
“Mereka berdua memang teman kita nov, dan mereka juga masih normal” bisikku kepada Novi
“Iya mas Wil, gimana…apakah kita datangi mereka atau gimana?”
“Gini aja Nov, kamu tetap disini dulu saja, biar aku saja yang datangi mereka, kamu tetap disini saja untuk sementara waktu”
Aku yakin yang ada di sana itu teman kami, aku cuma mau memastikan apakah mereka itu benar mereka atau hanya ilusi aku dan Novi saja.
Perlahan-lahan aku keluar dari tempat persembunyianku, mereka berdua tidak memperhatikan aku, mereka berdua masih sibuk memeriksa sampah yang ada disebelahnya.
“Lank…. Ndet!” teriakku
Kedua temanku menoleh ke arahku, tetapi mereka tidak menunjukan reaksi yang senang, kedua temanku hanya diam sambil memperhatikan aku yang berdiri beberapa belas meter di depan mereka.
Keliatannya mereka berdua sedang menilai aku, mereka mempelajari aku seperti aku juga tadi sedang mempelajari dan menganalisa mereka berdua.
“Hehehe Ndet.. coba liat, tadi kita ketemu Novi dan Ivon siluman, sekarang malah Wildan siluman hehehe…. Gimana menurutmu Ndet?” kata Gilank
“Kepruk ndase ae Lank.. paling nanti lak hilang kayak Novi dan Ivon siluman itu hihihi” jawab Bondet kemudian mengambil sebuah batu yang lumayan besar
“Heh c*k.. Aku iki Wildan!” aku kaget juga dengan kedua temanku yang sudah mengambil sebuah batu yang ukuranya besar.
“Hehehe dia ngaku sebagai Wildan Lank.. gimana kita lempar batu sekarang ae ta, paling nanti ngilang lagi kayak kemarin hihihi” kata Bondet yang sudah siap dengan batunya
“Ndasmu Ndet… aku iki Wildan c*k, aku bersama Novi, dia sedang bersembunyi untuk memastikan kalian ini teman kami atau bukan” aku sudah siap-siap lari apabila Bondet orang yang suka nekat itu akan melempar batu besar ke arahku
“Gak usah direken Lank.. kita berapa kali kayak gini hehehe” kata Bondet sambil menimbang nimbang batu yang dia pegang
“Sik sebentar Ndet…..kita jangan gegabah, coba kamu perhatikan Wildan ini Ndet, koyoke yang ini nggak kayak yang kita temui sebelumnya” kata GIlank
Waduh….. Berarti pengalaman tiap orang beda-beda, aku dan Novi selalu ada di desa yang penuh mayat, sedangkan Bondet dan Gilank bertemu dengan teman-teman yang palsu
__ADS_1
Tapi aneh juga ya, sebenarnya kita ini sedang ada di sebuah permainan atau memang dalam keadaan yang selalu berhalusinasi?
“Wil…. sebutkan siapa nama salah satu kusir kuda ketika kita ada di vila putih?” kata Gilank sambil memegangi Bondet yang kayaknya gak sabaran.
“Kamidi… namanya Kamidi Lank… ayo tanyakan apa saja yang kamu tau kepadaku cepat, karena kita harus segera pergi dari sini”
“Ok.. pertanyaan kedua,... seberapa besar kuntila si Novi?” tanya Gilank lagi sambil tersenyum
“Itu bukan pertanyaan susah Lank…. Ukuran kuntila Novi sebesar botol sirup marjan heheheh. Sik aku panggilnya Novi… karena aku saat ini terpisah dari Broni, Tifano dan Ivon”
Gilank masih belum sepenuhnya percaya dengan apa yang aku omongkan, dia masih jaga jarak denganku. Tapi nggak papa, paling tidak apa yang dia tanyakan aku bisa jawab.
“Nov… ayo keluar, Gilank butuh bukti dari kita kalau kita ini benar-benar asli”
Novi muncul dari persembunyiannya….. Tetapi ketika Novi muncul, tiba-tiba Gilank dan Bondet mundur beberapa langkah..
Yah aku sudah mengira Gilank dan Bondet khususnya akan kaget ketika melihat Novi yang sudah berubah, karena Novi sekarang sudah berganti wujud dari yang tomboy menjadi Novi yang biasa kita temui sebelumnya.
Mereka berdua mundur beberapa langkah, apalagi Bondet yang sebelumnya tidak tau wujud Novi yang sebenarnya. Bondet panik dan akan melempar kami dengan batu yang dia pegang.
“Tapi kenapa dia bisa berubah secepat itu Ndet…. Kenapa buwah dah dahnya tiba-tiba muncul sendiri?” kata Gilak lagi
“Lank…ini Novi, Novi yang bersama Ivon, dia sebelumnya pakek wig, dan buwah dahdahnya dia sembunyikan dibalik korset” teriakku kepada kedua temanku yang semakin menjauh karena ketakutan
“Kalau kalian berdua tidak percaya bahwa kami ini benar-benar asli, apalagi yang bisa kami buktikan c*k!”
Akhirnya mereka berdua lari … mereka berdua lari menuju ke arah sungai..
Sekarang tinggal aku bersama dengan Novi lagi, padahal tadi kami sudah bertemu dengan teman kami, tetapi karena kayaknya mereka mengalami pengalaman dengan teman-teman palsu atau jadi-jadian, sehingga mereka tidak mempercayai kami sama sekali.
“Aneh mas, apa yang kita alami kok berbeda dengan yang dialami Bondet dan mas Gilank”
__ADS_1
“Iya Nov, pengalaman kita dan mereka berdua berbeda, tapi kita masih bisa kejar mereka kok, kita harus yakinkan bahwa kita ini benar-benar Novi dan Wildan yang asli”
“Semoga tidak bertemu dengan kabut lagi mas, soalnya Novi takut kalau kita bertemu dengan kabut lagi, kita akan kehilangan mereka mas”
“Ayo kita kejar mereka Nov”
Aku dan Novi berjalan cepat menuju ke arah sungai… seperti biasa kabut masih membayangi daerah ini, sehingga penampakan GIlank dan Bondet sudah terhalang kabut yang ada disini.
“NDET…LANK… TUNGGU KAMI, KAMI INI ASLI BUKAN SEPERTI YANG KALIAN TEMUI SEBELUMNYA!” teriakku
Aku nggak tau apakah mereka mendengar teriakanku atau tidak, karena sejauh mata memandang aku sudah tidak bisa melihat kedua temanku lagi.
“Ini aneh mas…. Begitu cepat mereka berdua menghilang”
“Nggak No, mereka berdua masih ada di sekitar sini, mereka bersembunyi dan memperhatikan kita berdua, ayo kita terus teriakan nama mereka Nov, agar mereka yakin kita ini benar-benar teman mereka”
Aku terus meneriakka nama mereka berdua, aku tidak akan berhenti meneriakan nama GIlank dan Bondet agar mereka percaya bahwa kami ini benar-benar sedang mencari mereka dan kami ini bukan seperti yang mereka duga sebelumnya.
“Nov, kita sudah hampir sampai di rumah yang paling dekat dengan sungai, dan aku rasa mereka ada di sekitar sini”
“MAS GILANK…. MAS BONDET… INI NOVI BUKAN JADI-JADIAN MAS… AYO KELUAR DARI PERSEMBUNYIAN KALIAN, DAN KITA CARI JALAN KELUAR DARI SINI MAS” kata Novi berulang ulang
Ternyata benar perkiraanku, tiba-tiba dari sebelah kanan, di rumah yang paling dekat dengan sungai, mereka berdua keluar dari tempat persembunyiannya.
Perlahan-lahan Bondet dan Gilank keluar dari samping rumah dan menghampiri kami…
“Kalian masih mencari kami berdua…. “ kata Gilank
“Sebelumnya kami juga bertemu dengan Broni, Tifano, kemudian Ivon, mereka tiba-tiba berubah menjadi mayat ketika aku dan Bondet sudah bersama mereka”
“Kemudian aku dan Bondet juga bertemu dengan kamu Wil, dan Novi juga… tetapi bukan Novi yang ini, Novi yang masih tomboy…. Kami sempat bersama kalian sekitar setengah jam untuk berdiskusi dan mencari jalan keluar, tapi kalian berubah menjadi mayat yang busuk!” kata Gilank
__ADS_1
“Iya benar apa yang dikatakan Gilank Wil, setelah itu kami berdua sering bertemu salah satu teman kami, tetapi aku dan GIlank sudah nggak percaya, dan benar tidak ada lima menit mereka berubah menjadi mayat lagi”
“Itu pengalaman kalian berdua Ndet, Lank, sedangkan aku dan Novi punya pengalaman yang berbeda. Pokoknya kami ini bukan mayat seperti yang kalian perkirakan, kami berdua benar benar asli” aku berusaha meyakinkan Bondet dan Gilank