
Aku ceritakan kepada pak Tejo mulai datang dan bertemu dengan yang namanya Dikan, kemudian kami berpisah dan aku bertemu dengan Sokran, kemudian ada Kimpet dan yang terakhir adalah Djati, aku ceritakan semua ke pak Tejo.
Aku juga cerita tentang mimpiku yang bertemu dengan pak Sapudi, kemudian mbah-mbah penjual rawon..
Pak Tejo mendengarkan apa yang aku ceritakan dengan serius, sementara anak dia yang bernama Tedi hanya diam sambil memperhatikan aku cerita.
“Yah, ternyata mereka para demit penjagal sudah berusaha untuk membuat kamu mati disana, tetapi ternyata kalian masih selamat. Pasti kalian punya sesuatu yang membuat kalian bisa bertahan seperti itu”
“Apa yang kalian alami sama dengan yang saya alami dulu waktu saya masih muda” kata pak Tejo setelah aku selesai cerita
“Selama satu tahun lebih ini kalian sedang dalam usaha pembunuhan oleh mereka yang ada disana, pembunuhan yang mereka lakukan sangat halus, mereka tidak main kasar, tetapi dengan mempengaruhi akal sehat kalian”
“Hingga kalian tidak kuat dan mati bunuh diri dengan berbagai cara… ingat arwah orang bunuh diri lebih mengerikan dari pada mati normal” kata pak Tejo dengan penekanan kalimat
“Sebentar pak. Ada yang saya bingung. Bapak bilang itu desa lembah mayat, tapi kenapa tukang ojek mau saja ngantar kita ke sana pak?” tanya Gilank
“Harusnya kalau tukang ojek itu tau bahwa disana itu berbahaya, kami tidak akan diantar ke sana, dan ketika kami jalan di saja, tidak ada kuburan disana pak. Yang ada hanya hutan saja” kata Gilank
“Pertama mas. Tukang ojek disini itu mau saja mengantar orang yang kesana, biasanya orang itu adalah tamu undangan, atau penduduk disana yang ingin pulang…” jawab pak Tejo
“Pokoknya tukang ojek tidak ada masalah apabila harus mengantar orang ke sana, tetapi dengan syarat tukang ojek itu jangan melewati jembatan sungai yang ada disana”
“Penduduk disini sudah hapal dengan penduduk disana, penduduk sana itu nyata dan asli, disana ada desa lembah Asri…. hanya saja apabila yang datang ke sana tanpa undangan, maka yang datang akan masuk ke lembah mayit”
“Setan, demit disana itu ganas dan berbahaya, mereka suka darah dan arwah manusia”
“Bagaimana bisa mereka merubah dari lembah Asri menjadi lembah mayit pak” tanya Novi
“Hahahaha kalian ini lucu, yang namanya alam ghaib itu bisa melakukan apa saja, mereka dengan mudah merubah apa yang ada…. Termasuk kuburan yang kalian katakan tadi”
“Kuburan balung, kuburan yang besar sangat kasar dan jahat, kuburan yang demitnya kadang ada di lembah mayit apabila ada mangsa yang datang”
“Kuburan itu nyata…memang ada disana dari puluhan tahun silam!”
__ADS_1
“Kalian dari awal mulai naik ojek sudah menjadi incaran demit yang ada di kuburan itu, mereka tau kalian datang bukan karena undangan hehehe”
“Pak Tejo, kata pakde Djati teman kita yang lainnya sudah bisa pulang ya, apakah pak Tejo sudah bertemu dengan teman kami. Si Broni, Ivon, dan Tifano?”
“Belum atau saya yang tidak tau. Karena semenjak rumah peristirahatan milik pak Raseko itu disita negara, saya sudah jarang ada di kota ini, saya lebih sering ada di jalan membawa barang pesanan”
“Seperti yang ada di bak truk saya ini, itu isinya pisang, saya jemput barang di jawa timur…jadi hidup saya seringnya ada di jalan”
“Oh iya pak…. Pasarnya ini kok sepi?” tanya Novi
“Pasar sudah direlokasi ke pasar yang baru, ada di pinggiran kota, yang ini rencananya akan dibangun ruko atau apalah saya kurang paham” jelas pak Tejo
“Waktu kalian dulu kesini, kalian lihat ada pembangunan di pinggir kota ini kan, nah itu adalah pembangunan pasar yang baru”
“Sekarang satu hal yang harus kalian ingat dan kalian pahami agar kalian bisa hidup terus seperti saya”
“Pertama kalian harus ingat, nyawa kalian belum aman, kalian masih menjadi incaran iblis yang marah karena kalian bebas dari lembah itu”
“Kalian harus pintar-pintar merasakan datangnya mereka, dan menaklukan demit yang mengejar kalian”
“Waktu itu saya tanya ke paranormal, siapa iblis itu dan dimana kuburannya… saya gak paham gimana caranya paranormal itu bisa tau dimana makam iblis itu”
“Pokoknya dalam waktu satu bulan setengah saya mendapat jawaban bahwa iblis itu berasal dari kuburan balung yang disana itu”
“Malam harinya saya gali makam dia, dan hanya menemukan tulang dan kain pocong saja”
“Saya ambil saja tulang dan kain pocongnya, kemudian saya bakar, tetapi salah satu tulang iganya saya rebus, dan kemudian hasil rebusan itu saya minum”
“Setelah itu hidup saya aman, tidak ada yang mengejar saya lagi”
“Waduh apa tidak ada cara lain pak?” tanya Novi
“Saya tidak tau mbak, saya waktu itu sudah jengkel dan kalap. iblis itu mengejar saya hampir belasan tahun” kata pak Tejo sambil menunduk
__ADS_1
Pak Tejo menangis… suara sesenggukan terdengar olehku, kenapa sampai dia menangis, pasti ada alasannya. Tedy anak pak Tejo memegang pundak bapaknya.
“Maaf, saya teringat ibu anak saya Tedy”
“Ibu Tedy meninggal ketika dia berumur lima tahun, waktu itu iblis mengejar saya dan keluarga saya, istri saya meninggal ketika saya tinggal jaga malam di rumah pak Raseko”
“Untungnya Tedy tidak diapa-apakan”
“Setelah kematian istri saya, saya mencari paranormal untuk mendeteksi dimana makam demit yang sudah membuat istri saya meninggal”
“Kita tidak bisa lepas dari iblis yang mengejar kita, meskipun hanya satu iblis, tapi sangat berbahaya dan memakan korban… dia tidak akan berhenti mengejar kita sebelum mendapatkan darah dan arwah kita”
“Dan sebelum dia mendapatkan arwah dan darah kita, dia akan melakukan apa saja, termasuk membunuh keluarga kita”
“Saya tidak tau bagaimana kalian bisa keluar dari lembah itu, apakah kalian punya kekuatan supranatural atau gimana. Setahu saya yang bisa keluar dari sana dengan selamat kalau tidak gila ya akan mati”
“Dan satu lagi, iblis yang akan mengejar kalian itu tidak serta merta akan membunuh kalian dengan begitu saja, nanti akan dibuat seperti kecelakaan, sehingga keluarga kalian mengira bahwa kalian mati karena kecelakaan”
“Seperti istri saya, meninggal karena terpeleset ketika ada di dapur, dan kebetulan yang sangat aneh, ketika jatuh, ada satu buah pisau besar yang menancap tepat di dadanya….. Sangat aneh kalau disebut kecelakaan kan”
Waduh informasi dari pak Tejo ini mengerikan, aku harus segera pulang dan mencari ketiga temanku.
Semoga Tifano, Ivon dan Broni sudah selamat dan ada di kota S… tapi aku nggak tau dengan Bondet
“Eh begini saja pak, saya pamit undur diri dulu pak, oh iya mohon saya diinformasikan, kalau mau ke terminal bus naik apa kalau dari sini pak, dan apakah ada bus 24 jam yang menuju ke kota kami?”
“Huuff, semoga ada ojek di pasar, kalian ke pasar saja, ini lurus aja sekitar satu kilo dari sini, nanti akan kelihatan pasarnya. Saya tidak bisa antar kalian, karena saya nunggu pemilik pisang ini” kata pak Tejo
“Ya sudah pak, kami mohon pamit dan terima kasih atas informasinya. Oh iya pak, saya bisa minta nomor telepon pak Tejo…. Eh Nov kamu ada kertas dan bolpoin?”
“Ada mas Wil, sebentar mas”
Setelah pak Tejo menuliskan sebelas angka nomor ponselnya, termasuk nomor ponsel milik Tedi anaknya, kami pamit undur diri dari mereka.
__ADS_1
Apa yang dikatakan pak Tejo barusan merupakan sebuah informasi penting bagi keselamatan kami, dan kami tidak bisa begitu saja menganggap enteng.
Hidup kami terancam sampai demit yang mencari kami hilang.