
“Mari masuuuk nak, jangan malu-maluuuu…” kata perempuan mengerikan itu lagi
Tiba-tiba pak Kus maju, parangnya sudah dia angkat ke atas, dia sudah siap memenggal leher perempuan mengerikan itu.
CRAK… sekali tebas kepala itu terpisah dari tubuhnya.
“Injak kepala itu mas Wildan, kalau tidak kepala itu akan lari” kata pak Kus yang sedang menginjak tubuh mengerikan dari perempuan yang sudah terpenggal kepalanya.
Tubuh itu bergerak gerak liar, tangannya seperti sedang memukul mukul angin… sementara itu aku berusaha menginjak kepala yang ternyata masih mempunyai tenaga untuk menggelinding, kepala ini kuat juga ternyata energinya.
“Mari masuuk nak, mbah sudah siapkan makanan di dalam rumah”
Kepala yang sedang aku injak ini masih bisa bicara dan berusaha menggelinding, aku kutambah tekanan di bagian kepala ini dengan kuat!
“Tahan dulu mas WIl, saya selesaikan dulu tubuh ini!” teriak pak Kus yang kemudian membelah bagian dada dari tubuh tanpa kepala dan tanpa kaki itu
Bau busuk menyeruak ketika pak Kus berhasil membelah dadanya, kemudian pak Kus menyayat bagian organ dalamnya hingga akhirnya tubuh itu tidak bergerak lagi. Tapi kaki pak Kus masih menginjak bagian dari tubuh itu.
“Mari masuk nak……” kepala itu bergerak gerak dan bersuara lagi di bawah kakiku
“Pak Kus, yang ini bagaimana pak, dia masih bergerak liar dan bicara kepadaku pak”
“Tunggu mas, injak dengan kuat dulu, saya harus selesaikan yang ini dulu, meskipun dia tidak bergerak tapi di akan menyerang kita ketika kita lepaskan kaki kita mas Wil!”
“Atau gini saja, ini ambil parang saya mbak Novi, kemudian belah kepala itu cepat!” suruh pak Kus
“Cepat ambil parang dari pak Kus, dan belah kepala ini Nov, aku sudah nggak kuat karena energi dari kepala iki kuat sekali!”
Novi dan ivon hanya diam saja, mereka berdua pasti takut, padahal aku lebih takut daripada mereka, karena kakiku sedang menginjak kepala yang bergerak gerak.
Tiba-tiba Ivon mengambil parang dari pak Kus, dan dengan kekuatan penuh dia hantamkam ke kepala yang sedang aku Injak.
CRAK…!
Darah hitam yang baunya busuk memercik ke segala arah, termasuk ke kakiku yang tadi sedang menginjak kepala ini. Bauuu sekali darah hitam ini!
“Von… kalau mau mbacok bilang-bilang dong, tadi hampir kena kakiku lho rek!”
__ADS_1
“M..maaaf mas…”
Kepala ini sudah diam, dia tidak bergerak sama sekali, tubuh yang sedang diinjak pak Kus juga sama, sudah diam dan tidak bergerak sama sekali juga.
Keadaan hening sekali, tidak ada suara binatang malam, yang terdengar hanya suara arus sungai yang tidak jauh dari rumah ini letaknya.
“Selesai sudah, tapi kita tidak tau apa lagi yang akan kita hadapi” kata kus sambil membersihkan parangnya dengan menggunakan rumput di sekitar sini
“Pak bukannya tiap rumah ada begininya?”
“Ada mas Wil, tapi mereka kan tidak keluar rumah, dan tidak berhadapan dengan kita”
“Sekarang kita ngapain pak?”
“Masuk ke rumah ini saja dulu, karena sebentar lagi akan ada sesuatu yang saya tidak bisa prediksi ada apa. Karena semenjak saya dua kali di masa ini, selalu berbeda yang akan terjadi sebentar lagi”
“Tapi di dalam sana ada suaminya pak”
“Iya, nanti akan kita bunuh seperti ini juga, pokoknya secepatnya kita masuk kerumah ini dulu…”
“Nyalakan senter kecilmu mas, kita butuh penerangan disini”
Tapi yang pasti aku tau, rumah ini milik suami istri Sokran. Dan yang tadi itu yang perempuan yang sudah kita habisi.
Ketika kami masuk dan aku arahkan senter ke segala arah, ternyata di dalam rumah ini kosong, tidak ada suaminya.
“Kalian harus tahan bau ya anak-anak, karena yang ada di dalam sini bisa dibilang mengerikan, nanti kalian akan lihat mayat yang dibelah dan kulitnya yang dilepaskan dari tubuhnya”
“Pak, kok tidak ada suami dari perempuan tadi?”
“Memang tidak ada mas, karena suaminya sedang pergi entah kemana, tapi nanti di dimensi lain, suami itu sudah mati sambil duduk di depan rumah, dia menunggui istrinya disana”
Waduh, mayat yang sedang duduk itu ketika aku dan Novi pertama kali datang kesini, dan ada mayat yang sedang duduk di kursi depan, tapi memang membingungkan yang terjadi disini.
Bau sekali di dalam rumah ini.
Di tengah ruangan ada mayat yang dengan perut yang sudah terbuka dan kulitnya sudah tidak ada di tubuhnya lagi, di lantai ada organ manusia yang sepertinya baru saja dimakan, karena organ yang kemungkinan adalah paru-paru itu sudah cuil disana sininya.
__ADS_1
“Pak yang tadi itu zombi ya pak?”
“Ya bisa dikatakan seperti itu mbak, untuk sementara kita diam dulu, karena sebentar lagi di luar akan terjadi sesuatu, makanya saya ajak kalian masuk ke sini supaya aman”
Setelah menunggu kurang lebih sepuluh menit, aku mendengar suara sesuatu.. Eh seperti suara roda gerobak yang sedang berjalan.
Iya benar aku mendengar suara gerobak di luar..
“Coba kalian intip apa yang ada di luar itu”
“Novi nggak deh mas, mas Wildan aja yang ngintip” kata Novi masih ketakutan di sebelah Ivon
Aku mengintip melalui lubang jendela…
“Astaga… itu Broni!”
“Dia sedang menarik sebuah gerobak yang…. Gerobak yang penuh dengan mayat!”
“Sekarang dia ke rumah ini….!”
Aku menunduk… aku takut kalau dia datang ke sini untuk menemui aku dan yang lainya.
“Kenapa menunduk mas, dia datang kesini bukan untuk kalian, dia membersihkan sisa yang tadi kita bunuh, dan yang menarik gerobak itu bukan teman kalian” bisik pak Kus
“Saya sudah beberapa kali masuk ke dimensi ini, dan orang yang menarik gerobak itu selalu berganti ganti. Kamu amati terus apa yang ada di luar sana mas, jangan sampai lepas dari pandanganmu, karena ada saja yang akan terjadi”
Kulihat lagi. Ternyata benar apa yang dikatakan pak Kus, sosok yang mirip Broni itu sedang mengambil potongan tubuh yang tercecer, termasuk kepala yang sudah terbelah menjadi dua.
Tapi nggak cuma mengambil saja, setelah mengambil tubuh dan kepala perempuan itu, dia sekarang mengambil mayat lain yang ada di gerobaknya, sosok itu menyeret mayat yang baru diturunkan dari gerobaknya. Dan menaruh di halaman rumah!
Setelah itu sosok yang mirip Bronii pergi begitu saja menuju ke arah tengah desa.
“Pak apa yang terjadi sebenarnya, kenapa sosok yang mirip teman kami itu menaruh mayat di halaman rumah ini lagi?”
“Ya memang begitu mas, itu sudah alurnya, dan mayat yang ditaruh itu adalah suami dari perempuan yang kita habisi tadi”
“Berarti nanti kita habisi juga laki-laki itu pak?”
__ADS_1
“Tidak usah mas, dia hanya akan duduk di taman rumah saja, setelah ini kita harus habisi penarik gerobak itu !”