaca cerita "TAKDIR CINTA MAYANG". Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan.
Dukungan berupa komen, like, vote dan tips dari para readers akan selalu author nantikan.