THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Percobaan Bunuh Diri


__ADS_3

"Min Ji.. Min Ji bangun sayang! kau tidak boleh meninggalkan ibu seperti ini. Maafkan ibu Nak. Ibu tahu ibu salah, maafkan ibu." Ye-Seul terus meraung-raung sambil memanggil nama putri bungsunya. Dia masih terus menggenggam tangan Min Ji saat beberapa dokter dan perawat mendorong stretcher rumah sakit.


Beberapa saat yang lalu di kediaman keluarga Go.


Tok Tok Tok .


"Min Ji sayang, buka pintunya Nak! waktunya makan malam." Ye-Seul mengetuk pintu kamar Min Ji dan meneriakkan nama anaknya beberapa kali. Namun setelah sekian lama, tidak ada sahutan apapun dari dalam. Ye-Seul menempelkan telinganya pada pintu, tapi tetap saja, dia tidak bisa mendengar apapun. Ye-Seul merasa heran, tiba-tiba dia merasa tidak enak hati. Ada perasan khawatir yang tiba-tiba muncul dalam hatinya.


Ye-Seul menolehkan kepalanya ke arah lemari yang ada di samping kamar Min Ji. Dia membuka laci dan mengambil kunci cadangan dari sana.


Cklekkkk... Ye-Seul mematung untuk sesaat. Wajahnya memucat dan jantungnya seakan berhenti saat itu juga. Min Ji, anak bungsunya tergeletak di atas kasur dengan darah yang sudah menggenang di lantai.


"Min Ji......" Teriak Ye-Seul sambil berlari menghampiri anaknya yang sudah tak sadarkan diri. "Min Ji bangun sayang! kenapa kau melakukan hal seperti ini." Ye-Seul memangku kepala Min Ji dan menepuk pipi anaknya beberapa kali.


"Myung Jin....." Ye-Seul berteriak memanggil suaminya. Dia bingung dia harus melakukan apa, otaknya mendadak berhenti bekerja di saat seperti ini.


Brakkkk... Myung Jin membanting pintu kamar Min Ji dengan keras.


"Ada apa?" tanya Myung Jin. "Kenapa ini bisa terjadi," ucap nya. Dia mengeluarkan sapu tangan dari dalam saku celananya lalu mengikat pergelangan tangan Min Ji dan memangkunya untuk segera membawa Min Ji ke rumah sakit.


"Cepat buka pintunya!" teriak Myung Jin pada sopir pribadinya. Myung Jin masuk ke dalam mobil di ikuti Ye-Seul yang saat ini masih menangis sambil memanggil-manggil nama Min Ji.

__ADS_1


"Myung Jin, apa Min Ji akan baik-baik saja?" tanya Ye-Seul kepada suaminya.


"Tenanglah! Min Ji akan baik-baik saja. Dia anak yang kuat."


Ye-Seul mengangguk. Dia berharap apa yang di katakan suaminya benar-benar akan terjadi. Min Ji-nya akan baik-baik saja. Dia tahu dia hanya ibu sambung untuk Min Ji, tapi dia sudah merawat Min Ji sejak Min Ji masih bayi, dia tidak bisa melihat Min Ji terluka seperti ini. Hatinya sakit. Ini mungkin salahnya karena tidak begitu memperhatikan perasaan Min Ji.


Satu jam kemudian, di rumah sakit..


"Ibu! Ayah!" teriak Hye Mi yang datang bersama dengan Han Bin. Dia berlari lalu memeluk Ye-Seul dan menepuk punggung ibunya beberapa kali. "Kenapa ini bisa terjadi Bu? Min Ji kenapa?"


"Hiksss... Min Ji, dia mencoba untuk mengakhiri hidupnya Hye Mi. Ini salah ibu, seharunya ibu memberitahu dia segalanya tentang masa lalu ibu dan Ayahmu."


Hye Mi mendorong bahu Ye-Seul. Dia menatap sendu wanita yang kini sedang terisak dengan linangan air mata yang sejak tadi tidak bisa berhenti. "Ini bukan salah Ibu. Min Ji mungkin memiliki masalah lain, Ibu harus tenang! Hye Mi yakin Min Ji akan baik-baik saja."


"Ayah! Ayah tenang dulu!" ucap Hye Mi sambil merangkul lengan ayahnya dan mengusapnya lembut. "Sebenarnya Min Ji jadi bahan olok-olok teman-teman nya di sekolah. Min Ji selalu di teriaki anak haram dan juga anak dari seorang pelakor." Hye Mi berusaha menjelaskan semuanya perlahan. Dia tidak ingin ayahnya marah dan akan membuat kekacauan di sekolah.


"Apaa!" teriak Myung Jin sambil menatap horor Ye-Seul. Ye-Seul hanya menunduk sambil memegangi kuku-kukunya. Dia takut Myung Jin akan marah dan menghabisinya. Di sangat tahu kalau tempramen suaminya itu tidaklah baik.


"Ayah! ini bukan salah Ibu. Dan kalaupun ini salah Ibu, berarti ini salah Ayah juga karena kalian melakukannya bersama-sama. Yang anak-anak katakan pada Min Ji di sekolah itu benar Ayah. Kita tidak bisa mengelak. Meskipun Ayah menyumpal para petinggi dengan kekuatan yang Ayah miliki, itu tidak akan bisa menghapus masa lalu kalian."


Myung Jin diam untuk sesaat. Memang yang di katakan Hye Mi itu benar. Dia tidak akan bisa menghapus masa lalu yang pernah dia lakukan. Ini adalah jejak hidup yang akan terus terbawa sampai dia mati. Bahkan mungkin, jika dia matipun, orang-orang akan tetap membicarakan kejelekannya.

__ADS_1


Myung Jin limbung. Hye Mi dan Han Bin membantunya untuk duduk di kursi ruang tunggu IGD yang ada di rumah sakit itu. "Ayah tidak apa-apa?" tanya Hye Mi. Myung Jin menggeleng lalu menatap pintu IGD dengan wajah sendunya.


"Maafkan ayah Min Ji. Karena kebodohan ayah di masa lalu, kamu harus menanggung malu atas perbuatan yang tidak pernah kamu lakukan. Ayah salah. Ayah minta maaf Nak."


Ye-Seul, Hye Mi, Myung Jin dan Han Bin langsung berdiri dan menghampiri dokter saat pintu IGD terbuka.


"Bagaimana keadaan anak saya Dok?" tanya Ye-Seul masih dengan wajah cemasnya.


"Dia kehilangan banyak darah, dia beruntung karena sayatannya tidak sampai membuat urat nadinya putus. Tapi sekarang keadaannya sudah lebih baik. Kami akan memindahkannya ke ruang rawat, Anda bisa mengurus semua nya di ruang administrasi. Kalau begitu saya permisi dulu," ucap dokter itu ramah.


"Ayah, biar Hye Mi saja yang mengurus administrasinya. Kalian temani Min Ji dahulu."


"Baiklah. Terimakasih sayang!" ucap Myung Jin sambil mengelus kepala Min Ji .


"Aku akan menemanimu," ucap Han Bin. Hye Mi mengangguk. Mereka langsung pergi meninggalkan Myung Jin dan Ye-Seul yang kini sudah masuk ke IGD.


"Maaf Sus, saya mau mengurus administrasi atas nama Go Min Ji. Tolong pindahkan dia ke ruang rawat VVIP," ucap Hye Mi sambil tersenyum. Han Bin yang kala itu menemani Hye Mi menatap kekasihnya dengan ekspresi wajah yang kagum. Dia merasa sangat bangga karena memiliki kekasih secantik dan sebaik Hye Mi. Wanita ini memang sudah dewasa. Tapi di umurnya yang baru menginjak dua puluh tahun, pemikiran dan juga sikapnya sudah sangat bijak. Kebanyakan gadis di usia ini masih egois dan keras kepala. Tapi Hye Mi berbeda, dia tidak seperti itu.


"Aku mencintaimu Go Hye Mi."


...To Be Continued. ...

__ADS_1


...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank you..🤗🤗...


__ADS_2