TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT

TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT
BAB 31. IVON DATANG?


__ADS_3

Siapa itu Fitri….aku gak peduli siapa dia, aku gak mau tau mau apakah dia hantu atau tidak. Yang terpenting aku punya teman bicara dan teman yang bisa aku ajak diskusi.


Paling tidak aku nggak gila disini sendirian dengan segala keanehan yang ada disini, paling tidak aku bisa ngobrol dengan sesuatu, meskipun itu hanya hantu atau sejenisnya.


“Heh Fit… kemana semua orang desa ini, katanya kamu ini arwah pemilik  rumah ini?”


“Semua mati… karena penyakit menular… eh bukan penyakit biasa. Setiap hari selalu ada yang mati”


“Kalau  ada penyakit  menular, kenapa penduduk disini gak minggat aja, kenapa mereka malah menunggu ajal disini?”


“Tidak ada yang bisa pergi dari sini, selain mempertahankan diri, yang mencoba pergi dari sini selalu akan terhalang sesuatu. Di sana ada jurang yang dalam, hutan lebat, dan tebing yang curam”


“Disana tiga teman kamu termasuk Novi hilang… kenapa hilang dan bagaimana hilang, Firi gak mau kasih tau.


“Sedangkan yang di sana ada sungai, yang selalu meluap, dan berkabut… kecuali pada hari-hari tertentu tidak meluap atau memang desa ini sedang tidak butuh makanan, maka sungai itu tidak meluap”


“Oh jadi teman-temanku jadi santapan iblis disini?”


“Belum..mereka masih belum menjadi santapan, karena ada proses prosesnya, dan memerlukan waktu beberapa hari untuk siap menjadi santapan”


“Terus kenapa aku tidak hilang?”


“Mas Wildan menjadi mainan bagi mereka… mainan yang perlahan-lahan akan dibunuh”


“Mas Wildan bukan hilang, tetapi mati perlahan lahan, dengan darah yang akan mengalir”


“Darah merah yang nikmat yang terus menerus keluar dari luka yang tidak bisa sembuh.. Darah yang manis dan menyegarkan…”


“Darah yang tiap hari akan kami jilati dan kami hisap perlahan lahan, hingga mas WIldan perlahan lahan mati mengenaskan karena kehabisa darah….. HAHAHAHAHAHAHA”


Perlahan-lahan wujud fitri yang berupa Novi berubah..berubah mengerikan.. Sangat bau… wujudnya berubah menjadi manusia yang sudah busuk penuh belatung, darah dan nanah memenuhi tubuhnya…. Ada tanduk di kepala….. Tubuh busuk berwarna hitam pekat itu lambat laun menghilang disertai suara tertawa….


“JANC*****K.. AKU TAK TAKUT SAMA KAMU BANGSHAT!”

__ADS_1


“GUATHEEEL…. TERNYATA SETAN C*k!”


“Janc*k.. Aku harus segera pergi dari sini.. Desa ini gila….. Aku bisa mati karena gila di sini!”


“Huff tapi apa yang harus aku lakukan,  C*k… mumet ndasku asyu!”


Aku berusaha berpikir keras, aku nggak mau jadi mangsa mereka… tapi aku juga harus pergi dari sini secepatnya….


Hmm apa aku bakar saja rumah ini hahahaha.. Asyu!


Tanganku sudah siap untuk membuka pintu rumah tapi kemudian aku urungkan, tapi apapun yang terjadi aku harus segera pergi dari sini secepatnya… gak bisa nunggu besok atau lusa, aku  bisa mati  disini.


Aku berjalan ke arah jendela kecil yang tertutup rapat dengan slot pengunci… kubuka slot  itu dan kudorong pelan keluar daun jendela rumah ini.


“Anjeng!... masih penuh kabut, dan hujan rintik-rintik…!”


Gak akan bisa keluar dalam keadaan penuh kabut.. Paling nggak kabut itu harus menjadi tipis dulu…


Hmm keadaan di luar sangat tidak memungkin kan aku untuk menuju ke arah jembatan… kabut tebal itu pasti akan menyesatkan aku.


“Aku harus bisa keluar dari rumah ini secepatnya dan pergi ke arah jembatan, gak peduli apa yang akan terjadi!”


Nanti disana aku nunggu di pinggir barongan bambu, nunggu hingga air sungai aman dilewati.


Ah taik…..tapi aku kok jadi kepingin iseng disini dulu, aku kepingin tau tiap rumah disini ada apanya hahahaha!


Setan itu sudah isengi teman-temanku, jadi aku harus balas keisengan mereka, eh siapa tau di salah satu rumah ini ada teman-temanku….


“Tidak… aku gak bisa  melakukan keisengan itu…. Bisa jadi itu merupakan hal yang memang diinginkan setan ini… aku harus lebih berhati hati, lebih baik nunggu disini hingga matahari terbit dulu saja”


“Besok pagi… yah, besok pagi aku akan coba pergi ke sisi sungai”


Kusandarkan punggungku ke dinding kayu rumah, aku menatap api yang ada di tungku masak, api itu sudah mulai kecil, nanti aku akan kasih kayu bakar lagi…

__ADS_1


Aku gak habis pikir, kenapa aku dan temanku bisa masuk ke desa aneh ini… kalau gak ulah Broni, aku pasti ada di rumah dengan nyaman.


……BRRRZZZHHHHHHHH………JDEEERRRR!


“C*k kaget aku… c*k”


Hujan di luar yang tadinya hanya rintik-rintik, sekarang makin deras…sialan suara petir tadi hampir buat jantungku copot c*k hihihih.


Hihihih, tapi ini kan cuma permainan katanya hihihih, aku gak takut blas…tapi apa yang harus aku lakukan disini, bahkan aku hanya tau sekitar sini saja, antara rumah Sapudi, ruman ini, dan jalan ke jembatan.


Aku belum tau tempat lainya…


….DOK..DOK..DOK..DOK….


“MAS WILLL BUKA PINTUNYAAAAAA!... TOLONG BUKA PINTUNYA MAASS… IVON HAMPIR MATI KEDINGINAN INI MAS!”


Janc*k.. Kok ada suara Ivon diluar hehehe, ini pasti permainan lagi… permainan iblis yang tadi atau iblis lainya.. Hmm aku biarkan saja lah.


“MAAAAS WILDAAAAN… TOLONG BUKA PINTUNYA… IVON BISA MATI KEDINGINAN DISINI!”


“TOLONG MAAAS… IVON SUDAH NGGAK KUAT MAS AARRGGHHH UUGH UHUG..UHUG!”


Aku tetep diam.. Aku gak mau tau siapa yang ada di luar itu…… eh tapi suara minta tolong itu berbeda… berbeda karena sangat keras dan ada penghayatannya hihihih.


Hebat juga setan disini, bisa menghayati kalau sedang kedinginan hehehe, aku gak akan tertipu lagi janc*k..


Alhamdulillah hujan diluar berhenti hehehe… aku bisa agak tenang.


“Tolong mas Wildaaaan…. Ivon gak kuat lagi… kalau mas WIldan nggak bukakan pintu Ivon, besok pagi mas Wildan akan lihat mayat Ivon di depan pintu rumah ini”


Suara yang ada di luar itu melemah….pinter juga setan itu bersandiwara ya.


Tapi eh siapa tau itu Ivon ya… ah gak mungkin itu Ivon, aku gak mau ketipu setan lagi….

__ADS_1


Eh tapi nggak ada salahnya juga buka pintu… kalau pun setan, aku kan bisa aja dia ngobrol juga, dari pada gak ada yang bisa diajak ngobrol, bisa gendeng lama-lama aku.


“Ok setan atau iblis atau demit..aku akan bukakan pintu, tapi janji ya… kita ngobrol tentang masa depan kita berdua ya heheheheh, tapi ingat jangan hisap darahku, karena darahku gak enak.. Pahit dan asin hahahahah”


__ADS_2