TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT

TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT
BAB 93. YANCE MATI?


__ADS_3

Aku kok merasa nggak enak dengan ajakan seneng-seneng si Yance… tidak tau rasanya aku merasa ada sesuatu yang mengerikan. Terlepas dari keadaan hotel yang sore ini menimpa aku.


Dari tadi aku hanya duduk di sofa ruang tunggu hotel, sedangkan Novi ngobrol dengan yance di depan pintu, kayaknya mereka sedang menunggu teman yang akan menjemputnya.


“Pokoknya malam ini kita harus datang sama pasangan kita Novi, ini malam spesial, eike bawa cowok baru eike yang mau jemput kita”


“Yance.. Bukanya tadi sore kamu bilang mau naik mobilmu aja?”


“Iiiiih  Novi syantiiik. Mobil eike gak ada bensinya boook hihihi, duh biasa lagi bokek say hahahahah”


Itu salah satu obrolan yang aku dengar, dan mereka sedang berdiri di depan pintu hotel…


Sekarang sudah jam tujuh lebih, dan teman mereka belum juga datang. Beberapa kali si Yance menelpon temannya yang akan menjemput, tapi selalu berakhir dengan umpatan dengan bahasa bantji yang aku nggak paham apa artinya.


Sekarang mereka berdua duduk di seberangku, Yance ini kalau diperhatikan ngeri juga.


Tubuh berotot khas bapak-bapak fitness, tapi cara bicara dia dengan mulut yang meletot meletot dan pergelangan tangan yang selalu bergerak kesana kemari sudah bisa dipastikan dia penggemar brutu.


“Izal nyebelin deh say….hp dia dimatiin, huuuh sebel!” kata Yance dengan wajah seolah paling terpuruk di dunia


“Dah gak usah dipikir Yan, Novi dan mas Wildan gak penting kita mau kemana kok, mau ke depan hotel sambil cari makan malam juga nggak papa, gak perlu kita kumpul sama temen-temen”


Nah.. janchok memang Yance itu, rencana dia mau kumpul-kumpul sama teman-teman sebangsanya, janchoook untung temennya gak datang, bisa mati aku nek sampek kumpul sama golongan lemah lembut tapi kekar!


“Yuuuk kita pakai taksi aja say.. Gak enak sama temen-temen kita Nov”


“Tapi yakin Yance gak malu.. Kan Yance gak ada cowok, sendirian alias jomblo.. Novi kan sama mas Wildan heheheh”


“Iya juga sin Novi. ntar deh eike coba telpon Izal lagi….”


Anjeng… dia telepon temannya lagi….


Semoga gak diangkat!..pls jangan diangkat dan batalkan aja kumpul-kumpulnya hehehe.


Beberapa kali dia mencoba hubungi temannya yang nganu, ternyata gak diangkat… wajah Yance makin sebel..


“OK FINE KITA PUTUS!” ujarnya dengan keras


“Novi hibur eike dong”

__ADS_1


“Ya dah.. Dengan catatan kita nggak ke cafe nggak ke pub atau apapun , kita ke mall aja dan makan malam disana, setelah itu balik ke hotel!”


*****


Di sebuah mall yang terbesar di kota ini.


Yance memang asyu!... dari tadi dia pingin gandeng tanganku, untungnya si Novi selalu sigap, dia rangkul aku layaknya aku pacarnya.


Tapi aku nggak masalah, masalah yang mengerikan adalah, aku merasa ketakutan ketika ada di mall yang keadaanya sedang ramai..


Kami ada di pujasera yang ada di lantai paling atas… mungkin sekitar lantai sepuluh ya.. Aku nggak tau persis sih.


Setelah makan Yance tiba-tiba menuju ke pagar pembatas yang membatasi bagian pujasera dengan ruangan kosong yang langsung ke lantai dasar.


“Noviii. Eike mau bunuh diri ajaaaaahh, lompat dari sini ajaaaaah…. hihihi” kata Yance tiba-tiba sambil berpegangan pada pagar kaca pembatas dengan gaya bantjinya…


“Nov awas.. Yance nggak genah itu, jangan sampai kita tolong dia, ternyata aku dan kamu yang jatuh hingga ke lantai dasar!” bisikku kepada Novi


“Iya mas… biar Novi yang bicara dulu, mas tunggu di depan toko sepatu ini aja mas, jangan kemana-mana, ingat kita dalam bahaya ini mas” bisik Novi


Gila bener humu satu itu, bisa-bisanya dia mau lompat dari lantai ini ke lantai dasar… apa ini merupakan tanda bagi aku dan Novi akan datangnya musibah?


Kami bertiga hanya sekitar satu jam saja ada di mall ini, dan karena keadaan Yance yang aneh, akhirnya kami putuskan untuk pulang..


Di depan pintu masuk mall kadang banyak taksi yang mencari penumpang, tapi sudah dua puluh menit di depan pintu mall kami belum juga dapat taksi… heran juga..


“Nov.. gimana ini”


“Sik mas, tanya sama satpam yang jaga di pintu masuk dulu. Mas Wildan tunggu disini sama Yance, Novi mau ke satpam itu dulu mas”


Aku jelas nggak mau berdiri sebelahan sama bapak-bapak kekar dan konyol yang namanya Yance itu, aku agak menjauh dari  posisi Yance.


Tapi aku nggak asal menjauh, karena aku harus lihat keadaan dulu. Aku nggak mau ada yang berusaha mencelakakan aku dan Novi…


“Gimana Nov,…. ini hari terburuk bagi eike Noooviiiii, hari paling siaaaal… gimana dapat nggak taksinya Nov?”


“Hehehe kita salah kalau berdiri disini, disini nggak boleh cegat taksi, disana…diluar mall sana baru dibolehin cegat taksi”


Kami berjalan menuju ke arah depan mall. Disini tentu saja sangat mengerikan, karena mobil yang lewat di depan mall ini menurutku bahaya buat aku dan Novi.

__ADS_1


Sudah lima menit kami ada di depan mall. Tapi tiap ada taksi yang lewat, selalu tidak mau berhenti. Selalu berjalan dengan kecepatan cukup kencang.


“Ituuu.. Disana ada taksi yang lagi brenti Nov” teriak Yance


Di seberang jalan memang ada taksi warna biru muda yang sedang berhenti, tidak hanya berhenti, kayaknya dia juga mematikan mesinnya..


Dan yang mengagetkan Yance tiba-tiba nyelonong ke seberang jalan…


Untuk diketahui jalan disini satu arah dengan lebar jalan sangat lebar, ada empat jalur. Lebar jalan mungkin ada sekitar sepuluh meter.


Kebetulan saat ini jalan sedang sepi, kemungkinan karena di ujung jalan sepertinya lampu sedang menyala merah.


“Yanceeee stoooop… tunggu aku!” teriak Novi…


Anehnya Yance tidak mendengar teriakan Novi sama sekali, iseng aku menoleh ke arah kanan… dari ujung kejauhan aku lihat bayangan mobil tanpa lampu yang melaju cukup kencang.


Aku tau Novi tidak melihat mobil yang melaju itu…


Yance sudah di tengah jalan, sedangkan Novi berusaha mengejar Yance…


Aku bingung harus apa, lebar jalan ini sepuluh meter lebih, dan dari kejauhan mobil tanpa lampu itu  berjalan cukup kencang….


Aneeeh, sangat aneh…. Yance dan Novi sama sekali tidak mendengar suara mobil yang melaju kencang dan semakin dekat dengan mereka.


Yance sudah cukup jauh dari posisiku yang ada di pinggir jalan, Yance sudah sangat di tengah jalan sedangkan Novi masih seperempat jalan saja.


“NOOOVVV… MINGGIIIIR!”


Aku lari ketengah jalan… dari arah  samping aku tarik Novi….


“MAS… ADA APA KOK TABRAK NOVI!” Novi jatuh di tengah jalan


“LIHAT SEBELAH KANAN!” sambil aku tarik keras Novi ke pinggir jalan


“YANCE GIMANA MAS…!” teriak Novi


Kulihar Yance menoleh ke arah kami…. Dia menoleh ke arah kami tanpa berusaha minggir…


Mobil tanpa lampu itu semakin dekat dengan Yance!

__ADS_1


“YANCE AWAAAASSS!!!!!” teriak Novi panik


__ADS_2