TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT

TERJEBAK DI LEMBAH MAYIT
BAB 26. HILANG LAGI


__ADS_3

Tidak ada yang bisa aku lakukan siang hari hingga sore ini, aku sebenarnya kepingin ke jembatan sana, meskipun jembatan itu sudah hancur…


Tetapi gerimis ini semakin deras, dan kabut juga semakin pekat. Jadi kita terjebak di dalam rumah saja.. Tapi nanti aku harus ke sana, aku harus cari cara agar bisa keluar dari sini dengan selamat.


Tapi untuk sementara ada di dalam rumah ini adalah keputusan yang tepat, karena lebih baik terjebak di dalam rumah daripada berjalan menjelajah hutan dan jurang yang sama sekali tidak kita kenal medannya.


“Sore ini kita gak bisa ngapain-ngapain Wil?”


“Nggak Tif… ya disini saja dulu sambil nunggu sesuatu yang aneh akan datang… aku  yakin sebentar lagi pasti akan ada sesuatu yang akan mendatangi kita Tif”


“Kok nunggu sesuatu yang aneh Wil?”


“Eh heheheh bukan aneh, tapi aku mau nunggu hujan berhenti dulu, nanti kita lihat kondisi air disana.. Eh Tif, di rumah ini ada obor gak?


“Kayaknya ada Wil.. itu di gantung di dinding rumah, ada empat batang bambu yang ujungnya ada kain yang sudah gosong… tapi nggak tau masih ada isi minyaknya atau nggak”


“Kamu gak takut Wil?”


“Heheheh dari pengalaman kita dulu, rasanya ketakutan itu bisa kita hadapi… bukanya dulu itu lebih mengerikan daripada disini?”


“Lagi pula kita harus tunggu teman kita si Gilank dan Broni, meskipun berupa mayat atau berupa hantu… tapi aku yakin mereka berdua dalam keadaan yang tidak apa-apa”


“Paling tidak kita harus cari mereka meskipun yang ketemu hanya ndase tok ae Tif hihihihi”


“Jangan gitu Wil… kita kan nggak tau apa yang akan terjadi disini setelah ini… ingat.. Kita ini berada di desa yang mengerikan…”


“Coba kamu bayangkan WIl, kita kan kemarin sempat sarapan di rumah pak Sapudi, makan daging goreng dan minum kopi segala, tapi sekarang rumah pak Sapudi sudah kosong kan”


“Ah iyaaaa, kenapa gak kepikiran ya Tif… aku harus intai rumah pak Sapudi… ayo kita ke sana Tif, mumpung hujannya agak reda ini”


“Hehehe ide buruk Wil.. ngapain kita ke sana Wil.. cari masalah ae kamu Wil”

__ADS_1


“Nggak Tif…. cuma kepingin tau aktifitas di rumah itu, kan ini masih sore juga Tif…. tunggu hujan lebih reda lagi aja dulu Tif, aku gak mau basah kuyup di luar sana… eh kira-kira anak-anak sekarang sudah sampai mana ya TIf?”


“Mbuh Wil.. ini sudah sekitar dua jam mereka ada di alam liar, semoga mereka gak dapat masalah…”


“Aku gak yakin mereka akan bisa menembus hutan itu Tif… hmmm kita tunggu di rumah ini dulu, siapa tau ada yang datang ke sini Tif”


Perasaanku gak enak dengan tiga temanku yang nekat berjalan ke arah hutan untuk mencari bala bantuan…, tapi tidak tau kenapa perasaanku berkata kalau temanku nanti akan balik ke sini lagi.


Hari semakin gelap hujan rintik-rintik dan kabut tipis masih menyelimuti desa ini…. Desa ini benar-benar tidak pernah lepas dari kabut bahkan hanya untuk satu menitpun.


Ketika aku sedang memakan singkong bakar, tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki di luar… suara langkah kaki yang setengah berlari.


“Tif…. dengar… ada yang datang ke sini” bisikku


“Iya Wil.. aku juga dengar.. Eh kayaknya suara itu semakin dekat dengan rumah ini… apa mungkin itu bondet, Novi dan Ivon?”


 “Yah  semoga saja itu mereka Tif”


“M..mas Wildan…. Mas Tiiiff… to…toloong” kata suara yang ada di luar


“Wil itu Novi.. buka pintunya cepat” kata Tifano yang kemudian beranjak ke pintu rumah yang dikunci menggunakan slot kayu yang besar.


Pintu rumah dibuka..Ivon masuk dalam keadaan yang basah kuyup dan wajah yang pucat, entah pucat karena kedinginan atau ketakutan…


“Cepat masuk sini Nov, duduk di depan perapian.. Dan lepas bajumu dulu, Tif tolong ambilkan pakaian bekas yang ada di kamar itu”


“M..mas Bondet dan I..Ivon… mereka hilang gak lama setelah kita turun ke jurang….” Kata Novi dengan terbata-bata


“Waktu itu mas Bondet dan Ivon ada depan Novi, kami jalan sangat pelan, karena disana semak belukar, pohon dan tanaman merambat sangat lebat.. Jadi selama dua jam itu kami hanya bisa sampai di dasar jurang dulu sebelum naik ke sisi jurang  yang ada di depan kami mas”


“Kemudian tiba-tiba ada kabut tebal, kabut itu datang dengan cepat , Mas Bondet dan Ivon sekitar tiga meter di depan Novi….trs waktu kabutnya hilang mereka berdua sudah tidak ada” kata Novi

__ADS_1


“Kemudian Novi berusaha balik ke sini lagi.. Terus teran sulit naik ke jurang sini mas, lihat ini lengan dan kaki Novi sampai luka luka terkena batu, duri dan ranting yang ada di tebing jurang”


“Sudah Nov, gak usah cerita dulu….hangatkan tubuhmu dulu..lepas pakaianmu…aku usahakan gak liat bentuk tubuhmu Nov hihihi”


“I…iiih mas Wildan ini…..”


Tifano membawa satu stel pakaian yang ada di kamar, entah itu pakian siapa, apakah dari orang yang mati disini atau apa, pokoknya pakaian yang layak untuk dipakai Novi.


“Eh… Novi pakai pakaian itu mas?” tanya Novi sambil menunjuk pakaian yang dibawa Tifano


“Ya iyalah… lha sekarang mana tas ranselmu…. Kamu ke sini kok gak bawa ransel sama sekali”


“N..Novi tinggal mas…. Tas itu berat, Novi gak kuat manjat jurang yang terjal ke sini sambil menggendong tas ransel, apalagi di sana hujan deras mas” kata Novi yang menggigil kedinginan di depan tungku api


“Untuk sementara pakai pakaian itu dulu , dan jemur pakaian di depan tungku panas ini, kalau udah kering kamu pakai lagi pakaianmu”


“Tenang aja Nov, kami gak akan lihat kamu telanjang kok hihihihi” kata Tifano


“Halah mas Tif, kita kan sama sama punya kuntila.. Kenapa mesti mas Tif gak mau lihat Novi sih” kata Novi yang mulai melepas kancing bajunya.


“Aku penasaran dimana buwah dadamu itu Nov heheheh” kata Tifano


Aku duduk sambil memandarng ke dinding rumah yang terbuat dari kayu…


Sebenarnya apa yang sedang terjadi disini, kenapa satu persatu temanku hilang, dan sebenarnya mereka itu hilang kemana dan dimana…


Aku takut? Jelas aku takut… tapi percuma juga takut, karena aku juga pasti akan hilang juga disini…


Wajah Novi sangat pucat. Dia sangat kedinginan karena harus melakukan perjalanan dari bawah jurang sampai ke sini…kasihan dia, dia pasti ketakutan ketika tau bahwa temannya sudah tidak ada di depannya.


Tapi aneh dan hebat juga Novi ini… disana kan gelap, bagaimana bisa dia merangkak dari dasar jurang hingga ke atas sini dan datang ke rumah waktu keadaan sekitar sini menjadi gelap.

__ADS_1


__ADS_2