TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT

TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT
BAB 31. TERNYATA ....


__ADS_3

Sebenarnya aku malas juga bukakan pintu buat setan yang gak  jelas, tapi daripada gak sama sekali, ya apa salahnya aku bukakan pintu.


Suara ketukan dan suara minta tolong yang berasal dari yang mengaku sebagai Ivon itu sudah tidak ada lagi… yah mungkin dia sudah malas nggangguin aku, mungkin setan  itu wis kapok isengin aku hihihihi


Kubuka pintu depan, karena aku memang lagi butuh teman untuk bicara..


“Monggo tan setan.. Silahkan masuk.. Ayo kita ngobrol tentang masa depan kita berdua thol… khonth*l hahahahah”


 Aku berdiri di samping pintu untuk mempersilahkan setan itu untuk masuk ke dalam rumah. Tapi gak ada yang masuk  sama sekali.


 Aku pindah posisi menghadap keluar.. Di luar keadaanya sangat gelap dan berkabut, hujan yang tadi deras sudah berganti dengan rintik-rintik….


Tidak ada siapapun, yang ada hanya seseorang yang tengkurap di depan pintu.


“Hehehehe c*k janc*k.. Ayo masuk ke dalam… atau aku akan telanjangi kamu dan menghisap cairan tubuhmu yang nikmat dan gurih itu hihihihi”


Tidak ada sahutan dari sosok yang tengkurap di depanku… dia tidak bergerak sama sekali ketika aku tendang bahunya..


Lah apa dia sudah mati, bukanya tadi dia bilang besok pagi aku akan lihat dia mati di depan rumah… bukanya dia tadi bilang gitu, kok sekarang dia sudah mati saja sih hihihihi.


Aku seret tubuh Ivon masuk ke dalam rumah.. Aku gak ngurus dia mau namanya Ivon atau siapa, tapi yang jelas ketika aku pegang telapak tangannya untuk menyeret, suhu tubuhnya masih hangat.


Aku seret dia sampai di depan tungku, dan kubiarkan energi panas dari api tungku itu menghangatkan tubuhnya yang kedinginan.


Kemudian aku kembali lagi ke tempat ku semula… sambil terus menatap tubuh tengkurap yang mungkin saja benar itu Ivon atau bisa saja hanya setan yang menyamar sebagai Ivon…


“Anc*k.. Lama juga dia sadarnya… aku wis mulai ngantuk iki”


Nggak tau aku kok tiba-tiba ngantuk setelah menyeret tubuh perempuan yang mengaku sebagai Ivon itu……. Dan akhirnya aku tertidur….


  Tenang, santai, nyaman,....lelap… sangat lelap dan nyenyak….


,,,,,,,,,,,,,,


“AAAAHHHHRRGHHHH. LEPASKAN AKUUUUU KKHHGGGG KKKKGGHKKK AADUUUH”


“JANGAN CEKIK KKGGHHH KKGGHH AKU SETAAAAAN!”

__ADS_1


“JANC***KKK VON… KAMU KKHHGG TERNYATA KKGGHHHHHKKK SHEETAAAN”


*********************************


“WOOOII BANGUN WIL.. BANGUUUN JANC****K  AREK IKI… BANGUUN WOOOIII!”


“Janc*k Lank… WIldan iki ngimpi opo ae sih.. Arek kenthir!”


Samar- samar aku mendengar suara temanku…. ..Tubuhku bergoyang goyang, kepalaku di hentak hentakan dan tiba-tiba ada air dingin yang tiba-tiba mengenai kepalaku…


“Arrghhh janc*k.. Matane c*k… ngimpi opo ae cok raimu… ayo bangun Wil!” ini kan suara Broni


“Bangun mas Wil… enak bener tidurnya mas Wildan ini hihihihihi” kata Suara Novi


Kubuka mataku perlahan lahan..


Yang kulihat pertama di depanku adalah segelas kopi yang sudah tinggal setengah.. Ada juga beberapa piring kotor kosong yang ada bekas tusukan sate yang berantakan.


Janc*k… aku ngimpi….


Ku lihat sekeliling…..


Aku ada di sebuah warung sate…. Di depanku mobil hitam yang terparkir di pinggir jalan…. Di ujung depan warung ada bakaran sate yang masih mengeluarkan asap sedikit…


“Koen (kamu) iki ngimpi opo Wil.. kok ngelindur teriak teriak gitu… mangkane ta, kalau makan biasa ae, gak usah pakek nambah-nambah nasi putih sampek tiga kali c*k!” kata Broni


“Hihihih tadi mas Wil sebut-sebut Ivon ya… memangnya ada apa dengan Ivon mas.. Apa mas Wildan mimpi diperkosa Ivon, padahal Ivon kan gak punya kuntila mas hihihihi”


“K..kita ada di mana ini Bron?”


“Ohh asyu Wil.. kita ya masih di warung sate cok.. Nunggu kamu bangun dulu, biar kamu gak capek kalau harus buru buruin kamu Wil” kata Broni


Astagfirullah…. ternyata aku ini mimpi, eh teman-temanku masih ada semua, tidak ada yang hilang sama sekali. Ya Allah ngeri sekali mimpiku tadi….


“Ayo Wil.. kita berangkat.. Keburu tengah malam nanti ini Wil….


“Eh.. eh Bron, kamu tau gak tujuan kita ke mana?”

__ADS_1


“Jelas tau lah Wil… aku kan ada alamat desanya…. Mosok aku gak tau kita mau ke mana hihihihi”


“Sik Bron… kita ke daerah  B kan, yang berhawa dingin.. Eh apa kamu sudah hubungi tetua desa atau kepala desanya?”


“Yo jelas sudah Wil….. “


“Bentar Bron.. sebelum kita berangkat…. Bagaimana kamu bisa kabarin kepada desa atau tetua desa itu?”


“Kantor sekretariat partai sudah berkirim surat kepada tetua adat disana, sebuah desa yang bagus kata  salah satu temanku di partai yang pernah ke sana sebelumnya…


“Siapa nama temanmu itu, dan apakah ketua adat disana itu bernapa pak Sapudi atau pak Wid?”


 “Hahahah salah semuanya Wil hehehe.. Nama kepala desanya pak Sudikan… desanya bernama desa Lembah Asri ayo kita berangkat”


“Tapi tenang aja… nanti kita tidak langsung ke desa lembah Asri, sesampai di sebuah pemukiman kita nginap disana”


“Besok paginya kita baru dijemput pakai motor, karena akses ke desa itu tidak bisa dimasuki mobil.. Wil kamu yang setir mobil sekarang” kata Broni


Aku masih bingung.. Sebenarnya apa yang terjadi denganku, sebenarnya posisiku saat ini ngimpi atau gimana….?”


Duh bikin bingung, jadinya aku gak bisa mengatakan apakah aku ada di alam mimpi atau tidak, atau sekarang aku sedang menjelang mati akibat dicekik Ivon…Ah bikin bingung ae.


Tapi bisa saja yang sebelumnya, ketika semua temanku hilang itu adalah mimpi, dan yang ini adalah kenyataan.


“Wil.. ayo hidupkan mobilnya… kok malah ngelamun c*k” kata Gilang yang ada di belakang


“Iya mas Wil..cepetan nyalakan Acnya, Novi gak kuat sama baunya mas Gilank nih mas”


“Ayo Wil.. apa yang buat kamu ragu c*k… kita akan bersenang senang disana WIl” kata Broni memberiku semangat


“Iyo…iyooooo rek”


Aku mengemudi, sedangkan Broni melihat arah jalan, aku mengemudi sesuai dengan instruksi dari Broni.


Tidak ada satu jam Broni menyuruhku menepi, Broni kemudian turun dari mobil, dia kayaknya mau tanya alamat kepada bapak-bapak yang sedang duduk di pos kamling


Aku gak tau apa yang diomongkan Broni, tapi yang pasti Broni mengangguk angguk tandanya dia paham dengan apa yang dijelaskan oleh bapak bapak itu.

__ADS_1


Di depan itu nanti ada perempatan WIl.. kita belok ke kanan, tidak jauh dari sana ada semacam losmen, disana nanti kita tunggu hingga pagi hari


__ADS_2