
"Alex!... Kenapa kau selalu marah-marah kepada semua pegawai mu? apa yang mengganggu pikiranmu hmm?"
"Wohyun pasti mengadukan ku padamu bukan? anak itu benar-benar cari mati." Alex kembali membenamkan wajahnya di pelukan sang istri.
"Kau marah karena aku jauh darimu bukan? kenapa kau seperti itu sayang ? aku di sana bukan untuk bermain, melainkan untuk menjalani terapi yang Prof Caterine berikan untukku," Hera mengelus rambut suaminya penuh kasih sayang.
Kenapa jadi Alex yang manja?. Entahlah, mungkin Alex tidak mau melewatkan kesempatan ketika dia sedang berada di pelukan Hera. Dia terlalu bahagia , karena wanita yang sangat dirindukannya kini sudah ada di hadapannya. Sebuah kejutan besar yang sangat Alex tunggu.
Hera juga tidak mengeluh dengan sikap Alex yang seperti ini, dia masih setia mengelus dan menciumi kepala suaminya. Hera sedang duduk setengah berbaring di ranjang kecil yang ada diruang kerja suaminya. Bahkan saat ini mereka masih belum mengenakan apapun, Hera dan Alex hanya menggunakan selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.
"Maafkan aku sayang, aku juga tidak ingin menjadi seorang bos yang galak, tapi mereka juga membuat kesalahan, tidak mungkin aku hanya berdiam diri dan menonton kekacawan yang sedang terjadi. Aku sadar aku salah, tapi aku akan lebih salah kalau membiarkan mereka terus seperti itu."
"Ekhmmmm... Aku tau apa yang kau maksud, tapi segala sesuatu harus ada porsinya Alex, kau boleh saja memarahi mereka. Tapi jangan sampai keterlaluan juga."
"Baiklah, aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku janji."
"Nah begitu dong, kalau gitu kan enak jadinya," Hera tersenyum karena suaminya mau mendengarkannya dan tidak keras kepala.
"Sayang!"...
"Hmmmmm"...
"Apa kau tidak merindukanku? kenapa sepertinya hanya aku yang hampir gila karena tidak bisa bertemu denganmu?"
"Aku juga sangat merindukan mu Alex. Tapi aku ingin, ketika aku kembali aku tidak akan lagi membuatmu khawatir dengan kondisiku. Jadi mau tidak mau aku harus bertahan , dan menerima semuanya. Masalah kau yang hampir gila, itu karena kau terlalu berlebihan sayang."
"Apa?"
"Kau terlalu berlebihan."
"Bukan yang itu, yang setelahnya."
"Sayang?" Hera mengerutkan keningnya bingung.
"Kau sudah semakin berani sekarang."
__ADS_1
"Hei! apa yang sedang kau lakukan? ini masih jam kantor. Bagaimana kalau ada yang mencari mu? Wohyun , bagaimana kalau Wohyun ke sini?"
"Tidak akan, aku akan menghajar siapapun yang berani mengganggu aktivitasku." Alex kembali menerkam tubuh sang istri, mulai dari pipi, bibir, leher, sampai turun ke tempat paforitnya.
"Kau benar-benar seperti Hewan Buas Alex." Hera terkekeh ketika mendapat sengatan-sengatan yang membuat tubuhnya meremang seakan terbang ke awang-awang.
Cup...
"Terimakasih sayang, maaf kalau aku kalap. Aku tidak bermaksud seperti itu, tapi aku tidak bisa menahan hasrat ku begitu melihat wajah mu yang sangat cantik ini," ucap Alex sambil mengelus wajah Hera penuh sayang.
Alex tersenyum, laki-laki itu sudah rapih dengan setelan kemeja, yang tadi di pakainya saat berangkat ke perusahaan. Sementara Hera, wanita itu sedang terlelap, mungkin dia kelelahan karena di gempur dua ronde dari siang sampai sore. Peluh membasahi wajah cantiknya. Alex benar-benar merasa bersalah saat ini. Namu, wajar kan kalau seorang suami yang tidak pernah menyalurkan hasratnya selama hampir satu bulan dengan langsung menggempur istrinya ketika mereka bertemu.
(wajar bang, tapi gak gitu juga,😨)
Alex melangkah dengan langkah yang sangat perlahan, dia sangat takut pergerakan yang di lakukannya akan membuat sang istri terbangun. Laki-laki itu menutup pintu kemudian berjalan mendekati meja kerjanya.
"Wohyun, aku akan memberikan bonus untuk semua karyawan Estate di akhir bulan ini. Kau infokan ini kepada semua orang, dan ingat tetap hukum mereka yang melakukan kesalahan. Aku tidak akan melunak hanya karena Hera sudah kembali. Jangan pikir aku tidak tau akal bulus mu yang sering menghubungi Hera di belakang ku.
"Tolong kirim makan siang ke ruangan ku. Jangan lupa beli ice cream dari cafe yang biasa aku kunjungi."
Tutt...... Sambungan telepon mati.
Tok.
Tok.
Tok.
"Masuk!"ucap Alex yang berada di dalam ruangan.
"Ini semua pesananmu Lex!"
"Letatakan saja di atas meja!"
"Kau mau ke mana?" tanya Alex yang melihat Wohyun hendak pergi dari ruangannya Alex. "kau tidak ingin menjelaskan sesuatu?"
__ADS_1
Wohyun gugup, laki-laki itu menelan salivanya dengan susah payah. Dia sangat takut Alex akan memarahinya meskipun dia tidak salah. Wohyun tau jika orang yang sedang dimabuk asmara meyakini sesuatu yang menurutnya benarz akan sulit untuk meluruskannya. Wohyun menatap Alex jangan sedikit senyum di wajahnya.
"Aku tidak bermaksud seperti itu Alex, aku juga mendapat telepon dari Hera tepat sebelum kepulangannya ke Korea. Aku ingin mengabarimu tapi Hera mengatakan kalau dia ingin memberikan kejutan untukmu. Kalau aku memberitahumu lebih awal bukankah itu akan membuat Hera kecewa, kau ingin membuat rencananya gagal dan membuat dia menjadi sedih? lagipula yang menjemputnya di bandara adalah Mamamu dan juga Angel. Bukan cuma aku yang tahu kalau Hera akan pulang, tapi mereka juga mengetahuinya."
Alex mendengus mendengar jawaban dari Wohyun. Laki-laki itu masih tetap tidak bisa menerima apapun alasan yang yang diberikan Wohyun saat ini. Meskipun dia tahu kalau Wohyun tidak salah, tapi dia merasa kesal karena semua orang menutupi ini darinya.
"Sudahlah, aku malas mendengar ocehanmu. Apapun yang aku katakan, kamu masih akan tetap berdalih bukan? keluarlah! kau sudah boleh pulang sekarang. Suruh semua karyawan untuk pulang lebih awal!"
Wohyun, memutar bola matanya malas. Apanya yang pulang lebih awal, sudah jelas kalau sekarang sudah hampir malam, dan seharusnya semua karyawan sudah pulang sejak tadi. Tapi karena mood presdir mereka sedang tidak baik, mereka hanya akan pulang saat Alex sudah menyuruh mereka.
"Aku akan keluar sekarang," ucap Wohyun kepada Alex yang masih berkutat dengan laptopnya.
"Hmmmmm."
"Aku akan membuat perhitungan dengan Angela!"
Tap.
Tap.
Tap.
Alex menoleh saat mendengar suara pintu terbuka dan derap langkah kaki seseorang yang berjalan mendekatinya. Bibirnya tertarik ke atas ketika dia melihat sosok wanita cantik, yang selama ini selalu bisa membuatnya jatuh cinta.
"Kau sudah bangun sayang? apa aku menyakitimu?"
"Cih, kau masih bertanya? pinggangku sakit dan seluruh tubuhku pegal. Kau masih menanyakan bagaimana keadaan ku saat ini?" Hera bersungut menatap suaminya yang kini sudah ada di hadapannya sambil memeluknya dengan posesif.
Alex tersenyum, dia mengecup dahi Hera sekilas kemudian mengelus rambut sang istri. Alex bukanya tidak tau. Dia hanya ingin memastikan nya saja.
"Maafkan aku. Aku sudah memesan makanan kesukaan mu, kita makan ya! ada ice cream strawberry juga."
"Wahhh, benarkah?" Hera menatap suaminya dengan mata yang berbinar.
Alex terkekeh. Dia tau kalau istrinya itu sangat menyukai susi dan juga Ice cream. Memang apa yang dia tidak tau tentang Hera. Bahkan apa yang Hera tidak taupun, dia akan tau.
__ADS_1
To Be Continued.
Jangan lupa like dan komennya readers.