
Alex yang seakan tersihir dengan kecantikan Hera perlahan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Hera, Semakin dekat, dekat, dan pada akhirnya.
"Eunghh," Hera menggeliatkan tubuhnya mencari posisi yang lebih nyaman.
Alex yang terkejut dan menyadari hal bodoh apa yang akan dia lakukan, segera menjauhkan tubuhnya dari Hera. Perlahan Alex menurunkan sandaran jok mobilnya, membiarkan Hera tidur dalam posisi yang lebih nyaman.
Alex membuka jaket yang dia kenakan lalu meletakan jaketnya di atas tubuh bagian atas Hera, berharap Hera merasa lebih hangat. (Padahal kalo gak salah di mobilnya uda ada penghangat.😂)
Alex kembali mengambil posisi duduk yang nyaman, sesekali dia memandang Hera yang sedang tidur di sampingnya. Wajah cantiknya sungguh membuat Alex betah berlama-lama memandanginya.
Di sisi lain di kediaman keluarga Go ..
"Ayah, ayah tau gak, kalo Hye Mi sempat bertemu kak Hera beberapa hari yang lalu."
"Kak Hera makin cantik Yah, kapan Ayah mau bawa kak Hera pulang ke rumah?"
Go Myung Jin menghentikan tangannya yang akan menyendok sup di mangkuknya.
"Ayah juga ingin Hera pulang, tapi kalau ayah paksa pasti dia gak mau, ayah harus memikirkan cara lain, supaya dia mau pulang ke rumah,"ucap Ayah Hera sambil menyuapkan kembali makanan ke mulut nya.
"Sayang, apapun cara yang akan kamu lakukan nanti, jangan sampai membuat Hera terluka," Yeseul berusaha mengingatkan.
"Emang kenapa sih Bu kak Hera gak mau pulang ke sini?" tanya Min Ji.
"Gak kenapa-napa sayang , kakak kalian cuma lagi sibuk aja di luar , nanti juga pulang kok."
Min Ji hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
"Hye Mi, bagai mana sekolahmu Nak?" tanya Myung Jin.
"Baik Yah, Hye Mi punya temen baru di sana , dosennya juga baik, meskipun sedikit killer."
"Belajarlah yang giat, supaya kelak kamu bisa membatu kakakmu mengurus perusahaan ayah."
"Baiklah Ayah."
Hye Mi memang kuliah mengambil jurusan bisnis management , dia mengambil jurusan itu karena ayah dan ibunya menginginkan Hye Mi terjun ke dua bisnis yang saat ini sedang di kelola ayahnya.
🍓🍓🍓
Hera yang sudah terbangun dari tidurnya, mulai mengerejapkan kedua matanya beberapa kali. dia menegakan tubuhnya untuk duduk dengan posisi yang lebih baik.
Jaket yang tadi di pakaikan Alex merosot ke atas pangkuan Hera, Hera mengambil jaket itu, dia mengerutkan keningnya bingung.
"Kamu tadi tidur pules banget, Saya gak tega buat bangunin kamu," ucap Alex. Membuat Hera menoleh ke arahnya.
"Harusnya Tuan bangunin Saya, bukan malah nungguin saya bangun,' Hera menyerahkan jaket yang di pegangnya kepada Alex.
Alex mengambil jaket tersebut..
" Mobilmu masih di perusahaan kan?" tanya Alex.
"Iya ."
"Besok Saya akan menjemputmu di sini."
"Tidak perlu Tuan, anda bukan seorang pengangguran yang gak ada kerjaan," sarkas Hera acuh. Menurutnya dia bisa berangkat ke kantor naik bus atau MRT.
"Saya bukan tipe orang yang akan menarik kembali ucapannya, jadi besok kamu berangkat bersama saya," tegas Alex.
"Terserah!" acuh Hera sambil keluar dari mobil Alex.
Bammmm. Hera menutup kembali pintu mobilnya.
__ADS_1
Alex melajukan mobilnya meninggalkan area parkiran apartemen Hera.
"Jangan menyukaiku!" gumam Hera setelah melihat mobil Alex berlalu pergi meninggalkannya.
🍓🍓🍓
"Ma, Alex berangkat dulu ya."
"Tumben berangkat pagi-pagi banget Lex?" tanya tuan papa Alex.
"Ada urusan Pa."
"Makan dulu rotinya Lex!" ucap Jessica melihat anaknya yang sedang terburu-buru.
"Alex nanti makan di luar," kata Alex sambil mencium pipi mamanya sekilas.
"Alex berangkat Pa."
"Hmmmmmm"... Angguk Tae Jon.
***************
Alex sedang menunggu Hera di mobilnya sekarang, jam di pergelangan tangan Alex menunjukan pukul 7:30 pagi.
"Apa ini terlalu pagi," gumam Alex sambil mengetuk ngetukan jarinya di atas stir.
Beberapa menit kemudian, dia melihat Hera keluar dari gedung apartemennya, Alex membuka pintu mobilnya dan keluar menemui Hera.
Hera yang melihat Alex, hanya memutar bola matanya malas.
"Saya sudah bilang Saya bisa berangkat sendiri Tuan," Hera berbicara dengan nada tak sukanya.
"Aku sudah bilang aku gak bisa narik kata-kataku Hera," Jawab Alex.
Hera pun masuk tanpa mau mendebat Alex.
"Kau sudah sarapan?"
"Belum," Jawab Hera singkat.
"Sarapan bareng ya, ini masih pagi juga kok, masih keburu kalo sarapan dulu."
"Terserah Tuan saja!" Hera menjawab sambil memainkan ponselnya.
beberapa menit kemudian, Hera dan Alex sudah duduk di cafe menikmati roti dan juga kopi yang mereka pesan, tidak ada perbincangan di antara mereka, hening, apalagi Hera yang memang tidak terlalu perduli dengan Alex yang selalu berusaha untuk mendekatinya.
20 menit berlalu kini Alex dan Hera sudah berada di dalam mobil Alex kembali.
Setelah sampai di perusahaan Hera turun, begitupun Alex, Alex memberikan kunci mobilnya kepada satpam yang ada di sana .
Para karyawan membungkuk hormat ketika Alex melewati mereka, namun sayup-sayup Alex dan Hera mendengar para karyawan Estate membicarakan mereka saat ini.
"Hei lihat!, kepala designer baru berangkat bareng sama Presdir Kim , apa mereka udah pacaran ya?, dasar wanita penggoda, pasti dia mendapat posisinya karna sudah naik ke atas ranjang Presdir, iya kan?",ucap salah satu karyawan wanita.
"Akhh mana mungkin Presdir kita pacaran sama orang yang statusnya biasa -biasa aja , gak cocok," imbuh yang lainnya.
"Tapi Hera cantik loh, dia juga tinggi, putih body nya juga , ehemmmmm enak banget buat di liat," ucap salah satu karyawan laki-laki.
Hera yang mendengar dirinya di gosipkan tidak mau menggubrisnya sama sekali, Hera hanya terus berjalan memasuki lift yang akan membawanya ke lantai 25 tempat dimana kantornya berada.
Berbeda dengan Hera, Alex mengepalkan kedua tangannya geram, karna ulah para karyawan yang merendahkan Hera.
"Wohyun, Aku ada pekerjaan penting yang harus kau urus," ucap Alex yang menempelkan ponsel di telinganya.
__ADS_1
🍓🍓🍓
"Alex!" panggil Wohyun yang sudah memasuki ruangan Alex.
"Aku semakin miris dengan attitude mu Wohyun," sarkas Alex.
Wohyun hanya menampakan cengir kudanya.
"Apa aku perlu mengetuk pintu dulu, aku akan mengulangnya kalau kau suruh Lex!" wohyun hendak berbalik menuju pintu.
"Sudahlah, kau periksa rekaman CCTV di lobi perusahaan pagi ini, jika sudah melihatnya kau pasti akan tau apa yang harus kau lakukan," titah Alex.
"Baiklah, akan ku urus," Jawab Eohyun.
"Hei Lex, akhir-akhir ini kau jarang menggunakan sopir ketika berangkat dan pulang dari kantor, apa perkembangan hubungan mu dengan Hera semakin membaik?" celoteh Wohyun mendekati meja Alex dan duduk di atas sana.
Sebenarnya meskipun Alex terus menyangkal perasaannya kepada Hera, dari gerak gerik dan perilaku Alex, Wohyun sudah tau kalau Alex tertarik kepada Hera.
"Hmmm aku rasa iya tapi juga tidak," Alex berbicara sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kebesarannya.
Alex yang sudah tidak bisa menyembunyikan perasaannyapun hanya bisa menjawab jujur apa yang Wohyun tanyakan kepadanya.
"Maksudmu?" tanya Wohyun penasaran.
"Hera sulit untuk di dekati Wohyun, aku tidak tau apa yang membuatnya begitu waspada terhadapku," ucap Alex sambil menautkan jari-jari tangannya.
"Perlu aku cari tau latar belakang keluarga dan juga masa lalunya?" tawar Wohyun.
"Tidak perlu, aku ingin mengenalnya secara perlahan Wohyun, tidak perlu terburu - buru!" Tolak Alex yang memang tidak ingin melawati jalan pintas.
" Baiklah, kalau itu yang kamu mau," ucap Wohyun menaikan kedua bahunya acuh.
"Hari ini kau ada pertemuan dengan para petinggi perusahaan Lex," imbuh Wohyun sambil berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah luar ruangan Alex.
"Hmmmmm," Kau atur saja!" ucap Alex dan kembali memfokuskan dirinya dengan laptop di hadapannya.
🍓🍓🍓
Kini semua orang di ruangan Hera sedang berkumpul.
"Ini adalah design yang akan kita pakai musim ini, kalian bisa melihat garis besarnya, dan menjadikan ini acuan design yang akan kalian buat," Hera menjelaskannya panjang lebar.
"Hari ini saya akan pergi ke pabrik kain dan memilih bahan yang akan kita pakai, kalian lanjutkan saja sisanya.. Jika sudah selesai kalian bisa menyimpan gambar kalian di atas meja saya," ucap Hera.
"Sara, kau ikut bersamaku ke pabrik," titah Hera sambil berjalan keluar dari ruangannya.
Sara yang mendengar perintah dari atasannya buru-buru berjalan mengekori Hera.
"Sara, Mungkin beberapa minggu ke depan kita akan sangat sibuk, jadi persiapkan dirimu," ucap Hera dan mulai masuk ke dalam mobilnya.
🍓🍓🍓
"Cihhh, orang-orang ini, pantas saja Alex marah, mulut kotor mereka memang tidak pantas berada di perusahaan ini," Wohyun berbicara sambil melihat dan mendengarkan rekaman CCTVdi ruang keamanan.
"Mulai hari ini, Kalian saya pecat," Ucap HRD kepada 3 orang karyawan yang terbengong dan tidak tau alasan kenapa mereka bisa sampai di pecat.
"Tapi kenapa tiba-tiba sekali Pak,? apa salah kami?" tanya salah satu karyawan yang tidak terima dengan keputusan HRD mereka.
To Be Continue...
Hai readers... jangan lupa Like, Komen , Vote sama Hadiahnya ya.. jangan lupa favoritkan juga...
thank you....😘
__ADS_1