
"Aku sedang bersama Angela."
"Andrew."
Hera langsung melajukan mobilnya setelah mendapat pesan dari Andrew Garfield. Hera menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya kasar.
"Kau benar-benar tidak bisa di beri tahu Angel." Hera memukul setirnya karena marah. Dia sudah berusaha berbicara baik-baik dengan adik iparnya itu. Tapi kenapa Angel sangat keras kepala. Hera melarangnya menemui Andrew karena dia takut Andrew akan melakukan hal yang tidak-tidak pada Angel. Meskipun dia tahu Andrew sangat terobsesi padanya, tapi dia merasa kalau Andrew bisa saja melakukan hal gegabah jika Hera terus menghindari laki-laki itu.
Kittt..
Bammm..
Hera memasuki cafe dengan tergesa. Dia mengedarkan pandangannya berusaha untuk mencari Angela. Namun alis nya bertaut saat dia hanya melihat Andrew yang kini sedang tersenyum sambil melambaikan tangan kepadanya.
Tak
Tak
Tak
"Mana Angel andrew?" tanya Hera tanpa basa basi.
"Duduklah dulu honey! jangan tergesa-gesa. Angela aman bersamaku." Andrew tersenyum menyeringai. Dia berdiri lalu memegang lengan Hera berusaha untuk menyuruh wanita itu duduk.
"Lepaskan tangan kotor mu itu Andrew," ucap Hera sambil menepis tangan Andrew. Dia lekas duduk sambil menekuk wajahnya kesal.
"Katakanlah! Angel di mana!" ucap Hera.
Andrew terkekeh. "Sabar, aku akan mengatakannya setelah kita makan siang!"
"Kau gila Andrew. Untuk apa aku makan siang dengan orang sepertimu." Ketus Hera merasa muak dengan kelakuan Andrew.
"Terserah. Kalau kau tidak mau mendengar kabar Angel, pergi saja!" ucap Andrew mengangkat bahunya acuh.
"Dasar sinting," ucap Hera. Dia mau tidak mau harus menerima syarat dari Andrew. Hanya makan siang, ini mungkin tidak akan sulit.
__ADS_1
Makan siang pun berjalan sesuai dengan apa yang Andrew inginkan. Dia merasa senang meskipun wanita yang ada di hadapannya makan tergesa dengan wajah masam bak buah belimbing wuluh.
Trang...
Hera menaruh garpu di atas piring dengan kasar. "Sekarang katakan di mana Angela!"
"Kau sangat tidak sabaran sayang," Andrew mengulurkan tangannya hendak menyentuh kepala Hera.
Brak..
Hera langsung berdiri dan menatap Andrew dengan tatapan membunuhnya. "Kau membuat kesabaran ku habis Andrew!"
"Angela mungkin ada di rumahnya sekarang. Dia hanya menemui ku sebentar untuk membahas masalah bisnis yang aku tawarkan padanya."
Hera menggeram kesal. Tangannya sudah mengepal dengan erat. Ya Tuhan. Rasanya dia ingin menghajar laki-laki brengsek ini sekarang juga. Dia mengira Andrew akan melakukan sesuatu pada adik iparnya. Tapi ternyata Andrew hanya membuat alasan untuk berusaha mendekatinya.
"Kau benar-benar." Hera tidak bisa berkata-kata lagi. Dia langsung menyambar tasnya lalu berbalik hendak meninggalkan Andrew.
Andrew tersenyum ." Segera temui suamimu! Dia pasti sedang membuka bingkisan dariku saat ini." Hera menghentikan langkahnya untuk sesaat. Namun, dia langsung berlari dan pergi dengan segera dari cafe tersebut.
Sementara Hera. Dia sedang cemas saat ini. Dia takut Andrew akan melakukan hal yang bisa membuat hubungannya dengan Alex rusak. Hera tidak ingin ini semua terjadi.
Krieeetttt...
"Alex!" panggil Hera saat masuk ke ruangan suaminya. Suaminya diam. Alex tetap fokus menatap keluar didinding kaca dengan wajah yang dingin tanpa ekspresi. Hera semakin gugup Dia semakin takut apa yang dia khawatirkan akan terjadi. Alex selalu menyambutnya dan akan sangat antusias saat Hera menemuinya. Tapi kali ini Alex diam. Kenapa? ada apa dengan perubahan Alex yang tiba-tiba seperti ini.
"Alex!" panggil Hera lagi . Dia hendak memegang tangan suaminya. Tapi dengan gerakan cepat Alex menghindar.
" Dia tidak ingin aku sentuh?" batin Hera. Dadanya terasa sesak saat itu juga. Hera belum pernah melihat Alex menghindarinya seperti ini. Suaminya itu sangat menyayanginya.
"Kau menganggap aku ini apa?" tanya Alex menatap Hera dengan mata yang berkilat marah.
Deg
Hera membeku. Dia yakin kalau Alex mengetahui tentang Andrew yang berusaha untuk mendekatinya.
__ADS_1
"Apa maksudmu Alex?" ucap Hera dengan suara pelan.
"Jangan pura-pura tidak tahu Hera. Aku tahu semua yang kau lakukan di belakangku. Kau...!".. Alex menahan nafasnya sesaat. "Aku pikir kau sudah menganggap ku penting. Aku pikir kau sudah menerimaku sebagai suamimu. Aku pikir kau mencintaiku Hera. Tapi ternyata aku salah."
"Alex apa yang sedang kau katakan? aku mencintaimu. Aku juga selalu menganggap kau orang terpenting dalam hidupku. Kenapa kau berbicara seperti ini?" tanya Hera . Dia berjalan mendekati Alex. Tapi suaminya itu malah menjauh dan..
Brakk...
Alex membanting sebuah kotak yang membuat isi dalam kotak itu berhamburan di atas lantai.
Hera terkejut. Matanya tertuju pada sebuah foto yang sangat familiar . Dia berjongkok lalu mengambil foto tersebut. Tangannya bergetar. Ini adalah foto dirinya dan Andrew. Bahkan ada foto saat dia sedang ada di cafe siang ini. Andrew sedang menyentuh kepalanya. Tapi Hera bersumpah , saat itu dia langsung menepis tangan Andrew. Tapi kenapa di foto ini kelihatannya tidak seperti itu.
"Alex, aku bisa menjelaskan semuanya. Aku bersumpah ini tidak seperti yang kau lihat. Aku...
"Mau menjelaskan apa Go Hera?. Kau menemui Andrew tanpa sepengetahuanku. Bahkan kau tidak memberitahuku kalau Andrew pernah datang ke ruangan mu. Dan kau mengatakan pada Sara untuk memberitahuku bahwa tadi kau pergi menemui paman Bae. Go Hera. Aku sungguh tidak mengerti, kenapa kau sampai berbuat sejauh ini, kenapa kau harus berbohong. Apa kau memiki hubungan spesial dengan Andrew?" Alex melemparkan tatapan mengintimidasi pada Hera. Dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang ada di pikiran istrinya.
Tes...
Air mata Hera menetes saat mendengar tuduhan yang Alex berikan kepadanya. Dia tahu dia salah karena tidak jujur kepada Alex. Tapi dia berani bersumpah bahwa dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Andrew. Dia hanya butuh waktu supaya dia bisa menjelaskan semuanya kepada Alex.
"Alex, aku berani bersumpah, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Andrew. Aku hanya butuh waktu untuk mengatakan segalanya padamu. Aku tidak bermaksud untuk menutupi semua ini darimu. Aku...." Hera terisak. Dia berusaha menahan tangisnya. Tapi hatinya sangat sesak ketika orang yang sangat Hera sayangi menuduhnya melakukan sesuatu hal yang sangat menjijikan.
"Aku kecewa padamu Hera!" Alex membalikan badannya lalu meninggalkan Hera yang sedang menunduk sambil memegangi dadanya. Alex sakit hati mengetahui semua ini. Apapun alasan yang hera ucapkan , itu sama sekali tidak bisa membenarkan tindakannya. Hera tidak jujur dan menutupi semuanya dari Alex. Itulah poin yang membuat Alex merasa sangat kecewa dan marah. Dia tahu Hera sedang menangis. Tapi tangisan apa yang Hera lakukan. Sakit hati karena Alex memarahinya? Oh ayolah. Seharusnya Alex yang merasa sakit hati karena di khianati.
Brukkk...
Hera menjatuhkan kedua lututnya di atas lantai. Dia memungut semua foto dirinya bersama Andrew. Wanita itu semakin terisak. Air matanya terus mengalir seakan tidak akan pernah berhenti.
"Kenapa semuanya menjadi seperti ini? aku pikir ini tidak akan sesakit ini. Tapi kenapa rasanya sakit sekali.".. Hikssss. Hera merobek semua foto yang ada di tangannya. Tangisannya semakin kencang. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kenapa kau menuduhku melakukan sesuatu yang sangat aku benci Alex."
...To Be Continued...
__ADS_1
...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank You.🤗🤗🤗...