
Orang ini namanya Kimpet, pertama kali aku tau ketika bersama pak Sokran, dia membawa hasil perkebunan ke pasar. Kemudian berikutnya aku dan Novi bertemu ketika ada di telaga, dia sedang mencuci organ dalam manusia sebagai pesanan untuk dibuat soto.
Waktu pertama kali bertemu dia memakai celana tiga perempat milik Gilank, dan aku rasa saat itu Gilank pasti sudah mati.
Dan kata pak Sokran, Kimpet itu orang yang aneh, karena suka menghilang dan sembunyi, tapi sekarang dia ada di depanku, dengan sosok yang sama tetapi dengan kepribadian yang berbeda, dia juga tidak memakai celana tiga perempat milik Gilank.
Kami saat ini mengikuti Kimpet berjalan menuju ke sebuah gubuk tempat dia mungkin beristirahat dan makan, gubuk yang kecil namun mungkin bisa menampung beberapa orang yang mau beristirahat disana.
Di dalam gubuk kecil itu ada sebuah bangku panjang dan sebuah teko plastik yang berisi air.
“Ayo duduk disini dulu, saya akan ceritakan sekilas apa yang saya tau tentang Dikan dan nama-nama lainya” kata pak Kimpet yang mengambil posisi duduk di pojokan
“Sebelumnya saya kasih tau dulu tentang desa yang ada di balik kebun ini… penduduk di perkampungan tempat saya tinggal menyebut desa itu adalah desa mayat”
“Sejarahnya saya tidak tau, tetapi yang pasti saya pernah tersesat disana, dan baru bisa balik ke tempat saya ini sekitar tiga bulan, disana saya mengalami kejadian yang tidak bisa dipikir dengan akal sehat”
“Saya merasa ada disana itu hanya tiga hari kalau tidak salah, tetapi penduduk desa saya berkata bahwa saya sudah hilang selama tiga bulan, bahkan keluarga saya sampai mengadakan tahlilan, karena saya dianggap sudah mati”
“Satu bulan lalu saya menjumpai mas GIlank dan mas Bondet, ketika pagi buta saya datang ke kebun ini, mereka berdua ada di dalam gubuk ini”
“Cerita dari kalian berdua bahwa kalian dari desa sana dan sedang mencari teman kalian yang tiba-tiba hilang. Saya percaya dengan cerita itu, tetapi saya tidak mau mengatakan yang sebenarnya, karena kalian pasti tidak akan percaya”
“Saya cuma bilang tidak usah ke sana lagi, dan tunggu saja di kebuh saya ini, nanti teman kalian akan datang ke sini apabila benar mereka itu selamat”
“Tapi ternyata kalian ini bandel juga, kalian masuk ke desa itu lagi kan, sebulan lebih kalian tidak muncul disini, dan saya pikir kalian sudah mencari jalan pulang dari sini”
__ADS_1
“Tetapi ternyata kalian masuk ke sana hahahaha”
“Ya sudahlah, sekarang tentang nama-nama yang tadi saya sebutkan… mereka itu demit jahat yang suka mengambil nyawa orang yang tersesat disana”
“Sapudi, pak Min, Dikan, Sokran… mereka ada di zaman atau masa yang berbeda beda, dengan kengerian yang berbeda beda juga… itu menurut cerita turun temurun di desa saya”
“Menurut cerita yang beredar di penduduk di desa saya, yang mengerikan adalah pada masa Sokran… dan yang paling tua adalah Sapudi, sedangkan Dikan itu masa yang paling muda”
“Menurut cerita dari mbah-mbah saya, apabila ada orang yang selamat dari desa lembah mayat, mereka keluar dari sana dalam keadaan Gila, dan atau apabila mereka selamat, maka demit yang ada disana tidak akan melepas mereka begitu saja, mereka akan dibunuh satu persatu” kata pak Kimpet sambil menyedot rokok klobotnya.
“Tapi itu kan cerita turun temurun mas hehehe, buktinya saya saja pernah ke sana dan baik baik saja sampai sekarang hehehe.. Tapi lebih baik kalian mempercayai omongan saya saja” kata pak Kimpet
“Sekarang kalian sudah berkumpul, kalian bisa pulang ke rumah kalian dengan selamat”
“Belum pak… masih ada tiga teman kami yang hilang disana” jawab Novi
“Sebulan lalu saya belum sempat tanya kepada mas Gilank dan mas Bondet, bagaimana kalian bisa ada di desa lembah mayat itu. Sekarang saya kepingin tau bagaimana kalian bisa ada disana”
“Sebentar pak Kimpet, saya butuh penjelasan yang lebih masuk akal…..”
“Tapi oklah saya akan ceritakan bagaimana kami bisa ada disini….jadi begini pak Kimpet… kami kesini awalnya untuk melakukan bakti sosial”
“Teman kami Broni adalah orang partai, dan tujuan kami adalah desa Lembah Asri, dan kata orang partai yang ada di sana, mereka sudah bertemu dengan pak Sudikan untuk minta ijin kalau kami akan kesini dan melakukan kegiatan disini”
“Jadi bukanya yang namanya Dikan itu memang ada pak, dan bukan demit seperti yang pak Kimpet sebutkan itu”
__ADS_1
“Hehehe begini mas eh siapa namanya….?”
“Saya Wildan pak”
“Nah begini mas Wildan, apa yang dikatakan oleh orang partai itu benar, Dikan memang ada! Tetapi apakah mereka tau Dikan itu adalah apa?” kata pak Kimpet dengan wajah serius
“Demit tetap Demit, dia bisa menyamar menjadi apa saja untuk mendapatkan mangsa…. Ingat apa yang dikatakan ojek yang mengantar kalian… tidak ada ojek yang berani masuk melewati jembatan desa kan, mereka hanya mengantar sebatas di jembatan saja kan”
“Penduduk disana tau apa dan siapa yang ada di lembah Asri yang sebenarnya adalah Lembah Mayet…”
“Saya kepingin tau orang partai itu bagaimana bisa berkomunikasi dengan Dikan, apakah dia mendatangi desa itu atau hanya bertemu Dikan di luar desa”
“Apabila orang partai itu pernah datang ke desa lembah Asri dan bertemu dengan Dikan, ada kemungkinan desa itu sedang dalam keadaan kasat mata!”
“Desa itu memang ada, dan anehnya bisa berubah ubah… bisa menjadi desa yang sesungguhnya kasat mata dengan penduduk yang normal, atau menjadi desa ghaib dengan mayat yang banyak”
“Setelah kalian masuk ke dalamnya maka kalian akan dibuat sedemikian rupa hingga kalian tidak kuat dan akhirnya mati bunuh diri atau mati karena kecelakaan akibat dari ulah kalian sendiri”
“Yang namanya Demit itu bisa merubah apa saja, pokoknya mereka mendapatkan mangsa yang sesuai heheheh” kata pak KImpet sambil menyedot rokoknya dalam-dalam
“Ketika kalian masuk ke dalamnya, dan ketika mungkin desa itu butuh mangsa, dan ketika ada kabut tebal yang mengerikan, disana sudah menunggu demit-demit yang kelaparan dan menunggu kalian mati dengan sendirinya…. Mereka tidak mau membunuh, karena mereka yakin korban akan mati dengan sendirinya”
“Tapi ternyata kalian tidak mati dan tidak gila… maka dari itu berhati hatilah dengan hidup kalian, karena mereka akan memburu kalian hehehe…. Seperti saya, tiap hari ada saja yang ingin membunuh saya”
“Tetapi saya sudah kebal, saya berkebun disini yang tanahnya sangat subur dan hasil kebunnya sangat memuaskan… tapi ya gitu itu, banyak sekali yang ingin membunuh saya, hanya saja saya sudah hapal cara-cara mereka”
__ADS_1
“Lalu apa yang harus kami lakukan pak?” tanya Novi
“Nggak ada mbak…. Aktifitas seperti biasa saja, tapi jangan salah, pasti kalian akan dicari dan dibunuh, karena kalian sudah masuk ke desa ghaib itu, dan siapapun yang keluar dengan selamat harus mati” kata pak Kimpet dengan wajah serius