TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT

TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT
BAB 39. AKTIFITAS DI ANTARA KABUT


__ADS_3

Ivon duduk diantara kami, wajah dia berubah tegang dan pucat….


“Di luar tadi apa apa Von..kamu lihat apa?”


“Kabut tebal mas…. Dan di depan rumah banyak tubuh manusia bergeletakan di tanah….” bisik Ivon


“Kamu jelas melihat orang yang bergeletakan di tanah atau hanya jangan-jangan hanya kamu berhalusinasi Von?”


“Jelas mas Wil… tepati di depan rumah ini kan kabutnya  masih tidak terlalu tebal.. Di depan rumah ini juga banyak tubuh manusia yang bergeletakan” jawab Ivon


Aku nggak tau apa yang tadi dilihat Ivon, tapi dari pendengaran kami tadi ada suara seperti orang yang sedang mencangkul, dan ada yang melempar sesuatu di  pintu belakang rumah.


Kemudian juga ada suara seperti orang yang sedang mengambil air dari dalam sumur yang letaknya agak jauh di belakang rumah


“Gimana Wil?” tanya Bondet


“Gimana apane Ndet?”


“Ya yang tadi Ivon lihat itu lho c*k”


“Heh… opo ae se kok rame ae c*k… ngganggu wong turu ae C*K” omel Broni yang kemudian bangun


“Bron, ada yang aneh disini…” kata Bondet


“Gak ada yang aneh Ndet, udahlah kalian tidur ae, besok  kita ada kerjaan keliling desa mendata penduduk disini.. Ojok begadang rek!” kata Broni kemudian tidur lagi


“Iya Von, Ndet, lebih baik tidur saja dan abaikan apa yang ada di luar sana…”


Aku tau ada yang gak beres disini, yah seperti mimpiku, di tiap jengkal tanah ada yang dikubur,  tapi…. Ah sudahlah, gak ada habisnya kalau  berpikir tentang gituan terus.


Yang penting cepat lakukan semua kerjaan, pergi dari sini, bayaran, pulang ke rumah masing masing.


Aku mulai ngantuk, dan untungnya tidak ada suara seperti orang yang sedang mencangkul atau apapun itu… suasana sepi dan dingin.


*****


Aku terbangun ketika mendengar suara ayam yang berkokok…

__ADS_1


“Ah baru jug tidur sebentar, kok sudah ada ayam berkokok… apa sudah pagi rek” aku bangun dan duduk di atas tikar.


Tapi semua temanku tidak ada yang bangun.. Hanya aku saja yang bangun ketika mendengar suara ayam yang berkokok tadi…


Kulihat jam tanganku….janc*k baru jam 01.15, ternyata aku baru tidur satu jam saja…


Asu!, mana sekarang aku sudah gak ngantuk sama sekali…… tapi tadi aku terbangun karena ada suara ayam berkokok.. Dan suara itu rasanya dekat sekali di sekitar rumah ini.


Tapi setahuku di sekitar sini kan gak ada yang pelihara ayam, tapi ah bisa saja mungkin ayam tetangga sedang main atau kesasar di daerah sini.


“Mas Wil.. kenapa kok duduk, apa nggak ngantuk” tanya Novi yang terbangun dan mengelap iler dari brewoknya


“Nggak papa Nov, tapi aku terbanung karena aku pikir sudah pagi, karena barusan aku dengar suara ayam yang berkokok”


“Lha gimana sih mas WIil ini… ini kan baru jam satu malam mas..hehehe mana ada ayam berkokok pada jam segini”


“Beneran Nov.. tapi ya mbuh lah Nov”


“Ah mas Wil mimpi itu, lebih baik tidur saja mas… karena besok kita akan banyak kerjaan, kalau kerjaan selesai kan kita bisa pulang lebih cepat mas”


“Iya sih Nov, bener juga apa yang kamu katakan”


Novi melanjutkan tidurnya, sedangkan aku.. Mataku saat ini entah kenapa sangar segar terang dan sama sekali tidak ada rasa mengantuk.


Aku rebahkan lagi tubuhku, dan aku coba untuk memejamkan mata lagi, setelah beberapa menit aku mulai mengantuk….


Rasa kantuk yang mulai datang perlahan lahan


JLAK…SROK….JLAK…SROK…JLAK…SROK….


****** suara itu lagi, suara orang mencangkul… apakah hanya aku saja yang dengar suara itu, apakah teman temanku tiak ada yang mendengar suara aneh itu.


JLAK…SROK….JLAK…SROK…JLAK…SROK….


Suara itu sekarang bukan berasal dari belakang lagi, tetapi berasal dari depan rumah…..!


Apa yang harus aku lakukan.. Apakah aku harus membangunkan teman-temanku, agar mereka tau apa yang sedang terjadi disini?

__ADS_1


Suara seperti orang yang sedang mencangkul tanah itu terus terdengar.


tapi  semakin lama rasa takutku semakin hilang, yang ada sekarang adalah rasa penasaran yang luar biasa..


“Aku harus keluar, lama-lama bisa gendeng dihajar sama rasa penasaran”


Aku berdiri dari dudukku, dan perlahan lahan aku berjalan berjingkat jingkat pelan menuju ke pintu depan.


“Mas Wil mau ke mana?” bisik Ivon yang ternyata bangun juga


Aku tidak menjawab pertanyaan  Ivon, aku hanya menunjuk ke arah pintu saja, kemudian kutempelkan jari telunjukku ke bibir, sebagai tanda jangan bicara lagi.


Ivon mengangguk, kemudian dia berdiri juga dengan perlahan lahan, dan berjingkat jingkat mendekati aku yang sudah ada di depan pintu.


“Mas Wildan tadi dengar suara orang yang sedang mencangkul kan?” bisik Ivon


Aku hanya mengangguk saja dan menunjuk ke pintu rumah…. Ternyata Ivon setuju, dia menganggukan kepalanya tanda bahwa dia setuju untuk membuka pintu rumah, dan melihat apa yang terjadi di luar sana


Kubuka pintu rumah dengan sangat pelan tanpa menimbulkan bunyi sama sekali, kemudian aku intip apa yang ada di luar sana.


Kabut.. Kabut yang tebal dan gerimis lembut…. Gerimis lebut dan kabut tebal… untungnya sinar lampu petromak di luar masih nyala dengan terang


“Lebih lebar mas….”


Kubuka sedikit lebih lebar lagi…. Agar aku dan Ivon bisa tau apa yang ada di luar sana….


“Hanya kabut Von, gak kelihatan apapun di depan rumah” kataku pada Ivon


“Lebih lebar lagi mas, biar keliatan apa yang ada di halaman rumah ini” bisik Ivon


“Ok Von….” Sambil kubuka lebih lebar pintu rumah…


Tapi tidak aku buka lebar pintu ini, aku kasih celah sekitar  lima belas sentimeter, yang penting aku dan Ivon bisa tau apa yang ada di depan sana.


Tepat di depan rumah tidak ada apapun… Yang terlihat pertama kali adalah kabut tebal…..


Tetapi di kejauhan depan rumah, diantara kabut tebal aku bisa melihat bayangan manusia….lebih tepatnya bayangan beberapa manusia yang sedang melakukan sesuatu…

__ADS_1


Di Antara kabut tebal.. Bayangan manusia-manusia itu seperti sedang mencangkul dan mengubur sesuatu…


Sebentar….kayaknya bukan mengubur sesuatu. Kayaknya mereka sedang mengambil sesuatu dari dalam tanah.


__ADS_2