TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT

TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT
BAB 89. YANCE….


__ADS_3

Setelah dari toko ponsel kami pulang dulu, Novi mengambil beberapa pakaian dia.


Kami menggunakan taksi untuk menuju ke hotel yang dimaksud Novi, katanya nanti disana sudah disediakan pakaian bekas untuk aku, sedangkan Novi memakai pakaian yang memang dia sudah siapkan di rumah itu.


“Nov hotelnya kan bukan hotel shortime kan, aku takut digerebek hehehe. Nanti masuk berita di tv”


“Kalau digerebek sama perempuan sih gak papa Nov, paling juga malu sebentar aja, lha ini digerebek bersama waria wokwokwok…. Heboh dunia maya jagat raya Nov hahahah”


“Ssst. diam ah mas.. Tuh lihat pak supirnya ketawa mas” tunjuk Novi ke kaca spion tengah


“Wah bapak rek… jangan salah sangka pak, kami ini bukan mau melakukan hal yang aneh-aneh pak, saya nggak doyan banci pak”


“Nggak papa mas, saya sering kok antar orang yang kencan sesama jenis, kadang di dalam taksi saya mereka sudah nggak tahan mas….awalnya saya jijik, tapi lama-lama biasa juga kok heheheh”


“Awalnya biasa ya pak….. Terus lama-lama cobak sama yang berbatang ya pak hahaha” kata Novi


“Hahahah nggak lah mbak, saya masih normal kok mbak” jawab pak supir


“Mungkin penumpang bapak seperti itu pak…. tapi saya beda pak, saya bukan mau kencan sama waria, saya masih normal pak”


“Iya mas, tenang saja. Tapi ngomong-ngomong apa bener mbaknya ini waria, kok sama sekali tidak terlihat seperti waria ya”


“Eh bapak ini nggak percaya ya kalau Novi ini waria” sahut Novi


“Apa bapak mau bukti hehehehe” kata Novi menggunakan suara bariton khas pria jantan


“Hohohoho ini baru saya percaya, ya sudahlah terserah kalian mau apa, pokoknya yang sehat saja ya mas dan mbak heheheh”


Sore hari kami sampai di sebuah hotel yang tidak terlalu besar namun kelihatannya bersih, di halaman parkir ada beberapa mobil berplat nomor luar kota yang sedang terparkir.


Di lobby hotel ternyata sudah menunggu teman Novi yang kayaknya dari kaum pelangi melambai juga, nggak beda sama Novi sih. Hanya saja teman Novi ini masih berperawakan laki-laki tulen yang gagah.


Dengan tubuh berotot khas fitness dia datang menghampiri Novi dan aku yang berjalan ke meja resepsionis.


Jancok nggilani, laki-laki itu pakek kaos jaring jaring dan celana ketat yang menonjolkan area yang di bagian tengahnya!


“YANCEEEEE…..!!!!” teriak  Novi


“Aiiiih Nopiii, yey makin cetar membahana aja siiiiih” jawab orang yang bernama Yance sambil melirik aku


“Eh berondong baru ya Nop…. emang udah bosen ama Ipon?” tanyanya lagi


“Nggak deh Yance… cuman teman aja kok… emang napa kok tanya Ivon segala siiih… rumpik deh kamu Yance!”

__ADS_1


“Yey pinter cari lekong Nop…. eh boleh dong eike kenalan ama dia”


“Boleh dong Yanceee, ini mas Wildan….” kata Novi menarik tanganku agar aku bersamalaman sama Yance


“Saya Yance mas,.....aduuuuhh bergetar rahim eikeee Nop” jerit Yance ketika bersalaman sama aku


“Dah aah Yance, mana kunci kamarnya, Novi pingin istirahat dulu Yan, ntar kita ngobrol lagi yeeeee”


Janchok…. Aku masuk ke sarang pelangi!


Tapi nggak papa, teman Novi itu bakal kena bencana kalau ngobrol sama Novi, lumayan ngurangi populasi kaum pelangi hehehe.


Aku naik ke lantai lima dengan menggunakan lift yang tidak bisa dikatakan normal, karena jalan lift ini lambat sekali. Tapi untungnya kita selamat sampai di atas.


“Nov, nanti kita nggak usah pakai lift ini, ngeri liftnya Nov, mending pakai jalan tangga saja lebih aman”


“Iya mas, tadi juga Novi mikir gitu ketika kita ada di dalam Lift yang aneh ini mas…”


“Hotel ini sepi sekali ya Nov”


“Iya mas, ramai kalau ada acara mantenan aja, kan Novi yang bawa tamu-tamu manten luar kota yang pakai jasa EO milik Novi mas”


“Kadang ramai juga kalau pas liburan mas, tapi lumayanlah buat biaya operasional disini mas….”


“Kalau hari biasa gini ya sepi mas, tamunya cuma beberapa gelintir aja, sama paling juga anak-anak muda yang check in mas hehehehe”


“Eh mas, hehehe ini Yance barusah wa Novi, katanya dia pingin ngajak mas Wildan makan malam…. Dia kayaknya kesengsem sama mas Wildan deh hahahaha”


“Janchok Nov!


Novi membuka pintu kamar hotel…..


Yah cukup lumayan juga, bukan hotel berbintang yang megah, mungkin hotel ini bintang dua atau tiga saja…


“Lhooo kok kamu nggak pesen yang twin bed Nov… kenapa ini yang jenis double bed?”


“Hehehe yang single bed dan twin bed udah di booking orang mas, tinggal yang double bed gini aja mas… emangnya masalah mas?”


“Ya masalah Nov, kayak kita ini lagi kencan aja Nov,!”


“Duh gimana kalau malam-malam nggak sengaja kamu tiba-tiba ngapa-ngapain aku?”


“Yah itu rejekinya mas WIldan lah heheheh”

__ADS_1


“Ndasmu Nov, rejeki gendeng…. Ah aku malas kalau satu tempat tidur sama kamu Nov, aku tidur di lantai aja”


“Ih mas WIldan, kayak baru kenal Novi aja…. Novi itu nggak asal mas,  kita ini udah kayak saudara mas”


“Iya Nov ..kalau nggak ngatjeng ya saudara, coba kalau ngatjeng ya beda lagi heheheh”


“Nggak lah mas. Oh iya, katanya di lemari itu udah ada pakaian untuk mas Wildan.. Coba buka deh mas”


“Pakaian itu nggak gratis mas, Novi titip beliin ke Yance”


Aku penasaran dengan pakaian yang disediakan Yance….


Lemari kamar hotel ini menggunakan kayu yang tidak begitu bagus, tetapi cukup kokoh, kubuka pintu lemari pakaian…


“Ya Allah… Nov ini baju gemes semua chok!”


“Coba kamu lihat Nov, baju ketat pres body, baju jaring-jaring, kaos yang kelihatan udelnya, kaos yucansee, hem press body lengan tiga perempat”


“Waduuuh ada kaos transparan…. Kayak pakek plastik rasane Nov…. hahahah asyuuuu!”


“Kaos jaring-jaring kayak yang dipakai Yance tadi itu juga ada Nov hahahaha”


“Ada lagi jaket yang berbulu bulu bagian lehernya!”


“Mbok kira aku mau jadi humu ta Nov?”


“Sik bentar ini ada bawahannya… hmm celana panjang cutbray warna biru muda… yancooook disini kok ada celana pendek gemes juga chooook!”


“Waduuuh… kok ada ****** model G string disini Nov, harusnya kan ini untuk perempuan!”


“Nov, asyuu…. Aku mosok harus pakai pakaian kebesaran kaum humu!”


“Hehehe… nggak papa mas, pakek aja, mas Wilan tambah ganteng kalau pake pakaian itu”


“Gak ah!... gawat Nov!... aku malah masuk ke kandang singa disini cok!”


“Gini aja mas Wil pakek aja yang sekiranya cocok buat mas Wildan, yang sekiranya agak normal daripada yang lainnya mas”


“Itu ada kaos ketat ya mas, cowok kan biasa pakai kaos ketat mas…trus ada celana pendek gemes, kan kemarin mas Wildan juga pakek celana gemes di rumah Novi”


“Buat ntar malem waktu kita makan malam, pakek hem yang lengannya tiga perempat sama celana jeans ketat itu aja mas”


“Kamu belikan aku celana panjang jeans juga Nov, memangnya kamu tau ukuran celananya?”

__ADS_1


“Hihihi tau dong mas, bahkan bagian dalam mas Wildan aja Novi juga tau mas heheheh”


__ADS_2