
Hera masuk ke dalam mobil Alex dengan tergesa, wajahnya pucat dan tangannya sudah mengeluarkan keringat dingin. "Oh Tuhan, aku sudah berusaha untuk menghindarinya selama ini. Kenapa dia bisa sampai menyusulku ke sini," Hera terus bicara di dalam hati, pikirannya melayang entah kemana antara takut dan juga bingung. Hera tahu dan dia yakin bahwa Andrew sudah tahu jika Hera sudah memiliki suami. Tapi seorang psycho sepertinya tidak akan mempedulikan hal seperti itu.
"Ada apa sayang?" tanya Alex ketika melihat istrinya melamunsambil meremas jari-jari tangannya.
Hera tersenyum meskipun dia paksakan. "Aku tidak apa-apa Alex, aku hanya sedikit terkejut dan aku rasa Angel harus mundur dari tender ini."
"Tapi kenapa kak? ini adalah kesempatan yang bagus untukku bukan karena brand nya Tuan Andrew yang sudah mendunia, tapi paris fashion week itu juga menjadi salah satu cita-citaku selama ini."
"Kita akan bicarakan ini di apartemen jangan pulang dulu ke rumah Mama. Aku tidak ingin Mama cemas," ucap Hera sambil memandang suaminya.
"Baiklah kita akan berangkat ke apartemen sekarang."
"Kau kenapa?" tanya Angel kepada manajernya. Manajernya itu juga terlihat gelisah, dia duduk sambil menunduk, entah apa yang sedang dia pikirkan.
"Ekheeemmm," Hera berdehem. Mungkin dia mengisyaratkan supaya manajer Angela diam untuk saat ini.
"Aku tidak apa-apa Angel. Aku hanya sedikit terkejut saja, aku tidak menyangka jika ternyata tuhan Andrew adalah seorang psycho aku pikir dia pria baik-baik. Namun ternyata aku salah, aku benar-benar salah kali ini."
__ADS_1
"Kau ini ini kita belum bisa memastikan itu sekarang, bagaimana kalau Tuan Andrew sebenarnya adalah orang baik. Mungkin saja di masa lalu dia adalah orang yang jahat, atau apa, tapi orang itu bisa berubah kapan saja."
Suasana menjadi hening Hera maupun Alex tidak mau membuka suara. Alex yang sedang berkelana dengan pemikirannya sedangkan Hera sedang berusaha berfikir memikirkan cara bagaimana supaya Andrew bisa berhenti mengikutinya.
Tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di basement apartemen Hera dan Alex. Mereka turun lalu mulai memasuki lift dan saat pintu lift terbuka Hera berjalan tergesa menuju apartemennya.
Alex mengikuti istrinya dari belakang dia sedang berpikir apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan istri cantiknya itu, kenapa dia menunjukkan gelagat yang aneh, apa karena dia bertemu kembali dengan Andrew? apa dia masih belum bisa melupakan masa lalu atau ada hal lain yang sedang dia cemaskan?. Alex ingin bertanya namun untuk sekarang dia akan membereskan masalah Angela terlebih dahulu.
"Duduklah!" ucap Alex pada Angela. Angela duduk begitupun dengan managernya. Sementara Hera, dia sedang mengambil air minum lalu kembali ke ruang tamu dan duduk bersama mereka.
"Tapi Kak, masa iya aku harus kalah sebelum berperang, kita belum tahu loh Andrew yang sekarang itu seperti apa, bisa jadi dia sudah berubah," ucap Angel masih berusaha untuk mengelak.
"Angel dengarkan kakak! kali ini kakak setuju dengan Hera, dia tidak mungkin berbicara seperti ini jika dia tidak memiliki alasan yang pasti. Kau juga tahu kalau pengalaman itu selangkah lebih jauh daripada pengetahuan. Kita hanya mengkhawatirkanmu. Kakak harap kamu akan mengerti dan tidak usah keras kepala, kau bisa terus menjalani karirmu sekarang, tapi jika sampai insiden yang kita takutkan terjadi, apa kamu yakin karirmu akan baik-baik saja? pikirkan itu Angel!" ucap Alex seraya menatap adik bungsunya itu.
"Dan kau! sebagai managernya angel seharusnya kau tahu bukan mana yang baik dan mana yang tidak. Aku akan bertanya kepadamu, menurutmu apakah Angel harus menerima proyek ini?" tanya Hera pada manajer Angel. Wanita itu menunduk dalam, dia berfikir lalu beberapa detik kemudian dia mengangkat kepalanya.
"Aku tidak akan membiarkan Angel mengambil proyek ini aku percaya padamu," ucap manager Angel kepada Hera. Hera mengangguk. "Baguslah, aku harap dengan ini Angel bisa mengerti. Ini untuk kebaikannya kita tidak akan melakukan ini jika kita tidak memiliki alasan. Aku mohon Angel menurut lah!" ucap Hera menatap Angel dengan wajah yang sendu dan juga putus asa.
__ADS_1
"Baiklah Kak, aku tidak akan mengambil proyek ini, aku akan pulang," ucap Angel dengan suara kaktus nya. Dia berdiri lalu keluar dari apartemen Hera. Hera dan Alex menghela napas panjang. Dia tahu Angela marah, dia tahu Angela tidak menerima semua ini, tapi mereka melakukannya karena mereka sangat menyayangi Angel. Mereka tidak ingin terjerumus ke dalam lubang hitam yang dalam.
"Aku harap Angel akan mengerti Alex," ucap Hera setelah melihat Angel dan juga manajernya pergi dari apartemennya.
"Kau tidak perlu khawatir dia hanya marah sesaat, aku yakin nanti dia akan mengerti."
Alex menarik pinggang Hera lalau memeluknya dan mengusap kepala sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Maafkan aku Hera, aku tadi sempat emosi, aku tidak sengaja membentakmu, aku terlalu khawatir kepada Angel," ucap Alex dengan suara yang lirih.
"Aku mengerti Alex, tidak masalah, aku tidak akan egois. Aku tahu kau sangat menyayangi Angela aku pun sangat menyayanginya. Hanya kalian yang aku punya di dunia ini. Keluarga ku yang sebenarnya hanya kalian. Ayah sama sekali bukan keluargaku, dianya orang asing. Dia tidak pernah memperdulikan ku. Aku tidak akan pernah menyayanginya, jadi kau tidak perlu khawatir aku mengerti aku mengerti semuanya," ucap Hera tak kalah lirih dari Alex. Wanita itu menghela napasnya panjang, hatinya sakit jika memikirkan ini. Seorang ayah yang selalu menjadi cinta pertama anak perempuannya justru malah membuat Hera membencinya, teramat sangat membencinya. Jika bisa memilih, Dia tidak akan pernah dan tidak akan mau dilahirkan sebagai anak dari Go Myung jin. Hera lebih baik tidak lahir ke dunia ini daripada harus terlahir sebagai anak dari seorang laki-laki yang suka main perempuan.
"Terimakasih sayang. Aku mencintaimu," ucap Alex seraya mengecup pucuk kepala istrinya lama.
...To Be Continued....
...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya. Thank You.🤗🤗...
__ADS_1