TAKDIR CINTA MAYANG

TAKDIR CINTA MAYANG
TAKDIR CINTA MAYANG PART 124


__ADS_3

...--Terkuaknya tabir cinta masa lalu--...


...(bagian kelima)...


...Sepenggal part sebelumnya...


"Jangan belain dia 'Bulek', apa 'Bulek' tidak kasihan melihat Nayla yang kini berubah menjadi mayat hidup? Semua itu karena ulah gadis yang ada di kamar itu. Dia telah merampas kebahagiaan Nayla, makanya sekarang adikku itu jadi seperti sekarang ini!" tegas wanita yang berdiri di depannya itu dengan geram.


"Maaf, Non. 'Bulek', hanya kasihan melihat gadis itu. 'Bulek' juga gak mau, Kamu di penjara karena membunuh gadis itu. Difikir baik-baik dulu, 'Ndok'!" seru wanita paruh baya itu.


"Kalau 'Bulek' terlampau baik kepada gadis itu, mulai besok aku cari orang lain untuk mengurusnya. Sudah sepantasnya dia mendapatkan pembalasan atas perbuatannya," ujar wanita muda itu lagi dengan wajah penuh kemarahan.


"Baik, Non. Bulek ngerti. Maafkan ya, Bulek hanya kasihan sama gadis itu. Bulek janji akan bersikap sewajarnya, Non,!" Bulek Sri pun tertunduk di hadapan wanita muda itu.


"Yasudah, Bulek istirahat di kamar tadi sambil menjaga gadis yang bernama Mayang itu. Jangan sampai dia melarikan diri. Aku mau tidur dulu di kamarku. Nanti Nayla biar aku kasih obat sebelum tidur," ucap wanita muda itu sembari berlalu dan memapah gadis yang bernama Nayla ke kamarnya.


...-----------****""""****----------...


Di sebuah rumah sederhana, terbaring sosok pria yang tadi mengendarai mobil Toyota putih. Tubuhnya terbaring di atas dipan bambu yang di alasi oleh kasur tipis. Menerawang dalam angan-angannya beberTugimin.un silam. Di saat dirinya masih duduk di bangku sekolah lanjutan tingkat atas.


Flashback


Hari-hari begitu indah tanpa beban. Mempunyai seorang sahabat yang begitu baik bak saudara sedarah. Dan di saat itu pula dirinya pernah merasakan cinta yang teramat dalam kepada seseorang. Namun, takdir kemudian memisahkan dan merenggut semua kebahagiaan itu. Dan kini takdir dengan mudahnya mempertemukan cinta di masa lalunya tersebut.


...________***""""***________...


Udara malam itu sangat dingin, karena lelah pria yang mengemudikan Toyota putih itu terbaring di atas dipan bambu yang beralaskan kasur tipis. Tangannya terlipat menjadi tumpuan bagi kepalanya. Mata terpejam, mencoba menghayati suasana malam di pedesaan tersebut.

__ADS_1


Fikirannya merawang jauh ke mas mudanya. Kala itu dirinya masih duduk di bangku kelas tiga sekolah lanjutan tingkat atas (SMA). Pria tampan yang bernama Bimantara ini ternyata mempunyai sahabat karib yang bernama Gilang Aryo Wiguna. Gilang merupakan anak tertua dari tiga bersaudara. Saudaranya yang kedua bernama Galih Arya Wiguna sedangkan adiknya bernama Mayang Trihapsari. Tak disangka, karena kedekatan Bima dengan saudara prianya, akhirnya membuat Bima menjadi nyaman saat berada di dekat Mayang. Adik kecil Gilang itu selalu mengisi hari-hariku dengan candaan dan keceriaannya. Membuat Bima melupakan pahitnya hidup, sebab Bima berasal dari keluarga "Broken home". Mama dan papanya berpisah. Meskipun begitu papanya selalu mencukupi segala kebutuhan Bima dan Mamanya. Akan tetapi perebutan hak asuh membuat mamanya dan Bima harus pergi meninggalkan Indonesia. Mama dari Bima merupakan seorang dokter kulit yang berkewarganegaraan Singapura, sedangkan papanya merupakan warga Indonesia dan masih memiliki darah biru atau keturunan ningrat.


Cinta mulai bersemi di hati Mayang dan Bima. Akan tetapi saat itu usia Mayang masih sangat belia. Bima khawatir kedekatan mereka akan mengganggu konsentrasi Mayang dalam belajar. Akhrinya keputusan mamanya untuk pindah ke Singapura di setujui oleh Bima. Dengan berat hati dirinya harus meninggalkan rumah mereka dan pergi dari Indonesia.


Tanpa ada perpisahan atau ucapan selamat tinggal, Bima dan mamanya pergi begitu saja. Membuat Gilang dan Mayang mencari keberadaan Bima dan mamanya bagaikan mencari jarum dalam jerami. Hingga kini mereka dipertemukan kembali oleh takdir.


Flasback off


Tak terasa angan-angan membawanya jauh ke masa lampau. Dokter Bima terhenyak dari lamunannya ketika seseorang mengucapkan salam.


"Assalamualaikum!" ucap seseorang dari luar gubuk milik warga yang menjadi tempat peristirahatan Dokter Bima malam itu.


"Waalaikumsalam!" balas Dokter Bima terbangun. Dengan cepat dirinya turun dari dipan yang berada di dekat ruang tamu dan membukakan pintu.


Bersamaan dengan Dokter Bima muncul pula seoarang wanita paruh baya dari arah belakang. Istri dari pemilik rumah tersebut, dia bernama Kardiman. Lebih dahulu membuka pintu rumahnya.


Nampak disana pria yang memberikan tumpangan kepada Dokter Bima. Pria desa yang memberikannya tumpangan itu esok pagi akan pergi menuju ke arah kota Malang untuk mengantarkan ternak yang sudah di beli oleh seseorang di Kota Malang.


["Loh Pak. Bapak sama siapa?" ucap sang istri kepada Pak Kardiman.]


"Karo Pak Kades. Maeng iki ketemu nang masjid. Untung Pak Kades Sudiro ora sibuk, makane isoke merene. Arep nemoni Dokter Bima," balas suami dari wanita tersebut.


["Sama Pak Kades. Tadi ketemu di masjid. Untung Pak Kades Sudiro tidak sibuk, jadi bisa kesini menemui Dokter Bima," balas suami dari wanita tersebut.]


Akhirnya pasangan suami istri tersebut mempersilahkan Pak Kades Sudiro masuk dan menemui Dokter Bima yang memang membutuhkan pertolongan untuk menemukan Mayang.


Bu Tugimin pun memanggil Dokter Bima yang berada di ruang tengah untuk menemui Pak Kades Sudiro yang menunggunya di ruang tamu. Dengan cepat sang dokter tampan itu menemui tamu yang sangat diharapkannya. Lokasi tempat dirinya berada sangatlah luas dan juga masih sangat asing untuknya. Oleh karena itu, Dokter Bima berharap dengan adanya bantuan dari Pak Kades Sudiro sebagai kepala desa di daerah Wirotaman, dirinya bisa menemukan Mayang yang sedang di culik dan di sandera oleh wanita yang sudah menyamar sebagai perawat di rumah sakit tempatnya bertugas.

__ADS_1


Setibanya Dokter Bima, Pak Tugimin mempersilahkan Dokter Bima duduk di sebelahnya. Beliau memperkenalkan Pak Kades Sudiro kepada Dokter Bima.


"Monggo, Nak. Silahkankan perkenalkan diri dan juga alasanmu mengapa bisa sampai di daerah Wirotaman ini kepada Pak Kades Sudiro. Semoga beliau, saya dan warga Wirotaman sini bisa membantumu," ucap Pak Tugimin disela-sela perbincangan.


Dokter Bima pun menarik nafas dalam-dalam sebelum memulai pembicaraan.


"Assalamualaikum, Pak. Maaf sebelumnya. Perkenalkan nama saya Bima. Saya berasal dari kota Malang. Saya adalah seorang dokter. Saya tersesat ke daerah Wirotaman ini karena mengejar seseorang yang menggunakan mobil Nissan hitam dengan nomor polisi ******. Sekirannya Pak Kades tidak keberatan, saya mohon bantuannya, agar bisa menemukan tempat tinggal pelaku yang telah menculik pasien saya," jelas Dokter Bima.


Tak berapa lama setelah Dokter Bima menjelaskan permasalahannya kepada Pak Kades Sudiro. Bu Tugimin muncul dari belakang dengan membawa nampan yang terlihat penuh dengan hidangan. Beliau membawa beberapa cangkir teh dan juga sepiring singkong rebus.


"Monggo silahkan, dicicipi Pak Kades Sudiro dan Pak Dokter Bima. Suami saya biasanya jam segini ngopi sambil makan singkong rebus. Maklum di sini dingin kalo malam, jadi makanan kampung seperti ini adalah camilan kami di saat malam!" seru Bu Tugimin menjelaskan.


"Terima kasih, Bu. Ini sudah alhamdulillah, bisa bikin nyenyak tidur malam ini," ujar Pak Kades sudiro sembari mengambil sepotong ubi dan juga segelas kopi hitam yang masih panas.


"Terima kasih, Bu. Saya di terima di sini saja sudah alhamdulillah, apalagi di beri santapan yang lezat dan sehat seperti ini. Tapi mohon maaf, saya minumnya air putih saja gak apa-apa, Bu. Saya tidak bisa minum kopi hitam. Sebab saya ada riwayat asam lambung," ucap Dokter Bima.


"Baik, Den. Akan saya ambilkan air hangatnya. Silahkan dimakan ubinya mumpung masih hangat, biar bisa nyenyak tidurnya seperti kata Pak Kades Sudiro," ujar Bu Tugimin sambil tersenyum.


Pak Kades Sudiro, Dokter Bima dan Pak Tugini pun tertawa mendengar ucapan Bu Tugimin.


...-----------Bersambung-------------...


*Apakah Pak Kades Sudiro bersedia membantu Dokter Bima menemukan Mayang?


*Bagaimana kondisi Mayang? Apakah kesehatannya membaik atau semakin memburuk?


Nantikan kisah selanjutnya dalam "TAKDIR CINTA MAYANG" part 125. Terima kasih banyak Author ucapkan untuk pembaca setia "TCM". Semoga isi goresan pena kali ini tidak mengecewakan pembaca setia kisah Mayang 🙏😊

__ADS_1


Terima kasih sekali lagi sudah membaca cerita "TAKDIR CINTA MAYANG". Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan.


Dukungan berupa komen, like, vote dan tips dari para readers akan selalu author nantikan.


__ADS_2