
****"""""*****
Rumah sakit X, Surabaya.
"Kriiiinnngggg.....kriiiinnnggg....krrriiinnng!" terdengar ponsel Radhif berbunyi.
Nampak pada layar ponselnya muncul foto dan nama Gilang, buru-buru Radhif mengangkat telepon tersebut.
["Assalamu'alaikum!" Suara Radhif.]
["Wa'alaikumsalam!" Balas suara Gilang dari seberang sana.]
["Dirimu pulang ke Surabaya kok gak pamitan sama aku? Ada apa sebenarnya? Apa Mayang baik-baik saja?" tanya Gilang.]
["Iya baik, hanya saja sedikit kecapek'an," balas Radhif berbohong, berusaha menutupi semuanya dari Gilang sang kakak ipar.]
["Tolong jaga Mayang ya, Dhif. Jangan sampai terjadi apa-apa padanya. Jika terjadi sesuatu kabari aku," ucap Gilang kemudian mematikan panggilan tersebut.]
Sudah hampir delapan jam Mayang tertidur akibat efek obat yang yang di berikan.
Saat akan kembali ke dalam, Radhif teringat bahwa dirinya belum menghubungi Setyo.
Dia berencana mengundang Setyo untuk bertemu langsung dengannya.
Rasa ingin tahu dan penasaran yang menggelitik dirinya akan sosok diri Setyo yang menyebabkan Radhif berbuat seperti ini, bagaimana rupa Setyo sampai saat ini belum di ketahuinya, karena Mayang tak pernah menceritakan semua masa lalunya bersama Setyo kepadanya.
Dengan cepat Radhif membuka kontak yang ada di ponselnya.
Mencari kontak Setyo yang telah di ambilnya tadi dari ponsel Mayang, lebih tepatnya mencurinya dari ponsel sang istri.
"Tuuuuttt....tttuuuut....ttuuuttt!" nada sambung terdengar nyaring.
Setelah mencoba beberapa kali tak ada yang mengangkat.
__ADS_1
Akhirnya Radhif meninggalkan sebuah pesan bagi Setyo, ['Jika kau punya nyali mengajak istri orang untuk bertemu, maka sudah sepatasnya kau mendapat ganjarannya. Temui aku saat kau lepas dinas, datanglah di rumah sakit x, di Kota Surabaya, hanya seorang pengecut yang beraninya main kucing-kucingan.]
Dengan amarah yang meletup-letup Radhif menuliskan pesan itu kepada Setyo.
Berharap dia akan membacanya dan merespon pesannya tersebut.
Ketika memasuki ruang inap, terlihat Mayang telah siuman.
Matanya nampak sayu.
Wajahnya pucat pasi.
"Kau sudah siuman, Dek?" tanya Radhif seraya berjalan menuju tempat tidur.
Tangan terjulur hendak menyentuh dahi gadis itu, akan tetapi secepat kilat Mayang menepisnya.
"Kau masih marah kepadaku?" tanya Radhif lagi.
Mayang tetap terdiam, dia hanya menangis dan memalingkan wajahnya karena tak ingin menatap wajah Radhif.
Hatinya sangat kecewa karena Radhif tidak mempercayainya.
Susah payah dia menata hatinya dan mencoba membuka sedikit celah untuk menerima cinta Radhif, tapi dalam sekejap usahanya menjadi sia-sia belaka karena sikap Radhif yang kasar.
Mayang tahu Radhif cemburu terhadap Setyo dan menuduhnya mengkhianati cinta Radhif dengan menemui Setyo pria yang mencintainya semasa kuliah dulu.
"Maafkan aku, Dek!"
"Aku berjanji takkan mengulangi kesalahan yang sama," ucap Radhif.
"Aku khilaf karena rasa cintaku yang besar membuatku cemburu bila seseorang mendekatimu."
"Percayalah kepadaku semua ini aku lakukan karena aku benar-benar menginginkanmu," ucap Radhif berusaha memberi pengertian kepada Mayang.
__ADS_1
"Pukullah aku, caci makilah aku tapi jangan mengabaikanku seperti ini!"
"Pernahkah terbersit dalam hatimu rasa cinta dan rindu untukku walaupun hanya sedikit saja?" tutur Radhif sambil mencium tangan Mayang.
Kali ini Mayang hanya diam, membiarkan Radhif meluapkan semua isi hatinya.
Dan mencium tangannya.
Airmatanya kian deras mengalir membasahi bantal.
Ternyata selama ini pemikiran Mayang salah, Kak Radhif benar-benar tulus mencintainya.
Bukan karena dia sedang mengandung anak dari mendiang adiknya tetapi benar-benar karena perasaan cinta yang dalam untuknya.
Lambat laun tangisnya mereda, nampak Mayang sudah mulai melunak hatinya.
Merasa bahagia mengetahui rasa cemburu itu adalah permulaan dari rasa cinta yang dalam untuknya.
Mulai detik itu pula Mayang berjanji, akan berusaha menerima Kak Radhif dalam hidupnya.
Meskipun Mayang tahu bahwa sosok Radhit takkan pernah tergantikan oleh siapapun, walau itu Radhif sekalipun.
Namun Mayang tahu bahwa jiwa Radhit di sana pasti bahagia melihat kebaikan dan ketulusan Radhif saudaranya yang menerima Mayang dan janin dalam kandungannya.
Yang kini dengan ikhlas menjaga dan melindungi Mayang, wanita yang sangat dicintai Radhit.
🍁🍁🍁🍁🍁
*Bagaimana reaksi Setyo saat menerima pesan dari Radhif? Apakah Setyo merespon pesan tersebut?
*Apa yang terjadi setelah pertemuan itu?
Nantikan kisah selanjutnya hanya ada di "TAKDIR CINTA MAYANGA" Part 61. Terimakasih 🙏😊😍
__ADS_1