THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Hera Menghilang


__ADS_3

Suasana pesta semakin ramai, ada beberapa yang sudah pulang namun masih banyak di antara mereka yang masih mengobrol demi memperluas relasi.


Seorang laki-laki berpakaian rapi dengan setelan jas berwarna coklat, sudah beberapa kali melirik arloji di pergelangan tangannya. kepalanya menoleh ke arah pintu beberapa menit sekali, Alex sudah menunggu sang istri sejak tiga puluh lima menit yang lalu, Hera mengatakan dia hanya akan pergi ke toilet namun kenapa sampai sekarang dia belum kembali.


Perasaan cemas semakin dia rasakan. Meskipun ini adalah hotel miliknya namun dia juga tidak bisa mengontrol dan tidak mengetahui apa yang akan terjadi di sana. Alex berjalan keluar meninggalkan pesta , langkahnya semakin cepat tak kala dia melihat kembali arloji di tangannya. Jantungnya berdegup kencang, perasaannya tak karuan Alex tidak tau kenapa dia merasa begitu khawatir.


Setelah sampai di depan toilet Alex hendak masuk ke sana namun langkahnya terhenti ketika dia mengingat bahwa ini adalah toilet wanita. Lalu sekarang dia harus apa, Alex malah mondar mandir di depan toilet sambil menggigiti kuku di jari tangannya.


"Astaga kenapa dia lama sekali, apa terjadi sesuatu di dalam?" Alex terus menoleh ke arah pintu toilet , tapi wanita yang di tunggunya tak kunjung keluar. Dia semakin kalut. Semakin lama berdiri di sana Alex semakin ingin menerobos masuk sekarang juga.


"Kak Alex!" Hye Mi memanggil laki-laki itu ketika melihatnya sedang mondar mandir dengan wajah yang sangat khawatir entah kenapa.


"Apa yang kakak lakukan di sini?" Hye Mi memincingkan matanya curiga.


"Hye Mi, tolong aku. Masuklah dan lihat apa Hera ada di dalam! sudah lebih dari setengah jam sejak dia pergi ke toilet tapi dia tidak kunjung kembali, tolong cari dia di sana!" laki-laki itu terlihat putus asa dengan wajah memelasnya meraih tangan Hye Mi .


"Kak aku akan mencarinya. Kenapa harus khawatir seperti ini? kakak tunggu di sini! aku akan segera kembali," Hye Mi melesat pergi setelah mengatakan itu kepada Alex.


Satu persatu pintu di dalam toilet di ketuk oleh wanita itu, bibirnya terus meneriakkan nama kakaknya berharap Hera akan segera menyahut. Sudah beberapa pintu yang dia ketuk, namun tidak ada siapapun di sana. Kini hanya tinggal satu pintu di ujung yang belum dia periksa. kepalanya menoleh saat harapan terakhirnya yaitu pintu paling ujung terbuka.


Namun lagi-lagi dia di buat kecewa karena bukan Hera yang keluar.


"Permisi. Maaf mengganggu, apa ada seorang wanita cantik dengan dress hitam datang ke sini, tingginya sekitar 170 senti meter hampir sama sepertiku, hanya lebih kurus sedikit?" wanita yang sedang memperbaiki riasan di wajahnya terlihat berpikir namun dia menggeleng dengan cepat saat dia yakin dia tidak melihat wanita dengan ciri-ciri yang Hye Mi katakan .


"Aku tidak melihat nya sama sekali," Hye Mi yang mendengar itu menghela nafasnya kasar


"Terimakasih kalau begitu," Hye Mi buru-buru keluar untuk menemui Alex.


"Bagaimana apa Hera ada di dalam?" Alex langsung bertanya ketika melihat Hye Mi.


"Aku tidak menemukan kakak, aku juga sudah bertanya kepada orang yang ada di dalam tapi dia tidak melihat kak Hera," Alex mengusap kasar wajahnya . Hye Mi merasa takut melihat Alex yang begitu khawatir. Dia takut terjadi sesuatu yang tidak baik pada kakak perempuannya.


Alex merogoh ponsel dari saku jas yang dia pakai.


"Wohyun! tolong periksa semua CCTV yang ada di gedung hotel ini. Hera menghilang. Aku akan segera menyusul ke sana. Tapi jika kau menemukan sesuatu segera hubungi aku!" Alex berlari menuju ruang ke amannan sambil celingukan berharap dia bisa menemukan Hera di manapun.

__ADS_1


"Kak!" panggil Hye Mi berlari mengejar Alex. Aku akan membantu mencari kak Hera," Alex segera menggelengkan kepalanya.


"Tidak, Kau pergilah ke aula! siapa tau Hera kembali ke sana. Dan jangan beri tahu orang tuamu dulu, aku akan mengabari mereka jika tidak bisa menemukan Hera sendiri," Hye Mi mengangguk .


"Jangan lupa hubungi aku jika kau sudah menemukannya!" Alex berteriak kepada Hye Mi yang masih diam di tempatnya.


Brakkkkk.


Alex membanting pintu ruang ke amannan.


"Bagaimana Wohyun? Alex mendekati Wohyun namun tatapannya terfokus pada layar besar di dinding yang memperlihatkan semua rekaman CCTV di hotelnya setengah jam yang lalu.


"Stop!" Alex mendekati petugas dan berdiri di belakangnya.


"Mundurkan sedikit rekaman no 13 !" petugas itu melakukan apa yang di perintahkan Alex.


"Itu dia," ucap Alex melihat Hera di lorong menuju toilet. Keningnya berkerut saat melihat seorang pelayan wanita mendekati Hera dari belakang sambil menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


Alex membeku, jantungnya seakan berhenti, nafasnya tercekat bahkan tangannya sudah bergetar sekarang, buliran keringat membasahi wajah tampannya yang sedang gugup dan takut . Pelayan itu menyuntikan sesuatu di leher Hera sesaat setelah dia memastikan tidak ada siapapun di sana.


Alex meninju meja yang ada di depannya dengan keras. Semua orang yang ada di sana terperanjat kaget tak terkecuali Wohyun. Para karyawan kembali menundukkan kepalanya setelah melihat wajah Alex yang syarat akan kemarahan. Laki-laki itu sangat menakutkan jika sedang marah seperti ini. Sudah sejak lama mereka bekerja dengan Alex namun baru kali ini mereka melihat ada aura iblis dalam tatapan sang atasan.


Alex dan Wohyun segera pergi menuju kamar xxx setelah mereka tau titik terakhir pelayan wanita itu membawa Hera .


"Aku akan membunuh siapapun yang berani menyakiti Hera. Wohyun suruh petugas mengamankan pelayan wanita yang ada di dalam rekaman CCTV itu. Kita akan membutuhkannya nanti," Alex bergegas masuk ke dalam lift saat pintunya terbuka.


Wohyun melakukan panggilan telepon tanpa mengatakan apapun kepada Alex. Dia juga merasa gugup sekaligus takut. Entah apa yang akan di lakukan Alex jika sampai terjadi sesuatu pada Hera.


Brakkkkk.


Alex menendang pintu dengan keras sesaat setelah petugas hotel membuka akses kamar xxx .


Alex membelalakkan matanya tak percaya melihat adegan di atas ranjang yang begitu memilukan. Jantungnya seakan melompat dari tempat yang seharusnya. Membuat Alex merasakan sakit yang luar biasa. Darah di dalam tubuhnya mendidih melihat seorang laki-laki sedang menindih Hera tanpa mengenakan apapun. Alex mengepalkan tangan nya sampai buku-buku di jari tangannya memutih.


Sretttttt..

__ADS_1


Alex menarik rambut di kepala Minhyuk dengan seluruh kekuatan yang dia miliki. Alex menghajar Minhyuk membabi buta sampai ketika Minhyuk sudah tersungkur dengan darah yang mengalir dari sudut bibirnya pun Alex masih enggan untuk berhenti.


Brughhhh. Tubuh Minhyuk tersungkur di atas lantai setelah Alex melayangkan tendangan tepat di perutnya. Alex yang memang ingin menghabisi Minhyuk berjongkok di atas perut laki-laki brengsek itu kemudian kembali menghajar wajahnya.


Bughhhh.


Bughhhh.


Bughhhh.


"Baji nga n kau Minhyuk. Tega-teganya kau melakukan ini kepada Hera.


Bughhhhh.


"Memang apa yang sudah Hera lakukan padamu?"


Bughhhh. Pukulan yang di berikan Alex sama sekali tidak melemah meskipun buku-buku tangannya mulai mengeluarkan darah.


Uhukk. Uhukk..


Minhyuk terbatuk mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


"Alex hentikan!" Wohyun menarik tubuh Alex yang masih enggan menghentikan aksinya. Kau akan membunuhnya Alex," laki-laki yang sedang murka itu tidak mendengarkan Wohyun sama sekali, dia malah semakin gencar menghajar Minhyuk yang sudah mulai kehilangan kesadaran.


"Kau tidak ingin melihat keadaan Hera," Wohyun berteriak merasa jengah karena Alex tidak mendengarkan ucapannya sama sekali.


Tangan Alex berhenti di udara saat mendengar Wohyun menyebut nama Hera.


"Hera!" gumam Alex melepaskan cengkramannya di bahu Minhyuk kemudian berdiri dan berjalan mendekati ranjang.


To Be Continued.


Hai Readers. Jangan lupa like dan komen nya ya. Makasih.


Btw Author ada Novel baru nih. Jangan lupa mampir ya.

__ADS_1



__ADS_2