
“Apa yang ada di dalam itu berbeda dengan sebelumnya anak-anak, dan saya harap kalian pada dimensi ini selalu waspada, karena yang datang disini berbeda dengan sebelumnya”
“Ikuti saya dari belakang, kita akan masuk ke dalam rumah ini” kata pak Kusno
Pak Kusno berjalan di depan kami, dengan sangat perlahan dia berjalan dengan santai di depan kami melewati taman rumah yang indah.
Kemudian dia menuju ke pintu rumah, tapi tidak langsung membukanya. Pak Kus malah mengetuk pintu rumah ini.
“Permisi, bapak…ibu, saya mau minta makan, saya kelaparan” begitu yang dikatakan pak Kusno berulang ulang sambil tetap mengetuk pintu rumah
Beberapa kali pak Kusno mengetuk pintu rumah, tetapi tidak ada jawaban, hingga ketukan dan sapaan yang kesekian kali tiba-tiba aku mendengar suara yang mengerikan.
“Siapa di luar” jawab suara perempuan yang terdengar kering serak dan pelan
Pak Kusno melihat ke arah kami dengan tatapan mata tegang, aku tau saat ini pasti kami akan bertemu dengan suami istri Sokran
“Saya dari desa bu, saya tersesat dan kelaparan, tolong saya” jawab pak Kus beberapa kali
Tidak ada suara apa-apa selain suara dari nafasku yang makin memburu karena penasaran dengan apa yang menjawab omongan pak Kusno.
Lama sekali pak Kusno hanya berdiri sekitar dua meter dari pintu, pak Kusno memundurkan tubuhnya ketika kami mendengar jawaban dari dalam rumah.
Tidak ada suara apapun dari dalam, tidak ada juga suara langkah kaki, hanya kemudian aku mendengar suara sesuatu yang diseret di lantai.
__ADS_1
“Siap-siap anak-anak… jangan takut dan jangan lari, harus kita lawan dari rumah ini dulu” bisik pak Kus
“Apa pak.. Nanti ke rumah lainya?”
“Sudah jangan banyak bicara mas, ikuti saya saja dulu!”
Sebentar kemudian aku mendengar suara seperti suara kayu yang sedang diangkat, sepertinya itu suara dari slot kayu besar yang dulu pernah aku gunakan untuk mengunci pintu rumah ini.
“Silahkan masuuuuk” pintu terbuka, bau busuk bangkai keluar dari dalam rumah..kami mundur beberapa langkah untuk menghindari bau busuk yang tiba-tiba keluar dari dalam seperti disemprotkan ke arah kami.
Bagian dalam rumah ini sangat gelap, dan tidak ada yang keluar dari dalam selain aroma busuk yang tiba-tiba menyembur begitu saja dari dalam rumah.
Kami menunggu hingga ada yang keluar dari dalam rumah yang gelap ini, tetapi tidak ada yang keluar sama sekali..
“Kita tidak masuk pak?” bisik Ivon
Aku nggak tau apa yang sedang ditunggu pak Kus, karena hingga saat ini tidak ada yang keluar dari dalam kecuali bau yang sangat busuk itu.
Mungkin ada sekitar dua tiga menit berlalu, dan tidak ada yang keluar dari dalam rumah… aku nggak sabaran dengan keadaan seperti ini.
“Jangan bergerak sama sekali, sebentar lagi dia kan keluar!” bisik pak Kus tanpa memalingkan kepalanya dari pandangan ke arah pintu rumah yang sangat gelap bagian dalamnya.
Ternyata apa yang dikatakan pak Kus benar, dari dalam perlahan lahan ada sesuatu yang bergerak di lantai, bergerak di lantai, menuju ke arah luar…
__ADS_1
Perlahan namun pasti sesuatu itu menuju ke arah luar dan akhirnya sinar bulan yang saat ini lumayan terang menyinari apa yang ada di depanku!
Kami mundur beberapa langkah lagi, hingga di tengah taman rumah.
“Astaga!” kata Novi dan Ivon sambil berpelukan
Di depanku di lantai ada seorang perempuan, dengan wajah yang masih utuh namun anehnya wajahnya nggak normal, karena wajah itu miring ke kiri, bukan kepalanya yang miring, tetapi wajahnya miring ke kiri.
Sulit untuk menjelaskan, karena kepalanya tegak normal ada di leher yang penuh darah, hanya saja wajah yang berupa hidung dan lubang matanya miring ke kiri, nggak pas dengan bentuk kepalanya.
Wajahnya bersih hanya ada sedikit darah saja, tetapi di sekitar kepala dan lehernya penuh darah.. Dia mengesot dan mendongakan kepalanya ke arah kami.
“Silahkan masuuuuk….” suara parau kering dan serak itu keluar dari mulutnya, tapi mulutnya tidak bergerak sama sekali.
Astaga, aku baru bisa menebak, perempuan mengerikan ini menggunakan topeng.
Jadi wajah aslinya ada di balik topeng, tapi topeng itu berasal dari wajah orang mati yang sudah dikuliti hingga lepas dari kepala orang, dan sekarang topeng kulit manusia itu dipakai oleh perempuan mengerikan itu.
Sayangnya topeng wajah manusia itu mirin ke kiri…
“Ayo masuuuuk.. Saya sudah sediakan makanan untuk kalian heg heg heg” suara itu sangat mengerikan, seperti suara yang bukan berasal dari makhluk yang masih bernyawa.. Suara yang kering, serak, parau, pokoknya nggak bisa dijelaskan dengan akal sehat
Pak Kus tidak bergerak dari posisinya, dia bahkan juga tidak menyerang sesuatu yang sangat mengerikan itu, pak Kus hanya memandang dengan penuh waspada.
__ADS_1
Karena tidak ada reaksi dari pak Kus sosok yang ngesot di depan pintu rumah itu berjalan maju lagi dengan cara ngesok, berusaha mendekati kami yang sama sekali tidak ingin masuk ke dalam rumahnya.
Setelah seluruh tubuhnya terkena cahaya bulan, aku baru bisa melihat kenapa dia berjalan ngesot seperti itu. Ternyata dari pangkal paha sudah putus kakinya, darah membekas dari pintu hingga ke taman ketika dia mengesot menuju ke arah kami.