TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT

TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT
BAB 103. JANGAN BERPISAH DULU


__ADS_3

Setelah semua selesai, aku dan pak Kus langsung menuju ke luar kota lagi. Kami ke hotel hanya untuk mengambil tas dan apa yang diperlukan Novi saja.


Novi akan aku kasih tau perihal pak kus yang akan bersama kita ke lembah mayit.


Tapi dengan adanya pak Kus kami bisa lebih paham dengan yang mengerikan disana.


“Pak Kus, rencana pak Kus nanti apa sesampai disana”


“Pertama kita harus menjaga diri, jangan berpencar lebih dari dua langkah, harus bersama sama terus, karena kita tidak tau apabila tiba-tiba kita pindah ke dimensi lain”


“Kedua, kalian harus berani, siapapun yang ada di depan kalian, apabila itu belum mencapai dimensi kesekian, lebih baik bunuh saja, jangan tertipu itu teman atau apanya kalian”


“Bagaimana kita tau kalau kita akan sampai pada dimensi akhir pak?”


“Nanti kita akan tau, kita akan ada di tempat yang berbeda dengan keadaan di alam atau dimensi yang penuh dengan mahluk jahat”


“Bagaimana dengan pakde Djati pak kus?”


“Hmm Djati, siluman monyet yang istrinya banyak…. Mas Wildan tau monyet kan mas, betinanya monyet kan banyak!”


“Itulah Djati, dia siluman monyet.. Nanti kita bunuh juga siluman itu” guman pak Kusno sambil menyetir mobil


Aku kira aku paham dengan yang dikatakan pak Kus, ketika aku bersama Novi dimensi akhir adakah ketika aku bertemu dengan  pakde Jati, ternyata dia sama saja dengan yang lainnya.


Dua jam dengan kecepatan yang lumayan bikin jantung berdebar, akhirnya kami sampai di rumah sakit


Novi ternyata masih ada di depan ruang UGD. keadaan saat ini sudah pagi, matahari sudah muncul dan keadaan rumah sakit mulai didatangi orang yang akan menjenguk atau berobat.


Aku dan pak Kusno setengah berlari menghampiri Novi.


“Gimana keadaan Ivon?”


“Masih di UGD mas, nunggu kamar yang tersedia… lho pak Kusno kok masih ada disini?” tanya Novi


“Eh gini Nov, aku ceritakan dulu apa dan kenapa pak Kusno tidak pulang”


Novi mendengarkan ceritaku dengan serius, Novi kaget ketika di hotel itu ada Gilank yang berupa demit dan menunggu di pintu lift untuk mencelakai aku dan Novi.


“Jadi pak Kusno akan mencari teman pak Kusno yang masih tertinggal disana?”


“Iya mbak, dan kita harus berani ketika ada disana, atau kita akan mendapatkan kutukan terus menerus sepanjang sisa hidup kita mbak”

__ADS_1


“Novi ini tas ranselmu, aku mau ke kamar mandi dulu, sekalian mandi. Eh pak Kusno tunggui Novi ya pak, sekalian bicarakan juga rencana apa saja ketika kita nanti ada disana”


Aku sebetulnya dari tadi itu kebelet ngising (boker) tapi tadi gara-gara pak Kusno bilang ada banyak mahluk halus di hotel, dan ada penampakan gilank, aku jadinya ketakutan sendiri ketika disana.


Ah kebetulan kamar mandi rumah sakit letaknya mudah dicari meskipun agak terpencil, diujung rumah sakit.


Tanda Toilet ada di depanku, dan aduuh keadaanya saat ini sangat sepi, ya mungkin belum ada orang yang ingin buang air besar pagi ini hahaha


Aku buka pintu toilet untuk laki-laki…


Sepi….


Di dalam ternyata ada satu buah wastafel, kemudian ada tempat buang air kecil tiga biji, dan ada bilik closet dua buah saja. Dan entah kebetulan, bilik yang sebelah kanan dalam keadaan tertutup pintunya.


Sebenarnya aku agak takut, tapi yang ada di perutku ini sudah tidak bisa ditahan lagi. Jadi terpaksa aku masuk ke dalam bilik yang sebelah kiri.


Ketika aku buka pintu bilik closet itu ternyata lampu yang ada di dalam bilik ini dalam keadaan mati!


“Sialan… apa yang harus aku lakukan ini… aduuh gak kuat!”


Tapi untung ada kisi-kisi kecil di atas yang tembus keluar, sehingga keadaan tidak terlalu gelap, aku nekat masuk dan kutunaikan kewajiban pagi.


Byuuur….byuuur….


Malu rek, tadi suara kentutku keras sekali.


Tapi kira-kita dua menit aku tunggu, pintu bilik sebelah belum juga terbuka, yang artinya orang itu masih ada di dalam sana.


Apa aku yang tidak dengar kalau dia sudah keluar dari dalam kamar mandi?


“Hehehe….”


Janchok ada suara orang yang sedang tertawa, suara tertawa itu berasal dari bilik sebelah… tapi kenapa suara tertawa itu rasanya aku pernah dengar, suara itu sangat familiar sekali.


Eh suara itu mirip dengan suara tertawanya si Gilank!


Ini pagi hari, gak mungkin ada demit yang mengganggu aku pagi hari kayak gini… demit adanya malam hari saja.


Aku harus keluar dari kamar mandi ini!


Aku tidak peduli sudah aku siram atau belum kotoran yang ada di dalam closet, atau apakah aku sudah cawik atau belum pokoknya aku harus keluar dari sini secepat mungkin.

__ADS_1


Kubuka pintu bilik closet, toilet ini masih sepi, dan bilik sebelah masih dalam keadaan tertutup pintunya.


*****


Untung aku bisa sampai di ruangan UGD dengan selamat, dan untunya keadaan rumah sakit pagi ini sedang ramai, jadi ketika aku keluar dari toilet ada  beberapa orang yang berseliweran.


Aku ceritakan apa yang terjadi di toilet kepada pak Kus dan Novi.


“Jadi mas Wil ini belum sempat cebok?”


“Eh iya Nov, dari pada aku mati disana Nov”


“Nggilani mas Wil… sana cari toilet yang rame saja, cebok dulu sana mas”


“Ayo saya antar mas, dari pada nanti ada arwah temanmu yang mengganggu lagi”


*****


“Jadi begini mas Wil.. tadi Novi juga udah cerita ke pak Kus tentang keadaan Ivon”


“Masalah adalah Ivon sampai detik ini belum dapat kamar untuk rawat inap, kalaupun dapat, ini bisa hingga dua tiga hari Ivon harus ada di rumah sakit ini hingga keadaanya benar-benar sehat”


“Padahal kita harus pergi ke lembah mayit lagi kan mas dan pak Kusno”


“Dan karena disini Ivon sudah tidak memiliki keluarga lagi, jadi harus ada orang yang menjaga Ivon selama disini. Jadi kesimpulanya Novi tetap ada disini dan mas Wil bersama pak Kus kembali ke lembah Mayit”


“Atau kita menunggu hingga Ivon benar-benar siap untuk kita ajak ke sana”


“Bagaimana mas WIl, tadi Ivon tanya ke pak Kus untuk menunggu dua hingga tiga hari kata pak Kus tidak masalah, hanya saja nanti pasti akan ada saja yang aja yang akan datang kesini” kata Novi


“Yang akan datang itu adalah yang menginginkan teman kalian ini mati, karena seluruh keluarganya sudah tidak ada, dan hanya menyisakan teman kalian ini yang masih hidup”


“Jadi pak Kus, kita akan kedatangan sesuatu yang akan membunuh Ivon?”


“Bisa jadi iya dan tidak mas, pokoknya gini, yang pernah hilang disana itu harusnya mati, tetapi karena masih hidup maka kita akan terus diburu, baik itu keluarga kita atau orang yang dekat dengan kita”


“Perburuan itu akan berakhir apabila kita juga habisi yang ada disana, dan temukan sisa teman kita yang pernah bersama kita disana"


“Kalau menurut pak Kus gimana pak?”


“Kita tunggu disini saja, jangan sampai terpisah satu sama lain, keadaan seperti ini sangat bahaya, buktinya tadi masnya sempat ditakuti suara temannya waktu di kamar mandi kan”

__ADS_1


“Apa ini artinya demit yang ada di hotel itu sudah sampai disini pak Kus?”


“Bisa saja mas… bisa jadi dia sudah ada disini, dan menunggu kesempatan untuk membunuh kalian”


__ADS_2