
Alex yang melihat itu semakin tak kuasa menahan dorongan yang ada di dalam dirinya untuk mengecup bibir Hera, hingga pada akhirnya...
Cup...
Alex hanya mengecup kening Hera, matanya terpejam menikmati apa yang sedang di rasakan hatinya saat ini. Alex merasa sangat tenang ketika melihat Hera ada di dekatnya. Setelah puas melakukan kegiatannya, Alex berjalan ke luar dari kamar Hera, dan duduk di sofa di ruang Tv.
"Ada apa tuan? tanya pak Jang di sebrang telpon.
"Pak tolong siapkan baju kerja saya, terus besok pagi kasih ke sopir suruh dia untuk antar ke alamat ini ****** ***** dan juga bawa orang untuk mengambil motor saya."
"Baik tuan," ucap pak Jang.
Tut...Alex menyimpan ponselnya kembali di atas meja.
Alex berniat untuk menginap di apartemen Hera malam ini, bukan hanya karena sudah malam, tapi dia sangat lelah. Laki-laki itu membaringkan tubuhnya di sofa. Menjadikan tangan kanannya sebagai bantal dan tangan kirinya berada di atas kepalnya.
Pagi ini seperti biasanya, Keluarga Kim sedang sarapan di meja makan, hanya bertiga karena Alex memang tidak pulang semalam.
"Ma... Kak Alex kemana?" tanya Angela kepada Jessica.
"Kata pak Jang Alex nginep di apartemen temennya."
"Tumbennn... Biasanya kak Alex itu paling anti pake nginep-nginep di rumah orang, dia pan jijikan orangnya, Pake kamar mandi aku aja gak mau kan?" Angela merasa aneh .
"Kamu ini, Kakak kamu itu laki-laki, wajar aja kalau dia nginep di rumah temennya. Mungkin emang abis main, tapi karena udah malem sekalian nginep aja, papa juga gitu dulu, kalau udah ketemu sama temen jadi males pulang ke rumah sendiri," Tuan Kim merasa tidak ada yang aneh dari anak laki-lakinya yang jelas-jelas punya jiwa anak muda yang cenderung bebas.
"Tapi pa, papa tau gak, Alex itu jarang banget ketemu sama temennya, dan setau mama cuma Wohyun yang deket sama Alex saat ini. Semalam pak Jang bilang Alex pergi pake motor, padahal dia baru pulang dari China. Terus ya pa, kalau Alex main sama Wohyun, ngapain dia pulang dulu, pergi juga gak pamit sama mama," Jessica mulai menggosipkan anak sulungnya.
"Lah terus kakak nginep di mana? tanya Angela.
"Jangan-jangan"...Ucap Jessica dan Angela barengan , mereka menatap tuan Kim dengan mata yang membulat sempurna. Baru saja tuan kim ingin menjawab dua orang yang menatapnya kini, tiba-tiba..
Drttttzz... Drtttzz... Ponsel tuan Kim berdering.
"Halo," Sapa tuan Kim.
"Halo Tae Jon, ini aku Myung Jin," ucap orang di sebrang telpon.
Tuan Kim menaruh telunjuknya di depan bibir, mengisyaratkan Jessica dan Angela untuk diam.
"Ah, Myung Jin, apa kabar?" tanya tuan Kim basa basi.
__ADS_1
"Siapa?" mulut angela bergerak tanpa suara sambil melihat ke arah Jessica.
Jessica mengangkat bahunya tanda tidak tahu.
"Baik.. kau apa kabar? sudah lama kita tidak pernah bertemu ."
"Baik," ucap tuan Kim. Iya , kapan ya kiranya kita bisa kumpul lagi?"
"Aku sebenarnya ingin mengundang kamu dan keluarga makan di rumah kami , kapan kira-kira kamu ada waktu?"
"Hmmm untuk itu nanti kita kabarin lagi kalau ada waktu yang pas," jelas Tuan Kim.
"Ya sudah kalau begitu.. Jangan lupa kabarin secepatnya ya , ada yang ingin bertemu dengan Tuan muda Kim," ucap Myung Jin.
"Baiklah, nanti aku kabarin lagi."
Tut... Tuan Kim memutus sambungan telepon nya..Sekarang tuan Kim mengerti kenapa Myung Jin tiba-tiba menghubunginya.
"Ayahhhhh! kenapa ayah berbicara seperti itu?" tanya Hye Mi yang merasa malu dengan apa yang baru saja di katakan ayahnya kepada tuan Kim.
"Kenapa memangnya ? katanya cinta?" ucap tuan Go menggoda anaknya.
Hye Mi mengerucutkan bibirnya sebal dengan tingkah ayahnya saat ini.
"Aku sudah kenyang, aku berangkat dulu," Hye Mi mengecup pipi Yeseul dan berjalan ke arah pintu dengan cepat. Min Ji yang melihat itupun langsung berdiri mengecup pipi ayah dan ibunya bergantian.
"Kakak tunggu!" teriak Hye Mi setelah dia menyambar sebuah roti yang tadi akan di makannya di atas piring.
Hye Mi yang mendengar itu hanya terus berjalan tanpa mau menolehkan wajahnya.. Dia sangat malu karena merasa ayahnya sengaja ingin mengolok ngoloknya saat ini.
"Sayang! Hera gak pulang semalam?" tanya Yeseul menatap tuan Go.
"Hera pulang dulu ke apartemennya setelah menemui Minhyuk. Nanti juga pulang," ucap tuan Go sebelum menyesap kopi yang ada di gelasnya.
"Ah baiklah kalau begitu."
Sementara disisi lain.
"Hoaaammm," Hera menutup mulutnya dan meregangkan otot-otot tubuhnya di depan pintu kamar.
"Kau sudah bangun?" tanya Alex yang sedang memasak di dapur Hera. Alex mematikan kompornya lalu berjalan mendekati wanita pujaan hatinya.
__ADS_1
Hera mengerejat kaget saat mendengar suara Alex. Dia memegang dadanya dengan tangan kanan, dan tangan kirinya dia letakan di tembok di dekat pintu, menahan tubuhnya supaya tidak terjengkang ke belakang.
"Minumlah!!" Alex menyodorkan segelas air hangat kepada Hera.
Hera mengambil air itu kemudian menegaknya sampai habis. Tangannya terulur memberikan gelas yang sudah kosong kepada Alex.
Alex tersenyum kemudian mengambil gelas itu dari tangan Hera.
"Mandilah! setelah itu, sarapan dengan ku," Alex mengacak pucuk rambut Hera sebelum kembali ke dapur.Hera hanya menuruti apa yang baru saja Alex perintahkan kepadanya. Wanita itu memasuki kamar mandi yang ada di sebelah kamarnya dengan langkah pasti. Setelah sampai di dalam kamar mandi, Hera berdiri di depan Cermin. Dan, sontak saja Hera membulatkan matanya dengan mulut yang menganga. "Astaga.. Apa yang di lakukannya di sini, kupikir semalam dia akan pulang . Dan ini, apa ini? Hera menarik sebagian rambutnya yang sudah kusut ke atas. Astaga mataku"l," ucapnya ketika melihat eyeliner yang dia pakai kemarin sudah belepotan kemana-mana.
Hera ingin menjerit dalam hati. Bagaimana tidak, Alex melihatnya dalam keadaan seperti ini, yang benar saja. Tapi kemudian, "Tidak, tidak," Hera menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"Apa peduliku jika dia melihatku dalam keadaan yang mengenaskan seperti ini," Hera melihat pantulan dirinya di dalam cermin.
"Bagus Go Hera.. Dengan begini Alex pasti akan merasa ilfil melihatmu," ucap Hera pada dirinya sendiri. Wanita itu kemudian berjalan ke arah shower dan mulai ritual mandi paginya.Setelah selesai dia celingukan mencari jubah mandi yang biasa di pakainya.
Shiiittt... umpat Hera, "aku tadi lupa membawanya, " Hera meruntuki dirinya sendiri yang terlalu bodoh karena sempat oleng dan dengan patuhnya menuruti semua perkataan Alex.
"Bagai mana aku bisa keluar dengan keadaan seperti ini," gumam Hera ketika melihat pantulan dirinya di depan cermin.
Hera hanya mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya, terlalu minim. Iya karena itu membuatnya terlalu seksih bahu mulusnya terpang pang sangat jelas dengan rambut yang masih basah meneteskan sisa-sisa air dari ujung rambutnya. Dan parahnya lagi, handuk itu hanya menutupi sebagian pahanya, sebagian besar pahanya yang mulus terekspos begitu saja. Hera mondar mandir sambil mengigiti kuku tangannya gelisah.
"Bagai mana ini? bukan kah dia laki-laki? bagai mana kalau dia mengira aku sedang menggodanya," Hera terus bergumam dan masih mondar mandir.
Tok.Tok..Tok..
" Hera!!... kamu gak papa?" teriak Alex yang merasa khawatir karna sudah satu jam setelah Hera masuk tapi Hera masih belum keluar juga.
Tok. tok. tok..
Alex kembali mengetuk pintu itu karena tidak ada sahutan apapun dari dalam.
"Hera cepatlah keluar! nanti sarapan lnya keburu dingin."
Alex menempelkan telinganya ke pintu kamar mandi, namun Alex tidak mendengar pergerakan apapun dari dalam yang membuatnya semakin khawatir.
"Hera!!.. Keluar atau aku akan mendobrak pintunya," Alex berteriak karena Hera tak kunjung menampakan dirinya.
Cklekkkk... pintu terbuka.
Glekkk... Alex menelan salivaya.
__ADS_1
To Be Continued . ...
Hai Readers.. Jangan lupa like, komen, vote sama hadiahnya ya.. jangan lupa di favoritkan novelnya... Terimapkasih...