THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Rencana Busuk Annya


__ADS_3

Sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah yang sangat besar. Halaman rumah itu juga sangat luas. Udaranya sangat sejuk karena di sekitar rumah banyak di tanami pepohonan hijau yang rindang. Kesan moderen klasik jelas terlihat dari desain rumah mewah tersebut.


Blammm... Hera menutup pintu mobilnya. Dia langsung berjalan menuju pintu dan di sambut hangat oleh para pelayan.


"Alex di mana Bi?" tanya Hera pada Bibi Lim.


"Tuan ada di taman belakang Nyonya, beliau sedang sibuk menggambar sesuatu," ucap Bibi Lim.


Hera mengerutkan keningnya bingung. Alex memang sangat mengerti tentang gambar, lukisan, desain atau sebagainya. Tapi dia bukan tipe orang yang menyukai hal tersebut. Dia hanya mengerti teori dari sisi seni nya saja. Beda dengan Hera yang memang sudah sangat menyukai hal berbau gambar menggambar sejak kecil.


"Makan siang sudah siap Bi?"


"Sudah Nyonya."


"Baikalah, aku akan menemui Alex dulu. Bibi Lim dan yang lain makan lebih dulu saja! jangan menunggu kami."


"Baik Nyonya." Bibi Lim membungkukkan badannya saat Hera berjalan melewatinya dan pergi ke taman belakang.


Tap Tap Tap


Hera tersenyum saat melihat Alex sedang fokus dengan kuas, cat dan sebuah benda putih seperti sebuah papan kecil di hadapannya. Hera masih belum bisa melihat apa yang sedang Alex lakukan dengan jelas karena dia memang sengaja ingin memperhatikan suaminya dari jauh. Alex sangat lah tampan , di tambah lagi dia yang dalam mode serius seperti saat ini. Hera semakin di buat jatuh cinta oleh sosok malaikat dalam hidupnya itu.



Grepppp.... Alex tersenyum saat sepasang tangan mungil nan halus melingkar dengan indah di lehernya. Ya... Hera memang sengaja memutar jalan supaya dia bisa mengagetkan suaminya.


"Kau tidak kaget?" tanya Hera saat Alex tidak berekspresi seperti yang dia harapkan.


Alex terperanjat. "Kau siapa?" tanya Alex dengan suara baritonnya.


Hera mendengus dan langsung melepaskan pelukannya. Dia tahu kalau Alex hanya sedang pura-pura saja. "Kau tidak usah akting Alex aku tahu kau tidak terkejut," cicit Hera . Dia mengerucutkan bibirnya karena terlalu kesal kepada Alex.

__ADS_1


Alex terkekeh. Dia menyimpan kuas yang ada di tangannya lalu berdiri dan duduk di samping sang istri. "Kau itu sangat lucu, aku tidak mungkin kaget sayang, hanya kau yang berani memeluk ku di rumah ini. Masa iya Bibi Lim berani melakukannya." Cupp... Alex mengecup bibir istrinya sekilas.


"Ikhhhh jijik," ucap Hera sambil mengelap mulutnya.


"Apa? kau bilang apa Hera?"


"Jijik!"


"Katakan sekali lagi!" ucap Alex sambil tersenyum menyeringai. Dia mencondongkan badannya hendak mencium Hera kembali.


Setttt... Hera langsung berdiri dan berlari menjauhi Alex.


"Wlleeee... Gak kena," ucap Hera sambil menjulurkan lidahnya.


Alex di buat tertawa dengan tingkah sang istri. Pada akhirnya aksi kejar-kejaran pun terjadi pada sepasang suami istri itu.


Grebbbbb... Alex memeluk pinggang Hera dengan erat saat dia berhasil menangkap istri cantiknya itu. "Aku berhasil menangkap mu," ucap Alex. Dia menelusupkan kepalanya di bahu Hera kemudian menggigiti leher jenjang istrinya beberapa kali.


"Alex stop!" pekik Hera namun Alex tidak mau mendengarkannya sama sekali.


"Alexander! aku ingin mengatakan sesuatu padamu."


"Ini tentang Annya dan Myung Jin," ucap Hera . Alex yang mendengar nama kedua orang yang sangat dia kenal langsung menghentikan aktivitasnya dan memutar tubuh Hera lalu menatap lekat mata sang istri.


"Ceritakanlah!" ucap Alex.


Hera menarik nafas lalu menghembuskan nya perlahan. "Ayah memang sengaja membebaskan Annya dengan dalih ingin bertanggung jawab. Dia juga membiarkan Annya menempati kamar lamaku. Hye Mi dan Min Ji tadi ikut bersamaku. Mereka tidak ingin kembali ke rumah itu. Tapi aku mengatakan kalau mereka harus ada di sana supaya mereka bisa memantau pergerakan Annya. Aku tidak masalah kalau Myung Jin memang ingin bertanggung jawab pada Annya. Tapi apa yang dia lakukan sekarang bukanlah hal yang benar. Seharusnya dia membiarkan Annya menjalani masa hukumannya."


Alex termenung, dia memeluk Hera sambil mengelus kepalanya perlahan. Alex tidak habis pikir, kenapa orang hebat seperti Myung Jin justru sangat tidak berpendirian dan tidak bisa menjadi orang yang baik dalam keluarganya. Alex sangat menyayangkan karena Hera harus mendapatkan seorang ayah seperti mertuanya itu.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Alex. Hera mengangguk. Dia menatap mata sang suami sambil tersenyum.

__ADS_1


"Annya sudah mengibarkan bendera perang dengan ku. Aku akan meladeni nya Alex, jika perlu aku akan bergabung dengan Juliet supaya aku bisa mengalahkannya dengan mudah."


Alex tersenyum. Dia mengelus pipi Hera kemudian menyelipkan rambut istrinya ke belakang telinga Hera. "Kau jangan gegabah. Juliet juga bukan orang yang baik Hera, aku takut dia akan mempengaruhi mu dan akan menjadikan mu anggota dari organisasi yang dia miliki."


"Aku tahu, aku hanya bercanda," ucap Hera . Dia membenamkan kepalanya di dada bidang sang suami. Hera memang tidak boleh bersikap lunak pada siapapun mulai sekarang, anjing baik juga akan menggigit jika di injak ekornya.


"Katakanlah padaku jika kau membutuhkan bantuan. Aku akan selalu berada di sisimu."


"Hmmmm, aku tahu," ucap Hera. "Bibi Lim sudah menyiapkan makan siang. Sebaiknya kita makan sekarang, aku takut mereka tidak akan berani makan sebelum kita makan Alex."


"Baiklah," ucap Alex, dia melepaskan pelukannya namun tidak melepaskan tangannya dari pinggang Hera. Ke posesif an Alex memang selalu membuat orang lain iri. Termasuk Author sendiri.😭


Sementara di tempat lain....


Prang.... Min Ji membanting gelas yang sedang dia pakai saat Annya terus mengejeknya dan mengatakan kalau dia bodoh karena memihak pada Hera. Annya terus mengatakan kalau apa yang terjadi pada Min Ji saat ini adalah karena Hera. Jika saja Hera tidak ada di dunia ini, Min Ji tidak akan menanggung malu dan tidak akan di olok-olok teman sekolahnya.


"Berhenti menyalahkan Kak Hera Annya. Aku tahu, kau hanya ingin menghasut ku karena kau ingin melihatku membenci Kak Hera seperti kau membencinya bukan?" Min Ji berteriak pada Annya. Namun, wanita itu bukannya marah, dia malah tertawa sambil berjalan mendekati Min Ji.


"Min Ji sayang, jangan munafik. Kau tahu, apa yang aku katakan adalah sebuah kebenaran. Di antara Ibu kita, hanya Ibunya Hera yang di nikahi secara sah oleh Ayah. Itu artinya, anak Ayah yang sah pun hanya Hera. Oleh karena itu, orang-orang selalu meremehkan kita dan menganggap kalau kita itu hanya anak haram dan benalu di keluarga ini. Tapi coba kau bayangkan jika Hera lenyap dari dunia ini, orang-orang akan berhenti memandang rendah kita. Dan lagi, semua kekayaan Ayah hanya akan menjadi milik kita. Kita tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu Ayah hanya akan menjadikan Hera sebagai pewaris nya yang sah." Annya tersenyum menyeringai. Dia menarik kepalanya supaya bisa menjauh dari telinga Min Ji.


Min Ji diam. Dia tidak marah ataupun membantah semua perkataan Lee Annya.


"Kau harus ada di pihak ku Min Ji."


...To Be Continued.....


...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank you.....


Untuk para reader dan Author tersayang, tolong bantu ramaikan chat story ku yang judulnya Mencintai Seorang Guru Casanova!... Terimakasih untuk bantuan kalian semua.. 🙏🙏🙏


__ADS_1


__ADS_2