THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Kenakalan Alex


__ADS_3

Suasana pagi hari di rumah Hera dan Alex lebih ramai dari biasanya. Mereka saat ini sedang ada di meja makan untuk sarapan. Min Ji duduk di depan Hera, dia terus saja memperhatikan kemesraan yang di lakukan kakaknya itu dengan Alex. Terbersit di hati Min Ji untuk pergi dari sana. Namun, dia tahu. Kalau dia pergi sekarang, Annya pasti akan membuatnya sengsara.


"Makan yang banyak Min Ji!" ucap Hera. Dia menaruh lauk di mangkuk nasi yang di gunakan Min Ji .


Min Ji tersenyum seraya mengangguk. Suasana di rumah Hera ini sangat tenang. Berbeda dengan susana di rumah orang tuanya yang semakin hari semakin memburuk. Myung Jin seolah sudah tersihir oleh Annya yang selalu bersikap manja di depannya. Dia melupakan Hye Mi dan Min Ji. Kalaupun mereka tegur, Myung Jin akan berdalih kalau dia hanya memberikan apa yang selama ini tidak dia berikan nya kepada Annya. Bullshit dengan itu semua. Min Ji sudah muak.


"Min Ji....! Hari ini aku akan ke kantor. Kau tidak apa kan kalau tinggal di rumah? Hye Mi tadi sudah menelpon dan menanyakan ke adaan mu. Kenapa kau tidak menghidupkan ponselmu?" tanya Hera.


"Aku tidak apa-apa Kak. Lagipula ada banyak pelayan di rumah Kakak. Kalau aku bosan aku bisa menonton Tv. Dan kalau masalah handphone. Aku tidak mau berinteraksi dengan keluargaku untuk sementara ini. Aku capek Kak. Aku butuh istirahat."


Hera mengangguk. Dia mengerti dengan apa yang sedang di katakan Min Ji. Dia juga pernah merasakan hal yang sama. Dan itu juga alasan yang membuatnya mantap untuk pergi ke asrama ketika dia menempuh pendidikan menengah.


Alex menoleh kepada Hera. Dia meraih tangan istri cantiknya lalu mengelusnya lembut. "Jangan memikirkan nya lagi. Kau sudah memiliki ku sekarang. Kau tidak sendirian lagi. Lupakanlah masa lalu Hera. Aku tahu semua itu tidak mudah. Tapi aku berharap kau akan selalu bahagia mulai sekarang. Dan sebagai suamimu, aku akan berusaha untuk mewujudkan itu."


Hera tersenyum saat mendengar kata-kata manis dari sang suami. Hatinya menghangat. Dia tahu, dia adalah orang paling beruntung di dunia ini karena memiliki suami yang sangat perhatian dan sangat perduli padanya. Ya... Meskipun Hera tahu dia banyak kekurangan dia akan selalu berusaha untuk mencintai suaminya. Mungkin Alex memang tidak setampan arjuna, tapi bagi Hera, suaminya itu adalah segalanya. Untuk apa wajah tampan nan rupawan kalau dia tidak bisa bersikap baik pada istri dan juga keluarganya.


Alex uda keren banget kok Hera. Mungkin banyak yang lebih tampan dari Alex. Tapi yang mencintaimu dengan tulus sepertinya, hanya segelintir orang di dunia ini yang punya hati kek Alex... (jadi curhat)😂 jangan tergoda sama yang di luaran say. Bisa jadi itu cuma kedok doang.


Oke lanjut......


Akhirnya Hera dan Alex berangkat ke perusahaan. Saat ini Hera sedang terkekeh karena mendengar candaan yang keluar dari mulut suaminya.


__ADS_1


Cup.... Alex mengecup bibir Hera tiba-tiba. Hera yang mendapat serangan tiba-tiba langsung mendorong bahu suaminya supaya Alex bisa menjauh.


"Kenapa melakukannya di sini? kasian Pak Song Alex." Hera menunjuk sopirnya menggunakan lirikan matanya. "Kau itu sungguh tidak tahu tempat."


Alex terkekeh. Dia hendak menarik kembali tengkuk Hera namun dengan gerakan cepat Hera menepis tangan suaminya. "Ikhhh... Jauh-jauh sana! kau itu. Aku malu Alex," teriak Hera. Dia menutupi mulutnya menggunakan syal yang sejak tadi dia kenakan.


"Lipstick mu terlalu merah sayang. Kau mau menggoda siapa di perusahaan?"


Hera melotot. Jadi ini alasan suaminya menciumnya tiba-tiba?... Oh Tuhan, sungguh Hera ingin memukul kepala mesum suaminya saat ini juga. "Otak mu itu mesum Alex. Kalau memang kau tidak suka melihatku menggunakan lipstik ini, kau bisa menyuruhku untuk menghapusnya," cicit Hera. Dia langsung mengambil sebuah kaca dan tisu dari dalam tas nya.


Sementara Alex , dia malah terkekeh mendengar omelan sang istri. "Kalau pakai tisu lama Sayang. Lebih baik aku yang menghapusnya, lebih cepat , lebih murah, dan lebih praktis. Ini juga tidak membuang-buang tisu . Lebih sedikit yang kita gunakan, itu lebih baik untuk lingkungan bukan?"


"Itu hanya alasanmu saja Alex. Jelas-jelas kau sedang mencari kesempatan dalam kesempitan."


"Ampun Alex, lain kali aku akan membiarkan mu mencium ku. Kali ini maafkan aku ya," ucap Hera dengan susah payah.


Pak Song sudah banjir keringat dingin. Kemesraan yang di lakukan dua majikannya ini sungguh membuatnya merasa tercekik. Ya, Pak Song sangat menyukai adegan-adegan romantis seperti ini. Tapi kalau yang melakukan itu adalah bosnya, mana berani dia melihat semua adegannya. Dia merasa sungkan untuk itu.


"Aku sepertinya salah tempat. Seharunya aku duduk di bemper mobil," gumamnya dalam hati.


****


Brakkkkk......

__ADS_1


Annya menggebrak meja kerjanya di depan sekertaris nya. Dia berjalan mengitari meja kemudian tangannya terangkat dan detik berikutnya...


Settttt.... Annya mencengkram rahang Namra dengan keras. "Kau pikir kau siapa? kau berani mengaturku hah? mau aku apakan uang perusahaan ini, kau tidak perlu ikut campur. Ini adalah uang Ayahku. Dan ini adalah perusahaan milik Ayahku. Siapa kau? kenapa kau berani mengaturku?,,,


Syuhhhh... Annya melepas cengkramannya dengan kasar. Namra meringis. Dia berusaha untuk membetulkan kaca matanya lalu memutar tubuhnya menghadap Annya. "Bu.. Uang perusahaan adalah milik perusahaan. Uang perusahaan bukan hanya milik Tuan, tapi ini milik semua petinggi dan juga milik para investor Bu. Kalau Ibu ingin menggunakannya secara pribadi, Ibu harus memberitahu kan-nya pada Tuan terlebih dahulu." Namra menunduk dalam. Dia sangat takut kalau Annya akan kembali melakukan kekerasan padanya.


"Cihhh... Kau itu sok pintar." Annya berjalan mendekati Namra. Dia mencondongkan badannya lalu... " Apa kau ingin aku menghentikan pengobatan anakmu yang sakit-sakitan itu? aku bisa saja menelpon pimpinan rumah sakit tempat anak mu di rawat. Aku tahu kau merawat anakmu menggunakan bantuan dari pemerintah bukan? sangat mudah bagiku untuk membuatnya di lempar dari bangsal rumah sakit. Dia tidak akan di terima di rumah sakit mana pun. Namanya akan di black list. Dan pada akhirnya.... ," Annya mengangkat dagu Namra.


Settttt.... Annya menggunakan ibu jarinya untuk membuat gerakan memotong leher di depan Namra. "Klaakkk... " suara lidah Annya yang beradu dengan dinding mulutnya membuat Namra terkesiap.


"Ampun Bu.. Jangan sakiti anak saya. Anak saya tidak salah apa-apa. Dia tidak tahu apapun."


Brukkk... Namra bersimpuh di kaki Annya. Dia menangis sembari terus memohon agar Annya tidak melakukan hal-hal yang bisa membahayakan nyawa putra semata wayangnya.


Annya tersenyum sinis. "Turuti semua perintahku. Dan putramu akan baik-baik saja," ucap Annya. Dia mengibaskan kakinya membuat Namra yang sedang bersipuh sambil memegang kaki Annya terhempas ke belakang.


"Baik Bu. Saya akan melakukan semua yang Ibu perintahkan."


"Keluar!" ucap Annya dengan sombongnya.


"Cihhh... Di ancam seperti itu saja sudah tidak berdaya. Dasar lemah......"


...To Be Continued....

__ADS_1


...Hai reader. Jangan lupa like dan komentarnya ya. Terimakasih....


__ADS_2