
“Sekarang apa yang akan kita kerjakan lagi mas, kita apa tetap disini sampai pagi?”
“Iya Nov, kita gak bisa pergi dari sini ketika keadaan gelap gini, takutnya kejadian kayak tadi itu, kita bermasalah dengan yang aneh-aneh lagi disini”
Saat ini sudah menjelang pagi, jam tanganku sudah menunjukan jam empat pagi.
Aku usahakan sama sekali tidak tidur, aku tidak mau ada apa-apa ketika aku tidur seperti sebelumnya. Begitu juga si Novi, dia sama sekali tidak tidur.
Kurangkul pundak Novi agar dia tidak takut, tetapi yang terjadi aku malah ngatjeng sendiri. Jadi ya kulepas saja rangkulanku di pundaknya.
Lama kami berdua duduk dalam diam, sementara di luar tidak ada suara apa-apa, keadaan disini sangat sepi, dan hal ini tentunya sangat menakutkan bagiku, tapi untungnya sebentar lagi matahari akan muncul.
“Mas, udah jam berapa ini?”
“Kan kamu juga pake jam tangan Nov, kok tanya aku sih?”
“Hihihih gak papa mas, kan Novi lagi mager, jadi tanya aja ke mas Wildan”
“Udah hampir jam lima, harusnya sinar matahari sudah mulai muncul di ufuk timur Nov”
“Iya mas, ayo kita keluar rumah ini mas”
“Jangan dulu, tunggu hingga keadaan disini sudah terang benderang dan yakinkan bahwa keadaan di luar aman-aman saja Nov”
Setelah aku tunggu hingga beberapa puluh menit kemudian, dari atas rumah terlihat sinar matahari yang mulai terang, tetapi aku masih belum berani membuka jendela, aku takut apabila melihat sesuatu yang aneh-aneh lagi.
“Mas.. gak buka pintu rumah ta?”
“Sik bentar Nov, aku kok agak takut kalau tiba-tiba ada yang ciluk baaaaa!”
“Novi rasa sudah aman kok mas, ayo buka pintu dan kita pergi dari sini sekarang mas”
Aku rasa Novi benar juga, kita harus segera pergi dari rumah dan desa ini, kita gak bisa nunggu hingga ada sesuatu yang akan terjadi lagi.
Tapi aku takut, apabila aku buka pintu tiba-tiba suasana di luar berganti lagi menjadi yang aneh-aneh.
Tapi semoga tidak, aku berdiri dan berjalan pelan menuju ke pintu rumah, kubuka palang pintu rumah yang digunakan sebagai kunci pintu.
Kubuka pintu sedikit, aku dan Novi mengintip keadaan di luar, ternyata di luar sepi, hanya kabut tipis seperti biasanya yang masih menggantung di depan rumah.
__ADS_1
Kubuka pintu lebih lebar lagi… keadaan di luar rumah sepi…
Keadaan aman seperti yang seharusnya terjadi disini..
“Gimana menurutmu Nov?”
“Kayaknya kita kembali ke masa ketika kita datang ke sini mas, tidak ada mayat di depan rumah, dan seharusnya kita ketemu dengan teman-teman kita mas”
“Terus menurutmu kita harus gimana Nov, apa kita cari teman kita atau kita sesegera mungkin pergi dari sini?”
“Segera pergi dari sini saja mas, kita cari bantuan ke desa ketika kita pertama kali datang itu saja mas”
“Ya sudah aku setuju Nov, ayo kita segera pergi dari sini”
Kubuka pintu rumah lebih lebar lagi, agar kami muat untuk aku dan Novi melewati pintu itu menuju ke luar.
Sebelum kami melangkah kan kaki untuk keluar, aku harus tau dulu keadaan disini, apakah aman atau tidak… aku lihat di sekeliling rumah, tidak ada yang aneh, tidak ada mayat yang sedang duduk, tidak ada apapun yang mengerikan disini.
Tapi rasanya ada yang ganjil….
Rumah yang kami tempati dan yang ada di depan rumah ini, ada yang berbeda tetapi aku nggak tau apa yang beda itu.
Memang selama disini kami selalu menghadapi suasana yang selalu berbeda, sehingga otakku semakin tidak bisa berpikir jernih tentang apa yang ada di sekitar sini.
Novi kayaknya juga berpikiran yang sama denganku, keliatan dari raut wajahnya yang melihat ke sekeliling halaman dan jalan depan rumah, tapi aku yakin dia juga berpikiran yang sama dengan ku, tidak tau apa yang sedang dipikirkannya.
“Mas…”
“Sudah jangan bicara, ayo kita pergi dari sini selagi bisa Nov”
Aku tau Novi akan tanya sesuatu tentang yang berbeda, tetapi dari pada keterusan dengan berbagai pikiran yang aneh-aneh, lebih baik kami segera mungkin pergi dari sini.
Aku gandeng Novi layaknya pacarku atau istriku, dia sudah seperti saudara meskipun dia waria yang kadang membuat aku ngatejeng gembuk, tetapi dia sudah melalui beberapa petualangan bersama kami.
Rumpun bambu sudah terlihat dari sini, dan sebentar lagi kami akan menyeberang jembatan, semoga sungai yang ada disana tidak meluap seperti sebelumnya.
Tetapi ketika kami sampai dekat dengan barongan bambu, jembatan itu tidak ada! Dan sungai yang ada didepan kami lebih lebar dan airnya lebih banyak, tidak ada batu-batu besar yang ada di tengah sungai.
“Mas….. Novi sudah mengira kita akan menemui kesulitan lagi mas”
__ADS_1
“Karena ketika kita tadi akan pergi dari rumah, ada beberapa keanehan disini, seperti pohon-pohon yang ada di samping rumah ukuranya tidak sebesar ketika kita datang ke sini” kata Novi dengan suara pelan
“Sepertinya kita masuk ke beberapa puluh tahun sebelumnya mas”
“Tapi anehnya disini sudah ada rumah-rumah mas, dari tadi Novi sedang berpikir kalau ada rumah, berarti ada orangnya mas, tapi keadaan desa ini masih sunyi sepi gini”
“Dan keadaan rumah kok tidak berubah mas, harusnya keadaan rumah kan masih bagus. Kita sekarang ada di mana mas. Novi takut mas”
“Tenang Nov, kita kayaknya sedang dalam permainan sesuatu Nov, dan pasti ada tujuannya, jadi untuk saat ini kita sudah tidak usah takut, kita harus bisa cari celah yang tepat sehingga kita bisa kembali ke tempat kita yang sebenarnya”
“Iya mas, tapi sekarang kita ada di masa apa?”
“Hehehe kita gak di masa apa-apa Nov, semua ini hanya tipuan atau halusinasi kita saja”
“Ntah kenapa otakku mulai berpikir bahwa kita sekarang sedang berhalusinasi…. Tapi coba saja kita terapkan apa yang ada di pikiranku Nov”
“Hmm kalau memang kita gak boleh melewati jembatan, maka kita tidak lewat sana. Kamu ingat tidak dimana tempat yang kita tidak boleh datangi dan lewati, tempat yang mengerikan dan membuat kita ketakutan”
“Itu mas, telaga dan lapangan kecil yang di tengahnya ada batu-batuannya”
“Nah itu juga yang tadi aku pikirkan Nov, ayo kita kesana dan kita bongkar apa yang sebenarnya terjadi disini”
“Kenapa mas Wildan begitu yakin kalau kita sedang dikerjain orang?”
“Ada beberapa hal yang aku patut curiga Nov, mulai dari rumah, kabut, mayat, dan satu lagi, kita selalu mendapat keanehan ini setelah membakar kayu yang kita gunakan penerangan dan agar kita tidak kedinginan kan”
“Coba kamu ingat-ingat, kita selalu menemui keanehan setelah kita nyalakan kayu bakar yang ada di rumah kan, gak cuma di rumah yang kita tempati, tetapi di rumah sebelum sebelumnya”
“Jadi menurutku, di kayu yang kita bakar itu ada semacam zat sesuatu yang menyebabkan kita berhalusinasi”
Tidak tau aku kok tiba-tiba merasa bahwa kami sedang dipermainkan oleh sesuatu, aku merasa seperti itu setelah aku mengamati beberapa hal yang tidak sesuai.
Aku nggak tau apakah penglihatan kami yang berhalusinasi atau apakah semua sudah disetting sedemikian rupa ketika aku dan Novi dalam keadaan tertidur.
Yang pasti untuk pagi ini ada yang tidak pas, seperti pohon yang kecil, kemudian sungai yang lebar. Dua hal itu yang membuat aku curiga.
Kenapa aku curiga, karena rumah yang kami tinggali ini tidak berubah, seharusnya rumah ini berubah seiring dengan waktu yang berubah juga.
Sekarang aku dan Novi harus mencari apa dan siapa dibalik semua ini.
__ADS_1