
“Kalau boleh tau pak, bapak bertemu dengan siapa, dan apakah bapak tau dimana alamatnya?”
“Waduh saya lupa rumahnya dimana, tetapi saya tau ancer-ancernya.”.
“Eh namanya pak Sutedjo mas”
Aku diam sesaat, aku dan Novi saling pandang, karena yang disebut oleh supir taksi ini adalah bisa jadi pak Tejo yang kami temui di desa itu.
“Lho pak Tejo yang driver truk itu pak?”
“Iya mas, kok masnya tau?”
“Gini pak, sebenarnya saya dan mbak ini juga termasuk korban yang hilang, tetapi kami berdua berhasil pergi dari rumah lembah itu”
Driver taksi itu meminggirkan taksinya kemudian menoleh ke arah belakang, sambil melihat ke arah aku dan Novi.
Dia hanya melihat kepadaku dan Novi tanpa bicara sepatah katapun.
“Kalian harus kembali ke sana, dan jemput teman kalian yang masih ada disana!”
“Sebelum kalian menemukan teman kalian yang tertinggal, orang- orang yang dekat kalian akan mati satu persatu…”
“Maaf bapak ini siapa dan apakah kenal dengan pak Tejo?”
“Ya… eh saya, saya sebenarnya juga yang sempat selamat dari sana” jawabnya dengan suara pelan
“Saya waktu itu yang berhasil selamat bersama Tejo mas, saya dan Tejo berhasil keluar dari sana, tetapi apakah kalian ini bertemu dengan Tejo?”
“Mas Wil ceritakan ke bapak ini saja mas, apa yang terjadi dengan kita dan bagaimana kita bertemu dengan pak Tejo”
“Ya sudah.. Eh pak sambil jalan saja ya pak, biar argonya jalan juga, saya sekalian cerita apa yang menimpa saya dan teman-teman disana”
Mobil kembali dijalankan aku ceritakan apa yang terjadi dengan kami, dan bagaimana bisa aku dan Novi bertemu dengan pak Tejo ketika di desa itu pada malam harinya.
“Yah itu pengalaman kami pak, bagaimana menurut bapak?”
“Yang kalian temui disana itu semuanya adalah jadi-jadian, Djati atau siapapun disana itu bukan manusia, mereka berusaha membunuh kalian dengan cara kalian bunuh diri, karena beda rasa arwah dan darah orang yang bunuh diri dengan mati dibunuh”
“Tapi kok pak Tejo tidak cerita tentang bapak ya, eh nama bapak siapa?”
__ADS_1
“Nama saya Kusno… panggil sapa pak Kus…”
“Iya memang saya dan Tejo sepakat setelah semua selesai, kami pergi menjauh dan tidak saling kenal. Tujuannya agar tidak ada korban lagi yang akan mati”
“Saya orang yang hilang duluan disana, saya tersesat ketika saya sedang mencari ilmu kanuragan disana, ketika saya sedang mencari jalan keluar dari sana, saya ketemu dengan Tejo yang juga sedang kebingungan”
“Ketika itu saya bersama dua orang pencari ilmu kesaktian masuk ke lembah itu… disana kami di cerai berai, hingga tinggal saya saja yang bisa keluar dari sana”
“Ketika saya sedang mencari jalan keluar dari sana, saya bertemu dengan Tejo”
“Saya dan Tejo berhasil keluar dari sana, Tejo pun sepakat untuk tidak berhubungan dengan saya lagi, kami sepakat tidak akan bertemu lagi, yah cuma sebagai jaga-jaga saja”
“Tapi ketika saya sampai di desa saya, kedua teman saya belum balik, dan akibat dari saya sampai di desa saya, keluarga dekat dan jauh saya meninggal satu persatu… bude, palek, dan kakak saya meninggal”
“Meninggalnya keluarga saya berselang satu minggu satu minggu saja”
“Saya pikir apakan ini ada hubunganya dengan teman saya yang belum pulang itu”
“Kemudian saya putuskan untuk kembali ke sana untuk mencari teman saya…. Itu hanya keputusan saya sendiri, dan hanya perkiraan bahwa saya harus menemukan kedua teman saya yang ada disana”
“Berbekal ilmu yang saya miliki, disana saya saya bunuh semua yang saya temui…eh kalian disana bukankah selalu masuk ke beberapa dimensi, benar tidak?” tanya pak Kus sambil memegang kemudi
“Di beberapa dimensi itu tiap saya bertemu dengan mahluk siapapun itu saya bunuh saja, pokoknya tiap bertemu dengan sesuatu selalu saya bunuh..”
“Dimensi ketika saya bertemu dengan mayat teman saya itu adalah dimensi terakhir.. Saya bawa mayat teman saya… yah pada akhirnya tidak ada lagi kematian di keluarga saya”
“Tapi saya putuskan untuk pergi dari desa itu, karena saya dianggap pembawa sial”
“Dan sialnya.. Hehehe sialnya saya bertemu dengan kalian di dalam taksi saya, yang sedang menderita seperti saya sebelumnya”
“Pak Kus.. apa yang harus kami lakukan sekarang pak?”
“Kembali ke sana, lalui dimensi demi dimensi hingga kalian bertemu dengan teman kalian. Untung-untung teman kalian masih hidup”
“Eh pak Kus, saya ada nomor teleponya pak Tejo mungkin pak Kus ada keinginan hub pak Tejo” kata Novi
“Tidak usah mbak, kami sepakat untuk tidak menyapa dan melupakan kejadian mengerikan itu. Kalau tidak salah istri Tejo mati ketika dia keluar dari sana”
“Ada yang mau saya tanyakan pak…”
__ADS_1
“Mau tanya apa mas, eh itu hotel kalian… kalau mau ngobrol kita berhenti warung saja nanti saya matikan pemancar taksi saya untuk sementara, agar pangkalan tidak mencari saya”
“Gini saja pak Kus, kita ngobrol di lobby hotel saja, parkirkan dulu saja taksinya pak”
Ternyata ada lagi yang pernah selamat dari sana, dan kami sangat mujur bisa bertemu dengan pak Kus ini… sebenarnya nggak masuk akal juga, kenapa bisa bertemu dengan orang macam pak Kus .
Tapi apakah ini jebakan atau bukan…..
Kami sudah ada di lobby hotel, kebetulan saat ini sedang sepi…jadi sofa di lobby yang sempit ini bisa kami kuasai sendiri.
“Pak Kus, tadi saya ingin tanya… untuk pak Tejo… dia kan berangkat sendirian ke lembah itu, kemudian istri dia mati ketika dia datang setelah sekian waktu pak tejo hilang dan gila..”
“Lalu kenapa istrinya mati, bukannya dia tidak bersama sama orang lain waktu itu, tidak seperti pak Kus yang bertiga ke lembah mayit”
“Hahaha.. Menurut saya istri Tejo mati karena dia bunuh hehehe, dia gila dan sering berhalusinasi”
“Dan tentang Tejo saya tidak tau bagaimana dan apa yang dia lakukan agar bisa terlepas dari setan yang ada disana itu”
“Sekarang kita bahas yang terjadi dengan kalian berdua saja… berarti yang masih ada disana itu empat orang lagi?”
“Betul pak, kami bertujuh, saya dan Novi selamat, dan kabarnya ada lagi teman saya yang selamat, tetapi entah dia sekarang ada di mana”
“Saran saya ya mas, mbak. Pertama temukan teman kalian yang masih selamat, kemudian kalian bertiga ke sana lagi, lakukan apa yang pernah saya lakukan, bunuh siapa saja yang kalian temui disana”
“Bunuh semuanya, baik itu berbentuk apapun, pokoknya yang ada disana itu tidak ada yang baik, semua penuh tipu muslihat yang tujuanya adalah membuat kalian mati disana”
“Disana ada yang namanya Kimpet pak… apa bapak tau?” tanya Novi
“Saya tidak tau siapa itu Kimpet, pokoknya ketika saya bertemu dengan siapapun disana, saya bunuh saja”
“Kapan kami ke sana pak”
“Ya terserah kalian, apa kalian tidak cari teman kalian yang sudah selamat itu?”
“Kami tidak tau dimana teman kami tinggal pak”
“Eh mas, Novi ingat mas. Kalau nggak salah Novi pernah diajak Ivon ke sebuah vila yang terpencil… bisa saja Ivon ada disana mengasingkan diri mas” kata Novi tiba-tiba
“Pak Kus, apa taksinya bisa kami carter untuk mencari teman saya?”
__ADS_1
“Gini saja mbak, sekarang saya akan balik ke pool dulu, nanti sewa mobil saja agar lebih murah biayanya. Atau gini, kalian saya antar ke persewaan mobil, nanti kalian ikuti saya ke pool untuk taruh taksi ini. Kemudian kita bisa pergi cari teman kalian”
“Saya akan bantu kalian ketika ada di sini, tetapi ketika kalian ada di lembah mayit, kalian harus pergi sendiri”