TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT

TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT
BAB 54. DESA RAMAI DAN PENGHUNI RUMAH YANG RAMAH


__ADS_3

Selamat pagi, siang, sore, dan malam.


Mohon maaf, saya kemarin hari senin belum bisa update, dan mungkin untuk beberapa hari kedepan saya juga belum bisa update. tetapi untuk episode hari ini saya coba paksakan untuk bisa update.


Dikarenakan saya saat ini opname di rumah sakit williambooth karena usus buntu, dan rencananya hari ini hari selasa malam nanti saya akan menjalani operasi.


Kejadiannya pada waktu minggu siang, ketika saya dan keluarga sedang santai menunggu waktu buka puasa, sekitar jam tiga sore.


Tiba-tiba perut bagian kanan bawah  saya nyeri luar biasa, nyeri yang naudzubillah sakitnya, hingga rasa sakit itu tembus ke punggung bagian bawah saya.


Minggu itu saya langsung dibawa ke UGD rumah sakit Williambooth untuk pemeriksaan, dan ternyata indikasinya adalah usus buntu.


Dari minggu sore hingga senin siang saya gak bisa melakukan kegiatan apapun, meskipun sudah diinjeksi obat pereda sakit. Rasa sakit itu kadang timbul kadang hilang dengan sendirinya, saya hanya bisa berbaring di tempat tidur rumah sakit saja.


Rencananya senin sore akan dilakukan USG untuk mengetahui dengan pasti apa yang saya derita ini. Kenapa kok senin sore, gak senin pagi atau siang saja dilakukan USG..


Karena dokter yang bersangkutan adanya senin sore, dan juga dokter yang menangani saya baru bisa memeriksa saya senin malam, sekitar jam sembilan malam.


Alhamdulillah senin sore rasa sakit itu mulai berangsur angsur hilang, tetapi saya masih belum bisa nulis di laptop. Senin sore saya menjalani USG, dan ternyata apa yang didiagnosa dokter benar, saya menderita usus buntu.


Dan direncanakan selasa jam tujuh malam dilakukan operasi pembedahan usus buntu yang saya derita.


Di sela sela saya menunggu jadwal operasi, saya usahakan untuk menulis bagi para pembaca yang sudah dengan setia menunggu kelanjutan dari cerita ini.


Saya mohon doa dari para pembaca agar operasi nanti malam berjalan dengan lancar, dan saya mendapatkan kesembuhan yang cepat agar bisa kembali menulis dan beraktivitas seperti biasanya.


\============================


Kubuka mataku dan aku berusaha untuk melihat dengan jelas siapa yang ada di depan kami berdua.. Tetapi aku masih belum jelas dengan apa yang aku lihat.


“Katakan… kalian berdua ini siapa, dan kenapa ada di rumah saya?” tanya lagi tetapi dengan suara yang lebih ramah dari pada sebelumnya…


Setelah mataku benar-benar terbuka…


Masyaallah… di depanku ada seseorang yang agak tua, dengan pakaian rapi lengan panjang, dia sedang berdiri bersama seorang perempuan yang kemungkinan besar adalah istrinya.


Tapi yang mengejutkan…pakaian laki-laki tua itu mirip dengan yang digunakan mayat yang ada di depan rumah, mayat yang duduk di kursi depan rumah, mayat yang berjalan ke tengah desa dan kemudian tiduran di lapangan yang ada di tengah desa.


Tapi yang ada di depanku bukan mayat, melainkan manusia seutuhnya!


“Nov, bangung Nov…” aku goyang goyangkan pundak Novi yang menyender  ke bahuku

__ADS_1


“Iya mas.. Apa sudah pagi mas?” kata Novi yang masih memejamkan matanya


“Iya sudah pagi, ayo bangun Nov”


Novi bangun sambil mengucek matanya beberapa kali. Dia belum sadar apabila di depan kami ada penghuni rumah yang kemungkinan besar adalah mayat yang aku temui di depan ruman ini.


“Astagaaaaa!” kata Novi terkejut dan memegang lenganku


“Heh… kami bukan setan, kalian ini siapa kok ada di rumah saya?” tanya laki-laki tua itu dengan suara yang lebih ramah daripada sebelumnya.


“B..bapak siapa?” tanya Novi sambil memandang pakaian rapai yang dikenakan laki-laki itu


“Kalian ini siapa, saya yang sebenarnya harus bertanya kepada kalian, karena tadi sepulang kami dari pasar, kalian tiba-tiba ada di dalam ruman saya”


“Maaf pak.. Eh ini jam berapa ya pak?” aku beranikan diri untuk bicara dengan orang tua yang ada di depanku


“Hmm kemungkinan besar sudah pukul sepuluh, coba kamu lihat sinar matahari sudah hampir ada di tengah langit” jawab bapak itu lagi


“Kalian ini siapa dan sedang apa di rumah kami?” tanya perempuan yang tadi sedang bersama laki-laki itu


“Kami tidak tau pak..bu, karena tiba-tiba kami sudah ada disini duduk di rumah ini”


“Hehehehe aneh kalian ini….bagaimana kalian bisa sampai sini tanpa ketahunan oleh penjaga desa?” tanya orang tua itu lagi


“Eh pak, apakah disini ada yang bernama pak Dikan?”


“Heheh gak ada nak… gak ada yang namanya Dikan disini” jawab laki-laki itu


“Eh maaf pak, kalau yang namanya pak Sapudi ada tidak?”


“Lhoo bagaimana kamu bisa tau Sapudi?... tapi dia sudah meninggal, sudah lama Sapudi meninggal… bagaimana kamu tau nama itu?”


“Saya tidak tau pak, saya hanya bermimpi….Eh saya mau keluar dari rumah ini pak”


“Kamu mau kemana nak?”


“Saya mau  menyeberang sungai pak”


“Kamu ini aneh nak, sudahlah kamu istirahat dulu, biar istri saya bikinkan wedang dulu. Jarang-jarang kami dapat tamu seperti kalian ini hihihi” kata orang tua itu


“Oh iya nak, nama kalian siapa.  Kamu bisa panggil saya pak Sokran saja” kata orang tua itu sambil tersenyum

__ADS_1


Aku sudah mulai bisa menguasai ketakutan, aku yakin bahwa aku dan Novi melalui perjalanan waktu hingga terdampar di masa ketika penduduk desa ini hidup.


“Eh saya WIldan, dan teman saya ini Novi, kami eh kemi tersesat pak, kami menyeberang sungai dan tiba di rumah ini karena kami tidak tau harus ke mana”


“Hehehe benar nak Wildan, kamu tidak salah  mampir di rumah ini, karena apabila di rumah yang lain akan sangat bahaya bagi kalian berdua” kata pak Sokran dengan wajah yang tidak bisa aku katakan


“Maksudnya gimana dengan bahaya itu pak?”


“Hehehe nggak papa nak Wildan,  sudah disini dulu saja, istri saya sedang menyiapkan minuman hangat dan sedikit makanan untuk kalian berdua” kemudian laki-laki tua yang namanya Sokran itu berjalan ke pintu rumah dan memasang palang pintu rumahnya


Novi tidak berkata apa-apa, kayaknya dia sedang dalam keadaan ketakutan,  jelas kami ketakutanlah karena orang itu kan adalah mayat yang duduk di depan rumah


“Kok dipasang palang pintunya pak?”


“Agar orang-orang tidak kesini nak, saya kan sudah bilang orang-orang disini berbahaya bagi pendatang macam kalian ini”


“Berbahayanya bagaimana pak?”


“Hehehe mereka akan merampok, eh tapi nanti saya akan bawa kalian berkeliling desa, kalau kalian jalan bersama saya, saya  jamin aman-aman saja nak WIldan”


Ada yang aneh dengan orang ini, tapi hingga detik ini aku tidak merasakan apa bahayanya, aku belum bisa melihat apa yang berbahaya dari orang ini.


Rumah disinipun berbeda dengan ketika aku dan Novi masuk kesini, untuk saat ini rumah ini terbilang rumah yang hidup, tungku perapian dan aneka alat masak tergantung dengan rapi.


Ada meja dan kursi dari kayu yang sudah tua, letak meja dan kursi itu ada di tengah ruangan.


Hanya saja aku merasa ada yang tidak semestinya dengan orang ini, aku merasa ada sesuatu yang mengerikan disini.


Istri pak Sokran sedang menyeduh kopi, bau aroma kopi desa sangat gurih dan enak.


“Monggo nak WIldan dan nak Novi… kopi desanya monggo di minum” kata istri pak Sokran dengan senyum yang aneh


“Kopi ini buatan kami sendiri, kopi asli dari dataran tinggi yang enak” lanjut istri pak Sokran


“Ayo diminum, jangan takut, kami bukan orang jahat, kami hanya bahagia ada tamu yang datang ke sini” kata pak Sokran yang kemudian menyeruput kopinya


Aku coba menyeruput kopi bikinan istri pak Sokran, tetapi tidak dengan Novi, dia kayaknya masih ketakutan. Tapi setelah aku yakinkan dengan anggukan pasti, akhirnya Novi mau juga meminum kopi pemberian istri pak Sokran.


Setelah kami meminum kopi, kemudian pak Sokran membuka palang pintu rumahnya, setelah itu dia membuka pintu rumahnya.


“Kalau kalian mau jalan-jalan, ayo saya antar” kata pak Sokran dengan masih tersenyum aneh

__ADS_1


Aku berdiri dan kemudian diikuti Novi  juga berdiri, kami melangkah ke pintu rumah pak Sokran yang sudah dibuka lebar. Anehnya di depan rumah pak Sokran lumayan ramai dengan orang yang berlalu lalang.


Ada orang yang membawa cangkul. Ada yang berjalan saja, dan ada juga ibu-ibu yang membawa tas belanja.


__ADS_2