
Aneh disini malam datang dengan cepat, aku gak tau apakah ini bener-benar malam atau kabut hitam yang menyelimuti daerah ini..
Ketika aku memperhatikan sekeliling tiba-tiba hujan deras turun… hujan yang sangat deras turun dengan tiba-tiba, dan air hujan ini sangat dingin!
Aku harus masuk ke dalam rumah ini agar tidak mati kedinginan.
“Maaasss…..!”
“Iya aku tau Nov… kita harus masuk ke rumah ini, atau kita mati kedinginan disini!”
“Abaikan saja yang mengerikan itu Nov, aku merasa kita akan dalam bahaya besar apabila kita tetap ada di luar sini, kita harus masuk ke dalam rumah ini sekarang”
“Tapi gimana kalau di dalam rumah ini juga ada yang mengerikan mas…”
“Abaikan yang mengerikan, kita pindahkan saja yang mengerikan itu keluar.. Ingat Nov, kita pernah berpetualang dengan hal yang lebih mengerikan dari pada yang ada disini”
Aku gandeng tangan Novi yang halus meskipun dia masih berjambang dan berkumis.
Cahaya senter yang kubawa ini menerangi rumah dan pintu yang masih tertutup rapat, aku harus masuk ke dalam rumah apabila ingin selamat.
Entah kenapa aku tiba-tiba merasa akan sangat berbahaya apabila aku dan Novi ada di luar sini.. Apalagi dalam keadaan hujan deras.
“Mas.. buka pintunya dulu mas”
“Ya iya Nov, mosok kita mau nembus tembok kayu rumah koyok setan gitu?”
Pintu rumah yang tertutup rapat ada di depanku..
Kudorong perlahan lahan pintu rumah yang terbuat dari kayu ini agar terbuka ke dalam. Terus terang aku gambling aja, aku gak tau ada siapa atau ada apa di dalam rumah ini.
Suara derit engsel pintu yang berkarat mengagetkan aku dan Novi.
Kudorong terus hingga terbuka separuh, kemudian aku sorotkan senter ini ke bagian dalam rumah..
Kosong!...
Tidak ada siapapun atau apapun di dalam…
“Yuk masuk aja Nov, di dalam gak ada siapa-siapa kok”
__ADS_1
Novi memegang tanganku dengan erat, cahaya senter aku arahkan ke tiap sudut ruangan, ternyata memang kosong, tidak ada apa apa disini selain tungku dan peralatan masak di ujung rumah.
Aku melangkah masuk ke dalam dengan senter yang masih menyorot ke segala arah
“Mas hati-hati..”
“IYa Nov, disini kosong kok.. Kita bisa bertahan disini hingga besok pagi Nov”
Kututup pintu perlahan lahan.. Sekarang kegelapan menyelimuti kami berdua.
Aku harus nyalakan api, selain sebagai cahaya, panas dari api bisa menghangatkan tubuh kami yang menggigil kedinginan.
“Nov, kamu bawa korek nggak?”
“Ya nggak lah mas.. Novi kan gak ngerokok”
“Eh tapi sebentar sih mas… kayaknya Ivon memasukan korek ke tas Novi deh mas, katanya korek ini sangat berguna kata Ivon mas”
Setelah mencari beberapa saat, akhirnya Novi memegang sebuah korek gas.
“Ini mas…eh mas WIldan mau nyalakan kayu bakar yang disana itu?” tunjuk Novi pada tumpukan kayu bakar yang ada di dekat tungku
“Iya Nov, agar kita hangat gak kedinginan gini”
Kunyalakan kayu bakar yang ada di tungku masak, untungnya kayu bakar ini benar-benar kering, sehingga dengan mudah terbakar.
Api di tungku masak sudah menyala.. Cahaya dari api ini menerangi rumah yang berdinding kayu…
Rumah ini kosong, tidak ada perabot, hanya ada tungku masak dan peralatan masak saja. Dan tentu saja ada dua kamar yang posisinya ada di sebelah kiri..
Aku yakin, rumah ini tidak mempunyai kamar mandi…aku yakin sekali..
Aku juga yakin di salah satu kamar ada tumpukan pakaian dan rambut yang mengerikan!
“Mas, Novi mau ganti baju dulu mas… eh mas Wildan bantuin Novi ya”
“Bantuin apa.. Kan mudah tinggal buka baju aja Nov”
“Nggak mas,, udahlah pokoknya bantuin Novi mas!”
__ADS_1
Novi melepas jaket kulitnya, di dalam jaket kulit dia memakai kaos hitam yang pressbody, kemudian dia perlahan lahan melepas kaosnya..
Janc*k… ternyata di balik kaos ada stagen eh bukan ding eh itu korset… iya Novi pakai stagen korset di balik kaos hitamnya
Korset yang harusnya ada di bagian perut itu dia lilitkan di bagian dadanya….
“Tolong lepasin bagian belakang korset ini mas, Novi udah gak kuat lagi pake ini.. “
“Ini bagian belakangnya mas, ada pengaitnya tolong buka satu satu pengaitnya itu mas”
“Iya sik Nov, aku gemetar iki cok.. Aku gak bisa mikir apa dan kenapa kamu pakek benda ini”
“Sudahlah mas, gak usah banyak omong, bukakan dulu bagian belakang ini”
Satu persatu pangait kecil itu aku buka hingga pengait terakhir dan…
“Aaaah akhirnya lega juga mas…. uuuaaaghh setelah menahan himpitan dada ini hihihi, sekarang Novi bebas” kata Novi yang memunggungiku
Kemudian dia perlahan lahan berbalik ke arahku…
“Astagaaaa… ternyata thetekmu masih ada dan masih besar Nov!” aku memandang dengan kagum phayudara Novi yang indah seperti jaman dulu ketika aku melihat dia sebagai perempuan eh waria.
“Iya mas. Hehehe. Novi sembunyiin di sini thetek Novi mas… Sik sebentar, ada lagi yang mau Novi lepas mas”
Novi meraba kepalanya dan hingga bagian leher yang dekat dengan rambut cepaknya, kemudian dia seperti melepas sesuatu dengan perlahan lahan…
Dia melepas rambut cepaknya yang ternyata hanya sebuah wig….. Dan sekarang rambut blonde Novi yang panjang itu terurai tetapi basah oleh keringat.
“Hihihihi.. Inilah Novi yang sebenarnya mas.. Novi yang selama ini mas Wildan dan yang lainnya kenal..huuuffh lega rasanya udah lepas dari semua ini hihihi”
“janc*k Nov, tapi kumis dan brewokmu itu apa palsu juga!”
“Hehehe ini asli mas.. Tapi tenang aja, Novi bawa alat untuk cukur kumis dan brewok kok” kata Novi sambil memakai kembali kaos hitamnya
Kini phayudara Novi yang ukuranya gak normal dan indah itu nampak menyembul dari balik kaosnya…
“Nov, kamu apa gak bawa BheHa?”
“Hehehe gak bawa mas,, udah gini aja kan gak papa mas, kan udah ketutup sama kaos ini mas hihihihi”
__ADS_1
“Waduh bahaya Nov, aku gak bisa kalau kamu kayak gini, bisa-bisa aku ngatjeng gembuk Nov”
“Kalok ngatjeng ya nanti akan Novi buat gak ngatjeng mas hihihihi”